Kisah Remaja SMA Dan Seorang Abdi Negara

Kisah Remaja SMA Dan Seorang Abdi Negara
Cerita Malam


__ADS_3

Adinda pun datang ke rumah Finka seperti biasa di hari sabtu malam minggu ia tidur di rumah Finka dan yaa pastinya kalian tahu kalo cewe nginep pastinya ada hal yang ingin di ceritakan.


Adinda: “Finnn”


Finka: “Kenapa?ehh din aku mau cerita masalah tadi siang.”


Adinda: “loh kenapa, aku juga mau cerita. Tapi yauda kamu duluan, kenapa coba cerita?”


Finka: “Kamu tau nggak, tadi mas rizal nembak aku waktu di bandung udah gtu kita foto berdua disana dengan di beri arahan gaya saling menatap dan aku memegang kerah bajunya.”


Adinda: “Arghhhhh So sweet!! Terus sudah kamu terima?”


Finka: “Belummm, aku bingung aku harus nunggu all yang ga pasti atau nerima dia yang sudah pasti. Makannya aku mau shalat istikharah.”


Adinda: “Ihhh bo**h kamu masih mau nunggu orang yang tidak pasti dan tukang selingkuh itu? Finn, jarang loh cowo yang seperti Rizal dia baik nerima kamu apa ada nya dia ga neko neko pula ga seperti si Pendul all ga pasti itu.”


Finka: “iya juga sih, masak aku harus nunggu all yang ga pasti dan belum tentu dia melamar aku setelah aku selesai sekolah dan masak aku mau nunggu dia sampai dia nikah sama orang lain yang ada aku malah tambah sakit. Bismillah, mudah mudahan pilihan aku kali ini tepat dan membuat aku bahagia walaupun nanti nya harus LDR. Nah, ko mau cerita apa?”

__ADS_1


Adinda: “Nahh gitu dong baru itu besti aku, aku mau cerita tentang bang rizky. Ternyata dia pacarin aku hanya karna ingin cari tahu tentang kawan aku yang nakes aku hanya di jadikan pelantara sama dia. Aku putus sama bang rizky.”


Finka: “HAH! Serius?? Tenang cowo masi banyak mari perbanyak cabangg hahaha. Udah ahh besti aku jangan sedih sedih.”


Mereka pun melanjutkan pembicaraan nya hingga Finka pun tertidur. Keesokan harinya Finka menyiapkan sarapan untuk sahabat baiknya adinda pun melaksanakan shalat subuh dan membereskan tempat tidurnya seperti biasa mereka bagi bagi tugas Finka bagian memasak dll nya.


Setelah selesai sarapan mereka melanjutkan mengerjakan laporan praktek kerja instansi, dan tiba tiba dinda menerima telepon dari bang rizky yang memohon untuk meminta balikan. Namun, Adinda sudah terlanjur sakit hati karena Rizky hanya menjadikan nya pelantara antara kedekatan rizky dan kawannya yang berprofesi sebagai perawat.


Hari senin pun tiba mereka berangkat ke kantor bareng karena adinda bermalam di rumah Finka, untuk menemani Finka tidur karena orang tua Finka akan berangkat ke palangkaraya karena akan melaksanakan acara lamaran abang nya finka yang bernama Reza Fahlevi dan Pasangannya yang bernama Dokter Tiara. Mereka pun melaksanakan tugas nya dengan penuh semangat 45 :v, meskipun mereka berdua hatinya sedang rapuh hancur berkepin keping dan tibalah istirahat siang finka dan adinda pun melaksanakan Shalat Dzuhur di masjid sesampainya di masjid banyak siswa yang melaksanakan shalat dzuhur juga disitulah adinda bertemu dengan pengganti bang Rizky ya, ia bernama Sahar dia laki laki yang tampan bertubuh tinggi dan memiliki kulit berwarna hitam manis, dia baik hati dan setia sepertinya. Laki laki itu pun menghampiri Adinda dan meminta nomor ponsel adinda


Sahar: “dek, boleh minta nomor ponselnya?”


Adinda: “eemm boleh,nih.”


Sambil menyodorkan kertas yang bertuliskan nomor ponselnya


Sahar: “Terimakasih dek.”

__ADS_1


Adinda: “sama sama bang.”


Terlihat bahagia dan malu adinda pun senyum senyum sendiri sambil berjalan untuk mengambil air wudhu. Selesai mereka shalat mereka pun berjalan menuju kantin untuk makan siang, sambil makan siang mereka berbincang tentang cwo yang bernama sahar.


Finka: “Kayaknya lagi ada yang seneng nih.”


Adinda: “hahah iya ihh seneng banget.”


Finka: “Lancar teruss mbakk PDKT nya jangan sampe lolos, pepet teross.”


Adinda: “Haha siap komandan.”


Finka: “Biar pengajuan bareng Hahah bercanda ga mungkin sampe pengajuan aku kyk nya.”


Adinda: “Siapa tahu jodoh sama mas rizal itu, Aamiin.”


Finka: “Aamiin, udah lanjut makan yuk waktunya tinggal 5 menit lagi.”

__ADS_1


Adinda: “Ayo cepat.”


Finka dan Adinda pun memasuki ruangan nya masing masing,dan mereka pulang dengan menaiki kereta api mereka pun berjalan menuju stasiun cimahi untuk membeli tiket ke padalarang. Sesampainya di rumah Finka mereka pun mandi dan istirahat dan menyiapkan makanan untuk makan malam.


__ADS_2