Kisah Putri Ji Xia Lin

Kisah Putri Ji Xia Lin
Kakak Pertama dan Ayah


__ADS_3

"Jadi seperti itu ceritanya nona." Lou Ri mengakhiri ceritanya.


"Kau mengatakan jika aku menitipkan sebuah kunci padamu. Apakah kau tau kunci itu untuk membuka apa?" Tanya Ji Xia Lin.


"Maaf nona jika itu Hamba tidak tau,"


''Yasudah, tidak apa-apa."


"nona mari kita berangkat, Tidak baik jika tuan besar terlalu lama menunggu.'' Lou Ri mengajak Ji Xia Lin untuk segera berangkat. pagi ini Ji Xia Lin akan sarapan bersama dengan keluarganya, Malam tadi ayah dan kakak pertamanya pulang, Semalam Ji Lu Yan mengirim surat ke perbatasan dan memberikan kabar tentang apa yang terjadi pada Ji Xia Lin.


Awalnya Jenderal Ji merasa marah karena baru di berikan kabar oleh puteranya tentang apa yang terjadi pada putrinya Ji Xia Lin. Namun, karena itu adalah permintaan dari Ji Xia Lin, Jenderal Ji pun tidak jadi marah. Di karenakan Ji Xia Lin adalah putri kesayangannya.


wajah maupun sifat Ji Xia Lin sangat mirip dengan Mendiang istrinya. Sifat Ji Xia Lin yang tidak mudah di tebak dan juga misterius merupakan kesulitan tersendiri bagi Jenderal Ji.


"Baiklah, Ayo Lou Ri kita pergi." ucap Ji Xia Lin semangat. Ji Xia Lin sangat penasaran dengan rupa Ayahnya.


Saat sampai di ruang makan Ji Xia Lin melihat kakaknya Ji Lu Yan bersama dengan seorang laki-laki yang terlihat dua tahun lebih tua dari Ji Lu Yan, Juga seorang pria paruh baya yang sangat Ji Xia Lin kenali.


"Ayah!!....." Teriak Ji Xia Lin sambil berlari memeluk lelaki paruh baya itu.

__ADS_1


"Aduhh.... " Teriak Lelaki paruh baya itu saat Ji Xia Lin menubruknya dan memeluknya erat.


"Heiiii... Kau siapa nak!!!?" Ucap lelaki paruh baya tersebut saat Ji Xia Lin memeluknya.


"Kau bukan ayahku, Ah kalau begitu maafkan kelancangan saya Tuan." Ucap Ji Xia Lin sambil segera melepaskan pelukannya dengan raut wajah sendu, karena dia kira lelaki paruh baya yang sangat mirip dengan wajah ayahnya di dunia modern tersebut adalah ayahnya Ji Xia Lin.


"Ahahahaha... " Tiba-tiba pria paruh baya tersebut tertawa. Ji Xia Lin merasakan jika matanya memanas saat mendengar suara tawa yang sangat dirindukannya itu.


"Aduh... putri ayah maafkan ayah. ayo sini peluk ayah," Ucap pria paruh baya tersebut sambil merentangkan kedua tangannya, di saat menyadari jika Putri nya hendak menangis.


''Apkah engkau benar-benar ayahku?!," Tanya Ji Xia Lin pada pria paruh baya tersebut disaat pria tersebut mengaku sebagai ayahnya. Sebenarnya dalam hati Ji Xia Lin sangat ingin memeluk Pria paruh baya tersebut, Hanya saja saat ini dirinya ada di zaman kuno yang mana banyak hal yang dirinya tidak ketahui jadi dia tidak boleh ceroboh.


"Putri ayah.... Jadi dirimu benar-benar tidak mengingat ayahmu ini," Ji Xia Lin hanya diam karena saat ini dirinya masih menikmati pelukan dari orang yang sangat dirindukannya rindukan.


Pria paruh baya tersebut adalah Tuan Besar Ji yaitu Jendral Ji Yi Tong.


"Ayah kita berdua sudah lapar.'' Ucap laki laki tampan yang duduk di samping Ji Lu Yan.


karena Ji Xia Lin merasa familiar dengan suara tersebut, Ji Xia Lin pun reflek menatap ke arah laki-laki yang berbicara tersebut.

__ADS_1


"Kak Xi Melly, " Ucap Ji Xia Lin spontan saat melihat wajah laki-laki tersebut dengan seksama.


"Heii... Apanya yang Xi Melly?, dirimu sudah merusak nama kakak mu yang tampan ini." Ucap laki-laki tersebut sambil mengibaskan rambut halus nan panjang miliknya.


" Kakak?!! " Gumam Ji Xia Lin lirih tapi masih bisa di dengar oleh kakak dan ayahnya.


"Iya kakak... memang siapa jika bukan kakakmu. Ah iya aku. melupakannya." Ucap laki-laki tersebut sambil berjalan mendekati Ji Xia Lin.


"Hai adik cantik, perkenalkan nama kakak adalah Ji Xi Yuan. Kakak adalah anak dari ayahmu dan juga ibumu." Ucap laki-laki tersebut Yang ternyata adalah kakak pertama Ji Xia Lin.


"Jadi kakak pertamaku adalah laki-laki?!," Tanya Ji Xia Lin yang di sambut muka heran oleh Para kakak dan juga ayahnya.


'' Jadi di ingatanmu aku adalah perempuan!!," Ucap Ji Xi Yuan.


"Hehehehe iya.." Ucap Ji Xia Lin menyengir.


"Sudah, sudah lebih baik kita sarapan dulu." ucap Ji Yi Tong.


mereka berempat pun memakan sarapan mereka dengan tenang.

__ADS_1


selesai sarapan mereka membicarakan tentang Peristiwa yang di alami Ji Xia Lin babarana hari yang lalu.


__ADS_2