Kisah Pendekar Cang'An

Kisah Pendekar Cang'An
Episode 01. Zhao Feng


__ADS_3

[Benua Cang'An - Akademi Zuojia]


Seorang pemuda berusia 15 tahun sedang ikut berbaris, menunggu giliran namanya dipanggil. Namanya Zhao Feng, anak seorang saudagar kaya dari Kota Pandai Besi, Benua Cang'An. Zhao Feng mengantri untuk mengikuti seleksi penerimaan siswa baru.


Hari ini adalah hari penerimaan siswa baru di Akademi Zuojia. Akademi Zuojia adalah Akademi pelatihan bela diri, tempat dimana para Kultivator memulai langkah mereka menjadi Abadi.


Kultivator adalah pendekar bela diri yang menjalani tahapan budidaya energi atau yang disebut dengan Kultivasi. Semakin tinggi tingkat Kultivasi seorang Kultivator semakin kuatlah Kultivator tersebut.


Dunia Bela diri di Benua Cang'An adalah dunia yang kejam, siapa yang kuat atau berbakat, dia akan dihormati dan siapa yang lemah atau tidak berbakat akan dianggap sampah.


Mereka yang hidup tanpa bela diri atau dikenal dengan sebutan Non-Kultivator akan dianggap rendah bahkan bisa sampai dijadikan budak.


Sementara mereka yang mampu melatih diri dan menjadi Kultivator akan dihormati, memiliki hak untuk hidup dengan layak, bahkan dapat memiliki derajat hidup yang lebih tinggi.


Karena itu seleksi siswa di Akademi Zuojia ini sangat diminati. Siapa pun yang bisa lolos seleksi dan menjadi siswa di Akademi ini berarti memiliki peluang besar dalam mengubah hidupnya. Banyak pemuda dan pemudi dari seluruh dataran Benua Cang'An datang untuk menjadi siswa di Akademi Zuojia.


Akademi ini terbukti telah menghasilkan banyak Kultivator tangguh. Salah satunya yang paling mengguncang dataran Benua Cang'An adalah Xing Ren, Pendekar Surga Sembilan Matahari.


" Xing Ren berhasil menembus ke Alam Besar dan menjadi Dewa, konon Kitab yang dilatih oleh Xing Ren ada di dalam Akademi ini, tapi sampai sekarang tidak ada yang tahu dimana tepatnya kitab itu berada " Kata seorang pemuda yang berbaris di belakang Zhao Feng.


Zhao Feng tidak terlalu tertarik dengan cerita pemuda itu. Dia hanya diam mendengarkan apa yang dibicarakan si Pemuda itu kepadanya. Rata-rata yang diceritakan adalah hal yang sudah umum diketahui di Benua Cang'An.


" Saat ini, seleksi dilakukan dengan tiga tahap ujian. Aku dengar di ujian pertama saja sudah banyak yang digugurkan " Kata Pemuda itu.


Zhao Feng mulai memperhatikan cerita si Pemuda tersebut. Topik pembicaraan telah berubah ke hal yang belum diketahui Zhao Feng.


" Kakak Tanlun. Apa ujian pertama untuk seleksi kali ini? " Tanya Zhao Feng kepada Pemuda tersebut.


Nama pemuda itu Wei Tanlun, usianya 18 tahun dan sudah dua kali mencoba mengikuti seleksi siswa baru Akademi Zuojia. Seleksi siswa baru di Akademi Zuojia akan diadakan setiap tahunnya. Untuk mengikuti seleksi masuk di Akademi Zuojia, minimal harus berusia 10 tahun dan paling lambat harus berusia 24 tahun.


" Aku dapat bocoran, kalau ujian pertama adalah menyentuh Batu Kultivator " Sahut Wei Tanlun.


'Ini mudah. Aku hanya tinggal mengalirkan sedikit Energi Surga, maka aku pasti lolos ujian pertama. Andai saja aku tidak memasuki sumur itu... Aku tidak perlu mengulang hidup sebagai manusia ' Pikir Zhao Feng.


Zhao Feng mengingat kembali kehidupannya puluhan ribu tahun sebelumnya. Saat itu Zhao Feng adalah seorang Dewa Kecil di alam langit kesembilan.

__ADS_1


Dulunya, Zhao Feng dijuluki sebagai Dewa Gerbang Selatan, karena dia bertugas menjadi pemimpin penjaga gerbang selatan. Namanya saat itu adalah Tian Nanmen.


Meski bertugas sebagai seorang penjaga gerbang, Tian Nanmen tidak berkecil hati. Dia sangat suka memperhatikan Dewa dan Dewi lain yang keluar masuk melalui gerbang selatan. Terkadang dia akan mendapat bingkisan dari Dewa dan Dewi yang melintas melalui gerbangnya.


Dari sana Tian Nanmen mendapat banyak berita terkini mengenai kehidupan para Dewa. Berita tentang Dewa yang menikah, Dewa yang dihukum di penjara langit, terutama berita tentang Dewi Ruyi murid kesayangan Dewa Obat.


Tian Nanmen sangat menyukai Dewi Ruyi. Dewi Ruyi adalah primadona di alam langit kesembilan. Kecantikan Dewi ini akan membuat para Dewa Kecil lupa akan tugas dan jati diri mereka sebagai seorang Dewa.


Suatu hari, Tian Nanmen melihat Dewi Ruyi pergi keluar dari gerbang selatan. Namun anehnya, hari itu Dewi yang sangat dipuja Tian Nanmen itu diikuti oleh dua orang Dewa bertudung putih yang belum pernah dilihat oleh Tian Nanmen.


' Siapa mereka? Kenapa mereka mengikuti Ruyi? Aku harus menyelidikinya. Jangan sampai Ruyi dalam bahaya ' Pikir Tian Nanmen.


Tian Nanmen pun akhirnya membuntuti dua Dewa bertudung putih yang mengikuti Ruyi dari belakang.


" Sial. Kemana menghilangnya Ruyi dan dua Dewa aneh itu " Gumam Tian Nanmen saat dia kehilangan jejak Dewi Ruyi dan dua Dewa bertudung putih.


Tian Nanmen berkeliling mencari tempat yang mungkin dituju oleh Ruyi. Tetapi di semua tempat yang dikunjungi Tian Nanmen, dia tidak berhasil menemukan Dewi pujaan hatinya itu. Hingga tiba-tiba suara teriakan Ruyi terdengar di telinganya.


" Ruyi !? " Tian Nanmen terkejut mendengar suara Ruyi.


Dia terbang dengan cepat menuju ke arah datangnya suara Ruyi. Tian Nanmen khawatir bahwa dua Dewa bertudung putih itu telah melakukan sesuatu kepada Ruyi.


" Ruyi ! Aku akan menyelamatkanmu... Tenanglah Ruyi ! " Ucap Tian Nanmen dengan nada suara bergetar sedih.


" Na-Nanmen... Pil Darah Aba... " Ruyi pingsan sebelum sempat menyelesaikan ucapannya kepada Tian Nanmen.


Tian Nanmen membopong tubuh Ruyi yang tidak sadarkan diri dan membawanya ke Istana Obat, ke kediaman Dewa Obat, Yun Yizhen.


" Dewa Yizhen. Bagaimana keadaannya ? " Tanya Tian Nanmen kepada Yun Yizhen.


Yun Yizhen menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Tian Nanmen. Dia memberitahukan kepada Tian Nanmen, bahwa Ruyi memasuki keadaan tidur panjang. Energi Kehidupan Ruyi telah dicuri dari tubuhnya. Meski Ruyi masih hidup, namun Ruyi harus mengalami tidur panjang sebelum bisa hidup kembali seperti sedia kala.


Meski kabar keadaan Ruyi tidak begitu baik, tetapi setidaknya suatu hari nanti Ruyi akan tersadar kembali. Tian Nanmen bersyukur akan hal itu. Dewi Ruyi pun di tempatkan di dalam sebuah ruang es abadi untuk menjaga tubuhnya, sebelum akhirnya dia akan tersadar kembali.


" Dewa Yizhen. Sebelum Dewi Ruyi tidak sadarkan diri, dia mengucapkan sepenggal kata Pil Darah Aba... semacam itu. Apa Dewa tahu yang mungkin dimaksudkan oleh Dewi Ruyi ? " Tanya Tian Nanmen.

__ADS_1


Yun Yizhen kemudian menjawab bahwa pil yang mungkin dimaksudkan oleh Ruyi adalah Pil Darah Abadi.


Pil Darah Abadi dibuat dengan memadukan berbagai darah dari ratusan Binatang Langit. Siapa pun yang mengkonsumsi pil itu dapat menjadi pengendali para Binatang Langit.


Binatang Langit sendiri adalah fauna langit yang memiliki kecerdasan dan kemampuan untuk berkultivasi. Tetapi sebelum mereka mampu menjadi Dewa, para Binatang Langit ini tetaplah seekor binatang.


Tian Nanmen memutuskan untuk menyelidiki apa yang sebenarnya tengah terjadi dan siapa yang mencuri Pil Darah Abadi.


Setelah puluhan hari berlalu, Tian Nanmen mengetahui bahwa Pil Darah Abadi dicuri oleh Dewa Tidur untuk diberikan kepada Dewa Malam. Dewa Malam menggunakan Pil Darah Abadi dan membuat Binatang Langit mengacau di semua kesembilan alam langit.


Kekacauan pun terjadi dan Dewa Naga dituduh oleh Dewa Phoenix sebagai pelaku pengendali Binatang Langit. Dewa Naga dan Suku Naga pun akhirnya diserang oleh Dewa Malam dan Dewa Phoenix bersama dengan sekutu Dewa lainnya.


Dewa Naga dan sekutunya bertarung menghadapi Dewa Phoenix dan Dewa Malam beserta sekutu Dewanya. Peperangan para Dewa pun akhirnya terjadi.


Tian Nanmen yang mengetahui pelaku sebenarnya dari peperangan itu memilih menghindar untuk terlibat secara langsung di dalam perang tersebut.


Tian Nanmen tahu di belakang Dewa Malam dan Dewa Phoenix ada dua Dewa Besar yang merancang rencana peperangan itu guna menuduh Dewa Naga sebagai pelakunya, yaitu Dewa Cahaya dan Dewa Gelap.


' Sial. Kenapa para Naga ini juga menyerangku. Sudah ku bilang, aku tidak ikut campur masalah ini !' Batin Tian Nanmen saat dia berlarian, menghindari semburan api dari serangan para Naga.


Meski Tian Nanmen memutuskan untuk menjadi pihak Netral, tetapi karena situasi dan keadaan yang kacau, secara tidak sengaja Tian Nanmen dikira sebagai pihak Dewa Phoenix dan diserang oleh beberapa ekor Naga. Tian Nanmen berlari ke arah belakang Istana Langit dan berusaha mencari tempat persembunyian.


Akibat situasi yang mendesak, Tian Nanmen memutuskan untuk melompat ke dalam sebuah sumur yang dia temukan di belakang Istana Langit. Sebelum melompat masuk ke dalam sumur, Tian Nanmen sempat melihat sebuah Segel Larangan yang baru saja terlepas karena guncangan dan ledakan perang.


Sumur tersebut ternyata adalah sebuah Sumur Reinkarnasi. Oleh karena hal itulah Tian Nanmen terlahir kembali di Alam kecil, di Benua Cang'An sebagai seorang manusia bernama Zhao Feng.


' Aku tidak menyangka Segel Larangan itu berfungsi untuk mencegah Sumur Reinkarnasi itu berfungsi kembali... Lagi pula, Siapa yang membuat Sumur Reinkarnasi itu ? ' Batin Zhao Feng.


Akibat terlahir kembali, Zhao Feng harus mengulang kembali proses Kultivasinya dan memulai kembali perjalanannya menjadi Dewa, menjadi Abadi. Karena itulah, hari ini Zhao Feng mengantri untuk memulai kembali Kultivasinya.


" Zhao Feng dari Kota Pandai Besi, Peserta urutan ke-257. Silahkan maju dan memasuki ruangan ujian yang ketiga di sebelah sana " Ucap seorang petugas seleksi siswa baru Akademi Zuojia.


" Kakak Tanlun. Aku duluan. Sampai jumpa nanti " Kata Zhao Feng saat melangkah menuju ke ruangan ujian yang ketiga.


Untuk ujian pertama itu, tersedia 18 ruangan ujian yang bergiliran dimasuki oleh para calon siswa menurut panggilan petugas seleksi. Zhao Feng mendapatkan ujian pertamanya di ruangan yang ketiga dari 18 ruangan ujian tersebut.

__ADS_1


" Iya. Sampai nanti Feng. Sampai jumpa di ujian kedua " Sahut Wei Tanlun.


Bersambung...


__ADS_2