Kisah Remaja SMA Dan Seorang Abdi Negara

Kisah Remaja SMA Dan Seorang Abdi Negara
Double Date


__ADS_3

Rizal dan Sahar pun menyapa Finka dan Adinda.


Rizsa&Sahar: “Dek?”


Finka: “Eh mas”


Adinda: “Bang sahar?”


Rizsa: “Kita ngobrol diatas yuk.”


Finka: “iya sebentar mas isi ulang parfum dulu, sekalian mau ke optik sana.”


Rizsa: “ Yasudah biar saya temani biar teman mu sama sahar.”


Finka: “Ndak papa din?”


Adinda: “Yasudah ga apa apa”


Finka pun berjalan menuju toko optik yang berada di mall dan Rizal pun menggenggam tangan Finka. Setelah dari toko optik Rizsa mengajak Finka ke Foodcourt karena di sana Adinda dan Sahar sedang ngobrol.


Adinda: “Eh fin, gimana? Sudah cocok softlens nya?”


Finka: “ Aman din sudah.”


Rizsa: “Kalian mau minum apa? Sudah makan belum?”

__ADS_1


Finka: “Aku jus mangga aja”


Adinda: “Aku jus Alpukat”


Sahar: “Nah, aku bawa cemilan barusan beli di Indomaret.”


Sambil menyodorkan makanan ringan yang baru dikeluarkan nya dari Tas hitam dan Rizal memesankan minuman untuk kedua gadis ini. Mereka berempat berbincang bincang masalah pendidikan Finka dan Adinda akan di lanjut kemana, rupanya adinda akan melanjutkan kerja sambil kuliah sbegitupun dengan Finka mereka akan melanjutkan Kuliah dengan mengambil Prodi D3 kebidanan karena dari dulu itulah cita cita mereka menjadi seorang bidan.


Mereka berjanji akan menunggu Finka dan Adinda sampai lulus sekolah dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya, namun di tengah pembicaraan mereka Finka mendapat telepon dari Abang nya yang bernama Reza ia memperlihatkan calon istrinya itu dan memperlihatkan cincin tunanganbegitupun dengan Finka mereka akan melanjutkan Kuliah dengan mengambil Prodi D3 kebidanan karena dari dulu itulah cita cita mereka menjadi seorang bidan.


Mereka berjanji akan menunggu Finka dan Adinda sampai lulus sekolah dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya, namun di tengah pembicaraan mereka Finka mendapat telepon dari Abang nya yang bernama Reza ia memperlihatkan calon istrinya itu dan memperlihatkan cincin tunangan nya Finka pun turut berbahagia abang nya pun bertanya


Reza: “Dimana dek? Siapa itu di sebelahmu?pacar baru mu kah?”


Finka: “Apasii abang inii, ini kawan kawan ku.”


Finka: “Iih abang mahhh, betulan ini kawan kawan ku tengok lah.”


Reza: “Ahahaha iya sudah lanjut, Ehh lek jagain adikku itu ya.”


Rizsa: “Siap izin bang.”


Reza: “Yasudah lanjut.”


Rizal pun tersenyum sambil melihat kearah wajah Finka yang menahan rasa malu akibat ulah abang nya yang jahil itu. Sedangkan Adinda dan sahar sedang ngobrol tentang hubungan mereka berdua

__ADS_1


Sahar: “dek,abang mau serius sama dinda. Abang tunggu dinda sampai lulus sekolah kalaupun abang dapat penempatan di luar jawa abang nggak akan macam macam. Dan abang nggak akan kayak cowo dinda yang sebelumnya.”


Adinda: “ Alhamdulillah, kalo abang serius dinda butuh nya bukti bnag bukan janji karena janji bisa semua orang ucapkan sedangkan bukti tidak semua orang bisa membuktikan nya. Insyaallah dinda tunggu abang dengan kesabaran dinda, sampai abang datang menemui orang tua dinda nanti.”


Sahar: “abang akan buktikan sama dinda abng tidak akan banyak bicara tapi tindakan yang abang buktikan kepada dinda.”


Adinda: “Alhamdulillah kalo abang mau serius makasi ya bng.”


Sahar pun tersenyum sambil menatap wajah dinda dan memegang tangan dinda yang tersimpan di meja tersebut.


Sedangkan Finka dan Rizal sedang membicarakan hubungan mereka yang belum sempat di jawab oleh Finka.


Rizsa: “Dek? Gimana sudah istikharah?”


Finka: “mas mau jawaban nya aku jawab sekarang?”


Rizsa: “Iya, abng tunggu jawaban nya sekarang dek.”


Finka: “ Insyaallah mas aku mau membuka lembaran baru sama mas.”


Rizsa: “Makasi ya sayang, tapi jangan panggil mas lah kaya ke mas baso aja panggil saja abang atau sayang.”


Finka: “iya bang.”


Rizsa: “Nah gitu dong.”

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 15.00 Finka dan Adinda pun berpamitan untuk pulang karena mereka harus membereskan rumah karena orang tua Finka malam ini akan pulang.


Sekarang mereka resmi memiliki pasangan terlihat dari raut wajah nya Finka dia sangat bahagia karena di perlakukan layaknya ratu oleh Rizal. Begitu pun Adinda dia sudah tidak terlihat sedih atau galau lagi karena ia memiliki penyemangat baru.


__ADS_2