
Perlahan lahan tapi pasti sebuah jiwa membuka matanya, jiwa itu tidak lain adalah Ifan. Ifan melihat sekeliling, namun tidak ada apapun selain hamparan padang rumput yang ber mil mil jauhnya, bahkan mungkin padang rumput tersebut tidak memiliki akhir.
Ifan juga merasakan sejuk nya udara yang ada di tempat itu sangat menyejukkan dan menenangkan hatinya. Namun ada satu yang mengganjal di pikirannya, pertanyaan pertanyaan yang mungkin susah di jelaskan dirinya sendiri.
'Dimana ini ? Apakah ini surga ? Apakah surga hanya aku seorang yang tinggalin ?' Banyak pertanyaan yang timbul di benak Ifan.
"Ifan !!" Tiba tiba dari arah belakang jiwa Ifan ada suara seperti seorang pria. Spontan Ifan pun langsung membalikkan jiwanya ke arah belakang.
Ifan melihat seorang pria yang mirip dirinya, lebih tepatnya Ifan versi dewasa. Dengan kesempurnaan yang tidak bisa di utarakan, ketampanan yang tidak bisa di nilai, sunggu inikah kesempurnaan. Pria itu berbeda dengan Ifan yang hanya sebuah jiwa. Melainkan ia memiliki tubuh.
"Salam tuan apakah anda seorang dewa ? dan di mana kita saat ini berada ?" Ifan memberi salam seraya menanyakan pertanyaan yang selama ini mengganjal di pikirannya.
Bukannya menjawab, pria itu malah tersenyum tipis. Ia mengibaskan tangannya dan seketika terjadi hal yang ajaib.
__ADS_1
Ifan yang semula hanya sebuah jiwa, kini Ifan telah memiliki tubuhnya kembali. Ifan menatap kagum kepada pria di depannya, ia yakin bahwa pria itu adalah seorang dewa. Setelah beberapa saat hanya keheningan yang terjadi di antara mereka berdua.
"Tuan apakah anda bisa menjawab pertanyaan saya yang tadi ?" tanya Ifan dengan ragu ragu, ia takut pria di depannya akan marah.
"Hohoho.... maaf nak, pria ini sudah sedikit pikun" ucap pria tesebut dengan kekehan kecil. "Aku bukan hanya dewa. Aku adalah pemilik kedudukan tertinggi di dunia ini dan untuk tempat kita berada saat ini merupakan dunia yang kuciptakan" lanjut nya.
Seketika Ifan bersujud di hadapan pria yang ada di depannya. "tuhan maaf hamba tidak mengenal anda" ucap Ifan.
"Bangunlah nak !! Meskipun aku adalah tuhan tetapi seorang anak tidak perlu seperti ini pada ayahnya" ucap pria tersebut yang tidak lain ternyata adalah seorang yang dirindukan Ifan.
"A apa kah k kau benar be benar ayah ku ?" tanya Ifan memastikan apa yang diucapkan pria di depannya sesuai dengan apa yang ia dengar.
"Benar nak, aku adalah ayahmu" ucap pria itu membenarkan yang di ucapkan Ifan. Ifan yang mendengar perkataan pria itu merasa bahagia bahkan tanpa sadar air matanya menetes. "Ayah" ucap Ifan lirih. "yah ?" ucap ayah Ifan. "Apakah Ifan boleh memeluk ayah" ucap Ifan.
__ADS_1
"Tentu saja nak, tentu saja boleh" ucap ayah Ifan. Ifan berdiri lalu ia memeluk pria yang ada di hadapannya yang tidak lain adalah ayahnya.
Selepas kejadian pertemuan ayah dan anak tersebut, Ifan dan ayahnya berbincang cukup lama. Kini Ifan telah mengetahui tujuan ayahnya mengirimnya ke dunia yang penuh dengan tantangan. Mereka berdua terus berbincang hingga Ifan menanyakan tentang ibunya.
"Ayah di mana ibuku ?" tanya Ifan, tentunya bukan hanya sesosok ayah yang di rindukan, tetapi juga sosok ibu yang akan selalu menyayangi anaknya juga selalu di rindukan oleh Ifan.
"Oh yah, apa kau ingin bertemu ibumu ? kalau kau ingin bertemu ibumu kau harus melakukan sesuatu" ucap ayah Ifan. "Apa itu ayah ?" Ifan tentu ingin bertemu ibunya jadi ia langsung menanyakan apa yang harus ia lakukan.
"Hohoho... kau sangat bersemangat. Jadi begini, ayah akan mengirim kan mu ke dunia yang di sebut dunia kultivator. Pasti kau tahu apa itu kultivator, karena setauku kau sangat suka membaca novel fantasi. Sebelum ku kirim ke sana kau akan berlatih beberapa waktu di sini, lalu sebelum kau pergi ayah akan mempertemukan kau dengan ibumu yang cantik" ucap ayah Ifan panjang lebar.
"Baik ayah aku mengerti, aku junga sangat ingin ke dunia yang seperti itu. Kapan kita mulai latihannya ayah ?" tanya ifan penuh semangat.
"Baiklah kita mulai sekarang" ayah Ifan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Ifan, seketika pengetahuan tentang kultivasi dan lain lain ada dalam pikirannya.
__ADS_1
•••
Dukung terus KSAP dengan cara meninggalkan Like, Vote, Tip, Rating, Comment, dan Share..... see you next chapter.