
Ini adalah ceritaku waktu SMA Kelas 10. Aku daftar OSIS di SMA.
Masuk OSIS, lewat banyak seleksi dan tes-tes untuk jadi anggota tetap OSIS.
Sebelum dilantik jadi anggota OSIS, setiap tahunnya Anggota OSIS SMA ku harus mengikuti tes keberanian, sebenarnya tujuan awal tes ini adalah untuk menguji, apakah ketika dihadapkan dengan sesuatu yang buruk atau musibah, kita akan meninggalkan anggota grup kita?
Sebelum adanya tes malam atau keberanian, semua calon anggota OSIS dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok ku terdiri dari aku, Andika, Bimo, Cut Nadia, sama Laura.
Kelompok siapa yang paling rapih, akan dipilih sama kakak OSIS untuk berjalan duluan ke pos-pos yang sudah disiapkan sebelumnya oleh kakak OSIS
Kelompok ku, dipanggil di urutan ke 3. Posisi kami sebelum jalan melewati tanda yang sudah ditandai oleh kakak OSIS, Andika paling depan, di belakang Andika ada Nadia, seterusnya ada aku, Laura, dan Bimo yang jaga paling belakang.
Sebelum berangkat, untuk ke pos Makam Balung, Kakak OSIS memberikan pesan. "Pastikan anggota kalian tidak ada yang bertambah dan pastikan juga tidak ada yang sampai berpisah." Begitu kata kak Jihan.
Kami berlima pun terus jalan, melewati pos demi pos.
Saat sampai ke pos pertama, jalan kami terhalangi, dengan kakak kelas ekskul teater yang menyamar menjadi hantu. Tante K.
__ADS_1
Pos kedua di bengkel yang tentu aja udah tutup karena saat itu sudah pukul 3 dini hari. kami dikejutkan dengan hantu yang kedua Kakak kelas yang nyamar jadi Tuan Poci.
Pos ketiga, kita istirahat sejenak sambil diberi STMJ coklat sama Kakak kelas OSIS seksi Kesehatan.
Kami berlima sampai ke pos 4, di pintu makam balung.
Baru saja melangkah, kami berlima dikejutkan dengan suara tangisan, kami tidak curiga sama sekali. Kami berlima yang mengira itu adalah kakak kelas yang menyamar, hanya bisa tertawa.
Kami pun langsung melanjutkan perjalanan kami sampai ke Pos Lima titik akhir.
Setelah menyelesaikan beberapa soal, pertanyaan, kami diberikan air putih, dan STMJ coklat kedua kalinya.
Tidak lama setelah kedatangan kami, disusul oleh kelompok yang lainnya.
Setelah semua sampai ke pos terakhir, kami disuruh untuk istirahat sejenak, lalu kembali lagi ke sekolah, tanpa ada rintangan seperti di awal.
__ADS_1
Sampai di sekolah, tepat waktu subuh. Kami semua langsung shalat subuh.
Setelah itu, kakak kelas meminta kami semua untuk tidur di lapangan untuk persiapan kegiatan berikutnya pada pukul 8 pagi.
Setelah kami bangun, semua calon anggota OSIS sarapan, dilanjutkan dengan acara berikutnya sampai penutup.
Setelah acara penutupan, kakak OSIS yang berperan sebagai MC pun meminta kami untuk bercerita soal tes keberanian semalam.
Saat tiba giliran kami bercerita, Kak Jihan sangat terkejut mendengar cerita kami, karena ia bilang Seingatnya pos tes keberanian hanya ada 4 pos saja. 1 Tante K. Satu Tuan Poci, kakak seksi kesehatan dan puncaknya tes di gerbang keluar makam balung.
Kak Jihan bilang, tidak ada kakak ekskul teater yang diminta memerankan hantu wanita yang sedang menangis.
Ternyata bukan hanya kami yang mengalaminya, 5 kelompok di depan kami juga mengalaminya.
Mendengar kejadian itu, kami hanya bisa terdiam. Kami terus mengingat-ingat suara tangisan siapa yang kami berlima dengar semalam?
~Tamat~
__ADS_1