KISAH SANG ANAK PENGUASA

KISAH SANG ANAK PENGUASA
Chapter 1. Kematian


__ADS_3

Seorang siswa yang tampan kira kira berumur 16 tahun, sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju kediamannya. Ia tidak perlu mengunakan kendaraan, karena jarak sekolah dan kediamannya sangatlah dekat.


Ifan. Itulah nama dari siswa tertampan di sekolah yang ada di kota Izu. Bahkan ketampanannya melebihi para artis muda yang ada.


Ia dibesarkan di panti asuhan di kota Izu itu.


Setelah sma, Ifan telah tinggal di kediamannya sendiri meskipun terbilang kecil, namun lumayan untu ia tinggal sendiri.


Dengan penghasilannya kerja paruh waktu pada sebuah restoran, ia bisa membiayai hidupnya dan pendidikannya.


•••


Dalam perjalanan Ifan melewati sebuah gang yang sempit, ia melihat beberapa orang sedang berkumpul, akan tetapi ada yang janggal menurutnya dari perkumpulan orang tersebut.


Karena penasaran Ifan mencoba mengawasi apa yang terjadi di gang itu. Akhirnya ia mengetahui apa yang sedang terjadi. Ternyata, ada beberapa preman yang sedang menggangu seorang wanita.


Wanita itu adalah lin anak dari tetangga Ifan. Lin merupakan kakak kelas Ifan di sekolah.


•••


Di tempat Lin

__ADS_1


"Ayo lah adik kecil, mari bermain sebentar saja bersama paman ini" mohon salah satu pria dari komplotan tersebut dengan wajah memelas, tetapi bagi Lin itu sangatlah menjijikan.


"Brengsek, minggir kalian" ujar Lin, ia sangat emosi karena ulah para preman iyu.


"Hohoho... adik kecil jangan marah marah, nanti cepat tua lho. Dari pada marah, mari ikut paman. Paman jamin kamu akan puas" ucap pria yang tadi dengan tatapan mesum nya.


"********... minggir kalian ! Dasar orang tua tidak tau diri" Teriak Lin. Bukannya menyingkir mereka malah mendekat ke arah wanita itu dan memegang tangannya dengan kasar.


"Apa yang kalian lakukan ? Lepaskan ! Siapapun tolong " teriak Lin. Ia kini sangat ketakutan dengan apa yang beberapa pria ini ingin lakukan.


Para preman itu semakin menekan Lin. mereka mengikat kedua tangan wanita itu dan menutup mulutnya agar tidak berteriak. Lin berusaha meronta, namun apa daya dengan tenaganya yang kecil, bukan masalah bagi para preman.


"Heh hanya seorang pemuda ingusan seperti mu, mengapa kami harus menurut" ucap seorang dari antara para preman.


Awalnya Lin sangat senang mengetahui ada yang akan menolongnya, tetapi kesenangannya pudar seketika ketika melihat penolong nya itu.


Lin dalam keadaan terikat dan mulutnya tertutup berharap Ifan tetangganya tersebut pergi dari tempat itu.


Tanpa aba aba Ifan langsung menyerang seorang preman dengan tinjunya. Alhasil pria tersebut langsung tersungkur di tanah.


"Brengsek kau. Dasar anak tidak tau diri" marah pria yang tersungkur. Pria itu mengambil sesuatu dari sakunya yang ternyata sebuah pisau yang biasa digunakan untu bertarung.ia langsung mengarahkan sebuah tusukan kepada Ifan.

__ADS_1


Jlebb


Karena keterlambatan menghindar, perut Ifan terkena tusukan.


"Aaahhh" teriak Ifan. Ifan langsung tersungkur kesakitan di tanah. Karena tidak puas, pria itu menusuk bagian perut Ifan sekali lagi dan menusuk bagian jantung Ifan. Ifan meronta ronta kesakitan di tanah.


Teman teman dari preman tersebut hanya melihat Ifan yang hampir mati dengan tatapan mencemooh tanpa berfikir untuk menyelamatkan teman mereka yang berbuat kejam itu.


Lin hanya bisa menangis melihat keadaan Ifan yang sangat menyedihkan. Ia menyalahkan dirinya, karena dirinya Ifan menjadi sekarat.


'Apakah ini akhirnya, mengapa hidupku terlalu menyedihkan. Mengapa Tuhan begitu tidak adil' ucap Ifan dalam hatinya.


Seketika pandangan Ifan mengelap yang menandakan ia telah tiada dari dunia ini. Sambil tertawa, pria itu tidak henti hentinya menyerang mayat Ifan.


Tetapi tiba tiba pria itu menghentikan kegiatannya karena mendengar sirine dari mobil petugas keamanan kota. Para preman yang mendengar sirine polisi yang mengarah kepada merekapun langsung berlari kocar kacir karena ketakutan.


Ternyata Ifan telah menelepon pihak keamanan sebelum melancarkan aksinya. Kini Lin terselamatkan dengan satu nyawa yang harus menjadi korban.


•••


Dukung terus KSAP dengan cara mengirimkan Like, Vote, Tip, Rating, Komen, dan share....see you next chapter

__ADS_1


__ADS_2