Kisah Putri Ji Xia Lin

Kisah Putri Ji Xia Lin
Adik


__ADS_3

Pada bagian ujung Tusuk Rambut tersebut memiliki bentuk semacam ular yang melingkar pada Tusuk rambut tersebut.


Ji Xia Lin menyimpan tusuk Rambut tersebut dan mulai menyusuri Gua tersebut.


Setelah menyusuri Gua tersebut agak dalam, l Ji Xia Lin menemukan dinding yang memiliki ukiran yang tertulis dalam bahasa china .


" Mungkin ini adalah karya dari seniman di dunia ini. Kruyukkk....Kryukk..... Kruyukkk...." Gumam Ji Xia Lin dan di susul oleh suara perutnya dikarenakan lapar.


Karena merasa lapar Ji Xia Lin memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu sebelum hari benar-benar gelap.


Dengan mengandalkan cahaya dari cincin yang dirinya temukan, Ji Xia Lin mulai keluar dari Gua tersebut. saat hendak mencapai mulut gua, tiba-tiba netranya menangkap sesuatu yang tidak asing.


Itu adalah sebuah obor bambu kecil yang apabila di tiup akan muncul api. dirinya mengetahui hal itu juga dari drama yang pernah dirinya tonton.


Ji Xia Lin mendekati bambu kecil tersebut dan memungutnya. Lalu Ji Xia Lin mencoba meniupnya.


" Huffttttt..." Tiupan pertama tidak hidup.


" Humsshhh.... Hufffttt....." Tiupan kedua di awali dengan tarik nafas lalu di tiup dan hidup api pada bambu tersebut.

__ADS_1


" Yeayhh. Aku bisa makan ikan bakar!." Ucap Ji Xia Lin Girang.


Setelah keluar dari Gua, Ji Xia Lin menemukan sebuah sungai yang jernih berada tidak terlalu jauh dari gua.


Sungai tersebut juga memili ikan di dalamnya.


Ji Xia Lin menangkap ikan yang ada di sungai tersebut. Setelah beberapa lama Ji Xia Lin berhasil menangkap tiga ekor ikan berukuran se telapak tangan.


Setelah selesai menangkap ikan Ji Xia Lin kembali ke Gua. Selama perjalanan kembali ke Gua, Ji Xia Lin mengumpulkan kayu untuk di bakar nanti.


Setelah sampai di Gua, Putri Ji Xia Lin menata kayu yang di dapatnya tadi, dan membakarnya, serta memanggang ikan-ikan tadi.


Setelah kenyang Ji Xia Lin pun mengistirahatkan tubuhnya di samping api unggun tersebut dan beralaskan kain mantel.


****


"Andai disini ada Google Maps akan lebih mudah untuk menemukan kediaman Ji Zhi." Ucap Ji Xia Lin yang mulai lelah berjalan tanpa arah yang jelas.


Setelah selesai beristirahat Ji Xia Lin melanjutkan perjalanannya. Setelah berjalan selama beberapa saat Ji Xia Lin tiba-tiba melihat sekumpulan orang yang mengenakan pakaian yang sama.

__ADS_1


Lalu, Ji Xia Lin mendekati sekumpulan orang tersebut sembari sembunyi-sembunyi.


Namun karena orang-orang tersebut terlatih, mereka dapat merasakan kehadiran seseorang dan mulai berpencar dan mengawasi sekeliling karena mereka takut jika itu adalah penjahat yang ingin membunuh mereka.


Melihat hal itu Ji Xia Lin mengendap-endap untuk menjauhi sekumpulan orang-orang tersebut. Namun karena kecerobohannya dirinya tidak sengaja tersandung akar pohon lalu terjatuh sehingga menimbulkan suara yang keras.


Melihat sekumpulan orang-orang tersebut berjalan ke arah dirinya, Ji Xia Lin bergegas bangkit dari jatuhnya dan berlari.


Adegan kejar-kejaran pun tak dapat di elak kan lagi. Tidak jarang orang-orang tersebut menggunakan senjata mereka untuk menyerang dirinya. Namun Karena kelincahannya dirinya dapat menghindari serangan-serangan dari orang-orang tersebut.


Setelah lari-larian Ji Xia Lin merasa haus dan dirinya juga melihat sebuah sungai lalu berhenti sejenak untuk minum.


Baru minum beberapa tegukan tiba-tiba orang-orang yang mengejarnya tadi sudah terlihat dan mendekati dirinya.


Ji Xia Lin pun berlari kembali untuk menghindari orang-orang tersebut dan disaat sudah yakin jika orang-orang tersebut tidak mengejarnya lagi Ji Xia Lin dapat bernafas lega.


Setelah dapat mengatur nafasnya Ji Xia Lin melanjutkan perjalanannya. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba dari depannya muncul orang-orang yang berpakaian sama dengan orang-orang yang mengejarnya tadi.


Namun kini di antara orang-orang berpakaian sama tersebut ada seseorang yang berpakaian berbeda dan terlihat seperti seorang bangsawan.

__ADS_1


"Adik!!!!........."


****


__ADS_2