
Dalam sebuah kamar, nampak seorang pemuda tampan sedang terbaring di sebuah ranjang. Wajahnya terlihat pucat mengambarkan tidak adanya tanda tanda kehidupan.
Pada samping ranjang, seorang nenek tua renta, gadis yang sangat cantik terlihat seumur dengan pemuda yang sedang berbaring di ranjang, dan juga nampak seorang pria paruh baya.
Mereka meratapi pemuda yang berada di depan mereka yang kini tinggalah sebuah tubuh tanpa jiwa.
"Huhuhu... Mengapa kau pergi terlalu cepat hiks... hiks... Siapa yang akan menemaniku nanti bila kau tiada huhuhu..." ucap nenek renta tersebut.
"Ia kak Ifan mengapa kau meninggalkan kami hiks... hiks..." ucap sang gadis dengan air mata yang terus mengalir bahkan tidak terlihat tanda tanda akan reda.
Tanpa mereka sadari tubuh yang sedang terbaring tersebut bercahaya sesaat, jiwa Ifan yang memasuki portal kini telah berpindah pada tubuh baru.
Tubuh baru tersebut tiada beda dengan tubuh Ifan sebelumnya hanya saja sedikit lebih kurus. Kini wajah yang memucat kembali cerah yang menunjukan adanya kehidupan.
Jiwa Ifan kini telah sepenuhnya masuk ke dalam tubuh Ifan lama dan ia juga telah mewarisi beberapa ingatan tentang Ifan yang telah menuju alam baka.
Ifan yang sebelumnya adalah seorang yang sampah perkembangan kultivasinya sangat begitu lambat bahkan terlalu lambat. Karen di usia nya yang ke 16 tahun ia baru mencapai tingkat prajurit bintang 3 yang seharusnya seorang kultivator seusianya sudah berada pada tingkat prajurit bintang 8 atau 9, bukankah itu terlalu sampah.
Kematian Ifan lama di sebabkan oleh salah satu musuhnya yang telah menjadi musuh sejak mereka kecil, ia bernama Beni. Beni sangatlah iri kepada Ifan karena seorang gadis yang cantik selalu bersamanya padahal ia hanyalah seorang sampah belaka.
Teman yang lebih tepatnya telah menjadi musuh tersebut, membunuh Ifan dengan cara memerintahkan ahli kimia keluarga mereka untuk membuatkan racun yang akan di berikan kepada Ifan lebih tepatnya untuk meracuninya.
Saat Ifan sedang berjalan di gang sempit, Beni berinisiatif untuk menangkapnya. Karena Ifan yang lemah tidak bisa melawan terpaksa menerima racun yang diberikan Beni yang menyebabkan tubuhnya kaku dan pucat hingga saat jiwa Ifan yang baru memasukinya.
•••
"Hikss... hiks... kak Ifan huhuhu" sedu sang gadis. "Sudahlah Sela !! meskipun kau menangis Ifan tidak akan hidup kembali" ucap ayah Sela.
__ADS_1
Gadis tersebut bernama Sela, ia merupakan teman dari Ifan. Mereka berdua telah saling menyukai namun masih belum mengutarakan Isi hati masing masing.
"Iya nak Sela sudahlah, nenek juga sudah merelakannya" ucap nenek Zi. Nenek Zi merupakan orang yang merawat Ifan, ia menemukan Ifan di pintu rumahnya dan terdapat catatan untuk merawat Ifan. Sejak itulah nenek Zi menjadi pengasuh sekaligus nenek Ifan
"Emh..." terdengar suara seperti orang sedang bangun tidur dari tubuh yang sedang berbaring di ranjang, sontak ketiga manusia yang ada di samping Ifan langsung menoleh ke arahnya.
Ifan berusaha untuk duduk, penyakit dan racun yang di alami tubuh Ifan kini telah sembuh setelah di masuki jiwa Ifan baru, tubuh itu seperti terlahir kembali.
Sela, ayah Sela, Nenek Zi yang melihat Ifan terbangun dari kematiannya sangat kaget, namun dalam kekagetan itu di dibarengi dengan rasa sukacita yang tak lagi bisa terbendung.
Sela langsung bergerak ke arah Ifan dan memeluknya, Ifan yang di perlakukan seperti itu kaget namun ia senang sebab yang memeluknya adalah seorang gadis cantik namun tampak jelek karena habis menangisi Ifan.
"Hiks hiks kak Ifan akhirnya kau sadar, hiks aku mengira kau telah mati" ucap Sela, Ifan membalas pelukan Sela dan mengelus pelan punggung nya.
"Sudahlah aku sudah sadar tidak ada yang perlu di tangisi lagi" hibur Ifan untuk Sela. Sela yang mendengarkan hiburan Ifan pun akhirnya berhenti menangis.
"Ehem... ehekm " deheman ayah Sela membuyarkan kemesraan kedua makhluk yang sedang berpelukan. Sontak Sela langsung melepaskan pelukannya dari Ifan.
"Nak bagaimana bisa ? padahal tadi tabib mengatakan kau sudah meningal ?" ucap nenek Zi tidak percaya.
"Sudahlah Nenek Zi mungkin Ifan di berikan anugrah dari dewa karena kebaikannya" ucap ayah Sela.
"Nenek Zi, ayah sudahlah !! lebih baik kitam meninggalkan kak Ifan untuk beristirahat dulu" kata Sela. Kedua orangtua itu hanya mengangguk.
"Ifan istirahatlah dulu kami akan keluar dari sini" pinta nenek Zi pada Ifan yang di angguki oleh ayah dan anak di samping nenek Zi.
"Baik nenek aku akan Istirahat" ucap Ifan patuh, lalu ia berbaring di ranjang. Ketiga orang itu pun keluar dari kamar.
__ADS_1
Ketika Ifan merasa ketiga orang itu telah pergi dari kamar, Ia langsung duduk di kasur ranjang dengan pikiran yang kosong sebab saat ini dia masih belum tahu harus berbuat apa.
Ifan duduk sambil menelusuri kenangan milik Ifan sebelumnya dan kini ia bisa lebih mengetahui tentang kisah hidup Ifan yang sebelumnya serta keberadaannya saat ini.
Saat ini Ifan berada di alam bawah, di benuah matahari, kekaisaran matahari merah, tepatnya di salah satu kota menengah di kekaisaran matahari merah itu yakni kota Teratai Biru yang konon asal muasal kota itu terbentuk adanya pendekar wanita yang di beri julukan Teratai Biru.
Ifan juga kini mengetahui bahwa nenek Zi lah yang selama ini merawat Ifan dari kecil hingga dewasa.
Ifan juga kini tahu siapa gadis cantik itu, ternyata gadis yang bernama Sela itu adalah satu satunya teman yang ingin berteman dengannya dengan tulus padanya dan pria paruh baya itu adalah ayah dari Sela.
Sela dapat berteman dengan Ifan adalah karena Ifan satu satunya orang yang mau menolong saat ayah sela dalam keadaan sekarat, saat itu sela dan ayahnya baru sampai dan menetap di kota Teratai biru.
Ia juga tahu bahwa Ifan lama sangat menyukai Sela namun ia tidak berani mengutarakan isi hatinya karena ia sangat malu dengan keadaanya yang hanya seorang sampah ia takut bahwa Sela tidak akan menerima kekurangannya.
Sebenarnya Ifan juga telah dapat mengambil kesimpulan bahwa Sela juga telah menyukai Ifan sejak Ifan ingin membantu ayahnya sejak itu Sela sangat mengagumi sekaligus menyukai Ifan, namun sama seperti Ifan lama yang tidak memiliki keberanian untu mengutarakan isi hatinya.
Kini Ifan sedang terfokus lagi tentang kematian Ifan lama yang di sebabkan oleh Beni, ia sangat geram, bagaiman tidak ? saat itu Beni memaksa Ifan dengan kejam agar Ifan meminum racun tersebut.
Saat Ifan telah meminum racun itu barulah datang Sela. Sela yang melihat Ifan tertidur kaku di lantai sangatlah murka, namun apa daya Sela tidak mengetahui pelaku yang mencelakakan Ifan.
Ifan berjanji bila nanti ia akan membalaskan dendam Ifan yang lama kepada Beni dengan balasan yang setimpal. Ia tidak ingin beni hanya mendapatkan balasan yang biasa biasa saja.
Karena saat Ini Ifan belum tahu harus berbuat apa akhirnya ia memilih untuk beristirahat untuk menenangkan pikirannya yang campur aduk nanti ia habis beristirahat barulah ia memikirkan apa yang harus ia lakukan.
Ifan merebahkan dirinya di kasur, meskipun kurang empuk dan lembut namun bagi Ifan kasur itu sudah termasuk nyaman. Hanya butuh beberapa saat Ifan langsung menuju alam dimensi mimpi miliknya.
•••
__ADS_1
Dukung terus KSAP dengan cara meninggalkan Like, Vote, Tip, Rating, Comment, Share... see you next chapter.