Kisah Pendekar Cang'An

Kisah Pendekar Cang'An
Episode 03. Aku Beri Nama Kelompok Lima


__ADS_3

[Halaman Latihan Akademi Zuojia]


Keesokan harinya, Zhao Feng dan peserta seleksi yang lolos ke tahap Ujian Ketiga telah berkumpul di halaman latihan Akademi Zuojia. Ada sekitar 60an calon siswa di halaman latihan tersebut. Suasana halaman latihan itu riuh ramai dengan percakapan yang terjadi di antara para calon siswa tersebut.


Zhao Feng berdiri dan memandang ke sekeliling untuk memperhatikan para peserta lain yang lolos ke tahap Ujian Ketiga. Ketika Zhao Feng menoleh ke arah kiri kerumunan calon siswa tersebut, dia melihat Wei Tanlun melambaikan tangan ke arahnya. Wei Tanlun kemudian berjalan mendekat ke arah Zhao Feng.


" Hei Feng.. ternyata kamu lolos Ujian Ketiga juga? " Ucap Wei Tanlun ketika tiba di sebelah Zhao Feng.


" Benar Kak. Ternyata kakak juga berhasil lolos ke Ujian ini " Sahut Zhao Feng.


" Tentu saja. Aku sudah berkali-kali melewati Ujian Pertama dan Ujian Kedua. Aku pikir Ujian Kedua akan dilaksanakan hari ini, ternyata mereka mempercepat proses ujian tahun ini "


" Maksud Kakak? "


" Ujian siswa baru di Akademi ini selalu dilakukan selama tiga hari, setiap harinya hanya satu ujian. Tapi kali ini, mereka mempercepat prosesnya "


Wei Tanlun memegang dagunya sembari melanjutkan ucapannya kepada Zhao Feng, " Aku rasa ini karena persiapan Turnamen Pulau tahun depan "


" Turnamen di Benua Penda itu? " Tanya Zhao Feng.


" Iya. Aku dengar, Akademi Zuojia mendapat undangan khusus dari Kerajaan Penda " Sahut Wei Tanlun.


" Oh.. Jadi kalian tahu juga tentang turnamen itu " Tiba-tiba seorang pemuda bertubuh gemuk menyela perkataan Wei Tanlun.


" Aku sudah menduga. Kamu pasti akan lolos ke Ujian Ketiga " Imbuh pemuda itu kepada Zhao Feng.


" Kamu kenal orang ini Feng? " Tanya Wei Tanlun dengan tatapan sedikit sinis.


" Hehe... Tentu dia mengenalku, kami kemarin satu ruangan. Kenalkan, aku Xia Xiong Putra pertama keluarga Xia generasi kelima. Ayahku Xia Xing adalah penyumbang dana terbesar di Akademi ini " Ucap pemuda yang ternyata bernama Xia Xiong itu dengan nada sombong.


Zhao Feng tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya saat Wei Tanlun melihat ke arahnya. Pemuda gemuk itu adalah peserta yang kemarin menjelaskan kepada Zhao Feng tentang Batu Kultivator dan sembilan Titik Abadi.


" Terima kasih atas bantuannya kemarin. Aku Zhao Feng "


" Salam Kakak Xiong. Aku Wei Tanlun dari sebuah keluarga biasa yang hidup sederhana " Balas Wei Tanlun dengan nada bercanda.


" Kakak!? "


" A-aku baru 15 tahun, tidak perlu menyebutku Kakak ! " Sahut Xia Xiong dengan wajah cemberut.


' 15 tahun? Wajahnya boros sekali, dia bahkan terlihat lebih tua dariku ' Batin Wei Tanlun.


" Hahaha.. Maaf , maaf. Kamu terlihat begitu dewasa, aku jadi salah menilai usia mu "


" Saudara Xiong. Bukankah tadi kamu bilang, kamu tahu tentang Turnamen Pulau, coba ceritakan " Ucap Wei Tanlun sembari merangkul pundak Xia Xiong.


" Turnamen Pulau tahun depan akan diadakan di Pulau Api di Benua Penda. Akademi ini akan memilih tiga siswa yang berasal dari angkatan baru tahun ini, untuk mengikuti turnamen itu "


" Turnamen bela diri ini diadakan setiap tiga tahun sekali di pulau-pulau yang berada di Benua Penda "


" Setiap tiga tahun sekali, turnamen itu akan diadakan di lokasi pulau yang berbeda, dan tahun depan akan diselenggarakan di Pulau Api "


" Selain itu, para pemenang akan mendapatkan banyak hadiah berupa pertemuan beruntung serta tiga hak khusus dari Kerajaan Penda selaku penyelenggara acara tersebut " Ucap Xia Xiong dengan penuh semangat.


Xia Xiong juga mengatakan bahwa Turnamen Pulau tahun depan adalah kali pertama bagi Kerajaan Penda untuk mengundang Kerajaan-Kerajaan lain untuk ikut berpartisipasi dalam Turnamen Pulau tersebut.


" Kerajaan mana lagi yang diundang untuk mengikuti turnamen itu? " Tanya Zhao Feng.


" Sebenarnya undangan hanya diberikan secara langsung kepada Kerajaan Meghalaya... Kerajaan kita justru diundang oleh Kerajaan Meghalaya bukan Kerajaan Penda " Sahut Xia Xiong.

__ADS_1


" Apa Kerajaan Meghalaya berhak melakukan itu? Ini kan acara milik Kerajaan Penda " Ucap Wei Tanlun.


" Tentu tidak berhak. Tapi, karena suatu sengketa di antara kedua kerajaan itu, Kerajaan Penda akhirnya mengundang Kerajaan kita secara tidak resmi... "


" Bukan utusan mereka yang datang mengundang Kerajaan Cang'An ini, melainkan utusan Kerajaan Meghalaya atas nama Raja Penda lah yang datang mengundang " Sahut Xia Xiong.


" Wah... Tidak percuma kamu menjadi putra dari penyumbang dana Akademi ini. Kamu tahu banyak tentang turnamen itu... "


" Kalau begitu kamu pasti tahu juga tentang ujian ini bukan? Katakan.. apa ujian yang akan kita lakukan hari ini? " Wei Tanlun berbisik ketika menanyakan pertanyaan tersebut.


Xia Xiong menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu apa ujian yang akan diberikan oleh Akademi Zuojia sebagai Ujian Ketiga. Wei Tanlun melepaskan rangkulan tangannya ketika melihat Xia Xiong tidak mengetahui tentang ujian apa yang akan mereka hadapi. Tepat setelah itu, kerumunan calon siswa yang tadinya riuh ramai itu mendadak menjadi sepi.


" Lihat Tetua Chen Shui datang " Ucap salah satu peserta yang berada tidak jauh dari kelompok Zhao Feng.


Ucapan itu membuat percakapan antara Zhao Feng dan kedua temannya itu terhenti. Pandangan mereka kini tertuju pada Chen Shui.


Chen Shui melintas di hadapan 60an calon siswa yang berhasil lolos ke tahapan Ujian Ketiga tersebut, seketika itu pula banyak calon siswa yang tiba-tiba berhenti bicara. Suasana yang tadinya riuh ramai oleh percakapan para calon siswa kini berubah menjadi sedikit tegang.


Pandangan dan perhatian para calon siswa tersebut kini fokus kepada Chen Shui. Chen Shui terus berjalan hingga mencapai bagian tengah dari halaman latihan tersebut. Ketika Chen Shui berdiri di tengah halaman latihan, sebuah mimbar muncul dan terbentuk dari tanah tempatnya berpijak.


' Penguasa Elemen Tanah... Ternyata dia adalah pengolah energi elemen tanah ' Batin Zhao Feng ketika melihat mimbar dari tanah di tempat Chen Shui berdiri.


" Ujian Ketiga adalah pertarungan berkelompok. Satu Kelompok paling sedikit terdiri dari lima orang. Mereka yang memiliki koin dengan nomor ganjil hanya bisa berkelompok dengan yang bernomor ganjil dan yang bernomor genap dengan yang memiliki nomor genap lainnya... "


" Kalian boleh bertukar koin dengan yang setuju bertukar, tidak boleh ada pemaksaan. Pilih juga seorang ketua kelompok di antara kalian. Kumpulkan koin kalian di Ketua kelompok... "


" Aku beri waktu mulai dari sekarang ! " Seru Chen Shui dari atas mimbar tanah buatannya.


" Koin milik ku bernomor ganjil. Bagaimana dengan kalian? " Tanya Zhao Feng kepada Wei Tanlun dan Xia Xiong.


" Aku ganjil juga " Sahut Xia Xiong sembari tersenyum.


" Punyaku genap. Sayang sekali, padahal aku berharap bisa satu kelompok denganmu Feng " Ucap Wei Tanlun.


" Kamu ingin menukar koin denganku? "


" Bukan... Aku juga berniat untuk satu kelompok dengan Zhao Feng... "


" Aku punya banyak koin di dalam saku bajuku ini. Di saku kanan ini ada koin bernomor genap dan di saku kiri yang bernomor ganjil... Kemarikan koin mu dan akan ku ganti dengan yang bernomor ganjil " Bisik Xia Xiong.


" Serius? " Sahut Wei Tanlun dengan nada pelan.


Xia Xiong mengangguk dan mengambil koin bernomor ganjil dari saku kiri bajunya.


" Ini koin ganjil... Kemarikan koin mu.. " Kata Xia Xiong sembari menyodorkan koin bernomor ganjil kepada Wei Tanlun.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Wei Tanlun segera menukarkan koin miliknya dengan koin bernomor ganjil yang diberikan oleh Xia Xiong. Xia Xiong menerima koin itu dan memasukkannya ke dalam saku kanan bajunya.


" Untuk apa kalian melakukan itu? Bukankah kamu tinggal menukarkannya saja dengan peserta lain " Kata seorang pemuda berbaju kuning yang tiba-tiba muncul di sebelah Xia Xiong.


" Xing Ma. Apa yang kamu lakukan di sini? " Tanya Xia Xiong ketika melihat pemuda tersebut.


" Tentu saja untuk bergabung denganmu... Ini koin ku " Sahut si pemuda bernama Xing Ma tersebut sembari memberikan koin bernomor genap kepada Xia Xiong.


" Tukarkan dulu sana... Katamu tinggal menukarkannya saja dengan peserta lain " Ucap Xia Xiong setelah melihat koin yang diterimanya dari Xing Ma.


" Hehe... Karena kamu sudah punya banyak kenapa aku harus repot-repot mencari peserta yang mau bertukan koin dengan ku? "


" Heh... Ujung-ujungnya sama saja. Ini ambil... " Sahut Xia Xiong sembari memberi sebuah koin bernomor ganjil kepada Xing Ma.

__ADS_1


" Kalian kenalkan.. Ini sepupu ku, namanya Xing Ma. Tidak masalah bukan, jika dia juga ikut bergabung? " Tanya Xia Xiong kepada Zhao Feng dan Wei Tanlun.


" Nama ku Wei Tanlun. Aku setuju. Tentu tidak masalah. Benar kan Feng? " Ucap Wei Tanlun.


" Benar. Tentu tidak masalah, kenalkan aku Zhao Feng. Dengan begini, kita hanya perlu mencari satu orang lagi " Sahut Zhao Feng.


" Bagaimana dengan dia " Tunjuk Xing Ma ke arah seorang gadis yang dikerumuni banyak para calon siswa lainnya.


" Kamu bercanda Ma? Dia itu Duan Meimei, mana mungkin mau bergabung dengan kita " Sahut Xia Xiong ketika menyadari bahwa gadis yang ditunjuk Xing Ma ternyata adalah Duan Meimei.


" Apa salahnya.. Coba kamu lihat, dari tadi dia belum menentukan mau berkelompok dengan siapa " Ucap Xing Ma.


" Feng. Coba kamu tanyakan, apa mungkin dia mau berkelompok dengan kita? " Kata Wei Tanlun.


" Biar aku saja... Urusan seperti ini, biar si tampan ini yang maju " Xing Ma langsung melangkah maju ke arah Duan Meimei yang masih dikerumuni banyak calon siswa lain yang juga menawari dirinya untuk ikut berkelompok.


Zhao Feng hanya mengangguk pelan ketika Xing Ma menawarkan dirinya untuk mengajak Duan Meimei bergabung dengan kelompok mereka.


" Aku yakin dia akan gagal " Ucap Xia Xiong ketika melihat sepupunya itu tiba di tempat Duan Meimei.


" Sepertinya dia berhasil " Kata Wei Tanlun beberapa saat kemudian, ketika melihat Xing Ma kembali ke arah mereka dengan diikuti oleh Duan Meimei.


Mata Xia Xiong langsung terbelalak ketika melihat hal itu, dia masih tidak percaya bahwa sepupunya itu berhasil membujuk Duan Meimei untuk bergabung.


" Kenalkan ini Duan Meimei, kebetulan koin miliknya bernomor ganjil dan dia bersedia bergabung dengan kamu " Tunjuk Xing Ma ke arah Zhao Feng ketika dia tiba bersama dengan Duan Meimei.


" Hahaha... Ternyata begitu. Meimei, kenalkan aku Xia Xiong. Dia, Wei Tanlun... Dan Ini Zhao Feng ketua kelompok kita, benar kan Feng? " Ucap Xia Xiong.


Xia Xiong kini mengetahui penyebab Duan Meimei mengikuti Xing Ma kembali ke kelompok mereka, ternyata semua itu karena Duan Meimei memang bersedia untuk bergabung dan membentuk kelompok dengan Zhao Feng.


" Aku!?.. Apa maksudmu dengan aku sebagai ketua kelompok? " Bisik Zhao Feng pelan kepada Xia Xiong.


" Sudah tenang saja... Jawab saja iya.. Agar gadis ini mau bergabung dengan kita " Sahut Xia Xiong sembari berbisik dengan Zhao Feng.


" I-iya. Aku Zhao Feng. Terima kasih sudah bergabung " Ucap Zhao Feng mengiyakan perkataan Xia Xiong.


" Ini koin milik ku " Duan Meimei mendekat ke arah Zhao Feng dan memberikan koin miliknya kepada Zhao Feng.


Setelah itu Xia Xiong, Xing Ma, dan Wei Tanlun juga memberikan koin-koin mereka kepada Zhao Feng.


Beberapa puluh hela napas kemudian. Chen Shui memanggil para ketua kelompok untuk berkumpul di hadapannya. Ada delapan ketua kelompok yang menghadap Chen Shui, termasuk Zhao Feng.


Chen Shui meminta masing-masing ketua kelompok untuk menuliskan nama kelompok beserta nama masing-masing dari anggota kelompok mereka di dalam sebuah kertas yang telah disediakan oleh Akademi.


Setelah itu, Chen Shui memberikan sebuah kantong kepada masing-masing ketua kelompok dan menginstruksikan kepada mereka untuk memasukkan semua koin kelompok dan kertas tersebut ke dalam kantong yang telah dia berikan.


Setelah menerima kembali kantong dari masing-masing ketua kelompok. Chen Shui mempersilahkan para ketua kelompok untuk kembali ke kelompoknya masing-masing dan menunggu instruksi selanjutnya.


" Feng. Apa yang kamu tulis di kertas itu? " Tanya Wei Tanlun ketika Zhao Feng kembali lagi ke kelompoknya.


" Aku menuliskan nama kita dan nama kelompok kita " Sahut Zhao Feng.


" Kamu beri nama apa kelompok kita? " Tanya Xing Ma.


" Aku beri nama Kelompok Lima, karena hanya kita yang anggotanya berjumlah lima orang " Jawab Zhao Feng.


Xing Ma dan yang lain hanya tersenyum mendengar Zhao Feng memberi nama kelompok mereka seperti itu.


Di antara kedelapan kelompok yang ada, hanya kelompok Zhao Feng yang berjumlah paling sedikit, yaitu lima orang. Sementara yang lain ada yang berjumlah enam orang hingga sembilan orang per kelompok.

__ADS_1


" Kelompok kita yang paling sedikit anggotanya. Jika kita bertarung dengan yang berjumlah sembilan orang, itu berarti empat orang di antara kita, masing-masing harus menghadapi dua orang dari kelompok tersebut " Ucap Xia Xiong sembari menghela napas panjang.


Bersambung...


__ADS_2