Kisah Remaja SMA Dan Seorang Abdi Negara

Kisah Remaja SMA Dan Seorang Abdi Negara
Hari Bahagia


__ADS_3

Finka pun melakukan kegiatan seperti biasanya, pada hari itu hari sabtu finka mendapat tugas dari seorang bapak tentara yang ada di kantor bagian pers untik mengerjakan surat perjalanan dinas dan buku Wabku gaji.


Seperti biasa finka datang di pagi hari untuk mengikuti kegiatan yang ada di instansi tersebut Finka pun memasuki ruangan untuk melaksanakan tugas di hari sabtu, namun kali ini kawan baiknya finka yang bernama Adinda ia tidak masuk kantor di karenakan ia libur dan tidak mendapat tugas tambahan.


Pada hari itu pun Finka menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh seorang prajurit tni yang bernama Bapak Lettu Yanto dan Serka Suroso. Tugasnya pun selesai pada pukul 09.00 WIB, Finka pun membereskan ruangan kantor tersebut dan siap siap untuk pulang.


Namun pada saat Finka jalan menuju gerbang finka terkejut melihat banyak siswa tentara sedang baris karena akan melaksanakan pesiar di minggu ke 2 nya, Finka pun melanjutkan perjalanan nya dengan rasa malu dan kepala menunduk melihat handphone, namun pada saat finka jalan menuju gerbang ia pun di tahan dan di ajak berbincang oleh seorang tni yang sedang piket dan di beri beberapa pertanyaan.


Bang Zul: “Dek!dek! sini dulu”


Finka: “Siap izin bang, ada apa?”


Bang Zul: “Mau kemana? Buru buru sekali.”


Finka: “Siap izin bang, mau pulang”


Bang Zul: “Kamu kok hari sabtu masuk kantor?”


Finka: “Izin bang, saya mendapat tugas untuk membuat Surat Perjalanan Dinas dan mengerjakan Buku wabku dari passi dan Batih.”


Bang Zul: “Oiyaa, Pulang sama siapa?”


Finka: “Sendiri bang.”


Bang Zul: “Loh kok sendiri pacarmu mana?”


Finka: “Siap tidak ada bang.”


Bang Zul: “Maksudnya gimana? Ga ada lagi kerja apa ga punya pacar.”


Finka: “Siap tidak punya pacar.”


Bang Zul: “Nahh, kebetulan tuh banyak tamtama remaja kau mau pilih yang mana?”


Finka: “hehe, ngga bang. Saya izin mau pulang bang sudah siang ini mau cuci pakaian di rumah.”


Bang Zul: “Ayo cepat pilih, sebentar lagi lah 1 menit lagi.”


Finka: “Siap bang, belum mau saya. Izin bang saya pulang dulu.”


Bang Zul: “arghh, yasudah hati hati ya.”

__ADS_1


Finka: “Siap izin bang selamat siang.”


Finka pun berjalan keluar dari gerbang dan menunggu angkot di depan kantin, namun pada saat ia menunggu angkot tiba tiba di belakang finka ada seorang laki laki dengan pakaian baju loreng dan membawa tas dan memakai baret. Ya, dia adalah Rizal. Rizal pun menyapa Finka.


Rizsa: “Dek”


Finka: “Astagfirullah kaget, ehh mas”


Rizsa: “Mau kemana?”


Finka: “Pulang mas.”


Rizsa: “Saya hari ini dapat pesiar, mau temani saya?”


Finka: “Kemana mas? Saya belum izin sama ibu.”


Rizsa: “Biar saya izin sama ibuk, mana nomor telepon ibu?”


Finka: “Nah 089xxxxxx.”


Rizsa pun menyalin nomor ibuk nya finka dan menelepon nya untuk meminta izin menemani ia pesiar.


Ibuk: “Waalaikumsalam nak rizal, silahkan nak. Ibu titip Finka di jaga dengan baik ya nak.”


Rizsa: “Siap ibuk, izin.”


Ibuk: “Baik nak, terimakasih.”


Rizsa: “Sama sama ibu. Assalamualaikum.”


Ibuk: “Waalaikumsalam”


Rizsa dan Finka pun berjalan menuju Stasiun karena mereka berdua akan jalan jalan ke bandung kota. Sesampainya di stasiun Rizsa membelikan tiket kereta api untuk dirinya dan finka, tidak lama kereta tujuan ke bandung raya pun tiba mereka menaiki gerbong kereta tersebut dan duduk di kursi ke 3. Rizsa terus memperhatikan wajah finka yang sudah lelah dan menahan haus dan lapar, rizsa pun berkata.


Rizsa: “Kamu sudah sarapan dek?”


Finka: “Belum, tidak sempat tadi.”


Rizsa: “Yasudah, nanti sesampainya disana kita cari alfamart ya. Kita beli mie dan makanan yang lainnya.”


Finka: “heh, emng nya ada uangnya? Ga enak weh ngerepotin terus dari kemarin.”

__ADS_1


Rizsa: “ga apa apa ko, sante aja. Aku yang ajak yaa aku yang bayarin lah”


Finka: “makasih yaa”


Rizsa: “loh ko sudah bilang makasi saja, kan belum beli makanan nya.”


Finka: “iya maksudnya makasih sebelumnya.”


Rizsa: “iyaa sama sama.”


Sesampainya di stasiun bandung raya mereka memasuki alfamart, mereka membeli beberapa minuman dan makanan. Selesai membeli makanan mereka berjalan menuju jalan asia afrika mereka duduk sambil makan makanan yang di beli nya tadi dan mereka melanjutkan perjalanan ke gedung merdeka di sana ada Fotographer dan rizsa pun mengajak Finka untuk Foto berdua untuk di jadikan kenang kenangan.


Rizsa: “Dek, kita foto disini berdua kek nya bagus nih.”


Finka: “Boleh mas.”


Rizsa pun menghampiri Fotographer keliling itu untuk meminta nya mempotret kan dirinya dan Finka. Mereka pun di beri arahan gaya romantis oleh FG tersebut dan Finka pun disitu merasa ada yang beda dari dirinya pada saat dekat dengan rizal. Selesai sudah foto foto mereka berdua rizal pun meminta fotonya untuk di kirimkan ke ponselnya. Dan rizsa pun terus memerhatikan Finka yang sedang berdiri di hadapan nya, ia pun mengungkapkan sesuatu.


Rizsa: “hmm, dek saya mau ngomong sesuatu mungkin ini terlalu cepat tapi saya tidak bisa memendam nya terus menerus. Mungkin kita baru beberapa kali jalan berdua dan baru saja kenal di minggu lalu, tapi jujur saya nyaman berada di dekat kamu ntah kenapa setiap telpon atau jalan berdua sama kamu hati ini tenang adem.”


Finka: “Terus? Intimya apa mas?”


Rizsa: “Intinya saya sayang sama kamu, saya suka sama kamu. Gimana kalau kita jalani hubungan ini dengan sebaik mungkin.”


Finka: “mas ini terlalu cepat, aku masih trauma. Aku pernah terlalu percaya sama seseorang namun malah di balas kecewa, aku hidup bukan untuk terus-menerus sakit hati. Mengulang semuanya dari awal itu bukan sebuah pekerjaan yang mudah aku masih terlalu takut untuk menggantungkan bahagia kepada sesama makhluk. Jika di paksakan saya justru takut menjadi penyebab sakit hatinya orang lain. Maybe pasti aku akan memiliki pasangan, Namun disaat aku bener bener merasa siap. Bukan disaat aku merasa kesepian dan butuh seseorang yang menggantikan posisi people sebelum nya.”


Rizsa: “jika kamu sudah siap, kasih tahu saya ya dek. Saya butuh jawaban dari kamu saya kasih waktu 1 minggu jawab pada saat kita bertemu di pesiar minggu ke 3.”


Finka: “Aku serahin semuanya sama allah, aku bakal shalat istikharah. Karena pilihan allah sudah pasti tepat, dan kita sebagai umatnya hanya menjalankan dan berikhtiar dengan sebaik mungkin.”


Rizsa: “subhanallah, baik abang tunggu jawaban nya di minggu depan.”


Finka pun tersenyum dan menunduk karena sebenarnya ia pun memiliki perasaan yang sama seperti Rizsa namun ia masih memiliki sedikit trauma. Waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB mereka pun jalan menuju Stasiun bandung untuk membeli tiket ke stasiun padalarang mengantarkan Finka pulang ke rumah nya. Tibalah mereka di stasiun dan mereka pun menumpangi kereta yang bertujuan ke stasiun padalarang, namun di tengah perjalanan rizsa harus pulang kesatuan pada pukul 16.00 karena ia harus ke KODIM menyelesaikan urusan penempatannya. Rizsa pun turun di stasiun Cimahi dan meminta maaf kepada Finka karena ia tidak bisa mengantarkan Finka pulang ke rumah nya.


Rizsa: “Dek, abang ada urusan dulu di suruh ke Kodim. Maaf abang tidak bisa antar adek sampai rumah,abang turun di stasiun Cimahi ya. Adek jangan marah ga apa apa kan? Nanti hati hati ya.”


Finka: “iya ga apa mas,adek faham ko.”


Rizsa: “ terimakasih sayang hati hati ya.”


Rizsa pun mencium kening Finka dengan berat hati ia harus meninggalkan finka dan ia pun turun dari kereta tersebut. Tidak lupa Finka pun mencium tangan rizsa.

__ADS_1


__ADS_2