
"AAAAAA !!" Teriak Ji Xia Lin.
"Nona.... Ada apa nona !, Huumhs... huumhs..." Ujar Lou Ri berlari menghampiri Ji Xia Lin dengan nafas ngos-ngosan karena mendengar teriak kan Ji Xia Lin.
"Lou Ri kenapa wajahku seperti ini?, Aduh.. rambut ini, bibir, hidung, mata dan eaaaa... sangat tidak cocok di pasangkan dengan warna kulit ini yang.... huahh..." Ucap Ji Xia Lin sambil meraba-raba wajahnya.
"Nona, apakah anda lupa jika anda keluar kediaman anda akan berpenampilan seperti ini." Ucap Lou Ri dan Ji Xia Lin hanya menatap Lou Ri bingung.
Lalu datanglah beberapa pelayan yang membawa ember berisi air untuk Ji Xia Lin mandi.
"Mari nona, Hamba akan membantu nona membersihkan diri." Ujar Lou Ri menuntun Ji Xia Lin beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke tempat pemandian.
Ji Xia Lin pun mengikuti Lou Ri dan tibalah dirinya di dekat bak mandi yang terbuat dari kayu. Dalam bak mandi tersebut berisi air yang di taburi bunga dan wewangian.
"Astaga, maafkan saya nona. Saya melupakan sesuatu. Kalian, Tolong bantu nona melepaskan pakaiannya." Ujar Lou Ri menunjuk dua pelayan yang masih berada di sana. Lalu Luo Ri berjalan keluar dari ruangan pemandian, menuju ke meja yang ada di samping tempat tidur Ji Xia Lin dan membuka laci meja lalu mengambil sebuah botol giok kecil. Lalu Lou Ri kembali ke Ruangan pemandian Ji Xia Lin.
Sedangkan Ji Xia Lin di tempat pemandian dirinya berusaha mempertahankan pakaianya.
"Nona, Mohon kerja samanya. Hamba hanya ingin membantu nona melepaskan pakaian." Ujar salah satu pelayan yang di perintahkan Lou Ri untuk membantu Ji Xia Lin melepaskan pakaiannya.
"Tidak !!!!!!!, aku bisa sendiri." Ucap Ji Xia Lin sambil berlari.
Melihat nona mereka berlari, para pelayan pun mengejar nona mereka. Sehingga adegan kejar-kejaran pun tak dapat di elak kan. mereka berlari memutari bak mandi hingga mereka pun lama-kelamaan merasa pusing. Dan para pelayan pun merasa lega saat melihat kedatangan Lou Ri.
"Nona, ada apa ?, mengapa kalian mengejar nona?" Tanya Lou Ri sambil menatap bingung ke arah pelayan yang di suruh nya membantu Ji Xia Lin mandi.
__ADS_1
"Itu.... Tadi nona menolak untuk di bantu dan kami memaksanya. lalu nona pun berlari dan kami mengejarnya." Jelas salah satu dari mereka.
"Lou Ri, Aku ingin mandi sendiri." Ucap Ji Xia Lin mendekati Lou Ri.
"Baiklah kalau begitu nona. Kalian keluar lah dan siapkan makanan untuk nona." Perintah Lou Ri pada dua pelayan tadi.
"Mari nona saya akan membantu Anda." Ucap Lou Ri.
"Tapi aku ingin mandi sendiri." Cicit Ji Xia Lin.
"Tidak bisa nona, saya harus tetap disini untuk membantu anda. Lagi pula mengapa nona tidak ingin di bantu, biasanya nona tidak akan menolak nya ? " Ucap Lou Ri sambil membantu Ji Xia Lin.
Melihat nona nya diam saja Lou Ri pun mendekati bak mandi dan menuangkan cairan yang ada di dalam botol giok kecil tersebut. Ji Xia Lin yang melihatnya pun merasa penasaran.
"Lou Ri, cairan apa itu ?" Tanya Ji Xia Lin.
Ji Xia Lin pun memulai mandinya.
Satu jam setengah kemudian.
Ji Xia Lin sudah rapi dengan pakaian berwarna putih yang terdapat sulaman bergambar bunga berwarna merah muda.
Ji Xia Lin juga sudah makan.
Lalu tiba-tiba datanglah pengawal yang berjaga pintu kediaman miliknya
__ADS_1
"Lapor nona, di luar ada tabib Feng shui ingin memeriksa kesehatan nona." Ucap Pengawal tersebut sambil menunduk memberi hormat.
" Suruh tabib Feng shui masuk." Perintah Ji Xia Lin.
"Baik nona." Ucap prajurit tersebut lalu beranjak dan melaksanakan perintah nonanya.
Tidak lama kemungkinan masuklah seorang laki-laki berusia sekitar 21 tahun-an yang Ji Xia Lin yakini adalah Tabib Feng shui.
"Hamba Feng shui memberi hormat kepada nona muda Ji. Semoga kebaikan selalu menyertai nona." Ucap Tabib Feng shui sambil memberi hormat.
"Berdiri lah Tabib Feng shui. Tabib tidak perlu terlalu formal kepada saya, Lagi pula sepertinya anda seumuran dengan kakak kedua saya." Ucap Ji Xia Lin.
"Hahahahaha, Xia Lin kamu memang agak berbeda. sepertinya kabar dari utusan kakakmu memang benar." Ucap Tabib Feng shui.
"Apa yang benar Tabib Feng ?" Tanya Ji Xia Lin bingung.
"Nahhh... Respon mu membuat ku semakin percaya. biasanya kau tidak pernah memanggilku dengan sebutan Tabib." Ucap Feng shui.
"Lalu biasanya bagaimana saya memanggil anda ?" Tanya Ji Xia Lin lagi.
"Biasanya dirimu memanggilku kakak Shui. dan dirimu tidak pernah berbicara formal kepadaku." Ucap Feng shui.
"Aku akan melakukan pemeriksaan padamu jika kakakmu sudah datang kemari." Sambungnya lagi.
"Aaa maafkan saya kakak Shui, saya lupa jika kita masih berdiri. Mari duduk untuk menunggu kakakku." Ucap Ji Xia Lin.
__ADS_1
Lalu beberapa saat kemudian datanglah beberapa orang.
✷✷✷