
"A... Apa itu benar? Kau akan benar-benar pergi?" Ucap seorang laki-laki bernama Jason.
"Iya. Aku bisa merasakan energi ku... Makin lama makin berkurang..."
"TIDAK! Ku mohon jangan pergi Jasmine! Hiks... Jangan tinggalkan aku...! Kalau kau mau, kau bisa ambil energi ku!"
"Maafkan aku Jason. Jika aku terus menyerap energi kehidupanmu, tubuhmu tidak akan bertahan lama dan kau akan mati. Aku tidak ingin kau menyusulku!"
"Hiks... Jasmine... Aku tidak punya teman lain selain kau...!"
"Selamat tinggal Jason... Berjanjilah kau tidak akan menyusul ku..."
"JASMINE!!!!!"
.
.
.
"*Hei kau anak indigo ya?"
"Dasar gila. Berbicara sendiri!"
"Hei! Memangnya kau tidak punya teman Ahahaha!"
"Hiii... Dasar anak aneh. Berteman dengan hantu*!"
...Ejekan yang sama setiap harinya ku dengar. Tidak jarang, selain mengejek, mereka juga akan melayangkan pukulan ke arahku....
...Tidak puas hanya dengan menganggap ku aneh, mereka juga tidak akan segan-segan menyakitiku....
...Sampai aku terluka parah dan terjatuh pun, tidak ada siapapun yang akan menolongku. Aku hanya bisa bertahan sendirian. Begitulah nasibku....
...Sialnya lagi, yang mau menolongku, bukannya manusia, malah arwah yang menyebalkan yang menawarkan bantuannya untuk menolongku!!!...
...Bagaimana dia mau menolongku, jika tubuhnya saja tembus pandang?!!!...
*Bak bug bak bug buagh (Jason dipukul oleh teman sekelasnya.)
"Pssst... Hei. Apa pukulan mereka sakit?"
"Ugh! Diamlah! Berisik!" Ucap Jason sambil menahan sakit.
Sayangnya ucapan Jason kepada hantu itu, justru malah membuat kesalahpahaman.
"HAH?! Berisik katamu? Katakan sekali lagi! Kau ingin merasakan pukulan mautku ya? HAH?!" Ucap Dion kesal.
"Ti... Tidak! Uhuk! Aku bukan bicara kepadamu. Tapi ke hantu itu! Namanya Jasmine." Ucap Jason sembari menunjuk ke arah belakang Dion.
"Hah! Makin aneh saja anak ini!" Ucap Dion kesal.
"Hei Dion. Waktu istirahat hampir habis! Kau bisa melanjutkan memukulnya pada saat istirahat makan siang. Kita harus kembali ke kelas. Tangan ku sudah sakit, habis memukulnya tadi." Ucap Herb. Teman Dion.
"Akh Sial! Kau beruntung kali ini! Ronde 2 akan dimulai saat istirahat makan siang nanti! Tunggu saja dasar payah!" Ucap Dion langsung meninggalkan Jason begitu saja di belakang sekolah.
"Ukh... Uhuk! Hah... Aduduh... Sakit sekali..." Ucap Jason sembari mencoba berdiri.
"Hei! Kenapa kau tidak melawan! Kenapa kau diam saja saat mereka memukulimu? Kalau bisa, kau laporkan ke gurumu saja!"
"Hah! Kau tahu apa sih?! Kau tidak tahu siapa dia! Sebelum dia memukulku, sudah ada anak lain dari kelas lain yang ia pukuli! Orang tua anak yang dipukuli juga sudah melapor ke guru, tapi besoknya ia dibebaskan begitu saja!
Dia terus mencari korban untuk ia dan temannya pukuli!" Ucap Jason kesal.
"Hmmm... begitu ya... Jangan-jangan dia anak orang kaya?!"
__ADS_1
"Iya orang tuanya memang sangat kaya! Jika tidak salah orang tuanya sering memberikan sumbangan ke sekolah untuk kebutuhan fasilitas sekolah. Jadi tidak ada yang berani melawan Dion dan temannya si Herb! Ah sudah ah. Jangan bicara denganku!
Mood ku jadi tambah jelek karena bicara denganmu. Aku mau ke kelas!" Sambil berjalan ke kelas dengan kaki terpincang-pincang.
Hantu siswi SMA yang bernama Jasmine itu pun mengikuti Jason berjalan ke kelas.
"Hei. Jadi kau memang bisa melihatku ya? Oh Iya... Bagaimana kau tahu namaku adalah Jasmine?"
"Hah? bukankah sudah jelas dari name tag yang ada di bajumu? Yah. Walaupun sudah sedikit pudar, aku masih bisa melihatnya dengan jelas. Aku sudah melihatmu, dari semenjak pertama aku pindah ke SMA ini. Kau berdiri di depan kelasku."
"Oh begitu. Oh iya ngomong-ngomong siapa namamu?"
"Jason." Ucap Jason singkat.
"Hei. Mumpung belum bel masuk, bagaimana jika kau bermain denganku?"
"Hah. Main? Memangnya kau ini anak TK ya? Apalagi kau ini hantu! Mana mau aku main dengan hantu! Mereka pasti akan melihatku bermain sendiri lagi!
Mereka pasti akan mengira, jika aku dirasuki hantu!" Ucap Jason sembari berhenti sejenak dan duduk di tangga yang ada di belakang sekolah.
"Hah. Duduk dulu ah. Rasanya semua tubuhku sakit semua, karena habis dipukuli."
Ucap Jason lagi sembari menutup luka lebamnya dengan plester.
"Hei. Ngomong-ngomong soal ucapanmu tadi soal dirasuki hantu. Apa kau mau membalas perbuatan Dion dan temannya tadi?"
"Hm? Apa hubungannya dengan dirasuki?"
"Hei. Kau masih tidak mengerti ya? Kau bisa membalasnya, tapi untuk menambah tenagamu, aku yang akan menggantikanmu untuk memukuli anak itu dengan merasuki mu! Bagaimana? Tapi saat aku merasuki tubuhmu, aku akan menyerap sedikit energi kehidupanmu."
"E... Energi ke... kehidupan...? Apalagi itu?
Ah. Tidak ah. Aku takut. Bagaimana jika, situasinya jadi berbalik, dan malah aku yang dilaporkan orang tuanya?"
"Hei kau ini pria bukan sih? Apa kau mau terus-terusan dipukuli oleh Dion selama kau bersekolah disini? Soal orang tua Dion kau tidak perlu khawatir. Jika orang tuanya benar-benar datang ke sekolah, aku akan langsung memanipulasi emosi mereka."
Jason yang dibujuk oleh Jasmine hanya diam. Ia ragu dengan ide yang dimiliki oleh Jasmine. Saat bel masuk berbunyi, ia pun langsung sepakat.
*Teng... Teng... teng... teng...
"Wah gawat sudah mau masuk! Setelah masuk dua jam mata pelajaran, istirahat makan siang... Wah! Tamatlah riwayatku!!!" **Ucap Jason panik.
"Haduh. Makanya ikuti saja rencanaku! Jika ada tanda-tanda Dion dan Herb akan memukulmu, aku akan langsung bersiap**!"
"Ba... baiklah kalau begitu aku setuju!"
"Untuk sementara kau belajarlah seperti biasa. Sisanya biar aku yang menyelesaikannya."
Jason pun langsung masuk ke kelas dengan kondisi tubuh yang penuh luka. Dion dan Herb yang duduk dibangku paling belakang, menatap Jason sambil memberi isyarat akan memukulinya sebentar lagi.
Sayangnya, melihat kejadian perundungan di depan mata, tidak ada siapapun teman sekelas Jason yang berani menolong Jason.
Sebenarnya, sebelum Jason masuk ke dalam kelas. Dion dan Herb sudah lebih dulu mengancam teman-teman sekelasnya. Mereka berdua mengancam, tidak boleh ada yang menolong Jason, jika ada yang berani, tidak peduli perempuan atau laki-laki, tetap akan dipukuli Dion dan Herb.
Tidak lama. Ibu guru pun masuk kelas dan kelas pun belajar seperti biasa. Setelah dua jam mata pelajaran selesai, tibalah waktu makan siang.
Jasmine langsung mengajak Jason untuk segera ke kantin untuk bersiap-siap.
Benar saja dugaan Jasmine. Tidak peduli dengan keramaian di kantin, Dion dan Herb tetap berniat untuk memukuli Jason.
Sesuai perjanjian. Saat Jasmine, melihat tanda-tanda Dion ingin memukul Jason, Jasmine dengan cepat merasuki tubuh Jason dan memakai tubuh Jason, untuk memukul Dion dan Herb.
Tentu saja situasi berbalik yang tiba-tiba terjadi, membuat semua yang ada di kantin tercengang.
Kejadian yang begitu langka, menjadi tontonan yang menarik bagi siswa-siswi yang pernah dipukuli juga oleh Dion dan Herb.
Semenjak saat itu, Jason dianggap sebagai Peri penyelamat dari pembullyan.
Jason pun sudah mulai bisa merasakan kehidupan SMA yang tenang dan aman. Teman-temannya yang dulu pernah menjauhinya, karena takut dipukuli oleh Dion dan Herb, sekarang menjadi teman dekat Jason.
__ADS_1
Untuk berterima kasih pada Jasmine, Jason pun setuju memberikan energi kehidupannya, kepada Jasmine, agar Jasmine tidak mudah lenyap, karena tanpa disadari batas waktu Jasmine di dunia hanya tinggal sebentar lagi.
Jasmine yang sudah dianggap teman oleh Jason pun, selalu mengikuti Jason kemanapun ia pergi, sekaligus menjadi bodyguard untuk Jason.
Jasmine yang mengetahui waktunya di dunia hanya sebentar lagi, memutuskan menghabiskan momen terakhirnya di dunia dengan Jason.
Seminggu kemudian, disaat hari libur. Jason memutuskan untuk pergi ke taman kota yang tidak jauh dari rumahnya. Jason pergi jam 7 malam dengan Jasmine disaat pasar malam dibuka.
Jason mengajak Jasmine menaiki semua wahana yang ada disana, layaknya sedang berkencan dengan seorang manusia. Jason yang sudah terlalu senang, hampir lupa jika Jasmine adalah seorang hantu. Ia sempat meminta dua tiket permainan dan membuat penjaga loket wahana tersebut, kebingungan.
"Jason. Kau... tidak lupa jika aku ini hantu kan?"
"Hah...? A... Apa maksudmu bilang begitu? Aku hanya bingung kok!" Ucap Jason dengan wajah memerah.
Jasmine yang melihat wajah Jason yang memerah, langsung khawatir. Ia takut jika Jason akan sangat sedih jika ia menghilang.
"Kau mau menaiki wahana apalagi?"
"Hm? Bagaimana jika bianglala?"
Saat hendak membeli tiket naik bianglala, Jason sempat dibuat terkejut, karena tiba-tiba tubuh Jasmine mulai redup. Jason pun teriak dengan panik.
"JASMINE! A... Ada apa dengan tubuhmu?"
"Jason. Maafkan aku... tapi waktuku di dunia sudah tidak banyak... Sepertinya... ini adalah hari terakhir dan aku akan benar-benar lenyap."
"A... Apa itu benar? Kau akan benar-benar pergi?" Ucap Jason terbata-bata.
"Iya. Aku bisa merasakan energi ku... Makin lama makin berkurang..."
"TIDAK! Ku mohon jangan pergi Jasmine! Hiks... Jangan tinggalkan aku...! Kalau kau mau, kau bisa ambil energi ku!"
"Maafkan aku Jason. Jika aku terus menyerap energi kehidupanmu, tubuhmu tidak akan bertahan lama dan kau akan mati. Aku tidak ingin kau menyusulku!"
"Hiks... Jasmine... Aku tidak punya teman lain selain kau...!"
"Apa yang kau katakan? Kau sudah punya banyak teman yang menerima keunikanmu.
Selamat tinggal Jason... Berjanjilah kau tidak akan menyusul ku..."
"JASMINE!!!!! Ini bohong kan?!"
"Selamat tinggal Jason..."
"JASMINE!!!!!"
Tubuh Jasmine pun akhirnya benar-benar hilang. Jason yang tidak percaya Jasmine menghilang kesana kemari mencari keberadaan Jasmine.
Sampai tanpa sadar, ia sudah lari keluar dari pasar malam dan turun ke jalan.
Tiba-tiba saja ada sebuah mobil sedan dengan kecepatan tinggi melaju ke arah Jason berdiri. Mobil sedan, yang melaju dengan kecepatan tinggi, terkejut melihat Jason tiba-tiba turun ke jalan.
Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Mobil sedan itu pun langsung menghantam tubuh Jason begitu saja.
*Brak! Ckiiit...
"Astaga ada kecelakaan!"
"Ada anak laki-laki yang tertabrak!"
...Jasmine... Maafkan aku... Sepertinya aku tidak bisa mene... pati... janji... ku Aku akan segera menyusulmu...
__ADS_1
Kecelakaan yang begitu cepat membuat Jason terluka sangat parah. Nyawa Jason pun tidak tertolong dan akhirnya ia pun meninggal dunia... Menyusul sahabat pertamanya Jasmine...
...~TAMAT~...