KISMIS (Kisah-kisah Misteri)

KISMIS (Kisah-kisah Misteri)
Jangan Tolong. Biarkan Saja


__ADS_3

*Chirp.... Chirp...


*Glundung... glundung...


"Adududuh... Jeruk... Jerukku..."


Ucap seorang nenek yang hendak menyeberang.


*Drap... Drap... Drap...


"Nenek. Biar saya bantu..."


Ucap seorang siswa SMA.


Anak laki-laki itu bernama Jason. Saat hendak berangkat sekolah dan ingin menyeberang, ia melihat seorang nenek yang membawa jeruk, tiba-tiba saja terjatuh dan jeruk-jeruk yang ia bawa pun terjatuh menggelinding ke jalan.


Jason pun dengan cepat berlari ke arah nenek itu dan membantu nenek tersebut untuk memunguti jeruk-jeruknya yang berjatuhan, namun setelah membantu nenek itu, hal yang aneh pun terjadi membuat Jason benar-benar syok dengan apa yang baru saja ia saksikan di depan matanya.


"Ini nek. Jeruk-jeruk nya. apa sudah semuanya?"


Tanya Jason dengan sabar.


"Ya. Ampun terimakasih ya nak... Aku tertolong...


Hah~ Jika saja saat itu ada yang mau menolongku... pasti aku akan selamat dan bisa bertemu dengan cucuku lagi."


Ucap nenek itu dengan raut wajah yang sedih.


"Ah... iya nek... Sama-sama... tapi... ngomong-ngomong apa yang nenek maksud...?"


Ucap Jason bingung.


Baru saja ia ingin bertanya, hal yang mengejutkan terjadi. Nenek yang baru saja ia tolong itu tiba-tiba saja menghilang setelah menyentuh pipinya dan tersenyum lega.


"Terimakasih banyak nak... Aku harap... di kehidupan ku selanjutnya... Kau bisa menjadi cucuku..."


Ucap nenek itu sambil menyentuh pipi Jason.


Tekstur tangan nenek itu yang dingin dan senyuman bahagianya yang terasa hangat membuat Jason tiba-tiba saja terharu. Ia juga sedikit bingung, karena nenek itu seperti mengucapkan salam perpisahan.


"(Apa ini... Perasaan hangat apa ini...? Walaupun tangannya agak dingin, entah kenapa aku sangat senang...)"


Ucap Jason dalam hati sambil menyentuh pipi kanannya yang sudah disentuh nenek itu.


*Swush...


Setelah nenek itu menghilang dan mengucapkan terimakasih, Jason tiba-tiba tersadar dengan kejadian janggal yang baru saja ia saksikan di depan matanya.


"Wah hangatnya... Eh...?! Tu... Tunggu...! Nenek itu...?! Kemana nenek itu pergi...?! Apa... Jangan-jangan... nenek yang aku tolong itu hantu?! Ah... tapi kan tidak mungkin... Ini masih terlalu pagi...!!! Brrrr..."


Ucap Jason linglung sambil memegang lengannya karena merasa merinding.


Di sela-sela kebingungannya, tiba-tiba saja ia diajak bicara dengan seorang siswi SMA yang memakai seragam yang sama dengannya.


"Hei. Kau!"


Ucap gadis SMA itu.


Jason yang bingung, karena merasa terpanggil, menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan betul-betul siapa yang sebenarnya dipanggil oleh siswi SMA itu.


*Toleh-toleh.


"Hei! Apa yang kau cari?! Aku memanggil mu tau!"


Ucap gadis itu sedikit kesal.


"Ah... Kau memanggilku rupanya. Eh... Tunggu... Jika kau sudah melihat nenek itu, kenapa kau juga tidak membantunya memunguti jeruk-jeruknya yang berjatuhan?!"


Ucap Jason kesal.


"Hm? Kau tidak menyadarinya?"

__ADS_1


"Hah?! Apa maksudmu?! Aku bertanya padamu, kau malah bertanya lagi?!"


"Kau... benar-benar tidak sadar, nenek itu sebenarnya hantu?"


"Eh...?! Ja... Jadi... Aku tidak salah lihat? nenek itu benar-benar menghilang?!"


Ucap Jason memastikan.


"Iya itu benar. Aku kira kau sudah menyadarinya. Aku sudah tahu nenek itu hantu, makanya aku tidak menolongnya, meskipun tadi aku berada di sampingnya.


Aku benar-benar tidak menyangka, kau akan berlari ke arah sini dan membantu nenek itu.


Makanya tadi aku bertanya begitu. Aku terkejut kau bisa melihat nenek itu, tapi tidak menyadari sebenarnya jika nenek yang kau tolong itu hantu."


Jelas gadis itu.


"Ah... Be... begitu rupanya..."


Ucap Jason bertambah syok.


"Yasudah ya... Aku duluan."


Ucap gadis itu sambil menyebrang.


"Ah... Hei! Tunggu aku!"


Ucap Jason yang berlari mengejar gadis itu.


"Ya. Ampun. Kau ini berisik sekali."


"Ma... Maaf... Oh iya! Namaku Jason! Em... Dilihat dari seragam mu, kau juga bersekolah di SMA yang sama denganku ya?"


"Iya."


Jawab gadis itu singkat.


"Oh. Iya! Aku belum tahu namamu! Siapa namamu?"


Ucap gadis itu singkat lagi.


"Em... Sebenarnya aku penasaran. Kau ini bisa melihat hantu?"


Tanya Jason penasaran.


"Ya. Bisa dibilang begitu."


"Oh... Ngomong-ngomong. Bagaimana kau tahu nenek itu sebenarnya hantu?"


"Aku melihat auranya. Aura nenek itu berwarna putih. Itu artinya nenek itu baru daja meninggal.


Aku juga sempat lihat sekilas masa lalunya. Nenek itu sering menyebrang lewat jalan itu untuk menyebrang.


Karena nenek itu sudah sangat tua, ia harus menggunakan alat bantu dengar. Biasanya ia memakainya kemanapun, sayangnya hari itu ia tidak memakai alat bantu dengar itu.


Saat tas belanjanya yang berisi jeruk, tidak sengaja tersenggol, jeruk-jeruknya berjatuhan ke jalan.


Tidak ada siapapun saat itu yang mau menolongnya, saat hendak memunguti jeruknya yang terjatuh di pinggir jalan, ia tidak mendengar ada bunyi klakson truk yang berbunyi memberi peringatan, karena rem truk itu blong.


Kejadian itu berlangsung dengan cepat dan tidak bisa terhindarkan. Nenek itu pun terlindas dan meninggal di tempat itu."


Jelas gadis itu.


Mendengar cerita gadis itu, membuat Jason menjadi bergidik ngeri.


*Brrr...


"Ce... ceritamu... seram sekali!"


"Yah... Memang seram, tapi itulah kenyataannya. Kau memang baik sudah mau menolong nenek itu, tapi aku sarankan. Jangan asal membantu orang, tidak!


Jangan kau tolong orang lain yang tiba-tiba minta pertolongan dihadapan mu!"

__ADS_1


Ucap gadis itu.


Tentu saja ucapan gadis itu terdengar aneh dan membuat Jason kebingungan mendengar ucapan gadis itu.


"Astaga! Apa yang kau katakan?! Kau ini kejam sekali! Bukankah kita seharusnya menolong orang yang kesulitan?"


"Orang? Kau pikir nenek yang kau tolong itu apa? dia itukan bukan manusia!"


"Kau ini! Bukankah tadi kau bilang bagus?! Bukankah itu memang hal yang bagus? Karena setelah aku menolong nenek itu, tanpa aku tahu dia itu manusia atau hantu, bukankah itu malah membantunya menjadi tenang?"


"Kau tidak mengerti. Kau tidak akan pernah tahu hantu atau manusia yang kau tolong itu berterimakasih padamu... Bagaimana yang kau tolong itu ternyata arwah yang jahat yang menjebak manusia?"


"Ah! Aku tidak peduli! Kau lah yang tidak mengerti! Mentang-mentang kau bisa membedakan manusia dan hantu, kau malah bicara omong kosong dan mengaturku?!"


"Yasudah! Terserah kau saja! Jika kau malah... akh! Pokoknya terserah kau!"


Ucap Melisa kesal dan meninggalkan Jason.


.


.


.


Keesokan paginya Melisa dan Jason pun berpapasan di jalan yang sama, tapi kali ini bukan Melisa yang menghampiri Jason, melainkan Jason lah yang menghampiri Melisa duluan.


"Me... Melisa... To... tolong."


Ucap Jason memanggil Melisa dari belakang.


Saat Melisa menoleh ke belakang, betapa terkejutnya ia melihat ada lima hantu yang bergelantungan di pundak Jason dan meninggalkan sebuah bekas luka cekikan di lehernya.


*Sret.


"Apa sih?! Eh! Ja... Jason?! Apa yang terjadi padamu?! Kau terlihat sangat kacau!"


Ucap Melisa terkejut.


Sambil berjalan dengan terseret-seret, Jason menceritakan kejadian yang membuatnya diikuti lima arwah jahat.


Sepulang sekolah kemarin, ia menolong seseorang yang ia kira manusia hendak melompat dari jembatan, arwah itu ternyata arwah wanita yang bunuh diri, arwah itu menyesali perbuatannya dan hendak mengambil alih tubuh Jason.


Kejadian kedua berlanjut saat ia ingin ke minimarket dekat rumahnya, ia melihat seorang pria yang habis mabuk hendak terjun ke sungai, begitupun seterusnya.


Semua arwah yang ia tolong adalah arwah penasaran yang menyesal karena bunuh diri. Mengetahui Jason bisa melihat mereka, membuat kelima hantu itu ingin memanfaatkannya dan ingin mengambil alih tubuh Jason.


Waktu pulang sekolah pun tiba. Melisa dan Jason sepakat untuk menunggu di gerbang belakang sekolah.


Melisa berniat membantu Jason untuk melepaskan lima arwah gentayangan yang ingin mengambil alih tubuhnya.


"Me... Melisa... Maaf aku terlambat... Tadi di kelas aku habis piket."


Ucap Jason yang terengah-engah.


"Kau masih kuat berjalan? Energi kehidupanmu benar-benar diserap oleh mereka berlima."


Ucap Melisa.


"Jadi... Aku harus bagaimana dong?"


"Sini biar aku membopongmu. Aku akan membawamu ke nenekku. Nenekku seorang cenayang. Aku akan memintanya untuk melepaskan kelima hantu ini."


Ucap Melisa sambil membopong tubuh Jason yang sudah tidak kuat berjalan.


"Te... terimakasih banyak..."


Mereka berdua pun pergi ke rumah Nenek Melisa untuk melepaskan arwah-arwah jahat itu.


Beruntung lima arwah jahat itu bisa lepas dari tubuh Jason dan luka-luka yang disebabkan oleh kelima hantu itu bisa pulih dengan cepat berkat bantuan Nenek Melisa.


Semenjak saat itu Melisa dan Jason berteman baik, Jason pun menjadi lebih waspada dengan keadaan sekitarnya, sebelum menolong orang lain, ia pun bertanya terlebih dahulu kepada Melisa untuk memastikan jika manusia atau hantu yang ingin ia tolong itu berniat jahat atau tidak.

__ADS_1


...~TAMAT~...


__ADS_2