Kisah Pendekar Cang'An

Kisah Pendekar Cang'An
Episode 05. Ujian di Alam Ilusi bg. 2


__ADS_3

" Kantong Ruang? Akademi memberi kami masing-masing sebuah kantong ruang? " Tanya Xing Ma.


" Iya. Benar. Akademi memberi itu sebagai pinjaman. Jika kalian lulus, kalian bisa memilikinya. Jika tidak, kalian harus mengembalikannya " Sahut Ziya.


Satu per satu mereka berlima mengambil perbekalan mereka masing-masing dari atas meja.


***


Hari pun berganti, sesuai janji Ziya menuntun kelimanya berjalan ke arah barat Hutan Ilusi.


" Kita sudah menghabiskan semalam di sini, apa itu berarti hari ujian diperpanjang? " Tanya Xing Ma ketika mereka beranjak pergi ke arah barat Hutan Ilusi.


" Kita ini di Alam Ilusi, waktu, tempat, benda, dan semuanya palsu, semua ilusi. Jadi aku rasa kita hanya baru beberapa saat di dalam Alam ini " Sahut Xia Xiong.


Mereka semua akhirnya mengerti bahwa meskipun segala yang ada di Alam Ilusi, termasuk Hutan Ilusi itu adalah palsu, tetapi akan sangat terasa nyata. Kalau mereka sampai mati di Alam itu, maka itu berarti mereka akan merasakan sensasi kematian sebelum keluar dari dalam Alam Ilusi.


" Nah.. Itu dia, di dalam benteng itu ada para Beast, mereka menjaga Elf yang terkurung di dalam penjara di benteng itu " Ziya menunjuk ke arah sebuah benteng.


Benteng itu tidaklah terlalu besar, hanya sebesar bangunan dua lantai. Dindingnya terbuat dari tumpukan batu kasar, sehingga terlihat sangat rapuh. Seakan-akan batu-batu itu ditumpuk sembarangan agar membentuk dinding.


Ada pintu masuk setinggi pria dewasa di depan benteng. Pintu itu dijaga oleh dua orang manusia yang terlihat aneh. Manusia yang satu memiliki wajah mirip anjing sementara yang lain memiliki telinga seperti kelinci dan dua buah gigi besar menyembul di mulutnya.


" Mereka berdua itu adalah Beast " Tunjuk Ziya kepada dua manusia aneh yang berjaga di depan pintu masuk benteng tersebut.


' Mereka mirip dengan Binatang Langit? Apa mereka itu keturunan Binatang Langit? ' Pikir Zhao Feng saat melihat dua penjaga pintu tersebut.


" I-itu bukannya Tang Qingchen? Dia ada bersama para Beast? " Tunjuk Xia Xiong ke arah seorang pemuda yang baru saja keluar dari dalam benteng.


" Benar. Dia adalah ketua kelompok Pemuda Tampan Cang'An, mereka mendapat tugas untuk membantu para Beast mencegah kalian menyelamatkan Elf " Sahut Ziya.


' Nama kelompok apa itu? Apa mereka merasa diri sebagai pemuda paling tampan di Cang'An ini.. Untung aku tidak bergabung dengan mereka ' Batin Duan Meimei.


" Apa itu berarti, kami juga mendapat bantuan dari para Elf? " Tanya Xing Ma.


" Oh. Benar. Aku hampir lupa memberi tahu kalian bahwa para Elf juga akan membantu kalian menyerang benteng itu... "

__ADS_1


" Tapi aku belum tahu, kapan dan bagaimana mereka akan muncul " Sahut Ziya.


" Berarti kita harus menunggu kedatangan mereka dulu, sebelum menyerang benteng itu? " Tanya Wei Tanlun.


" Tidak perlu menunggu. Aku sudah sampai dari tadi " Ucap seorang Elf yang tiba-tiba muncul dari balik sebuah pohon besar.


Kemunculan Elf itu membuat mereka berenam cukup terkejut.


' Apa-apaan Elf ini? Dari tadi dia ada di sana tapi kenapa baru sekarang menunjukkan diri? ' Pikir Wei Tanlun.


" Adelfo. Kenapa hanya kamu seorang yang datang? Apa yang lain masih bersembunyi? Suruh mereka keluar " Tanya Ziya kepada Elf yang ternyata bernama Adelfo tersebut.


Adelfo ini adalah seorang Elf Pria dengan postur tubuh tegap dan tinggi. Matanya berwarna kebiruan dan kulit pucatnya menutupi usia aslinya. Meski terlihat muda, Adelfo telah berusia hampir setengah abad.


Sebuah sarung anak panah tergantung di punggung Adelfo dan sebuah busur digenggamnya di tangan kanannya.


" Aku hanya datang seorang diri. Aku sendiri saja cukup untuk menghadapi para Beast itu " Sahut Adelfo dengan sedikit angkuh.


" Kamu gila! Kita akan masuk ke sarang harimau! Di sana ada lebih dari puluhan Beast. Sedangkan kita hanya bertujuh, bagaimana kamu akan menghadapi mereka seorang diri? " Ziya terbang tepat di depan wajah Adelfo.


" Apa dia ingin menyerang secara langsung? " Bisik Xing Ma kepada kelima lainnya saat mereka melangkah mundur beberapa langkah ke belakang.


' Jika dia melakukan serangan langsung itu berarti, lokasi kita akan langsung diketahui oleh musuh... Gawat! ' Batin Zhao Feng.


" Siapkan senjata kalian. Sepertinya Elf ini memang ingin melakukan serangan langsung " Ucap Zhao Feng saat dia meraih pedang dari dalam Kantong Ruang miliknya.


Keempat lainnya juga melakukan hal yang sama. Mereka mengeluarkan pedang masing-masing dari dalam Kantong Ruang. Hanya Ziya saja yang mengeluarkan sebuah tongkat kecil yang diujungnya tersemat sebuah batu kuning berbentung bintang.


" Apa yang kalian lakukan? " Adelfo yang berada di depan keenam lainnya menoleh ke belakang dan bertanya.


" Kami bersiap untuk bertarung. Bukankah kamu mau menyerang langsung? " Sahut Zhao Feng.


" Mana mungkin aku melakukan itu... Kalau aku melakukan itu, lokasi kita akan langsung ketahuan " Sahut Adelfo yang berdiri dengan tangan kanan memegang busur dan tangan kiri memegang anak panah.


" Aku mengambil anak panah ini bukan untuk menyerang langsung... Aku akan membuat Formasi Pelindung... "

__ADS_1


" Formasi buatanku hanya bertahan sehari, ingat... Hanya sehari, kalian harus menyelamatkan Istriku dalam jangka waktu sehari itu..."


" Setelah itu, Formasi ini akan menghilang. Mengerti? " Imbuh Adelfo saat dia menusuk bahu kanannya sendiri dengan anak panah tersebut.


' Jadi Elf yang ditahan para Beast adalah istrinya ' Pikir Zhao Feng dan keempat rekannya.


" A-adelfo? Apa ini? Kenapa kamu melukai dirimu sendiri? " Tanya Ziya bingung melihat apa yang dilakukan Adelfo.


Adelfo tidak menjawab pertanyaan Ziya, dia menyerahkan anak panah yang berisi darahnya itu kepada Zhao Feng.


" Terimalah dan masing-masing kalian minumlah setetes darahku " Ucap Adelfo ketika Zhao Feng menerima anak panah tersebut.


' Darahnya berwarna biru? ' Pikir Zhao Feng dan empat rekannya saat mereka melihat darah berwarna biru menetes dari ujung anak panah.


Satu demi satu mereka berenam menerima setetes darah Adelfo. Namun mereka belum meminum darah tersebut. Mereka ragu untuk melakukan hal tersebut.


" Untuk membuat Formasi ini berfungsi, setidaknya kalian haruslah seorang Elf atau paling tidak telah memiliki darah Elf di dalam tubuh kalian. Minumlah " Ucap Adelfo sembari mengambil kembali anak panah miliknya dari tangan Zhao Feng.


" Feng bagaimana ini? Apa ini tidak masalah? " Tanya Wei Tanlun.


" Tidak apa-apa Kak. Kita minum saja, lagi pula ini hanya ilusi, tidak akan jadi masalah " Zhao Feng tanpa pikir lama langsung meminum setetes darah Adelfo yang ada di telapak tangan kanannya.


Begitu melihat Zhao Feng meminum darah itu dan tidak terjadi apa-apa, yang lain segera mengikuti. Satu per satu mereka meminum setetes darah Adelfo.


Meski hanya setetes kecil darah biru yang mereka minum, namun ketika darah biru itu menyentuh lidah mereka dan masuk ke dalam lambung, serasa darah itu memperbanyak dirinya dan menyatu dengan darah merah mereka.


" Bagus. Bersiaplah. Aku akan memulai Formasi Pelindungnya " Adelfo membentuk sebuah segel tangan setelah meletakkan kembali anak panah ke tempatnya.


Segel tangan adalah beberapa gerakan tangan sebagai simbolis untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan sebuah jurus dan atau formasi.


" Formasi Darah Biru "


Setelah Adelfo mengucapkan kata itu, tubuh mereka bertujuh terasa makin lama makin panas. Darah di dalam tubuh mereka terasa seperti mendidih.


Beberapa hela napas kemudian, satu demi satu mereka menjadi semakin transparan dan akhirnya menjadi tidak terlihat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2