
Tibalah bulan ke 3 dimana Finka dan Adinda selesai bekerja di instansi tersebut dan saat nya mereka Fokus menyelesaikan laporan akhir dan mempersiapkan sidang dan juga ujian kompetensi dan ujian sekolah. Begitupun dengan Rizal yang tinggal beberapa minggu lagi akan menyelesaikan pendidikan nya di kota cimahi.
Pada hari itu pun hari Finka dan Adinda mengerjakan tugas akhir nya di instansi tersebut mereka dengan penuh rasa semangat mengerjakan tugas akhirnya dan bersiap untuk mempresentasikan power point yang telah dibuat oleh mereka dengan judul masing masing yang berbeda dan mengerjakan di ruangan yang berbeda juga, Finka yang masih sibuk dengan pekerjaan nya yang harus mengerjakan dan mengupdate sistem informasi personil di panggil oleh pembimbingnya untuk mempresentasikan hasil selama ia di berikan tugas oleh orang orang yang ada di ruangan tersebut.
Finka pun siap siap untuk mempresentasikan power point yang telah di buatnya dan alhamdulillah dia menjelaskan nya dengan lancar dan menjawab pertanyaan nya dengan sangat bagus.
Ia diberi tawaran untuk di perpanjang bekerja di instansi tersebut karena sedang banyak tugas tugas dan mengatur penempatan untuk siswa tamtama remaja oleh Bapak Serka Suroso.
Namun, Finka menolaknya karena alasan untuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan ujian sekoalh dan ujian kopetensi yang akan di laksanakan sebentar lagi.
Hari terakhir ia melakukan kegiatan kegiatan di instansi tersebut ia menggunakan waktu dengan sebaik mungkin, setelah itu ia melaksanakan shalat dzuhur dan bertemu dengan Rizal dan Sahar.
Rizsa: “dek, hari ini. Hari terakhir kamu maggang kah?”
Finka: “iya bang, tadi sempat ditawari untuk kerja disini selama 1 minggu lagi cuman. Aku dan dinda harus mempersiapkan untuk ujian sekolah dan ujian kopetensi.”
Sahar: “Kami pun disini tinggal beberapa minggu dan menunggu mendapat IB.”
Adinda: “Apa itu IB?”
Sahar: “Izin Bermalam sayang.”
__ADS_1
Adinda: “terus? Kalian akan bermalam dimana?”
Sahar: “Kami akan mencari kos kosan, kalo Rizal akan bermalam di rumah ibu angkat nya.”
Rizsa: “Ini abang ada sesuatu buat kamu.”
Rizal pun memberikan keresek yang di bawanya untuk Finka. Ya, keresek itu berisi boneka profesi yang memakai baju loreng dengan memakai baret dan tertera nama Rizal Saputra dan pangkat, atribut dll nya. Tidak hanya itu di dalam nya pun terdapat surat.
Finka: “Apa ini bang?”
Rizsa: “itu buat kamu, nanti saja buka nya kalo sampai rumah. Semoga kamu suka”
Finka: “makasih ya bang.”
Tidak hanya Rizal tetapi Sahar pun memberikan kotak hati yang berisikan coklat, surat dan bunga untuk adinda karena inimerupakan kenang kenangan untuk mereka berdua yang telah selesai melaksanakan kerja instansi di tempat mereka pendidikan.
Sahar: “Nah, abang juga punya sesuatu buat dinda. Ambil ya!”
Adinda: “Apa iini bang?”
Sahar: “Aahh sudah ambil saja, buka dan baca nya nanti di rumah saja ya. Semoga dengan hadiah ini dinda makin semangat buat belajar dan ujiannya.”
__ADS_1
Adinda: “Iiiyaa bang makasih yaa”
Mereka pun melaksanakan Shalat dzuhur bersamaan, setelah melaksanakan shalat dzuhur Finka dan Adinda pun kembali ke ruangan nya masing masing dengan membawa hadiah dari pasangan nya masing masing. Namun pada saat mereka memasuki ruangan nya Finka banjir banyak pertanyaan dari ibu ibu pns yang bekerja disitu dan bapak bapak tentara yang ada di dalam kantor.
Buk Yun: “Aduhhh Finkaa itu bawa apa? Dari siapa hayohh??”
Finka menjawab dengan malu dan sambil tersenyum, belum juga Finka menjawab sudah di tanya lagi oleh Buk Rin dan di sambung oleh Bang Nobu dan Passi.
Buk Rin: “Pasti dari abang tentara yang remaja yaa?? Hayoo yang mana cowoknya? Biar Bang Nobu yang panggil suru dateng ke ruangan.”
Bang Nobu: “Cowok mu yang mana? Tamtama Atau Bintara kah?”
Passi: “Pasti dari siswa yaa? Atau Tamtama Remaja?”
Finka: “Heheh Izin buk pak, dari Abang ga tau saya namanya tiba tiba ngasih.”
Karena Finka malu untuk menyebutkan nama pasanagan nya maka dari itu Finka berbohong. Karena dia takut pasangannya di panggil ke ruangan Pers. Singkat cerita Finka pun memberi kenang kenangan untuk para ibu ibu dan bapak bapak PNS dan Tentara yang ada di ruangan nya ia pun berpamitan dan meminta maaf jika dia selama bekerja disitu melakukan kesalahan.
Finka pun telah sampai di rumah dan ia membuka hadiah yang di berikan oleh pasangannya yang berisikan Boneka tentara dengan surat dan bunga mawar yang di sematkan di kotak dus itu, Surat nya berisi tentang ungkapan rasa sayang Rizal kepada Finka.
...“Hallo sayang, semoga kamu suka hadiah yang apa aku kasih ke kamu. Boneka ini untuk menemani dan menjaga kamu disaat kamu tidur, kamu bisa peluk boneka ini di saat kamu Rindu aku, di saat kamu lelah, di saat kamu sedih. Anggap saja boneka ini adalah aku yang setiap hari menemani hari hari mu, Semangat untuk belajarnya ya sayang aku selalu mendoakan yang terbaik untuk hubungan kita dan jangan pernah bosan untuk selalu bersamaku. I Love You.”...
__ADS_1
Finka sangat beruntung memiliki Rizal yang bisa memperlakukan ia layaknya ratu, walaupun dulu ia sempat patah berkali kali namun sekarang ia bahagia setiap hari.