
Setelah usai melakukan banyak hal di bagian kanan pondok, Ifan berinisiatif untuk melihat barang barang lain.
Ifan sedikit terkejut pasalnya di bagian kiri dan tengah ruangan pondok, hadiah yang ada bukanlah miliknya melainkan untuk keluarganya. Sebelah kiri untuk kekasihnya, dan untuk bagian tengah yaitu untuk anaknya nanti, Ifan tahu pasti ini ulah ibunya.
Karena tidak ada yang perlu lagi di lakukan di dalam dunia jiwa, Ifan memutuskan untuk keluar, namun ketika hendak keluar, Ifan teringat akan tiga telur yang akan menjadi hewan kontraknya.
Alhasil, Ifan kembali ke dalam pondok dan mengambil tiga telur lalu di bawah keluar pondok. Ifan meletakkan ketiga telur itu di atas rumput.
Ifan tidak melafalkan mantra untuk menjalin hubungan kontrak dengan ketiga telur hewan ajaib sebab itu merupakan pemberian ayahnya sehingga ucapan mantra tidak di perlukan.
Ifan melukai jari telunjuknya, sama seperti sebelumnya, darah emas keluar dari jarinya. Ifan langsung menembakan tiga tetes darah pada tiga telur secara bersamaan.
Ketiga telur dan Ifan tiba tiba mengeluarkan cahaya, sama seperti menjalin kontrak dengan hewan ajaib pada umumnya.
Ketika cahaya meredup Ifan dapat melihat tiga anak tampan berusia kira kira 10 tahun. Tentunya Ifan kaget, bukannya hewan ajaib yang muncul melainkan tiga anak yang memiliki tampan bak dewa.
Meskipun mereka tampan, Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ketampanan mereka tidak dapat melebihi Ifan meskipun ia agak kurus karen pemilik tubuh sebelumnya yang memang tidak terlalu berotot.
"Salam tuan !!" ucap ketiga anak di hadapan Ifan sambil membungkuk hormat dengan tangan tertelungkup.
"Baik aku terima salam kalian, tapi... mengapa kalian manusia bukan hewan ajaib ?" tanya Ifan. Meskipun Ifan telah lama berlatih dengan ayahnya tentunya ada yang tidak dapat ia ketahui. Contohnya apa yang saat ini ia alami benar benar murni ia tidak mengetahuinya.
"Maaf tuan, jikalau mengagetkan anda, tetapi apakah benar benar tuan tidak tahu mengapa kami berbentuk seperti manusia " tanya bocah berambut merah, Ifan menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Ketiga bocah yang ada di depan saling bertatap muka, bagaiman meeeka tidak kaget hal sekecil itu tuannya tidak mengetahui.
"Kami merupakan hewan ajaib yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun tentunya kami bisa berubah seperti manusia " jelas anak berambut hitam dengan penuh kewibawaan layaknya orangtua berbeda dengan anak berambut merah tadi.
Kini Ifan telah paham mengapa ketiga hewan ajaib nya berwujud manusia bukan hewan. Ifan memandang lagi ketiga bocah tersebut mereka benar benar sungguh tampan, mungkin bila mereka telah dewasa, mereka akan menjadi rebutan para wanita.
"Apakah kalian telah memiliki nama ?" tanya Ifan sebab biasanya hewan ajaib tidak memiliki nama.
__ADS_1
"Kami telah memiliki nama tuan" ucap ketiga hewan dengan serempak. Meskipun mereka baru di kontrak, sebenarnya mereka saat ini hanyalah reinkarnasi dari kehidupan mereka sebelumnya.
"Nama saya Zhu tuan yang tampah ini hehehe " ucap anak tampan yang berambut merah dengan nada sedikit sombong sekaligus bangga.
Memang bila di perhatikan baik baik sang anak berambut merah yang bernama Zhu lebih tampan dari dua orang anak lainnya.Ifan tidak menyangka bahwa ia memiliki hewan kontrak yang senarsis Zhu itu.
"Perkenalkan tuan nama saya Xuan " ucap anak berambut hitam dengan penuh kewibawaan di setiap kata nya, memang sikapnya terlihat lebih dewasa dari kedua temannya.
"Nama ku Bai " ucap anak yang berambut warna putih.Ifan mengangguk paham, ia tidak menyangka bahwa ia akan memiliki hewan kontrak atau tunggangan yang telah berumur lebih dari 1.000 tahun pasti mereka sangatlah berpengetahuan.
Sebenarnya Ifan sangat senang namun karena gengsi nya ia tidak berlari dan melompat lompat seperti orang kesurupan meskipun hatinya ingin melakukan hal tersebut.
Tetapi meski ia tahu bahwa hewan kontraknya telah berusia 1.000 tahun lebih namun tentu saja ia penasaran dengan wujud asli mereka dan tingkat kultivasi mereka.
"Bolehkah kalian menunjukkan wujud kalian yang sebenarnya ?Sungguh aku sangat penasaran " ujar Ifan dengan ekspresi berbinar yang menunjukkan bahwa ia sangat penasaran.
"Tentu boleh tuan, anda adalah segalanya dan hidup kami, apapun yang diperintahkan harus kami patuhi" ucap Bai dengan hormat.
Dari tubuh ketiga bocah di hadapan Ifan tiba tiba mengeluarkan cahaya yang membuat orang lain harus menutup mata.
Setelah beberapa saat Ifan membuka matanya, alangkah terkejutnya Ifan melihat pemandangan di depannya, namun seketika Ifan merubah wajahnya seperti tidak kaget dan menganggap apa yang ada di depannya hanya hal biasa.
Ketiga bocah yang kini telah berubah menjadi hewan ajaib yang perkasa sedikit tidak menyangka bahwa majikan ataupun tuan mereka hanya menganggap mereka merupakan hal yang biasa padahal dalam jajaran hewan ajaib, merekalah yang memiliki posisi tertinggi.
Apalagi Zhu, kini dia telah mengetahui tingkat selera tuannya yang terlalu tinggi. Padahal ia tidak mengetahui bahwa saat ini hati Ifan ingin meronta ronta.
Saat ini di hadapan Ifan berdiri tiga hewan ajaib yang sangatlah terkenal bahkan mengetahui mereka adalah hal umum di dunia kultivator.
Zhu kini berubah menjadi burung yang sangat fenomenal yakni phoenix dengan sembilan ekornya yang menjuntai menambah kesan keindahannya.
Ifan mengetahui bahwa yang ada di depannya adalah raja para burung, yakni sang dewa phoenix lewat ingatan Ifan lama yang di katakan raja phoenix memiliki sembilan ekor.
__ADS_1
Xuan kini telah menjadi hewan ajaib kura kura berwarna hitam dengan ekor yang berupa ular menambah kesan kebesarannya.
Ifan mengetahui hewan ajaib yang satu ini adalah raja air yang terkenal lewat karakteristiknya yang memiliki ekor ular.
Terakhir Bai dengan wujud harimau dengan warna putih yang menghiasi tubuhnya menambah kesan keren dari hewan ajaib tersebut yang tidak lain adalah Bai.
Ifan juga mengetahui Bai adalah raja daratan berkat ingatan Ifan menyatakan bahwa raja para hewan ajaib daratan yakni adalah harimau putih.
"Aku tentunya mengetahui siapa kalian, tapi mengapa kalian bertubuh kecil ?" tanya Ifan. Memang hewan ajaib yang memiliki tingkat kultivasi tinggi dapat memperkecil wujudnya namun yang ada di hadapan nya saat ini merupakan wujud maksimal dari ketiga hewan ajaib itu.
Ketiga hewan itu saling bertatap muka, lalu mereka mengangguk. Kini Zhu yang akan berbicara pada junjungan mereka itu.
"Tuan kami merupakan raja dari para hewan ajaib, namun kami saat ini seperti memulai kembali dari awal, dan kekuatan kami akan bertambah seiring waktu tuan menjadi kuat, saat ini tingkat kultivasi kami berada di tingkat kaisar. Ini sungguh memalukan " jelas Zhu dengan wajah sedihnya.
Ifan hanya mengangguk paham dari penjelasan dari Zhu. Setelah itu ketiga hewan ajaib di hadapan Ifan kembali merubah wujudnya menjadi manusia.
Ifan berbincang bincang dengan mereka sedikit lama, tetapi karena ada orang yang mengetok pintunya jadi Ifan memutuskan untuk tidak lanjut berbincang lagi.
"Karena ada orang di luar aku akan keluar dari dunia jiwa ini, ingat jangan mengacau di pondok ku itu, bila kalian butuh rumah nanti akan ku buatkan" ucap Ifan.
"Baik tuan" jawab ketiga bocah itu. Ifan memfokuskan dirinya untuk kembali kan kesadarannya pada tubuhnya.
•••
Tok... tok...
Suara ketukan pintu dari pintu kamar Ifan terdengar cukup keras. Itu adalah nenek Zi yang ingin membangunkan Ifan dari tidurnya.
"Ifan bangun nak, sarapan telah nenek siapkan " ucap nenek Zi. "Baik nek" jawab Ifan. Ifan turun dari kasur nya menuju kamar mandi, setelah mandi Ifan menyusul nenek Zi ke dapur.
•••
__ADS_1
Dukung terus KSAP dengan cara meninggalkan Like, Vote, Tip, Rating, Comment, dan Share... see you next chapter.