
Dalah sebuah rumah yang tidak tergolong besar maupun kecil, tepatnya pada dapur meja makan, nampan seorang nenek tua renta dengan seorang pemuda tampan bak dewa.
Saat ini mereka sedang melakukan ritual makan, tanpa ada yang bersuara, mereka terus makan. Seusai makan barulah nenek Zi angkat bicara.
"Hari ini kau pergilah jemput nak Sela untuk pergi latihan, siapa tahu kau memiliki peningkatan, nanti seusai latihan baru kau membantu nenek menjaga toko obat kita" ucap nenek Zi.
Nenek Zi meskipun ia hanya tua renta, tetapi ia sebenarnya adalah ahli kimia tingkat satu, sehingga ia memiliki toko obat. Nenek Zi sudah pernah di tawarkan pekerjaan pada rumah seorang bangsawan namun ia menolak.
"Baik, nek" jawab Ifan, Lewat ingatan yang ada, Ifan mengetahui bahwa sebuah perguruan besar di kekaisaran matahari merah akan melakukan perekrutan murid di kota Teratai Biru.
Untuk itulah nenek Zi berharap Ifan mengikuti latihan agar bertambah kuat supaya dapat di terima di perguruan Hu salah satu dari dua perguruan besar di kekaisaran matahari, saingan perguruan Hu yakni perguruan Api Suci.
Setelah beberapa saat, Ifan berpamitan kepada nenek Zi, ia hendak langsung menuju rumah Sela agar bisa pergi bersama.
Di perjalanan menuju rumah Sela tentunya banyak wanita yang mengagumi ketampanan Ifan, namun karena mereka mengetahui kekurangan Ifan membuat mereka menjadi gengsi berdekatan dengan Ifan. Untuk saat ini satu satunya teman Ifan adalah Sela.
Setelah beberapa saat, Ifan sampai ke rumah Sela. Rumah sela ukurannya hanya sebesar rumah nenek Zi, Sela dan ayahnya juga bukanlah orang yang kaya, sebab ayah Sela hanya bekerja sebagai tukang jahit.
Tok... tok... tok...
Suara ketokan Ifan berbunyi cukup keras. Setelah beberapa kali Ifan mengetok pintu, akhirnya ada respon, pintu mulai terbuka dan memperlihatkan wanita yang kecantikannya dapat membuat para dewa akan jatuh cinta.
Mungkin bila kecantikan Sela di ketahui oleh para pangeran, tidak dapat di dipungkiri bahwa Sela akan langsung di jadikan sebagai permaisuri oleh pangeran tersebut.
Namun karena Sela hanya tinggal di kota menengah sehingga kecantikannya terisolasi yang mengetahuinya hanyalah orang orang yang ada di sekitarnya.
Glekkk...
Ifan menelan saliva nya sendiri, sungguh kecantikan yang membuat jantung Ifan memompa dengan cepat, Ifan sadari dan mengakui meskipun ia bukan Ifan lama tetapi ia telah jatuh cinta pada wanita di depannya saat ini.
__ADS_1
Ifan merasakan perasaan yang nyaman saat berada dekat dengan Sela. Tanpa ia sadari sang bocah kecil sudah menegang, sehingga membuat tonjolan di kedua ************ nya.
'Waduh dasar nakal kok kamu bangun, bagaimana kalau dilihat bisa malu aku' batin Ifan memaki bocah kecilnya.
Sela yang dari tadi berdiri di depan Ifan merasa aneh bahkan ia sudah melambaikan tangannya di wajah Ifan tetapi anehnya Ifan tidak bereaksi melainkan hanya seperti patung yang sedang di pajang.
"Ekhem... " Sela berdehem cukup keras ia berharap Ifan akan mendengarkannya. Ifan seketika terbuyar dari lamunan nya.
"A...a...aku ingin mengajakmu latihan bersama" ucap Ifan yang merasa malu dengan tingkahnya sendiri. Wajah Sela langsung memerah, ia sangat senang di ajak pergi latihan bersama oleh orang yang ia sukai.
"B...baik aku akan berpamitan kepada ayah, setelah itu kita pergi bersama" jawab Sela. Tetapi belum sempat masuk seorang pria paruh baya tampan muncul dari balik pintu, ya ia adalah ayah Sela.
"Salam paman Seia " sapa Ifan pada ayah sela. Seia, itulah nama dari ayah seorang dewi yang hanya beberapa saat mampu membuat Ifan jatuh cinta.
"Oh nak Ifan, ada apa ?" tanya ayah Sela. Ia sudah biasa dengan keberadaan Ifan, sebenarnya setelah mengetahui kebaikan Ifan, Seia bahkan rela menikahkan Ifan dengan Sela. Sebab mencari orang yang sebaik Ifan lebih susah dari mencari orang yang berbakat.
"Anu, a... aku ingin mengajak Sela pergi berlatih bersama, apakah boleh ?"ujar Ifan takut takut ia tidak boleh berbuat sembarangan di depan calon ayah mertuanya, begitulah pikirnya.
Wajah Ifan dan Sela seketika memerah karena ulah Seia. Sela yang mendapat izin dari ayahnya merasa senang ia langsung berpamitan pada Seia.
"Ayah aku berangkat" ucap Sela. "Ya hati hati" balas ayah Sela. Ifan dan Sela kini telah berjalan menjauh dari rumah Sela, setelah melihat anaknya dan Ifan pergi, ia langsung masuk kembali ke dalam rumah melanjutkan aktivitasnya.
Kini Ifan dan Sela tengah di perjalanan mereka, memang tempat latihan petarung sangatlah jauh dari rumah Sela. Kira kita membutuhkan waktu 30 menit.
Di tengah perjalanan mereka banyak suara suara yang menyangkut Ifan dan Sela baik itu mengagumi pasangan yang sangat serasi dengan tampan dan kecantikan yang sungguh sempurna menurut mereka.
Akan tetapi banyak juga yang mencemooh Ifan, karena seorang sampah berjalan bersama seorang dewi berbakat di kota Teratai Biru.
"Huh... mengapa si brengsek itu bisa berjalan bersama dewi kita" ucap seseorang.
__ADS_1
"Iya, dia pikir ia layak berjalan bersama dewi kita huh... bahkan dalam jarak 50 meter pun ia tidak layak mendekat pada dewi kita" ujar yang lain.
"iya"
"benar"
"huh"
Banyak hinaan dan perkataan yang kurang baik untuk Ifan, tetapi Ifan tidak mengganggap apa yang mereka katakan bahkan ia tetap berjalan dengan santai.
Sela yang juga mendengar cemoohan itu merasa risih, ia berharap Ifan yang mendengar ucapan ucapan itu tidak menyimpannya dalam hati, supaya Ifan tidak akan menjauhinya.
Kini mereka telah melampaui tempat di mana banyak orang yang mencemooh Ifan. Akhirnya Sela memberanikan diri untuk membuka suara.
"Ifan kau jangan dengarkan apa yang mereka katakan, dan menyimpannya dalam hati, mereka hanyalah orang bodoh yang tidak mengenal kamu dengan baik" kata Sela.
"Tenang saja, hanya perkataan seperti itu tidak akan dapat membuat orang tampan ini merasa rendah diri" ucap Ifan bangga seraya membusungkan sedikit dadanya.
"Iya, lagipula kak Ifan adalah orang yang sangat baik, bagaimana bisa di bandingkan dengan mereka yang hanya tahu mencemoh" ucap Sela semangat.
Ifan yang mendengar Itu merasa terharu, ia tidak menyangka bahwa akan ada orang yang akan sangat menyayanginya dan mau berteman dengannya yang hanya seorang sampah, ia berjanji akan melindungi Sela bila ia sudah menjadi kuat dan bahkan ingin menjadikannya sebagai pendampingnya.
Tidak terasa kini kedua orang tersebut telah sampai di tujuan mereka, yakni tempat pelatihan kota Teratai Biru.
Sebuah gedung besar dengan tiga lantai serta lapangan yang cukup luas, menambah kemegahan tempat latihan kota Teratai Biru.
"Ayo kak Ifan kita masuk !!!" ajak Sela semangat, kini mereka menuju gerbang untuk masuk ke dalam area pelatihan tersebut.
•••
__ADS_1
Dukung terus KSAP dengan cara meninggalkan Like, Vote, Tip, Rating, Comment, dan Share... see you next chapter.