
Tiba-tiba Salah satu bandit yang berpawakan kurus mencoba merampas buntelan buah jambu dan jeruk miliknya. Seketika Dirinya pun berusaha menghindar dengan lincah.
"Cepat juga gerakan mu perempuan Jelek!!' ucap bandit yang menyerang dirinya tadi.
"Siapa yang kau bilang jelek tuan cungkring!!!" Ucap Ji Xia Lin membalas perkataan bandit kurus tersebut.
"Berani-beraninya kau....... Terimalah!!!!" Ucap si cungkring sambil mengayunkan senjata yang biasanya di dunia Joully bernama Gada.
Lalu Ji Xia Lin menghindar dan menendang tangan si cungkring, senjata milik si cungkring pun terjatuh. Melihat si cungkring lengah Ji Xia Lin menendang wajah si cungkring lalu meninju wajahnya sehingga si cungkring pun tumbang.
Melihat temannya kalah, empat rekan di cungkring pun marah lalu menyerang Ji Xia Lin bersama-sama. Ji Xia Lin pun menghindari para bandit, lalu dirinya berlari ke arah si cungkring dan mengambil senjata milik si cungkring.
" humshhhsh." Suara Ji Xia Lin menarik nafas dalam-dalam. Meskipun bela dirinya Bagus, tapi jika melawan orang yang bersenjata dirinya cukup kesulitan. Apalagi saat ini dirinya berada di tubuh yang cukup lemah dan dirinya juga belum makan selain beberapa buah jambu dan jeruk sedari kemarin.
__ADS_1
"Jelek!! Lebih baik kau serahkan Yang ada di bentelan itu. Daripada nanti kau kami pukuli!!." Ucap bandit yang paling gemuk.
"Kau benar-benar menginginkan ini?!" Ujar Ji Xia Lin sambil menunjuk buntelan miliknya.
"Baiklah. Tangkap ini." Sambungnya sambil melempar buntelan tersebut ke arah bandit.
"Buntelan itu sangat cocok untukmu tuan gemuk." ucap Ji Xia Lin saat melihat bandit yang paling gemuk mulai membuka ikatan pada buntelan tersebu.
Namun Tiba-tiba....
Lalu Ji Xia Lin menghindari serangan dari si gemuk lalu mencari celah untuk menjatuhkan golok si gemuk . Setelah golok si gemuk terjatuh dirinya memukul si gemuk dengan menggunakan senjata Gada milik si cungkring sehingga si gemuk sudah tidak kuat lagi dan tidak sadarkan diri.
Sedangkan Ji Xia Lin pun merasa sangat lelah, matanya mulai berkunang-kunang.
__ADS_1
Dirinya berusaha untuk tetap sadar, Masih ada tiga Bandit lagi yang perlu Dirinya kalahkan. Dirinya pun melanjutkan perjuangan untuk mengalahkan tiga Bandit lagi. Setelah beberapa saat akhirnya tumbang lah dua Bandit dan tinggallah Satu bandit.
Melihat teman-temannya tidak sadarkan diri semua bandit tersebut hendak melarikan diri namun.
" Hyaakkkkk." Teriak Ji Xia Lin sambil menerjang bandit yang hendak kabur tersebut. Akhirnya semua bandit telah di kalahkan.
Setelah berhasil mengalahkan semua bandit Ji Xia Lin melanjutkan perjalanan. Sebelum melanjutkan perjalanan Ji Xia Lin mengambil mantel miliknya dan membuang semua jambu dan jeruk yang ada di buntelan mantel tersebut karena sudah bonyok semua.
Setelah berjalan selama berjam-jam Ji Xia Lin berjalan. Ji Xia Lin menemukan sebuah gua. Karena langit sebentar lagi menggelap Ji Xia Lin memutuskan untuk bermalam di Gua tersebut.
Ji Xia Lin memasuki gua tersebut. Gua tersebut sangat gelap. Lalu, Ji Xia Lin pun teringat cincin yang dia temukan lalu mengeluarkannya.
Ji Xia Lin terkejut karena Cahaya cincin tersebut Tiga kali lebih terang daripada biasanya. Ji Xia Lin mulai menyusuri Gua tersebut. Saat memasuki gua lebih dalam lagi dirinya melihat cahaya kecil di pojokan.
__ADS_1
Ji Xia Lin memungut benda bercahaya tersebut dan ternyata adalah tusuk Rambut.
****