
Sebuah lapangan nan luas di sertai dengan sebuah gedung besar tiga lantai membuat tempat latihan kota Teratai Biru terlihat megah.
Meskipun kota Teratai Biru hanya sebuah kota menengah, namun dulu kota ini memiliki banyak kultivator yang hebat, sehingga pembangunan tempat latihan terbilang cukup luas.
Bahkan meskipun sudah tidak sejaya dulu, tetapi masih ada beberapa pendekar atau kultivator yang berpengaruh di kekaisaran Matahari Merah, seperti ahli kimia terhebat saat ini di kekaisaran Matahari Merah berasal dari kota Teratai Biru.
Ahli kimia tersebut bernama Olin, ia saat ini merupakan seorang ketua guru untuk jurusan ahli kimia di perguruan Hu.
Sebenarnya kota Teratai Biru merupakan tempat yang memiliki banyak orang berbakat dalam ahli kimia salah satunya nenek Zi, meskipun ia tidak terlalu banyak berlatih namun ia merupakan seorang yang telah menyandang predikat ahli kimia tingkat 1 karena kemampuannya.
Hingga kini meskipun kota Teratai Biru hanya sebuah kota menengah namun kota ini sangat di kenal di kekaisaran Matahari Merah.
Kini Ifan dan Sela telah tiba di lapangan tempat pelatihan selain lapangan yang datar ada pula beberapa arena atau panggung tempat orang latih tanding, maupun sebagai tempat untuk acara turnamen.
Ifan dan Sela langsung masuk kedalam gedung untuk menerima pembelajaran yang akan di berikan oleh seorang pelatih.
Gedung latihan tersebut di buka untuk umum, Tetapi kebanyakan yang menggunakannya hanyalah para kultivator muda.
Lantai satu sebagai tempat pembelajaran teori dan pelatihan petarung. Lantai dua sebagai tempat ahli kimia, meskipun luas namun lantai dua ini hanya di khususkan untuk para ahli kimia maupun orang yang ingin menjadi ahli kimia ataupun yang hanya sekedar melihat lihat. Sedangkan lantai tiga adalah lantai yang umum yang di gunakan untuk keahlian lain seperti tabib, pandai logam dan lain lain.
Saat ini Ifan dan Sela sedang berada di lantai bawah mereka akan siap siap untuk masuk salah satu ruangan untuk mengikuti pembelajaran.
Kini salah satu ruangan pada lantai bawah telah gaduh dan riuh, banyak anak muda yang bercakap cakap, ada yang tertawa, bermain, bahkan ada yang sedang kejar kejaran, dan lain lain.
Ketika Ifan dan Sela masuk bersama dalam satu ruangan tersebut, seketika ruangan menjadi hening. Banyak bisikan bisikan dari para anak muda yang ingin berlatih baik para gadis maupun para pria.
"Sialan mengapa si sampah berjalan bersama dewi"
"Dia pikir dia siapa, beraninya dia berjalan bersama dewi, harusnya itu kan tuan muda dari bangsawan kita"
__ADS_1
"Huh... awas saja nanti kau Ifan"
Meskipun hanya bisikan, akan tetapi Ifan tetap bisa mendengarnya. Dengan mengacuhkan apa yang di katakan orang, Ifan menarik tangan Sela menuju wilayah yang kosong.
Sela yang tangannya di tarik tidak bisa menyembunyikan rasa berbunga bunga di hatinya. Ia menunduk agar wajah merona nya tidak di lihat orang lain ataupun Ifan sendiri.
Banyak orang yang mengira bahwa saat ini Sela sangat malu di tarik oleh si sampah, namun bila mereka mengetahui isi hati Sela sudah pasti para pria akan terbakar api kebencian.
Kini Ifan dan Sela telah sampai pada tempat duduk yang kosong Ifan mengajak Sela duduk di sampingnya. Tanpa penolakan, Sela langsung melakukan apa yang di perintahkan Ifan.
Kini banyak mata ketidaksukaan menuju arah Ifan. Saat itu juga, Beni masuk ke ruangan tersebut. Alangkah kagetnya ketika melihat Ifan yang masih hidup namun ia juga merasa benci pada Ifan karena Ifan duduk bersama orang yang ia dambakan.
Dengan penuh rasa iri dan benci, Beni memilih duduk di bagian yang agak jauh dari Ifan juga Sela. Tentunya untuk menghindari Ifan yang mana dulu ia beri racun.
Ketika kelas masih dalam keadaan riuh karena ulah perbincangan dari para pemuda, tiba tiba ruangan di dominasi oleh aura yang menekan para pemuda maupun pemudi sehinga mereka harus diam.
Tentunya aura itu juga memberikan tekanan pada Ifan dan Sela sehingga mereka sedikit kesusahan bernafas apalagi Ifan. Namun meskipun begitu Ifan tidak pernah kehilangan cara, saat ini pula ia telah menemukan cara.
"Bisa tuan, tentu saja bisa" jawab Bai, seketika Ifan merasa kurang tertekan lagi. Tentunya karena ulah Bai.
Pembimbing yang akan mengajar pagi ini merasa aneh mengapa Ifan tidak tertekan oleh auranya yang menunjukan bahwa ia berada pada master bintang satu.
Padahal saat melihat tingkat kultivasi Ifan sangatlah renda dari pada para kultivator muda yang ada di hadapannya, yakni prajurit bintang 3. Tetapi ia merasa aneh karena ia merasakan aura dari tubuh Ifan bukan miliknya.
"Pak, boleh...kah kamu menarik... auramu kembali... " ucap salah satu pemuda dengan terbata bata. Seketika itu sang pria tua yang kira kira berumur 80an tahun itu menarik auranya kembali.
"Baiklah kalau begitu pembelajaran di mulai" ujarnya. Ia mulai menjelaskan tentang materi kelas saat ini yang tentunya sangat membosankan bagi para kultivator muda, terkecuali seorang pemuda tampan.
Ifan berusaha fokus sebisa mungkin untuk menerima materi yang diberikan, sebab itu bisa menambah wawasannya untuk dunia baru saat ini.
__ADS_1
Setelah kira kira 2 jam akhirnya sang pria sepuh yang merupakan salah satu dari 10 tetua gedung pelatihan, mengakhiri pelajarannya dan menuju kata kata penutup.
" Demikian yang dapat saya ajarkan. Sekedar info, lima bulan kedepan nanti perguruan Hu akan melakukan perekrutan murid di kota Teratai Biru kita ini, tentunya jika kalian ingin mendaftar, kalian harus berusaha sebisa mungkin. Sebab yang di terima hanyalah para jenius...
... Dan Bulan depan akan di adakan turnamen ahli kimia untuk para pemuda jadi bila di antara kalian ada yang berminat ikut, sering seringlah berlatih " ucap sang tetua ke 5, lalu beranjak pergi.
Beni kini akhirnya menemukan cara bagaimana ia bisa merebut hati Sela sekaligus mempermalukan Ifan. Yaitu dengan mengikuti kedua kegiatan besar tersebut. Senyum yang penuh dengan kelicikan kini terukir pada wajah Beni.
Seusai materi, Ifan mengajak Sela jalan jalan dengan mengelilingi gedung prlatihan, setelah itu mereka pun pulang kerumah dengan Ifan mengantar hingga ke depan rumah Sela.
•••
"Nak Ifan sering sering lah mampir, sebab sang putri ini sering kesepian" goda Seia yang saat itu ada tepat di depan rumahnya, sehingga bisa melihat kedatangan Ifan.
"Baik paman, tenang saja" jawab Ifan semangat. Sela yang mendapat perlakuan seperti itu hanya menundukkan kepala nya malu.
Seusai berpamitan, Ifan langsung menuju toko sang nenek, yang mana toko nenek Zi berada di depan kediaman nenek Zi dan Ifan, sehingga untuk menuju ke toko tersebut hanya perlu menyeberang jalan.
Komplek rumah nenek Zi juga dekat dengan pasar sehingga banyak orang yang berlalu lalang di depan toko.
"Nenek aku datang" sapa Ifan. Nenek yang sedang fokus melayani para pembeli, merasa lega sebab akan ada yang membantunya melayani para pembeli.
"Akhirnya kau datang, mari bantu nenekmu ini" ujar nenek Zi. Ifan segera masuk dan membantu nenek Zi dengan semangat.
Memang pembeli di toko obat nenek Zi sangatlah banyak, sebab obat yang di jual nenek Zi sangatlah terpercaya, juga kebaikan dan kejujuran nenek Zi membuat para pembeli di toko obat nenek Zi terkesan puas.
Meskipun kadang pil maupun ramuan yang dibuat oleh nenek Zi merupakan kualitas rendah, tetapi tidak menutup kemungkinan banyaknya pembeli. Sehingga kebutuhannya dan Ifan dapat terpenuhi.
•••
__ADS_1
Dukung terus KSAP dengan cara meninggalkan Like, Vote, Tip, Rating, Comment, dan Share... see you next chapter.