Kisah Pendekar Cang'An

Kisah Pendekar Cang'An
Episode 07. Ujian di Alam Ilusi bg. 4


__ADS_3

Duan Qishi benar-benar bingung, meski semua lawan mereka kelihatan sudah habis terlalap api, tapi anehnya mereka masih berada di dalam Alam Ilusi.


" Qingchen. Aku rasa ada yang salah.. Aku merasa kita masih belum menang. Pasti ada sesuatu di balik semua ini " Ucap Duan Qishi.


" Qishi. Jangan terlalu khawatir. Mungkin dari kelima anggota Kelompok Zhao Feng, salah satunya masih hidup. Mungkin sepupumu itu berhasil melarikan diri dari kobaran api " Sahut Tang Qingchen, mengatakan bahwa Duan Meimei, sepupu Duan Qishi mungkin berhasil meloloskan diri dari jebakan api.


" Tapi.. "


Belum usai Duan Qishi berucap, tiba-tiba sebuah jaring raksasa muncul dari langit dan menangkap dirinya dan juga semua orang yang berada di dalam benteng tersebut.


" Apa ini? "


" Jaring Langit!? "


" Siapa yang melakukan ini? Bebaskan kami! "


" Siapa yang menebar Jaring Langit ini? Apa kalian tidak tahu siapa aku? "


Kini, Tang Qingchen dan semua anggotanya beserta dengan ke-21 Beast terperangkap di dalam sebuah jaring yang amat besar. Jaring itu bahkan hampir menutupi separuh luas benteng.


Jaring besar itu disebut sebagai Jaring Langit, yaitu sebuah Harta Rahasia yang mampu berubah ukuran tergantung dari seberapa banyak tenaga dalam yang digunakan untuk mengaktifkan jaring tersebut. Semakin banyak tenaga dalam yang digunakan, maka semakin besarlah jaring tersebut.


*Krieet Tuplak*


*Krieet Tuplak*


Satu demi satu keempat pintu masuk benteng tiba-tiba tertutup dari luar.


*Tyuung*


Sebuah bom asap beracun melesat masuk dari luar benteng dan jatuh tepat di atas jaring yang mengurung kelompok Tang Qingchen dan kelompok Leopard.


*Duaarr*


Bom asap itu meledak dan menyebarkan kabut asap beracun yang memenuhi seluruh benteng.


" Arggghhh... " Jerit anggota kelompok Tang Qingchen dan Leopard yang tepat terkena ledakan dari bom asap beracun tersebut.


' Sial... Kenapa justru kami yang terjebak? Apa yang terjadi? ' Pikir Tang Qingchen sembari menoleh ke arah mayat Zhao Feng.


Sembari menutup hidungnya dan menahan napas selama yang dia bisa, Tang Qingchen melihat ke arah mayat Zhao Feng. Dia terkejut mendapati mayat tersebut berubah menjadi sebatang balok kayu.


Duan Qishi yang juga menahan napasnya agar tidak menghirup asap beracun ikut terkejut. Ternyata mayat Zhao Feng yang ada di sebelahnya itu, kini berubah menjadi sebatang balok kayu.


' Ini!?? ' Batin Duan Qishi sembari menoleh ke arah Tang Qingchen.


Sementara itu semua yang lain tengah berusaha membebaskan diri dari kurungan Jaring Langit.


*Zyaat*

__ADS_1


*Zyaat*


Ada yang berusaha merobek, ada yang berusaha menebas jaring tersebut. Tapi apa pun usaha yang mereka lakukan, semua sia-sia. Jaring Langit tidak terkoyak sedikit pun, jaring itu masih mengurung mereka.


Dari delapan orang anggota kelompok Tang Qingchen, lima di antaranya telah tewas terkena racun dari bom asap. Mereka tereliminasi dan dikeluarkan dari ujian di Alam Ilusi tersebut.


Sementara dari 20 anggota Beast yang dipimpin Leopard kini hanya tinggal separuhnya yang tersisa, ledakan dan asap beracun telah membunuh separuh anak buahnya.


" Hyaaattt!!! " Leopard mengamuk menyaksikan anak buahnya tumbang dan mati akibat asap beracun, dia mengayunkan cakarnya yang tajam dan berusaha merobek Jaring Langit.


*Crash*


*Crash*


Namun berpuluh napas kemudian ketika asap beracun menghilang, tidak juga terjadi apa-apa pada Jaring Langit tersebut.


" Sabar Leo. Kamu hanya akan menghabiskan tenaga dalam secara sia-sia. Jaring ini adalah Harta Rahasia klan Xia, belum pernah ada yang bisa merobek atau pun menghancurkan jaring ini " Ucap Tang Qingchen sembari menepuk pundak Leopard.


Harta Rahasia adalah benda bertuah yang muncul setelah Era Dewa Jatuh dan hingga saat ini belum diketahui bagaimana cara membuat benda semacam itu. Era Dewa Jatuh adalah era dimana para Dewa mengalami kemerosotan akibat pertarungan yang terjadi di antara mereka. Perang di antara para Dewa itulah yang dinamai sebagai Era Dewa Jatuh.


Benda-benda bertuah semacam itu dianggap sebagai harta karena kelangkaannya, setelah Era Dewa Jatuh tidak ada lagi benda semacam itu yang bisa ditemukan atau dibuat ulang.


Tidak satu pun pendekar dan ahli tempa yang mampu membongkar rahasia asal kekuatan pembuatan benda-benda bertuah itu. Oleh karena itu, benda-benda bertuah itu dinamai dengan Harta Rahasia. Harta langka dengan rahasia yang belum bisa dipecahkan oleh siapa pun.


Sepengetahuan Tang Qingchen, Jaring Langit ini adalah Harta Rahasia milik Klan Xia.


" Jadi jaring ini milik Xia Xiong? " Tanya Ma Duchen usai memperhatikan sisa temannya yang masih berada di dalam Alam Ilusi. Kini hanya tinggal empat orang termasuk dirinya yang masih menjalani ujian di Alam Ilusi.


" Aku rasa demikian. Bom asap tadi juga miliknya " Sahut Tang Qingchen sembari menghunuskan pedang miliknya.


*Triuung*


Tang Qingchen mengalirkan tenaga dalam ke dalam pedang miliknya tersebut.


" Bersiaplah! Mereka akan menyerang lagi, lihat! " Tunjuk Tang Qingchen ke arah utara benteng kecil tersebut.


Leopard dan semua yang lain menoleh ke arah utara benteng. Mereka dengan jelas melihat seorang pemuda bertubuh gempal sedang berdiri di atas benteng.


Xia Xiong berdiri tepat di atas benteng di sisi utara benteng tersebut. Di tangannya terlihat sebuah bom asap lainnya yang siap dilempatkan ke arah Tang Qingchen dan yang lainnya.


" Hahaha... Qingchen. Tidak percuma kamu diangkat sebagai ketua kelompok. Kamu bisa dengan cepat menyadari keberadaanku " Ucap Xia Xiong yang menyadari keberadaannya telah diketahui oleh Tang Qingchen.


" B*bi gendut! Lepaskan kami! " Teriak Kang Taego ketika melihat Xia Xiong berdiri di atas benteng.


" B*bi!?? Sialan... Siapa yang kamu sebut b*bi? Taego. Kalianlah yang b*bi, bodoh, tidak tahu bahwa kalianlah yang terjebak oleh rencana kalian sendiri... Hahaha " Sahut Xia Xiong. Dia paling tidak suka dipanggil b*bi, itu serasa menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang Tuan Muda dari salah satu Familia Lima.


*Zyuut*


Duan Meimei muncul tepat di sebelah Xia Xiong. Sebuah busur dan kantung anak panah berada di genggaman tangannya.

__ADS_1


" Xiong. Cepat lakukan. Kita hanya perlu menyingkirkan mereka berempat agar bisa lolos ujian ini " Ucap Duan Meimei tegas.


" Oh iya. Baik. baik. " Xia Xiong berhenti tertawa dan menyalakan sumbu bom asap yang ada di tangannya.


*Tyuung*


Bom asap beracun itu dilempar Xia Xiong ke arah Jaring Langit.


' Lihatkan siapa yang b*bi... Hahaha... Matilah kalian ' Batin Xia Xiong.


*Krektektek*


Duan Meimei bersiap untuk menyerang Tang Qingchen dengan anak panah yang kini sudah terpasang di busur panah yang dibawanya.


Busur dan anak panah itu adalah milik Adelfo. Adelfo kini tengah merawat luka-luka istrinya bersama Ziya di luar benteng di bawah sebuah pohon besar.


" Kalian bantulah kedua teman kalian itu. Semakin cepat kalian membunuh mereka semakin cepat pula ilusi ini akan berakhir " Ucap Adelfo sembari memberikan obat kepada istrinya.


" Benar. Kalian pergilah. Selesaikan ujian kalian " Imbuh Ziya kepada Zhao Feng dan dua temannya yang lain.


" Baik. Kalau begitu, kami akan melanjutkan rencana sebelumnya. Terima kasih Adelfo. Ini semua berkat ide cemerlangmu " Sahut Zhao Feng.


Sebelumnya ketika mereka berpencar untuk mencari pintu keluar tersembunyi, sebuah ide muncul di benak Adelfo. Usai membebaskan istrinya secara diam-diam, Adelfo memberitahukan idenya itu kepada Zhao Feng dan semua anggota kelompoknya.


Rencana Adelfo adalah untuk membuat kelompok Tang Qingchen dan kelompok Leopard menyadari bahwa mereka telah menyusup, usai demikian dengan sihir milik Ziya, mereka akan menyamarkan kematian Zhao Feng.


Ziya merubah sebuah batang balok kayu menjadi menyerupai Zhao Feng dengan sihir miliknya. Kemudian mereka akan diam-diam menyelinap pergi keluar dari dalam benteng tersebut sebelum Leopard dan anak buahnya membakar bagian dalam benteng.


" Ini semua juga berkat usaha kalian sendiri, jika bukan karena teriakan palsu pemuda ini, mereka mungkin tidak akan masuk dalam perangkap " Balas Adelfo sembari menunjuk ke arah Xing Ma.


" Bukan apa-apa, itu hanya sebuah token suara. Kalau begitu kami permisi " Sahut Xing Ma sebelum bergegas menuju ke arah benteng bersama dengan Zhao Feng dan Wei Tanlun. Adelfo mengangguk pelan melihat kepergian ketiga pemuda tersebut.


Token Suara adalah sebuah kayu yang berguna untuk melakukan komunikasi satu arah. Dengan token tersebut, Xing Ma merekam teriakannya dan melemparkan rekaman suara itu ke dalam kobaran api di dalam benteng. Berkat teriakan itu, kelompok Leopard dan kelompok Tang Qingchen merasa yakin telah mengalahkan Kelompok Lima.


Kembali ke dalam benteng. Bom asap yang dilemparkan Xia Xiong ternyata gagal meledak. Tang Qingchen memotong sumbu ledak dari bom itu tepat sesaat sebelum bom itu meledak. Itulah tujuan Tang Qingchen sedari awal mengalirkan tenaga dalam ke dalam pedang miliknya.


*Tyuung*


Serangan anak panah Duan Meimei melesat maju menerjang ke arah Tang Qingchen.


" Lempar lagi yang lain. Cepat! " Seru Duan Meimei kepada Xia Xiong.


Melihat bom asap kedua yang dilemparkan Xia Xiong gagal meledak, Duan Meimei memerintahkan Xia Xiong untuk melemparkan bom asap yang lain.


Anak panah Duan Meimei bergetar pelan saat melesat dan secara tiba-tiba berbelok arah. Anak panah itu kini menerjang kencang ke arah Ma Duchen.


' Uargghh.. Sial...Ternyata dari awal dia berencana membunuhku ' Batin Ma Duchen sesaat setelah panah Duan Meimei tepat mengenai dada kirinya. Ma Duchen tewas dan tereliminasi dari ujian tersebut.


" Qingchen. Sepupuku ini sangat ahli dalam memanah, akan sulit untuk menebak arah tembakan panahnya. Apa yang harus kita lakukan? " Tanya Duan Qishi usai melihat Ma Duchen menghilang dari pandangan matanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2