
Zhao Feng masuk ke dalam sebuah ruangan yang lumayan besar. Di dalam ruangan itu sudah ada 19 orang peserta seleksi lain yang sedang berbaris menunggu giliran untuk menyentuh Batu Kultivator.
Zhao Feng berdiri di baris paling akhir menunggu gilirannya menyentuh Batu Kultivator. Zhao Feng tersenyum tipis ketika melihat alat penguji yang disebut Batu Kultivator itu. Dia mengenali batu tersebut.
' Ini Kristal Semesta, batuan ini hanya ada di alam langit pertama... Kenapa bisa ada di sini? ' Batin Zhao Feng.
Sebagai seorang mantan Dewa yang pernah hidup di Alam Besar, tentu Zhao Feng akan tahu banyak mengenai benda-benda yang ada di sembilan alam langit.
Salah satu yang diketahui Zhao Feng adalah Batu Kultivator itu. Di Benua Cang'An, batu yang disebut sebagai Batu Kultivator itu ternyata adalah Kristal Semesta yang ada di alam langit pertama.
Para Dewa menggunakan kristal itu untuk meningkatkan Aura Dewa mereka. Sementara manusia menggunakannya untuk meningkatkan Kultivasi mereka.
" Duan Meimei maju ! Giliranmu ! " Panggil seorang pria tua yang menjadi petugas seleksi siswa baru di ruangan tersebut kepada seorang gadis yang berbaris di depan Zhao Feng.
Gadis bernama Duan Meimei itu maju dan menyentuh Batu Kultivator. Duan Meimei membuat Batu Kultivator itu memancarkan seberkas cahaya merah sesaat setelah dia menyentuhnya.
" Wah ! Lihat... Batu itu bercahaya merah, itu artinya dia mempunyai bakat yang tinggi "
" Benar. Siapa gadis cantik itu? "
" Dia itu Duan Meimei, putri Jendral Duan Tianxiong. Dia pasti sudah mempelajari dasar tenaga dalam yang baik "
Zhao Feng mendengarkan pembicaraan para peserta lain yang sebelumnya telah berhasil lolos ke tahapan Ujian Kedua.
" Saudaraku. Kenapa kamu bilang dia memiliki bakat hebat? " Tanya Zhao Feng pada salah satu peserta yang sudah lolos.
" Tentu dia memiliki bakat hebat. Lihat, batu itu bercahaya merah, itu tandanya dia memiliki lebih banyak Titik Abadi yang terbuka di dalam tubuhnya " Sahut peserta tersebut.
Peserta itu juga menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia ada sembilan titik yang bisa menyimpan tenaga dalam yang disebut sebagai Titik Abadi. Semakin banyak titik yang terbuka semakin berbakat orang tersebut dalam berkultivasi.
Titik Abadi tersebut terdiri dari, satu titik di ubun-ubun, dua titik di kedua telinga, dua titik di kedua siku tangan, dua titik di kedua lutut kaki, satu titik di kelamin, serta satu titik lainnya terletak di antara kantung empedu dan pusar.
Jika tujuh sampai sembilan titik terbuka, maka Batu Kultivator akan bercahaya merah. Jika dua sampai enam titik yang terbuka maka Batu Kultivator akan bercahaya kuning dan jika hanya satu titik yang terbuka, maka Batu Kultivator akan bercahaya hijau.
Kebanyakan dari peserta yang lolos, hanya membuat Batu Kultivator mengeluarkan cahaya hijau. Tujuh orang berhasil membuat batu penguji itu bercahaya kuning dan hanya Duan Meimei yang berhasil membuat batu itu memancarkan cahaya merah.
Zhao Feng mengangguk mendengarkan penjelasan peserta tersebut. Kini, Zhao Feng tahu mengenai proses pengujian melalui Batu Kultivator tersebut.
' Sebagai seorang Dewa, kami tidak pernah memikirkan mengenai Titik Abadi, karena kami sudah Abadi. Tubuh fana sudah tidak berlaku lagi. Aku tidak menyangka, untuk menjadi Abadi aku harus membuka kesembilan titik itu ' Pikir Zhao Feng.
__ADS_1
" Bagus. Selamat. Kamu silahkan berbaris di sebelah kanan " Ucap si Petugas seleksi kepada Duan Meimei.
Peserta seleksi yang berhasil membuat Batu Kultivator memancarkan cahaya kuning dan merah akan diminta untuk kembali berbaris di sebelah kanan. Sementara para peserta yang membuat batu itu bercahaya hijau, akan diminta untuk berbaris di sebelah kiri.
" Zhao Feng maju ! Giliranmu ! " Panggil si Petugas seleksi siswa baru itu kepada Zhao Feng.
Zhao Feng melangkah maju dan menyentuh Batu Kultivator yang ada di hadapannya. Zhao Feng mengalirkan Energi Surga yang ada di dalam tubuhnya ke dalam Batu Kultivator.
Sesaat kemudian, seberkas cahaya ungu terang menyala dari Batu Kultivator tersebut.
' Kenapa ini? Katanya hanya cahaya merah, kuning dan hijau. Kenapa setelah aku sentuh, justru bercahaya ungu? ' Batin Zhao Feng terkejut melihat kemunculan cahaya ungu tersebut.
' Apa ini? Kenapa batunya bercahaya ungu? ' Batin si Pria tua petugas seleksi tersebut. Dia juga terkejut melihat cahaya yang dipancarkan Batu Kultivator tersebut.
" Eh... Lihat ! Kenapa Batu Kultivatornya bercahaya ungu? Apa ada yang salah dengan batunya? " Bisik para peserta lainnya ketika melihat cahaya ungu muncul setelah disentuh oleh Zhao Feng.
" Tenang semuanya ! " Seru si Petugas seleksi itu, ketika para peserta seleksi lainnya ramai membicarakan kemunculan cahaya ungu tersebut.
Baru pertama kali ada cahaya berwarna ungu yang memancar dari Batu Kultivator. Itu memicu perbincangan di antara mereka yang berada di dalam ruangan ketiga tersebut.
" Mundur sedikit... " Si Petugas seleksi itu menyuruh Zhao Feng mundur ketika dia mengelilingi Batu Kultivator untuk memastikan penyebab munculnya cahaya ungu.
Zhao Feng mengangguk dan menjawab, " Benar Tetua Shui, aku Zhao Feng. Aku tidak tahu kenapa batu ini bercahaya ungu, aku hanya menyentuhnya dan itulah yang terjadi "
Pria tua yang menjadi petugas seleksi tersebut bernama Chen Shui. Seorang Tetua Siswa Luar di Akademi Zuojia. Dia bertugas sebagai penguji di ruangan ketiga untuk tahap ujian pertama dan ujian kedua.
' Sepertinya dia sendiri memang tidak tahu... Apa batu ini bermasalah? Tapi setelah ku amati, tidak ada yang aneh dengan batu ini ' Pikir Chen Shui.
" Kamu ulangi sekali lagi... " Ucap Chen Shui setelah diam beberapa saat.
Zhao Feng kembali maju dan kembali menyentuh Batu Kultivator itu. Kali ini batu tersebut bergetar pelan sebelum cahaya hijau terang memancar dari batu tersebut.
' Apa aku salah lihat atau memang Batu Kultivator ini bergetar? Tapi kenapa sekarang cahaya hijau yang muncul... ' Batin Chen Shui.
Chen Shui sempat merasakan Batu Kultivator bergetar pelan sesaat setelah disentuh Zhao Feng. Hal itu membuat Chen Shui menjadi penasaran dengan Zhao Feng.
Baru pertama kali dia melihat batu yang sebesar tubuh pria dewasa itu memancarkan cahaya ungu dan juga bergetar hanya karena disentuh.
" Haih.. mungkin tadi hanya kebetulan saja... " Begitu ucapan para peserta lain setelah melihat hanya cahaya hijau yang muncul ketika Zhao Feng mengulang menyentuh Batu Kultivator.
__ADS_1
" Zhao Feng. Kamu berdiri di kiri " Ucap Chen Shui setelah mengabaikan rasa penasarannya itu.
' Aku pikir dengan Energi Surga akan muncul cahaya merah... Tapi ternyata hanya cahaya hijau, apa itu artinya aku hanya memilik satu Titik Abadi yang telah terbuka? ' Pikir Zhao Feng ketika melangkah ke barisan di sebelah kiri.
" Karena semua sudah di tes, aku akan mengumumkan hasilnya. Mereka yang berdiri di sebelah kanan berhak untuk langsung masuk ke Ujian Ketiga... "
" Masing-masing ambil satu koin nomor itu. Ujian Ketiga akan dilaksanakan besok, datanglah saat pagi. Ujian akan diadakan di halaman latihan Akademi ini " Tunjuk Chen Shui pada sebuah kotak kayu yang di dalamnya berisi koin-koin bernomor.
Duan Meimei dan tujuh calon siswa yang berhasil langsung menuju ke tahap ujian ketiga bergegas pergi setelah mengambil koin nomor mereka masing-masing.
" Untuk kalian yang di sebelah kiri. Sekarang kalian akan mengikuti Ujian Kedua dan harus lulus dengan nilai minimal 90 "
" Masing-masing dari kalian ambillah selembar kertas itu dan jawab 100 pertanyaan di dalamnya dalam waktu satu batang dupa, itulah ujian kedua.
" Duduk dan kerjakan di ruangan ini, sekarang ! " Ucap Chen Shui sembari mengambil sebatang dupa dan bersiap untuk menyalakannya.
Zhao Feng dan 11 calon siswa yang berada di sebelah kiri segera mengambil lembaran kertas ujian kedua dan duduk di masing-masing tempat yang sudah disediakan.
" Dupa sudah menyala. Ujian kedua dimulai dari sekarang " Ucap Chen Shui dari tempat duduknya. Setelah itu Chen Shui hanya diam sembari membaca sebuah kitab.
Meskipun Chen Shui terlihat seperti sedang sibuk membaca sebuah kitab, namun sejatinya dia masih sibuk penasaran dengan apa yang terjadi saat Zhao Feng menyentuh Batu Kultivator.
' Siapa sebenarnya anak ini? Apa aku perlu menanyakan masalah cahaya ungu tadi kepada Kepala Akademi? ' Batin Chen Shui.
***
Beberapa saat berlalu dan ketika seluruh dupa telah terbakar habis, ternyata hanya dua orang yang berhasil lolos dengan nilai di atas 90 dari Ujian Kedua tersebut, tidak termasuk Zhao Feng. Hal itu membuat Chen Shui sedikit bimbang, sebab dia masih penasaran dengan Zhao Feng.
' Nilainya nyaris 90, Apa yang harus aku lakukan? Aku yakin, anak ini pasti menyimpan rahasia tertentu... Sayang sekali kalau dia harus tidak lolos ' Batin Chen Shui ketika menilai lembar jawaban Zhao Feng yang hanya bernilai 87.
Setelah beberapa saat melakukan penilaian dan pertimbangan, Chen Shui bangun dari tempat duduknya dan mengumumkan hasil dari Ujian Kedua.
" Baik. Aku akan mengumumkan siapa saja yang berhasil lolos menuju ke Ujian Ketiga..."
" Liong Bai lolos dengan nilai 96, Jiang Wu lolos dengan nilai 92, dan Zhao Feng lolos dengan nilai 90. Untuk kalian bertiga, ambil koin nomor itu dan ikuti Ujian Ketiga besok " Ucap Chen Shui.
Chen Shui akhirnya mengambil keputusan untuk meloloskan Zhao Feng ke tahap Ujian Ketiga karena rasa penasarannya kepada Zhao Feng.
Bersambung...
__ADS_1