
Di perjalanan Finka dan Rizsa berbincang soal hubungan Finka dengan All mantan kekasihnya.
Rizsa: “Terus sekarang hubungan kamu dengan dia gmna dek?”
Finka: “Ntahlah, aku menganggapnya hubungan ini sudah tidak berlanjut. Tapi dia memaksaku untuk melanjutkan hubungan ini sedangkan aku tidak bisa jika harus di dua kan seperti ini.”
Rizsa: “Hmmm, jadi dia masih ada berharap gtu ya apa gmna?”
Finka: “Bisa bayangin ga sih selama 3tahun ini aku berada di hubungan toxic. Mungkin dia anggap aku masih anak kecil yang bisa dimainin tapi aku ini udah dewasa lah, okelah mungkin usia aku jauh lebih muda daripada dia. Tapi apakah usia menjadi patokan untuk jadi dewasa? Ngga kan belum tentu yang usianya lebih tua fikiran nya dewasa, buktinya dia usianya 22 tapi percaya atau ngga dia gabisa bersikap dewasa dalam menyelesaikan masalah, dia malah kabur kaburan gtu aja kalau aku ngebahas masalah dia sama cewe itu. Seolah dia yang merasa tersakiti sikap dia yang kekanak kanakan selama 3tahun aku tahan, dan sekarang udah saatnya aku keluar dari zona toxic itu.”
Rizsa: “Iya, kamu sudah seharusnya keluar dari hubungan toxic. Hubungan toxic itu hubungan yang beracun kalo kamu terus terusan dikekang atau di stir sama dia kamu gabisa menjadi diri kamu sendiri, selain kamu gabisa jadi diri sendiri mental dan fisik kamu ancur pastinya, Boleh saya kasih saran?menurut saya sebaiknya kamu pelan pelan buka lembaran baru dan menerima orang baru siapapun itu. Jangan terlalu cuek ji sama cowok karena ga semua cowok itu sama cuman kamu belum menemukan yang tepat.”
Finka: “Untuk saat ini aku emang sudah perlahan membuka lembaran baru, tapi untuk menerima orang baru aku belum siap untuk sakit hati lagi mas.”
Setelah Finka menjawab perkataan dari Rizsa semuanya nampak hening di mobil beberapa menit kemudian tibalah mereka di tempat tujuan di rumah Finka, rizsa di sambut dengan baik oleh ibu dan keluarga nya finka termasuk oleh keponakan nya finka yang bernama Shafa yang baru saja berusia 5tahun.
Finka: “Assalamualaikum buk.”
Ibuk: “Waalaikumsalam nak, ehh ada tamu ternyata masuk dek.”
Rizsa: “hehe iya buk, perkenalkan saya kawan nya Finka buk. Nama saya Rizal Saputra.”
Ibuk: “Oalah iya silahkan duduk. Ka Finkaa ayo buatkan minum buat kawannya.”
Finka: “Baik buk.”
Ibuk: “nak Rizal darimana asal?”
Rizsa: “Izin buk, saya berasal dari kota makassar buk.”
Ibuk: “Ohh dari makassar tah, nak Rizal berapa bersaudara?”
Rizsa: “Izin buk, saya 3 bersaudara saya anak ke 2 dari 3 bersaudara.”
__ADS_1
Rizal dan ibuk Finka pun asyik berbincang bincang dan ibuk finka pun memberikan beberapa pertanyaan untuk rizal, kemudian datanglah Finka dengan membawa minuman dan beberapa makanan untuk di suguhkan kepada rizal.
Ibuk: “Ayok nak rizal silahkan di sambil.”
Rizsa: “iya buk, di minum ya buk teh nya.”
Ibuk: “silahkan nak, ibuk lanjut ke dapur dulu ya menyiapkan untuk makan siang kalian. Dilanjut ngobrol nya sama Finka.”
Rizsa: “Ohiya buk silahkan.”
Finka: “tadi ngobrol apa saja sama ibuk ku.”
Rizsa: “Kepoooo.”
Finka: “hisss.”
Kemudian datanglah keponakan Finka yang bernama Shafa dengan menyebut nama All kepada rizal.
Shafa: “Om All.. Kemana aja? Shafa kangen tau.”
Finka: “Shafa sayang.. ini bukan om all, ini oom rizal kawan tante di kantor, ayo salam dulu sama om nya dan perkenalkan diri.”
Shafa: “Halo oom Rizal nama aku Shafa usia aku 5 tahun, oom bukan kawannya tante kan? Om pacarnya tante ya?, tante ko oom rizal baju nya sama kayak om all? Tante om All nanti kesini lagi kan?
Rizsa: “Halo Shafa cantik, Om kawannya tante Finka, Shafa sayang doain ya supaya oom bisa mendapatkan hati nya tante Finka.”
Ujar Rizal yang sambil tertawa kecil dan mata nya menatap ke arah Finka yang wajahnya mulai memerah kembali.
Finka: “Shafa sayang, oom all sedang sibuk. Shafa masuk kamar gih ga baik ada tamu shafa malah ikut ngobrol.”
Shafa: “ooh seperti itu, iya oom shafa doain hehe. Iya tante om shafa kekamar dulu ya.”
Rizal pun membuka pembicaraan nya kepada Finka.
__ADS_1
Rizsa: “Dek, keluarga mu pasti sangat dekat dengan all ya?”
Finka: “ya begitulah, sudah ah malas bahas dia terus. Ayo kita makan siang ibuk aku sudah masak tuh.”
Rizsa: “baiklah, ayok”
Finka,Rizal dan keluarga nya Finka pun melanjutkan makan siang. Setelah selesai makan siang karena waktu sudah menunjukan pukul 4 sore Rizal pun bersiap siap untuk pulang ke baraknya dan ia pun berpamitan kepada keluarga Finka.
Rizsa: “Izin buk, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore saya harus pulang ke satuan buk. Maaf jadi merepotkan terimakasih atas jamuan nya sangat enak enak buk.”
Ibuk: “Oalah iya hati hati di jalan nak, tidak ko tidak merepotkan kami sudah tradisi jika ada tamu masak masak dan makan siang bareng nak. Alhamdulilah jika enak masakan nya, biar finka yang antar ke depan ya nak.”
Rizsa: “Siap izin pamit buk, Assalamualaikum.”
Ibuk: “Waalaikumsalam.”
Finka pun mengantarkan dan memesankan Grabcar untuk Rizal, rizal pun mengucapkan terimakasih kepada finka.
Rizsa: “Dek, terimakasih ya jadi ga enak saya merepotkan keluarga kamu dan kamu.”
Finka: “ga apa apa mas sudah biasa ko, keluarga kami kalau ada tamu ya seperti ini masak masak.”
Tidak lama datanglah mobil berwarna hitam
Grab: “Sesuai dengan titik lokasi aplikasi, dengan mbak Finka?”
Finka: “iya mas betul.”
Rizsa: “Dek, jaga diri baik baik ya. Mas balik dulu nanti minggu depan kita ketemu lagi”
Finka: “iya siap laksankan mas, hati hati ya.”
Rizsa: “Siap. Assalamualaikum”
__ADS_1
Finka: “Waalaikumsalam”