Kisah Putri Ji Xia Lin

Kisah Putri Ji Xia Lin
Kakak


__ADS_3

"Adik!!....." Ucap seorang laki-laki yang memakai pakaian berbeda. Lalu orang tersebut berlari ke arahnya dan memeluknya.


Ji Xia Lin merasa tidak nyaman dan melepas pelukan orang tersebut.


"Kenapa adik melepaskan pelukan dari kakak." Ucap orang yang memeluknya.


"Tuan siapa?, kenapa tiba-tiba memeluk saya?." Tanya Ji Xia Lin bingung.


"Ayolah adik.... jangan berpura-pura lagi. Mereka adalah orang-orang kepercayaan ayah." Ucap laki-laki tersebut berpikir jika adiknya masih berpura-pura.


"Apakah kamu kakak saya?, Siapa nama ayahmu?." Tanya Ji Xia Lin lagi.


"Iya, adik apakah kepalamu terbentur sehingga melupakan kakak." Tanya laki-laki yang sedari tadi memanggilnya adik.


"Tuan... Kepala saya memang terbentur. Bayangkan saja saya terjatuh ke dalam jurang yang begitu tinggi. Masih untung saya masih hidup, walaupun saya hanya ingat nama saya." Ujar Ji Xia Lin menjelaskan.


" Benarkah!!!, Kalau begitu ayo cepat pulang dan berobat pada tabib. sini kakak gendong. Kereta kita ada di depan sana." Ucap laki-laki di depannya sambil berjongkok di depannya.


"Tapi Tuan apakah benar-benar kakak saya dan siapa nama tuan?." Ujar Ji Xia Lin masih waspada dengan laki-laki di depannya.


"Heiiii apakah kau benar-benar tidak ingat kakakmu. Baiklah nama kakak Ji Lu Yan." Ucap Ji Lu Yan.


"Nama depan kita sama??." Gumam Ji Xia Lin namun masih bisa di dengar oleh Ji Lu Yan.

__ADS_1


"Tentu saja sama, aku adalah kakak keduamu." Ujar Ji Lu Yan.


"Benarkah, kalau begitu aku akan ikut Tua...... Ehh, maksudnya kakak kedua pulang." Ucap Ji Xia Lin.


"Ayo naik sini." Ucap Ji Lu Yan sambil menepuk pundaknya.


"Kakak.... Aku bisa berjalan sendiri." Ujar Ji Xia Lin.


"Tidak ada penolakan!!" Ucap Ji Lu Yan.


"Baiklah....." Ujar Ji Xia Lin merasa tidak enak dengan kakak nya.


"Kamu, Katakan kepada Rombongan Lu Tian jika Nona sudah di temukan." Ujar Ji Lu Yan sambil menunjuk salah satu prajurit kepercayaan nya untuk memberi kabar kepada Lu Tian yang notabenenya adalah tangan kanan Ji Lu Yan.


Setelah sampai di kediaman keluarga Ji, Ji Xia Lin di sambut oleh para pelayan. Ji Xia Lin merasa heran kenapa tidak ada anggota keluarga yang menyambutnya.


"Ayah sedang bertugas di perbatasan. Sedangkan kakak pertama sedang juga mencarimu di hutan bagian timur." Ucap Ji Lu Yan sambil memimpin jalan ke kediaman Ji Xia Lin.


Ji Xia Lin hanya mengangguk kecil ketika mendengarkan penjelasan dari Ji Lu Yan.


"Xia Lin, kamu masuk dan istirahatlah. Nanti tabib akan datang untuk memeriksamu." ujar Ji Lu Yan sambil membelai rambut adiknya dengan penuh kasih sayang.


lagi-lagi Ji Xia Lin hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan memasuki bangunan kayu yang disebut oleh Ji Lu Yan sebagai kediaman miliknya.

__ADS_1


Saat di depan pintu masuk tiba-tiba ada seseorang berasal dari dalam kediamannya berlari ke arahnya dan memeluknya.


"Nona, akhirnya kau kembali. kemana saja anda selama dua Minggu ini?, Apakah nona baik-baik saja?. Aah iya, Maafkan Lou Ri. mari nona masuk dan beristirahatlah." Ucap orang yang bernama Lou Ri Sembari menuntunnya masuk dan duduk di sebuah kursi yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Nona???" Gumam Ji Xia Lin sambil menatap Lou Ri bingung .


"Nona pakah engkau melupakan saya?, Nona kepala anda baik-baik saja kan?, Hikss... hiks... hikss..." Tanya Lou Ri sambil menangis.


"Kalau begitu saya akan memanggilkan tabib untuk nona..." Ucap nya lagi.


"Tidak perlu, tadi kakak kedua sudah menyuruh seseorang untuk memanggil tabib." ujar Ji Xia Lin melarangnya.


"Eeee Lou Ri, badanku terasa lengket." Ucap Ji Xia Lin. Lou Ri yang peka pun menyadari jika Nona nya ingin membersihkan diri.


"Baik nona, kalau begitu saya akan menyiapkannya. Mohon di tunggu sebentar nona." Ucap lou Ri, lalu pergi meninggalkan Ji Xia Lin.


Sepeninggalan Lou Ri, Ji Xia Lin berjalan menyusuri kediaman miliknya. dalam ruangan tersebut ada satu tempat tidur yang tidak besar juga tidak kecil, dua buah lemari pakaian, juga beberapa meja dan lemari untuk tempat hiasan, Dan juga dua ruangan yang dibatasi oleh tirai tipis sehingga dapat di lihat jika salah satu dari ruangan tersebut adalah tempat pemandian.


Tiba-tiba netranya menangkap sebuah cermin yang berada di meja rias.


Ji Xia Lin pun mendekati cermin tersebut di karenakan dirinya penasaran dengan rupa barunya. Saat berada di depan cermin, Tiba-tiba...


"APAAAAA........!!!!"

__ADS_1


__ADS_2