Kisah Pendekar Cang'An

Kisah Pendekar Cang'An
Episode 09. Pertemuan Beruntung, Kotak Besi Kuning


__ADS_3

Keesokan Paginya, Zhao Feng dan 11 siswa luar lainnya pergi ke Aula Utama Akademi. Hari ini mereka akan menentukan kelas, sebelum bisa mengikuti pelajaran.


“Siapa di antara kalian yang merupakan keturunan Familia Lima atau Keturunan bangsawan kerajaan ini... Maju ke depan dan perkenalkan diri kalian.” Ucap Chen Shui.


Seperti yang biasa dilakukan Chen Shui, setiap kali akan melakukan pembagian kelas, dia akan langsung memberikan kesempatan kepada para keturunan Familia Lima dan Keturunan Kerajaan untuk terlebih dahulu menunjukkan bakatnya.


Tang Qingchen tanpa ragu langsung maju dan memperkenalkan dirinya, “Saya Tang Qingchen dari klan Tang Familia Lima.”


“Saya Cang Guanping dari Kerajaan Cang'An.” Ucap seorang pemuda yang tidak kalah tinggi dengan Tang Qingchen. Meski pemuda ini terlihat sedikit lebih tegap namun wajahnya tidak bisa dibandingkan dengan ketampanan wajah Tang Qingchen.


“Cang Guanping, dia bukannya pangeran ketiga?.” Gumam Xia Xiong sebelum maju memperkenalkan dirinya dari klan Xia Familia Lima.


Selanjutnya, seorang pemuda berusia 15 tahun dengan tubuh lebih kurus daripada Cang Guanping, maju dan memperkenalkan dirinya, “Saya Khan Huaner, dari Kerajaan Pendamping.”


“Salam Penatua. Saya Song Yushi dari Kerajaan Pendamping.” Seorang gadis berparas cantik berusia 14 tahun maju dengan anggun.


“Klan Song itu juga merupakan Familia Lima tapi mereka lebih bangga dianggap sebagai keluarga kerajaan daripada anggota Familia Lima.” Ucap Xing Ma berbisik ke arah telinga Zhao Feng.


Selanjutnya Duan Meimei dan Duan Qishi maju bersamaan dan memperkenalkan diri mereka sebagai keturunan klan Duan dari Familia Lima.


“Sudah semua?.” Tanya Chen Shui sebelum melanjutkan kata-katanya, “Sepertinya sudah semuanya... di sini sekarang ada perwakilan dari empat klan tertinggi dan tiga kerajaan, berarti masih kurang klan Ma dari Familia Lima...”


“Berdasarkan perintah dari Kepala Akademi, maka seorang klan Ma akan diberikan kesempatan khusus untuk menjadi siswa baru.. Perwakilan klan Ma, keluarlah!.”


Usai Chen Shui berucap demikian, seorang pemuda perwakilan dari klan Ma Familia Lima muncul dari belakang Aula Akademi.


“Ma Duchen!? Bukannya dia sudah gugur di tahap eliminasi!.” Ucap Wei Tanlun saat melihat kemunculan Ma Duchen.


“Dia perwakilan klan Ma. Sudahlah Kak.. Ini keputusan dari Kepala Akademi.” Sahut Zhao Feng sembari menggelengkan kepalanya.


“Hidup ini tidak adil. Dia bahkan sudah gugur, tapi tidak mengulang lagi tahun depan.. sementara aku....” Keluh Wei Tanlun mengingat perjuangannya mengulang seleksi masuk Akademi selama beberapa kali.


“Sepertinya kalian semua sudah mengenalnya, dia adalah Ma Duchen, perwakilan klan Ma dari Familia Lima.” Ucap Chen Shui.


“Terima kasih Penatua.” Sahut Ma Duchen saat dirinya ikut berbaris di antara para keturunan klan tertinggi lainnya.


“Puih.. Orang gagal yang tidak tahu diri.” Gumam Xia Xiong sembari melirik ke arah Ma Duchen.


Meski Xia Xiong menggumam, seluruh orang yang hadir di Aula tersebut bisa mendengar gumamannya dengan sangat jelas.


“Kamu!? B*Bi!?.” Ucap geram Ma Duchen sebelum Chen Shui melemparkan kepadanya sebuah Batu Kultivator seukuran telapak tangan.


“Duchen.. Katakan, berapa Titik Abadimu yang terbuka?.” Tanya Chen Shui.


“Empat Penatua.” Sahut Ma Duchen saat Batu Kultivator di tangannya memancarkan cahaya kuning.


“Coba tunjukan kekuatan bawaanmu.” Ucap Chen Shui.


Ma Duchen mengangguk dan menutup kedua matanya. Beberapa saat setelah itu, Batu Kultivator di tangannya memunculkan gambar mirip putaran angin tornado di tengah-tengahnya.


“Hmm... Bagus. Penguasa Elemen Udara... Berikan batu itu ke sebelahmu.” Ucap Chen Shui saat Ma Duchen kembali membuka kedua matanya.


“Mereka pasti akan ditempatkan di kelas S, meski masih di ranah Body Binding, mereka sudah menguasai Energi Elemen, terima kasih untuk darah keturunan mereka.” Bisik Xing Ma lagi di telinga Zhao Feng.


Meski Zhao Feng diam, bukan berarti dia tidak tahu mengenai hal yang dibisikkan Xing Ma. Mereka yang memiliki garis keturunan Dewa cenderung akan lebih cepat menguasai Energi tertentu. Sementara yang tidak memiliki garis keturunan itu, cenderung baru bisa menggunakan kemampuan Energi mereka paling cepat ketika mereka mencapai ranah keempat dalam kultivasi.

__ADS_1


“Yushi, lakukan yang sama, sebutkan jumlah Titik Abadimu dan apa kekuatan bawaanmu.” Ucap Chen Shui sebelum mengambil sebuah kursi dan duduk di atasnya.


“Saya memiliki Enam titik yang terbuka... Dan ini kekuatan bawaan saya.” Sahut Song Yushi saat Batu Kultivator di tangannya memancarkan cahaya kuning bergambar petir.


“Klan Song ini dulunya dikatakan keturunan dari Dewa Petir, ternyata hal itu terbukti benar.” Bisik Xing Ma.


Selanjutnya, secara berturut-turut, Tang Qingchen, Cang Guanping, dan Khan Huaner, sama-sama memiliki Lima Titik Abadi yang terbuka, dengan kekuatan bawaan berupa gambaran api, es dan gunung.


Duan Qishi juga memiliki Lima Titik Abadi dan kekuatan bawaan berupa gambar bintang, yang melambangkan Energi Sihir yang serupa dengan milik Duan Meimei, hanya saja Duan Meimei memiliki Tujuh Titik Abadi yang terbuka.


“Ternyata Meimei memiliki Tujuh Titik Abadi, pantas saja batu yang disentuhnya berwarna merah.” Bisik Xing Ma lagi ke arah Zhao Feng.


Dari 13 orang yang lolos sebagai siswa luar ternyata lebih dari separuh adalah keturunan darinklan berpengaruh di Benua Cang'An. Itulah yang dipikirkan oleh Zhao Feng saat Xing Ma terus membanjirinya dengan bisikan-bisikan yang tidak terlalu penting.


“Xiong. Sekarang giliranmu.” Ucap Chen Shui.


“Saya memiliki Empat Titik Abadi dan kekuatan bawaan bergambar gunung.” Sahut Xia Xiong.


“Berdasarkan peraturan lama Akademi ini, siswa yang dapat membuat batu kultivator memancarkan cahaya merah dan memiliki kemampuan bawaan akan langsung masuk ke kelas S...”


“Dengan peraturan itu, saat ini, hanya Duan Meimei yang layak masuk kelas S. Tapi dengan pertimbangan kemampuan Klan Song, Song Yushi juga akan masuk ke kelas S...”


“Jadi... Song Yushi dan Duan Meimei, Kalian berdua, mulai hari ini, silahkan masuk ke kelas S. Penatua Ma Wujie akan menjadi pengajar kalian.” Tunjuk Chen Shui ke arah kiri Aula Utama Akademi.


“Jika saja ibuku dulu menikah dengan orang klan Song....” Gumam Xing Ma sembari menggelengkan kepalanya pelan.


“Sementara yang lain, mempertimbangkan Titik Abadi kalian di bawah Enam Titik, kalian akan masuk ke kelas A. Penatua Su Bingjing akan menjadi pengajar kalian.” Imbuh Chen Shui.


“Baik Penatua. Terima kasih.” Sahut Xia Xiong dan tujuh lainnya sebelum bergegas menuju kelas Ma Wujie dan Su Bingjing.


“Hmm... Sampai nanti.” Sahut Zhao Feng pelan, namun matanya mengarah ke arah Duan Meimei yang menoleh ke arahnya.


“Kalian majulah.. dan lakukan seperti yang mereka lakukan.” Ucap Chen Shui dengan nada malas.


Wei Tanlun, Xing Ma dan Kang Taego memiliki Tiga Titik Abadi yang terbuka sehingga mereka masuk ke kelas B, dengan pengajar bernama Liang Li.


“Saya Zhao Feng, Satu Titik Abadi terbuka dan tidak memiliki keuataan bawaan.” Ucap Zhao Feng saat batu ditangannya bercahaya hijau tanpa gambar apa pun.


“Saya Chen Feihung, Dua Titik Abadi terbuka tanpa kekuatan bawaan.” Ucap seorang pemuda yang terlihat berusia sekitar 17 tahunan.


“Kalian berdua masuk ke kelas C, aku sendiri yang akan menjadi pengajar kalian, selama tiga bulan ini...”


“Kalian berdua masuklah dulu ke kelas. Aku masih harus pergi melaporkan hasil penempatan ini kepada Kepala Akademi.” Ucap Chen Shui sebelum pergi meninggalkan Zhao Feng dan Chen Feihung.


***


[Ruang Belajar Siswa Luar- Kelas C]


“Hari sudah terlanjur sore.. Sepertinya hari ini, kita tidak akan belajar apa-apa.” Ucap Chen Feihung kepada Zhao Feng.


Dari pagi hari sebelumnya, mereka berdua telah menunggu Chen Shui di dalam kelas. Namun hingga hari berganti sore, Chen Shui tidak juga muncul.


Zhao Feng hanya mengangguk, jemari tangan kanannya terus mengetuk bangku yang dia tempati di kelas itu. Meski dia tidak tahu alasan Chen Shui menelantarkan dirinya dan Chen Feihung. Mereka berdua akhirnya menunggu hingga malam tiba.


“Saudara Feng. Bagaimana kalau kita kembali saja ke asrama dulu?.” Tanya Chen Feihung.

__ADS_1


“Tidak apa. Aku akan menunggu sedikit lagi.” Sahut Zhao Feng sembari menguap.


“Baiklah, kalau begitu aku akan permisi terlebih dahulu.”


Akhirnya, hanya tinggal Zhao Feng seorang diri di ruangan kelas itu setelah Chen Feihung meninggalkannya pergi ke asrama.


**


Merasa bosan duduk, Zhao Feng meregangkan badannya dan berkeliling melihat ruangan kelas tersebut saat cahaya terang rembulan menerangi malam itu.


Melihat cahaya terang dari rembulan itu, Zhao Feng membuka daun jendela kelas dan melihat ke atas ke arah bulan yang menggantung terang di langit


“Tidak ada suara lagi.. Sepertinya semua siswa sudah kembali ke asrama. Apa sebaiknya aku juga kembali?.” Gumam Zhao Feng saat pantulan cahaya aneh dari sebuah kolam berkelebat melintas di matanya.


“Cahaya apa itu? Apa ada sesuatu di dasar Kolam itu?.. Jika benar, aku harap itu sebuah pertemuan beruntung.” Ucap Zhao Feng pada dirinya sendiri ketika dia melompati jendela kelas dan pergi ke arah kolam di belakang kelas tersebut.


Pertemuan Beruntung adalah sebuah pertemuan kebetulan berupa benda bertuah, baik itu Harta Rasia, Kitab Langka, Buah Ajaib, dan hal lainnya yang sering kali memberi keberuntungan pada para Kultivator untuj meningkatkan Kultivasinya secara drastis.


*Tep* Zhao Feng tiba di pinggiran kolam.


“Apa ini kolam keramat? Kenapa ada tulisan dilarang masuk ke dalamnya?.” Zhao Feng membaca sebuah papan yang terpasang di bibir kolam tersebut. Papan yang bertuliskan larangan untuk mandi atau masuk ke dalam kolam.


Zhao Feng menyentuh dagunya saat dia berdiri memandang cahaya aneh yang terpantul dari dalam kolam.


“Lagi pula tidak ada yang melihat.. Semoga saja itu, sebuah pertemuan beruntung, agar aku tidak rugi melanggar aturan papan ini.”


Rasa penasaran sudah membutakan mata Zhao Feng, dia memutuskan untuk masuk dan menyelam mencari sumber pantulan cahaya aneh itu.


*Byuurr* Usai melepas sepatu dan pakaian atasannya, Zhao Feng menceburkan diri ke dalam Kolam.


“Sialan... Airnya dingin sekali.” Menggertakkan giginya kuat-kuat, Zhao Feng menarik napas panjang kemudian menyelam ke dalam Kolam.


**


Beberapa puluh hela napas kemudian, Zhao Feng keluar dari kolam sembari membawa sebuah Kotak Besi Kuning. Zhao Feng berpikir, bahwa kotak itulah yang memantulkan cahaya bulan dari dasar Kolam.


Usai mengenakan kembali semua pakaiannya, Zhao Feng mengambik sebongkah batu untuk membuka gembok yang mengunci Kotak Besi Kuning tersebut.


*Traak* Suara gembok yang akhirnya terlepas.


Saat cahaya matahari pagi menyinari wajah Zhao Feng, dia terkejut melihat isi dari Kotak tersebut. Sebuah kitab lusuh terlihat masih bagus dan terjaga dengan baik di dalamnya.


“Kitab Surga Sembilan Matahari.” Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Zhao Feng sekali lagi membaca tulisan yang tertera di kitab lusuh itu, “Kitab Surga Sembilan Matahari.”


Senyum kecil terlihat di sudut mulutnya, saat Zhao Feng mengambil kitab itu dan perlahan membaca halamannya sekilas, satu demi satu.


*Trep* Zhao Feng menutup kitab itu saat dia berdiri.


“Yuhuu... aku menemukannya.. Hahaha... Hahaha.”


*Ups* Zhao Feng yang sedang berjingkrak-jingkrak bahagia segera menghentikan tingkahnya yang lupa daratan itu.


Zhao Feng segera menyimpan Kitab Surga Sembilan Matahari dan Kotak Besi Kuning itu ke dalam Kantong Ruang yang dia peroleh setelah lulus ujian di Aula Ilusi.


Segera setelah itu, Zhao Feng kembali lagi ke ruangan Kelas C.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2