KISAH SANG ANAK PENGUASA

KISAH SANG ANAK PENGUASA
Chapter 6. Dunia Jiwa


__ADS_3

Setelah cahaya matahari mulai memudar, kini telah menunjukan bahwa hari sudah sore, namun belum ada tanda tanda bangunnya Ifan.


Nenek Zi yang telah usai memasak makan malam akhirnya berinisiatif untuk membangunkan Ifan agar Ifan segera mandi dan mengisi tenaganya lagi dengan makan.


"Ifan... Ifan... " Panggil nenek Zi di depan kamar Ifan. Ia sedikit meninggikan suaranya karena yang dipanggil lambat menjawab panggilan darinya.


"Ya nek ?" jawab Ifan. Akhirnya Ifan terbangun juga dari tidurnya yang nyaman karena ulah nenek Zi yang memanggilnya.


"Saatnya kau mandi, dan makan malam telah tersedia. Nenek akan menunggu mu di meja makan" ucap nenek Zi. "Baik nek" jawab Ifan.


Ifan langsung mematuhi apa yang di perintahkan nenek Zi, ia turun dari ranjang, dan berjalan mengarah ke kamar.


Seusai mandi Ifan langsung menuju ke arah meja makan yang terletak di dapur. Ia segera duduk di kursi yang di sediakan, dan matanya berbinar saat melihat makanan yang telah tersedia.


"Wah... makanan ini tampak lezat nek" puji Ifan, nenek Zi yang mendapat pujian hanya terkekeh dan memerintahkan Ifan untuk makan. "Selamat makan" ucap Ifan langsung menyantap makanan di meja yang menurutnya cukup enak.


Seusai makan Ifan berpamitan kepada nenek Zi menuju kamar untuk mengistirahatkan kembali tubuhnya. Nenek Zi yang mendengar itu hanya mengizinkan Ifan karena ia tahu pasti Ifan masih merasa kurang sehat.


Sampai di kamar Ifan langsung naik ke atas ranjang untuk memikirkan apa yang akan ia perbuat. Akhirnya ia memutuskan bahwa ia akan memasuki dunia jiwa yang merupakan hadiah dari ayahnya, ia juga ingin melihat hadiah lain apa yang di berikan oleh kedua orang tuanya.


Ifan duduk di ranjang dengan gaya duduk seperti orang yang sedang bermeditasi, ia memfokuskan dirinya untuk masuk ke dalam dunia jiwa.


Swoosss


Ketika Ifan membuka mata ia sangat terpukau dengan pemandangan di depannya, Saat ini ia merasa sedang berada di sebuah pulau padang rumput. Perasaan yang nyaman dan sejuk dapat ia rasakan.


Hanya dataran padang rumput yang luas, tidak ada yang lain selai padang rumput dan sebuah pondok kayu kecil yang terlihat begitu indah.


Karena tidak ada lagi yang akan ia perbuat di padang rumput tersebut, akhirnya Ifan memutuskan untuk langsung ke pondok kayu yang telah di bangun kedua orang tua nya, ia yakin hadiah yang di berikan ayah dan ibunya terletak pada pondok itu.

__ADS_1


Ifan membuka sebuah pintu kecil dari pondok kayu tersebut, Ifan dapat melihat ada beberapa barang yang terletak dalam pondok tersebut. Yaitu tiga telur yang terletak di sebelah kanan, pada bagian kanan pondok itu pula terdapat empat buah buku, sebuah pedang berwarna merah, tombak berwarna merah pula, sebuah tungku, dan sebuah kotak cincin.


Sedangkan pada bagian tengah ruangan terlihat sebuah telur, sebuah belati, dan sebuah buku. Terakhir pada bagian kiri terdapat sebuah panah terbuat dari berlian yang indah, sebuah cincin dan satu buah buku.


"Hahaha... Ternyata mereka mengetahui keinginanku yang ingin mendapatkan banyak hadiah " Ifan sangat senang pasalnya banyak sekali hadiah yang saat ini ada dalam pondok tersebut. Terutama saat ia melihat tungku, pedang, dan tombak yang ia lihat.


Meskipun ia tidak perlu lagi mengunakan tungku namun ia ingin memamerkan pada orang lain bahwa ia memiliki sebuah tungku yang bagus. Berbeda dengan tungku yang hanya untuk pamer, Ifan sangat senang melihat pedang dan tombak sebab kehidupannya di bumi ia sangatlah suka berlatih tarung menggunakan kedua benda tersebut.


Ifan berjalan kearah kanan pondok setelah dekat dengan barang yang ada di sana, tiba tiba sebuah layar hologram biru muncul di udara yang memperlihatkan wajah ayah Ifan.


"Nak, disini ada tiga telur, jika kau ingin. menetas kan ketiga telur itu kau harus meneteskan darah mu pada telur telur tersebut, setelah itu mereka akan menjadi hewan ajaib kontrakmu.


Disini ada beberapa kitab, kau pelajarilah karena kitab ini berisi banyak manfaat bagimu. Bila kau ingin menggunakan kedua senjata itu, sama halnya seperti ketiga telur, kau harus meneteskan darah mu juga.


Meskipun kau tidak lagi menggunakan tungku, namun aku tetap ingin memberikan kau tungku mungkin bisa berguna nantinya. Ada cincin ruang tingkat Dewa pada kotak tersebut, di dalamnya ada beberapa tumbuhan obat yang mungkin bisa berguna bagimu yang merupakan seorang tabib dan ahli kimia.


Hanya itu nak yang dapat ayah sampaikan semoga barang yang ayah dan ibumu ini berikan bisa bermanfaat, selamat bersenang senang" ucap ayah Ifan dari layar hologram biru tersebut. Setelah itu layar hologram langsung menghilang.


Ifan melukai salah satu jarinya, seketika darah berwarna emas keluar dari jari tersebut. Ifan sempat kaget saat melihat darahnya yang berwarna emas, namun akhirnya ia berspekulasi bahwa darah tersebut berwarna emas ada pengaruhnya karena ia anak dari orang tuanya yang merupakan sesuatu yang memiliki esensi tertinggi.


Ifan menembakkan langsung dua tetes darah kearah yang berbeda satu pada pedang satunya lagi pada tombak. Tiba tiba cahaya keluar dari kedua senjata tersebut, lalu kedua benda itu menjadi sebuah bola cahaya yang terbang kearah kedua telapak tangan Ifan.


Setelah cahaya dari telapak tangannya meredup, Ifan dapat melihat kedua telapak tangan memiliki tato baru, pada telapak tangan kanan terlihat tato naga dan pedang sedangkan pada bagian kiri terlihat tato tombak.


Sebuah pengetahuan tentang cara mengeluarkan pedang dan tobak yang ia miliki tiba tiba terlintas di benaknya, jika ingin mengeluarkan senjata tersebut, maka ia harus memfokuskan diri untuk mengeluarkan pedang dan tombak dari kedua telapak tangannya. Ifan mencoba melakukan sesuai apa yang di beritahu, ia memfokuskan dirinya pada kedua telapak tangan.


Swoosss...


Seketika sebuah pedang berwarna merah sepanjang 1 meter muncul di tangan kanannya sedangkan sebuah tombak berwarna merah pula dengan panjang 2 meter muncul di tangan kirinya, kini Ifan lebih mengerti caranya.

__ADS_1


Setelah puas dengan kedua senjatanya, Ifan beralih kepada empat kitab di depannya. Belum sempat untuk Ifan menyentuh salah satu kitab, tiba tiba keempat kitab tersebut bercahaya dan berubah menjadi bola cahaya, serupa dengan cahaya pedang dan tombak, keempat kitab tersebut melayang kearah Ifan bedanya kedua senjata mengarah ke telapak tangan sedangkan keempat bola cahaya terbang kearah kening Ifan dan masuk ke dalam menuju otak.


Ifan mendapatkan pengetahuan dari keempat kitab tersebut yang semuanya merupakan kitab yang memiliki tingkatan pencipta.


Pertama kitab keabadian ingatan. Sehingga bagi yang menggunakan teknik ini akan langsung bisa mengingat apa yang ia dengar, lihat, dan baca. Bahkan tidak akan hilang dari ingatan pengguna teknik.


Kedua kitab kecepatan pemahaman, kitab ini membuat yang memakai teknik dari kitab ini akan mudah memahami jurus ataupun pelatihan yang ia sedang latih sehingga membuat pemakai teknik lebih cepat berkembang.


Ketiga kitab jurus pedang dan tombak dewa neraka. Sesuai namanya, kitab ini berisi tentang jurus jurus. Kitab ini berisi tentang 'jurus pedang dan tombak neraka' yang memiliki lima tingkat yaitu



Tebasan neraka


Terjangan tombak neraka


Kemarahan pedang neraka


Tusukan tombak neraka


Gerakan kombinasi neraka



Keempat kitab tubuh dewa, kitab ini berisi pelatihan yang membuat tubuh yang melati jurus ini memiliki fisik yang lebih kuat dari orang yang memiliki tingkat kultivasi sama dengan pemilik teknik.


Setelah itu Ifan mengambil cincin ruang tingkat dewa yang di berikan ayahnya dan langsung meneteskan darahnya, Ifan memakai cincin yang agak lebih besar dari jarinya. Semula cincin yang terlalu besar bagi jari Ifan kini menyesuaikan diri dengan jari pemakaiannya.


Ifan sangat senang pasalnya ia telah melihat isi dari cincin yang di dalamnya berisikan tanaman obat yang berada pada tingkatan tanaman legenda.

__ADS_1


•••


Dukung terus KSAP dengan cara meninggalkan Like, Vote, Tip, Rating, Comment, dan Share... see you next chapter


__ADS_2