
"Randy. Ketemu!"
"Caca. Ketemu!"
"Aldo. Ketemu!"
"Cindy. Ketemu!"
...Jika ini adalah cara terbaik agar kalian bisa pergi dengan tenang... Kami berdua akan melakukannya dengan senang hati, sampai kalian benar-benar puas bermain......
.
.
.
"1... 2... 3... 4... 5... 6.... 7.... 8... 9... 10...! Siap atau tidak, aku datang!"
"Aldo. Ketemu!"
"Akh! Kaget!" Ucap Aldo.
"Juny. Ketemu!"
"Yah... Cepat banget sih Travis!" Ucap Juny kesal.
"Randy. Ketemu! Hehehe..." Ucap Travis sambil tertawa.
"Yah... Padahal, aku sudah mencari tempat persembunyian terbaik! Yah... Bagaimana tidak... Kak Travis kan tinggi! Jadi bisa langsung menengok ke dalam!" Ucap Randy kesal.
"Ahahaha. Yah... itu kan salahmu bersembunyi dalam tong! Suara napasmu, terdengar sangat keras!" Ucap Travis sambil tertawa geli.
"Wah. Kau lumayan juga Travis. Sudah menemukan kita dengan cepat. Sekarang kau tinggal mencari Caca dan Cindy." Ucap Juny.
"Hei. Juny... Mencari mereka berdua itu mudah! Mereka kan kembar, mereka tidak mau dipisahkan! Aku yakin mereka berdua bersembunyi di tempat yang sama." Ucap Travis percaya diri.
Baru saja Travis menyombongkan diri, tiba-tiba saja ada suara dari balik semak-semak, membuat semua yang bermain petak umpat, sempat ketakutan, karena mengira di dalam semak-semak itu adalah ular.
*Kresek! Kresek!
"Hiii...! U... Ular.…!" Ucap Juny, Randy, dan Aldo.
"Bukan... itu...Caca dan Cindy! Ketemu!"
Ucap Travis berjalan mendekat ke arah semak-semak.
"Yah... Ini salahmu sih Cindy!" Ucap Caca.
"Hah?! Itu kan salahmu karena mengikuti aku kemari!"
"Tapi kan... Kita ketahuan, gara-gara kau bergerak." Ucap Caca lagi.
"Ssst... Sudah-sudah kalian berdua jangan berkelahi, jika Madam Patricia mendengar bagaimana? Kalian berdua pasti akan dihukum lagi." Ucap Juny khawatir.
"Ma... Maafkan kami Kak Juny..." Ucap Caca dan Cindy kompak.
"Oh. Iya... Bukankah hari ini adalah hari pengadopsi Kak Travis dan Kak Juny, datang kemari?" Ucap Caca dengan antusias.
"Ah... iya itu benar..." Ucap Juny.
"Wah... berarti hari ini adalah hari terakhir kita bermain petak umpat bersama..." Ucap Cindy sedih.
__ADS_1
"Kalian tidak perlu khawatir. Aku dan Juny berjanji akan sering mampir kemari. Kami berdua tidak akan melupakan kalian semua. Iya kan Juny?" Ucap Travis sambil mengelus kepala Caca dan Cindy.
"Iya! Tentu saja! Kami berjanji!"
"Ngomong-ngomong... Kalian berdua akan diadopsi dengan satu keluarga atau dua keluarga yang berbeda?" Tanya Randy penasaran.
"Ah... Soal itu... Tentu saja kami berdua akan diadopsi oleh dua keluarga yang berbeda. Juny akan diadopsi oleh orang tua yang berprofesi sebagai penulis, sedangkan aku akan diadopsi oleh keluarga yang berprofesi sebagai guru." Ucap Travis.
"Wah... Kalian berdua sangat beruntung. Aku sangat sedih Kak Juny dan Kak Travis akan pergi..." Ucap Cindy.
"Iya... Aku juga sangat sedih, karena aku dan Cindy belum ada yang mau mengadopsi kami berdua, karena kami berdua terlalu kecil. Aku dengar dari pembicaraan Tuan Gilbert, Madam Patricia, dan Madam Edna.
Mereka bertiga bilang, kebanyakan dari para pengadopsi hanya mau mengadopsi anak 10 tahun ke atas, karena tidak ingin terlalu repot mengurus anak yang masih kecil... Kami berdua baru lima tahun... " Ucap Caca sedih.
"Hei. Caca kau tidak perlu khawatir, walaupun sudah banyak teman-teman kita yang diadopsi, termasuk Kak Juny dan Kak Travis, tapi kalian berdua masih punya aku dan Randy! Aku dan Randy kan baru berumur 7 tahun." Ucap Aldo mencoba menenangkan.
"Aku pasti akan sangat merindukan kalian berempat. Bagaimana jika kita bermain lagi... sebelum pengadopsi aku dan Travis tiba?" Ucap Juny sambil memeluk keempat anak itu.
"Hore!~" Ucap Keempat anak itu kompak.
"Eh... Tunggu. Aku juga ingin memeluk kalian berempat! Jangan tinggalkan aku dong!"
"Ahahaha. Karena kau lama, berarti kau jadi pencari lagi! Ahahaha!" Ucap Juny sambil buru-buru bersembunyi mengajak keempat anak itu.
"Hei! Tidak adil! Awas ya... Kalian... Aku akan dengan cepat menemukan kalian! Ahahaha. Tunggu saja!" Ucap Travis sambil memulai menghitung.
Panti Asuhan Happy and Lovely itulah tempat tinggal anak-anak itu. Anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua, tergabung menjadi satu keluarga. Mereka sudah menganggap satu sama lain sebagai saudara, meskipun bukan saudara sedarah.
Sudah banyak anak yang diadopsi dari panti asuhan itu dan hanya tinggal enam anak lah yang tersisa.
Sekarang panti asuhan itu semakin sepi, karena Juny dan Travis akan segera diadopsi oleh dua keluarga yang berbeda.
Kebanyakan dari pengadopsi, hanya mau mengadopsi anak 10 tahun ke atas, karena beberapa dari pengadopsi ada yang tidak terlalu menyukai anak kecil, sehingga mereka memilih anak yang sudah agak besar, agar tidak terlalu merasa kerepotan mengurus yang lebih kecil.
Hari itu adalah hari pengadopsi Juny dan Travis datang untuk menjemput mereka berdua.
Setelah beberapa menit bermain petak umpet, akhirnya Keluarga yang akan mengadopsi Juny pun datang, disusul dengan keluarga pengadopsi Travis yang datang tidak lama setelah keluarga baru Juny tiba.
Sebelum mereka berdua benar-benar pergi, Juny dan Travis benar-benar memeluk keempat anak itu dengan erat sebagai tanda perpisahan.
Keempat anak yang dipeluk, langsung menangis sejadi-jadinya, karena orang yang sudah dianggap mereka sebagai kakak juga akan pergi meninggalkan mereka berempat.
Panti asuhan Happy and Lovely pun semakin sepi ditambah dengan kehadiran tiga orang pengasuh yang kejam, Madam Patricia, Tuan Gilbert, dan Madam Edna.
Hampir setiap hari keempat anak yang masih tinggal itu disiksa oleh ketiga pengasuh itu. Mulai dari dipaksa makan makanan sisa, dipukul dengan kayu rotan, dan siksaan lainnya.
Sebenarnya anak-anak lain yang sudah diadopsi juga pernah merasakan hal yang sama, namun jika ada salah satu anak yang akan diadopsi, ketiga pengasuh akan menutup-nutupi bukti fisik kekerasan yang mereka lakukan kepada anak-anak malang itu.
Ketiga pengasuh itu, akan mengulur waktu pengadopsi, agar mereka bisa sempat menyembuhkan luka-luka anak-anak yang akan diadopsi, agar tidak meninggalkan bekas.
Jika sudah benar-benar hilang, mereka akan mendandani dan mempersiapkan anak yang akan diadopsi agar layak dilihat oleh keluarga baru mereka.
Sampai pada akhirnya lima tahun kemudian, ada insiden mengenaskan terjadi pada panti asuhan itu.
Panti asuhan Happy and Lovely itu mengalami insiden kebakaran yang parah, tragisnya hanya ketiga pengasuh itulah yang selamat dalam kejadian kebakaran, sedangkan keempat anak yang masih ada di panti itu, meninggal dengan kondisi yang mengenaskan dalam insiden kebakaran itu.
Mendengar berita gempar dari televisi, Travis dan Juny yang saat itu sudah berusia 15 tahun pun memutuskan untuk datang ke lokasi kejadian.
Mereka berdua pun meminta polisi untuk menyelidiki kasus tersebut. Mereka berdua tidak percaya kasus itu dianggap sebagai kecelakaan.
Juny dan Travis meyakini jika, ketika pengasuh panti itu sengaja melakukan pembunuhan dan telah merangkai rencana agar terlihat sebagai kecelakaan.
__ADS_1
Saat mereka berdua sedang memeriksa puing-puing panti bekas kebakaran, tiba-tiba saja mereka berdua melihat empat arwah anak-anak yang sengaja menampakkan diri di depan mereka.
"Juny!" Ucap Travis.
"Hah? Teman... teman...?" Ucap Juny sambil menahan tangis.
"Juny... sepertinya mereka berempat belum tenang, padahal.... aku sudah berjanji akan sering kemari, tapi... karena kegiatan di sekolah ku... Aku tidak sempat kemari... Maafkan aku teman-teman... Aku sudah melanggar janjiku pada kalian..." Ucap Travis menyalahkan dirinya.
"Tidak Travis.... Kau benar... aku juga salah... Bagaimana jika kita mengajak mereka bermain petak umpat lagi... Kita lawan rasa takut kita! Tidak peduli seramnya wajah kalian saat ini... Aku ingin menebus semuanya..." Ucap Juny yang meneteskan air matanya.
Mereka berdua pun mencoba mendekati keempat arwah anak-anak itu.
"Hiks... Kita mulai ya... Hompimpa alaium gambreng!" Ucap Juny dengan bibir gemetar.
"Wah... Aku dan Juny yang jadi pencarinya! Semuanya ayo bersembunyi!" Ucap Travis.
Keempat anak itu langsung menghilang, seakan-akan mengerti dan mengingat kembali kenangan saat mereka bermain bersama.
Saat Juny dan Travis mulai bermain, polisi yang sedang menelusuri panti itu, membiarkan mereka berdua.
"Pak... Apa yang mereka berdua lakukan?" Ucap salah satu anggota polisi.
"Biarkan saja... Aku rasa... mereka berdua melihat sesuatu yang tidak bisa kita lihat... Lagipula kita sudah dapat laporan dari yang lainnya saat menginterogasi ketiga pengasuh panti itu secara terpisah.
Mereka bertiga mengakui jika mereka, memotong selang regulator gas yang ada di dalam panti.
Mereka beralasan kepada keempat itu untuk keluar sebentar, jadi... saat ada salah satu anak yang menyalakan kompor, gas pun meledak dan menyebabkan kebakaran itu.
Insiden kebakaran ini adalah unsur kesengajaan, agar mereka terbebas dari mengasuh anak-anak itu. Bantuan yang diberikan ke panti ini, juga mereka ambil untuk kepentingan pribadi mereka sendiri."
Jelas petugas polisi yang satunya.
"Travis... Apa mereka masih bermain... Bagaimana cara kita mencari mereka...?" Ucap Juny ragu.
"Juny... tutuplah matamu dan bayangkan kondisi panti ini saat kita masih kecil dan ingatlah lokasi persembunyian Randy, Aldo, Caca, Cindy... Sebaiknya kita berdua berpencar." Ucap Travis yang mulai mencari.
Tidak lama...
"Randy. Ketemu!" Ucap Juny
"Caca. Ketemu!" Ucap Travis
"Aldo. Ketemu!"
"Cindy. Ketemu!" Ucap Juny dan Travis.
"Kalian semua sudah ketemu! Aku menang lagi!" Ucap Travis.
"Iya... Hiks... Aku juga menang... Teman-teman... Randy... Aldo... Cindy.... Caca... Aku sayang kalian berempat..."
Ucap Juny sambil memeluk keempat arwah anak itu.
Travis yang tidak sanggup membendung air matanya, juga ikut memeluk keempat arwah anak itu...
Setelah keempat arwah anak itu dipeluk oleh keduanya, arwah keempat anak itu berubah wujud menjadi saat mereka masih hidup.
Mereka berempat terlihat tersenyum bahagia... dan akhirnya benar-benar menghilang.
Merasa arwah anak-anak itu sudah benar-benar pergi, Juny dan Travis pun saling berpelukan dan menenangkan satu sama lain...
Mereka berdua menangis sejadi-jadinya di tengah-tengah puing-puing panti yang sudah hangus terbakar...
Meskipun bangunan panti itu sudah lenyap... Kenangan bermain dengan Randy, Aldo, Cindy, dan Caca saat di panti Happy and Lovely akan menjadi kenangan indah yang akan selalu tersimpan dalam memori keduanya...
__ADS_1
...~Tamat~...