
"Aku tahu. Bertahanlah dulu, jangan sampai kita terkena tembakan panahnya..."
"Leopard. Apakah ada di antara anak buahmu yang bisa menggali lubang?" Bisik Tang Qingchen usai menjawab pertanyaan Duan Qishi.
"Ada. Aku sudah menyuruhnya untuk menggali jalan keluar... Lihatlah!" Tunjuk Leopard pada sebuah lubang yang baru saja digali oleh seekor Beast yang mirip tikus.
*Tyuung* Sekali lagi Xia Xiong melemparkan bom asap beracun.
*Gong*
*Gong*
Tiba-tiba suara gong menggelegar terdengar di langit Alam Ilusi itu, saat sebuah cahaya terang turun dari langit tersebut.
Suara gong itu membuat semua yang berada di Alam Ilusi membeku, terdiam kaku di tempat dan posisi mereka masing-masing.
*Triuuung* Cahaya putih terang yang muncul tersebut menarik keluar Zhao Feng dan kelompoknya, juga menarik keluar Tang Qingchen dan sisa kelompoknya.
***
[Aula Ilusi - Akademi Zuojia]
"Ini? Kita kembali ke Akademi?" Tanya Zhao Feng saat dirinya dan keempat temannya muncul di depan Aula Ilusi.
"Benar.. Kita di tarik keluar oleh para Penatua, lihat... Mereka semua berdiri di depan." Sahut Xia Xiong sembari memperhatikan sekeliling.
Setelah ditarik keluar oleh cahaya putih terang itu, Zhao Feng mendapati dirinya muncul kembali di depan Aula Ilusi.
"Selamat. Kalian semua adalah yang telah berhasil melewati ujian di Alam Ilusi." Ucap seorang pria tua kurus dengan sebuah tongkat menopang tubuhnya yang ringkih.
"Kepala Akademi?!" Ucap kaget beberapa calon siswa lain yang juga berhasil keluar daru dalam Alam Ilusi.
"Dia kah Murong Fu yang terkenal itu? Aku dengar dia adalah nomor dua terkuat setelah Xing Ren.. Tapi kenapa dia menghentikan ujiannya begitu saja, kita bahkan belum berhasil mengalahkan kelompok lain." Bisik seorang calon siswa yang berdiri beberapa langkah di kanan Zhao Feng.
"Kepala Akademi. Kenapa Anda menarik kami keluar?, kami bahkan belum menyelesaikan misi kami di Alam Ilusi." Tanya seorang di antara calon siswa perempuan kepada Kepala Akademi yang bernama Murong Fu itu.
Murong Fu menggeleng pelan dan menunjuk ke arah belakang, saat beberapa siswa senior dari Akademi datang membawa sebuah tandu berisi mayat.
__ADS_1
"Entah apa yang terjadi. Tapi sepertinya ada yang telah menyabotase beberapa ruang di Alam Ilusi, Beast yang berada di Alam Ilusi ternyata bukan hanya Ilusi, tampaknya mereka telah memanipulasi ruang..."
"Karena itu, ujian ini dinyatakan selesai. Untuk kalian yang berhasil selamat, sekarang bisa mengikuti para senior. Mereka akan mengantar kalian ke asrama masing-masing..."
"Mulai besok akan ada seleksi penempatan kelas." Ucap Murong Fu saat badannya yang ringkih berbalik dan menghilang dengan cepat.
Beberapa Penatua Akademi tampak pucat, seperti mereka baru saja menerima beberapa makian dari Murong Fu.
Setelah kepergian Murong Fu, barulah Zhao Feng dan yang lain melihat keadaan yang sebenarnya terjadi. Tepat di belakang Murong Fu dan para Penatua, ada sekitar 20 tandu yang berisi mayat, mayat dari para calon siswa yang tewas di Alam Ilusi.
"Bubar-! Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan, mereka yang meninggal akan dikembalikan ke keluarga dan masalah Alam Ilusi akan di atasi oleh Akademi..."
"Tang Qingshan. Segera antarkan ke-12 murid ini ke asrama mereka!" Chen Shui segera menyegel Aula Ilusi dan memerintahkan murid senior lain untuk mengamankan jenasah para calon siswa.
Sementara itu, Zhao Feng dan calon siswa yang berhasil lolos, mengikuti langkah Tang Qingshan menuju ke Asrama siswa luar Akademi Zuojia.
"Kalian adalah siswa baru di Akademi ini, tapi hanya sebagai siswa luar untuk tiga bulan masa percobaan..."
"Di Akademi ini ada tiga asrama siswa. Asrama siswa luar, Asrama siswa dalam, dan Asrama siswa inti.."
Selama dalam perjalanan menuju Asrama siswa luar, Tang Qingshan juga menjelaskan beberapa hal mengenai kultivasi. Siswa luar biasa juga disebut sebagai siswa percobaan, yaitu siswa yang diberi waktu selama tiga bulan untuk meningkatkan kultivasi mereka dengan bantuan dari Batu Kultivator.
Dari penjelasan Tang Qingshan, disebutkan bahwa ada delapan ranah dalam kultivasi, meliputi; tingkat pertama adalah ranah Body Binding; tingkat kedua disebut ranah Holy Body; tingkat ketiga disebut ranah Big Master; tingkat keempat adalah ranah Great Master; tingkat kelima disebut ranah Grand Master; tingkat keenam adalah ranah Saint Master; tingkat ketujuh disebut ranah Holy Saint, dan yang terakhir disebut sebagai ranah Human God.
Dari kedelapan tingkatan kultivasi itu, masing-masingnya dibagi menjadi tiga tahapan lagi, yaitu tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir. Jadi akan ada tiga tahapan dari setiap ranah kultivasi, seperti ranah Body Binding tahap awal, ranah Body Binding tahap pertengahan, dan ranah Body Binding tahap akhir.
Pada tiga bulan pertama, para siswa luar diharapkan mampu menempuh minimal ranah Holy Body tahap akhir. Mereka yang tidak berhasil menempuh ranah tersebut, akan dikeluarkan dari Akademi atau mengikuti kembali ujian masuk Akademi di lain kesempatan, selama usia mereka mencukupi.
"Ujian penempatan kelas digolongkan menjadi Kelas A, B, dan C yang dibedakan berdasarkan seberapa banyak jumlah Titik Abadi yang terbuka serta Kelas S untuk mereka yang mempunyai kekuatan bawaan.." Ucap Tang Qingshan.
Kekuatan bawaan yang dimaksud Tang Qingshan di sini adalah garis darah keturunan. Mereka yang merupakan keturunan langsung dari seorang Dewa cenderung memiliki sebuah kekuatan khusus yang disebut sebagai kekuatan bawaan.
Ketika Peperangan Para Dewa terjadi di Alam Besar yang akhirnya disebut sebagai Era Dewa Jatuh, banyak manusia yang mendapat berkah dari peperangan para Dewa tersebut.
Mereka secara tidak langsung memperoleh kekuatan para Dewa, mereka itu dikenal sebagai keturunan langsung. Sementara manusia yang memperoleh senjata atau warisan tertentu dari Para Dewa disebut sebagai keturunan tidak langsung.
"Kita Sampai..."
__ADS_1
"Selama kalian berkultivasi dengan tekun dan berhasil mencapai lapisan langit di Alam Besar, maka kalian bisa menjadi Dewa dan menjadi Abadi..."
"Sekarang beristirahatlah, besok adalah hari pertama kalian mempelajari cara menjadi Abadi." Tunjuk Tang Qingshan ke arah pintu asrama murid luar.
"Terima kasih atas penjelasannya Senior Qingshan." Sahut beberapa orang siswa baru tersebut.
"Qingchen! Kemari sebentar!" Panggil Tang Qingshan saat ke-11 siswa baru lainnya memasuki ruangan Asrama siswa luar.
***
[Di Dalam Asrama Siswa Luar]
"Sepertinya Qingchen akan mendapatkan perhatian khusus di antara kita semua." Ucap Xing Ma.
"Tang Qingshan itu kakak sepupunya, dia sekarang adalah siswa dalam. Salah satu dari tujuh teratas yang mungkin mengambil alih posisi sepuluh siswa inti tahun ini." Imbuh Xing Ma.
"Aku tahu.. Tidak perlu kamu jelaskan. Sebaiknya persiapkan mentalmu, kamu hanyalah keturunan tidak langsung, besok kamu harus bersiap menjadi siswa di kelas yang mana." Sahut Xia Xiong.
Mendengar itu tidak hanya Xing Ma yang berubah raut wajahnya, Wei Tanlun, dan beberapa siswa lainnya juga merasa kecewa dengan garis keturunan mereka. Itu adalah sesuatu yang sudah ditakdirkan, begitulah pemikiran mereka.
"Kak Tanlun. Jangan pikirkan, aku juga bukan keturunan Dewa. Mulai besok, kita bisa bersama-sama memulai pelatihan menjadi Abadi, bukankah itu yang penting?" Ucap Zhao Feng memberi semangat kepada Wei Tanlun.
"Benar... Meskipun di tanah ini, hanya Familia Lima dan keluarga kerajaan yang dikenal sebagai keturunan Dewa tapi banyak juga orang biasa yang pada akhirnya menjadi hebat... Xing Ren adalah salah satunya, dia adalah panutanku." Sahut Wei Tanlun dengan pandangan mata yang berapi-api.
"Benar... Itu Xing Ren, bukan dirimu!" Sela Tang Qingchen yang baru saja masuk ke dalam ruangan asrama.
"Apa kamu tidak tahu? Meski Xing Ren itu hanya orang biasa, tapi dulunya dia adalah siswa kelas A... Kalau itu kamu, mungkin hanya akan mendapat kelas C Hahaha." Imbuh Tang Qingchen menghina Wei Tanlun.
"Kamu!?" Tatap Wei Tanlun geram ke arah Tang Qingchen.
"Apa? Kamu ingin berkelahi?" Bela Kang Taego yang berdiri di pihak Tang Qingchen.
"Sudah.. Sudah.. Sebaiknya kita bersiap tidur. Besok kita akan tahu hasilnya." Sela Duan Qishi menghentikan perdebatan itu.
'Apa sebenarnya yang terjadi di Alam Ilusi, Kenapa Akademi tidak menjelaskan lebih rinci? Apakah ada masalah lain yang sedang mereka sembunyikan?' Pikir Zhao Feng saat perdebatan itu telah berakhir.
Bersambung...
__ADS_1