
Orang orang tersebut adalah beberapa pelayan yang mengantarkan teh beserta kudapan. Lalu di susul dengan kedatangan Ji Lu Yan.
"Adik... memberi hormat kepada kakak kedua,"
"Hamba memberi hormat kepada Tuan muda kedua." Ucap Ji Xia Lin bersamaan dengan Feng shui sambil menundukkan kepalanya.
"kakak, duduklah terlebih dahulu sambil menikmati teh dan kudapannya." Ucap Ji Xia Lin.
"Baiklah," Ucap Ji Lu Yan.
setelah beberapa menit.
"Feng Shui cepat periksalah Adik Xia Lin ," perintah Ji Lu Yan.
"Baiklah, mari Xia Lin kakak akan memeriksamu ,'' Ucap Feng Shui.
Feng Shui pun memeriksa ji Xia Lin.
Beberapa waktu kemudian.
"Setelah aku periksa adik Xia Lin memang kehilangan ingatan. Mungkin hal ini terjadi karena kepala terbentur sesuatu yang sangat keras. namun aku lihat sepertinya Adik Xia Lin tidak memiliki luka luar. apalagi adik Xia Lin sampai lupa ingatan, setidaknya kepala adik Xia Lin memar. Tapi, ini tidak memar ataupun tergores, " Ucap Feng Shui sambil memeriksa kepala Ji Xia Lin.
"Adik Xia Lin, apakah kamu ingat apa yang terjadi....'' Sambungnya lagi.
"Aku tidak ingat apapun. Saat aku terbangun aku berada di bawah jurang yang sangat dalam. Bahkan sinar matahari tidak dapat menembus bagian dasar jurang sehingga jurang tersebut sangat gelap dan lembab. Aku hanya ingat namaku saja," ujar Ji Xia Lin.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dirimu keluar dari jurang tersebut ?'' tanya Feng shui.
"aku berjalan ke arah kanan jurang lalu aku menemukan sebuah terowongan tangga. Aku pun keluar melalui terowongan tangga tersebut." Jawab Ji Xia Lin.
"Gelap ?" tanya Ji Lu Yan.
"tentu saja Gelap sangat gelap malah, terus lembab dan dingin." Ujar Ji Xia Lin.
"aish sudahlah aku akan pergi, Langit juga sudah mulai menggelap." Ucap Feng Shui.
"Silahkan kakak Feng shui ," Ucap Ji Xia Lin sambil tersenyum.
"Saya rasa kakak kedua juga sudah lelah mencari saya , lebih baik jika kakak kedua kembali ke kediaman dan beristirahat." Ucap Ji Xia Lin mengusir kakaknya dengan cara halus.
Ucap Ji Lu Yan.
"Kalau begitu Kakak dan Feng Shui akan pergi." Ucap Ji Lu Yan sambil beranjak dan menepuk bahu Feng shui pelan.
"Kalau begitu biarkan saya mengantar kakak berdua sampai ke pintu." Ucap Ji Xia Lin ikut beranjak.
setelah mengantar keduanya, dan memastikan kedua orang yang sangat asing bagi Ji Xia Lin saat ini benar-benar menghilang dari pandangan matanya. Ji Xia Lin pun masuk dan menutup pintu. lalu berlari dan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
"Aduhh.. di dunia ini sangat sulit sekali. kenapa harus aku sih... It feels very tiring soul. Huhhh." ucap Ji Xia Lin merratapi hidupnya saat ini.
Satu Jam berlalu...
__ADS_1
"nona makan malam sudah siap." Ucap Lou Ri memanggil nonanya yang sedang menatap luar jendela dengan tataan kosong.
Saat ini Ji Xia Lin sedang memikirkan bagaimana caranya untuk kembali ke tubuhnya di masa depan. Saat sedang berpikir tiba-tiba dirinya teringat dengan Cincin, serta jubah yang dirinya temukan.
"Lou Ri apakah ketika aku pulang tadi siang aku membawa sebuah jubah ?" tanya Ji Xia Lin kepada Lou Ri.
"Benar nona, tadi anda.... eh salah, lebih tepatnya tuan muda kedua yang memberikan sebuah jubah pada saya dan meminta saya untuk mencucinya." Jawab Lou Ri.
"Apakah jubah tersebut berwarna pink dan memiliki sulaman bergambar burung Berwarna-warni yang sangat cantik ?" tanya Ji Xia Lin lagi.
"Benar nona sulaman bergambar burung nya sangat cantik, halus, serta sangat rapi. Ehhh tapi nona, eeee Pink itu apa ?" ucap Lou Ri.
"Ouhh, pink itu sama dengan merah muda." jawab Ji Xia Lin.
"ooo begitu ya nona." Ucap Lou Ri sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Tapi nona seingat saya sulaman bergambar burung tadi berwarna putih." Ucap Lou Ri yang seketika membuat Ji Xia Lin menatapnya tajam.
Ji Xia Lin sangat yakin jika sulaman burung pada jubah tadi berwarna warni. setidaknya ada sekitar lima macam warna atau bahkan lebih.
"Apa kau yakin Lou Ri." Ucap Ji Xia Lin dengan tatapan mengintimidasi.
''Be...be...ben.. benar nona saya sangat yakin." ucap Lou Ri gugup karena tidak pernah di tatap setajam ini oleh Ji Xia Lin.
...****************...
__ADS_1