
Pada sebuah padang rumput yang luas, nampak sebuah keluarga kecil sedang berbincang. Terlihat canda tawa dari keluarga tersebut, keharmonisan yang sejati.
Mereka terus berbincang bincang hingga waktu yang lama, hingga menurut ayah Ifan sudah saatnya ia untuk pergi ke dunia kultivator dan mencari pengalaman.
"Nak, sepertinya sudah saatnya kau untuk pergi ke dunia kultivator untuk mencari pengalaman dan membasmi kejahatan juga membantu yang membutuhkan". Ucap ayah Ifan kepada anaknya yang nampak berbincang dengan ibunya.
"Ayah, bukankah ini terlalu cepat aku masih ingin bersama ibu beberapa waktu lagi" ucap Ifan dengan wajah memelas.
"Tidak nak, ini sudah saatnya. Semakin lama kita bersama semakin susah berpisah, bukan hanya kau tetapi ibu juga nak" kini bukan hanya ayah Ifan tetapi ibunya juga memberikan masukan.
"Baiklah" ucap Ifan pasrah, ia tidak menyangka akan bertemu dengan kedua orang tuanya namun tidak menyangka pertemuannya hanya begitu singkat.
"Hahaha... itu baru anakku. Ayah hanya berpesan bahwa tingkat kultivasi yang dimilikimu saat ini tidak akan terbawa ke dunia baru, melainkan hanya ingatan ingatan mu tentang jurus yang kau latih akan masih ada, juga ilmu tentang pengobatan, namun sayangnya kau tidak bisa menggunakan jurus penyembuhan milikmu karena tingkat kultivasimu akan sesuai dengan kemampuan Ifan sementara yang sudah ada lebih dulu di dunia itu...
...Begitu pula dengan kemampuan ahli kimia yang telah kau capai akan kau mulai dari awal, namun ingat kau masih memiliki ingatan sebagai ahli kimia tingkat dewa dan juga api yin yang akan selalu bersama jiwamu. Intinya kau harus memulai dari awal" ucap ayah Ifan menerangkan panjang lebar.
"Baik ayah aku mengerti, hanya hal sepele seperti itu tidak perlu di cemaskan " ucap Ifan santai, ia tidak menganggap hal hal yang dikatakan ayahnya.
"Ingat nak di sana berbeda dengan di sini, nanti kau akan membutuhkan waktu yang lama untuk bertambah kuat, di sana energi langit dan bumi tidaklah begitu kuat, jadi seseorang akan membutuhkan waktu yang lama untu menjadi kuat" jelas ayahnya
"Apa sesulit itu ? " ucap Ifan, jujur ia kaget dengan perkataan ayahnya, sebenarnya kekuatan yang sekarang di miliki Ifan hanyalah hasil instan yang di berikan oleh ayahnya, jadi bukan benar benar latihannya. Tetapi bukan berarti ia tidak memiliki kemampuan tentang berkultivasi bahkan ia sangatlah hebat.
"Hohoho... tenang saja sebelum kau pergi ayah akan memberikan dirimu hadih yang mungkin berguna" ucap ayah Ifan diikuti kekehan kecil ketika melihat ekspresi anaknya yang kaget.
"Benarkah !!" mata Ifan berbinar mendengar ucapan ayahnya. Sebab ia tahu benar pemberian ayahnya tidak ada yang sederhana atau biasa biasa saja.
__ADS_1
Ayah Ifan mengangguk lalu ia menyentuh tangan kanan Ifan, lalu mengarahkan telapak tangannya kearah telapak tangan Ifan lalu seketika cahaya biru muda keluar dari telapak tangan Ifan dan ayahnya.
Setelah cahaya meredup ayah Ifan menyingkirkan tangannya dari tangan Ifan. Ifan melihat di telapak tangannya terdapat gambar naga berwarna biru yang terlihat keren. Ifan yang tidak mengerti hadiah apa yang di berikan ayahnya pun bertanya.
"Ayah, apa kegunaan dari gambar ini ?" Tanya Ifan, sungguh ia tidak memahami sama sekali maksu dari gambar yang ada di telapak tangannya.
"Nak, itu adalah akses untuk menuju dunia jiwa milik mu, di dunia jiwa itu juga terdapat hadiah lainnya dari aku dan ibumu" jawab ayah Ifan.
"Dunia jiwa ? dan bagaimana agar aku bisa pergi ke dunia jiwa itu ?" tanya ifan lagi, ia masih belum mengerti.
"Dunia jiwa adalah sebuah dunia yang tercipta pada dantian seseorang apabila ia telah mencapai tingkat dewa, namun tidak juga semua orang memilikinya meskipun ia telah mencapai tingkat itu...
...Untu pergi ke dunia jiwa kau tinggal memfokuskan dirimu untuk berada di dunia jiwa milikmu, meskipun kau merasa tubuhmu ada di dunia jiwa, sebenarnya dirimu yang sesuguhnya ada di dunia luar...
...Kau juga bisa memasukan apa yang kau inginkan bahkan makhluk yang bernyawa dengan memikirkannya untu masuk dan apabila ada yang ingin masuk dan keluar kau harus mengizinkannya" jelas ayah Ifan panjang lebar.
"Nak, sekaranglah saatnya kau pergi, kau harus mengingat pesan ayah tadi" ucap ayah Ifan.
"Baik ayah" ucap Ifan. Ifan langsung berjalan kearah ibunya sebab ia berfikir pasti akan lama untuk bertemu kembali. Ifan memeluk ibunya dengan erat, pelan pelan air mata ifan mengalir dari matanya membasahi wajahnya yang tampan.
Setelah usai ia juga berpindah memeluk ayahnya. setelah usai berpelukan Ifan mundur beberapa langkah ke belakang.
"Ifan ingat apa yang di katakan ayah tadi !!" ayah Ifan mengingatkan pada anak semata wayangnya. " Satu lagi ayah tidak melarang kamu untuk membunuh bila itu memang di perlukan" sambung nya lagi.
"Baik ayah Ifan akan selalu mengingat pesan dari ayah" ucap Ifan.
__ADS_1
"Ibu hanya berpesan kepadamu tumbuh lah menjadi orang yang baik menjunjung tinggi kebenaran, berhati hatilah dalam petualanganmu kali ini dan jangan lupa membawa menantu dan cucu cucu ibu, jangan seperti di kehidupan sebelumnya yang mana dirimu hanya seorang jomlo" ucap ibu Ifan mengodanya, dengan senyumnya yang pasti bisa memikat semua kaum pria.
Jlebbb...
Hati Ifan bagai tertusuk pisau yang tajam pasalnya di kehidupan nya di bumi ia belum terlalu fokus pada studinya sehingga ia tidak terlalu memikirkan tentang wanita dan cinta.
Wajah Ifan seketika merona, karena ucapan ibunya.
"Ibu jangan menggoda ku !!" keluhnya. " Baiklah Baiklah ibu tidak akan menggoda mu lagi" jawab ibu Ifan.
"Baiklah sekarang saatnya" ucap ayah Ifan. Seketika sebuah portal tercipta di belakang Ifan. Ifan pun berbalik mengarah ke arah portal itu.
"Pergilah nak, kau akan bisa bertemu dengan kami lagi nanti ketika kau telah menjadi penguasa di sana" ucap ayah Ifan.
"Iya nak pergilah, jangan lupa menantu dan cucu cucu ibu" ucap ibu Ifan menggodanya lagi.
"Ibuu.." kata Ifan sedikit meninggikan suaranya. "Baiklah baiklah pergi sana" usir ibunya. Ifan melangkah kearah portal
"Ayah, ibu aku pergi" pamit Ifan kepada kedua orangtuanya yang di balas dengan anggukkan oleh kedua orangtuanya.
Ifan berjalan masuk ke dalam portal dan seketika cahaya menyinari daerah itu bersamaan dengan hilangnya tubuh Ifan. Lalu portal tersebut hilang entah ke mana.
"Selamat bersenang senang anakku " ucap ayah Ifan. Lalu pasangan yang sempurna Itu menghilang juga entah ke mana.
•••
__ADS_1
Dukung terus KSAP dengan cara meninggalkan Like, Vote, Tip, Rating, Comment, dan Share... see you next chapter