Ku Bayar Kekejaman Keluarga Suamiku Dengan Kesuksesanku

Ku Bayar Kekejaman Keluarga Suamiku Dengan Kesuksesanku
pembantu Gratis


__ADS_3

Praannkk......!! Bunyi piring yang terjatuh akibat kepalaku yang terasa pusing dan badanku yang lemas.


"Aduhh..kamu itu kerja ngak becus banget si Nis,liatkan piringku jadi pecah,emang kamu bisa ganti, ! "omel ibu mertuaku ketika melihat pecahan piring berserakan di lantai


"Aku lemes Bu aku belum makan, semalam aku makan sedikit karna kalian menyisakan nasinya hanya cukup sesuap,belum lagi aku masih menyusui jadi gampang lapar "ucapku takut-takut


"Alah kamu itu alasan saja. Bilang aja kalau kamu malas mau makan dan mau nyantai,pokonya kalau semua tugas kamu belum selesai kamu ngak boleh makan" tegas ibu mertuaku.


"Tapi Bu kepalaku pusing aku janji setelah makan dan istirahat sebentar aku janji bakalan lanjutin pekerjaanku " ucapku memohon.


"Pokonya tidak ya tidak,salah kamu sendiri bangun kesiangan tanggung sendiri akibatnya "ucap ibu mertuaku dengan mata melotot dan aku hanya diam tak bicara lagi karna percuma aku berbicar tak di perdulikan oleh mertuaku


"Bereskan pecahan kaca itu,awas kalau pekerjaan  kamu belum selesai dan diam-diam makan ngak ku kasih makan kamu sampai besok"ucap ibu mertuaku sambil berlalu pergi ke ruang tv


Ya aku hari ini bangun ke siangan karna lama baru tertidur. Cantika semalam rewel karena badannya aga panas dan hanya aku yang mengurusnya alhasil aku kesiangan akibat lama baru tidur dan kecapean mengurusi Cantika yang rewel semalam.


Aku mulai membersihkan pecahan kaca karna ta berhati-hati tanganku tergores dan berdarah seketika itu air mataku jatuh sendiri bukan karna tanganku yang sakit tapi mentalku. Selama 3 tahun pernikahan mertuaku tak pernah bersikap baik denganku,dulu aku menerima pernikahan ini meski ibu mertuaku tak suka padaku karna Mas Andi suamiku meyakinkanku kalau nanti ibunya pasti berubah dan baik denganku.tapi makin kesini ibu mertuaku semakin membenciku bahkan anakku pun tak pernah di anggapnya cucunya.


Dulu aku masih kuat untuk menghadapi ibu mertuaku karna Mas Andi selalu menguatkanku tetapi entah mengapa setengah tahun ini ia bersikap tak perduli denganku dan anakku.ketika ibu mertuaku bersikap kasar Mas Andi lebih memilih Diam dan bermain handphonenya. Ketika aku melamun terdengar teriakan dari ibu meruaku


" Nisa Anisa !! Ini anakmu nangis kamu budeg atau gimana si "ucap ibu mertuaku sambil berteriak


Astagfirullah aku kaget dengan teriaka ibu mertua dan tangisn Cantika bergegas aku ke kamar untuk menenangkan Cantika.mungkin Cantika lapar dan aku memberinya asi.setelah memberinya asi Cantika tersenyum dan mengoceh karna senang sudah kenyang.hari ini sengaja aku biarkan Anisa tidak mandi karena semalam ia demam dan syukurnya hari ini demamnya sudah turun tapi masih takut untuk aku mandikan.


Aku baru teringat pekerjaanku belum selesai dan mencoba menitipkan Cantika pada ibu.


"Bu Anisa mau menyelesaikan perjaan, bolehkan cantikan aku titipin sama ibu,ibu hanya liatin saja"ucapku pada ibu mertuaku.kenapa hanya ku bilang ibu mertuaku hanya liatin karena ibu mertuaku tak mau menggendong Cantika dari ia lahir


"Ngak bawa aja sana sama kamu.bikin aku repot saja"ucap ibu mertuaku sinis


"Tapi Bu agar pekerjaannya cepet selesai Cantika sama ibu biar aku fokus ngerjain pekerjaan rumah"

__ADS_1


"Kalau ibu bilang ngak mau ya ngak mau,tolol banget si di bilangin ngak ngerti-ngerti"ucap ibu mertuaku sambil berteriak dan membuat Cantika memelukk mungkin karna keratukan.cantika umurnya sudah setahun lebih jadi ia bos sedikit mengerti.


Mau tak mau akhirnya aku membawa Cantika bekerja sambil menggendongnya,sebenarnya Anisa bisa di dudukin di lantai tapi aku khawatir karna lagi aktif-aktifnya takut bahaya jika tidak di lihat.


Selesai aku beres-beres rumah ku cari ibu mertuaku ternyata ia tak ada di rumah entah ke mana perginya aku tak tau.karna habis ini aku harus pergi kerumah tetangga untuk menjadi cuci buruh akhirnya aku makan dulu biarpun ibu mertuaku tak ada,kan kata ibu mertuaku selesai pekerjaan baru boleh makan.


Kemudian aku lanjutkan berjalan kaki kerumah Bu midah sambil menggendong cantika untuk mencuci bajunya.


"Assalamualiku Bu midah "ucapku agak keras karna pintunya terbuka tapi orangnya di dalam rumah.


"Waalaikumsalam,eh Anisa ayo nis masuk ibu lagi bikin kueh" ucap Bu midah sambil tersenyum sambil mengajakku berjalan masuk kerumahnya.


"Wah dari baunya aja udah kecium enak buk,iyaka Cantika "ucapku sambil melihat Cantika dan ia tertawa.


"Kamu ini nis bisa aja ,ibu juga baru belajar buka buka googel,ibu niatnya mau minta ajarin kamu,kan kata kamu dulu kamu hobi bikin kue dan pernah kerja di toko kue "aku tersenyum menanggapi Bu midah.memang dulu aku bekerja di tokoh kueh dan setelah menikah dengan mas Andi ia memintaku berhenti bekerja dan fokus mengurus rumah ia berjanji akan menafkahiku sepenuhnya,tapi setelah menikah jangankan untuk menafkahiku sepenuhnya uang gajinya saja Di pegang ibunya.aku sangat ingin membuka tokoh kue sendiri tapi aku tak punya modal.


"Iya Bu nanti Anisa ajari tapi sekarang Anis mau nyuci dulu"ucapku pada bu midah


"Oo iya ibu lupa,yaudah sini Cantika biar sama ibu,biar kau ngak repot"ucap Bu midah menawarkan bantuan


"Udah ngak apa-apa ibu malahan seneng Cantika ngak rewel enak kalo jagainnya,kuehnya juga udah di masukin ove nanti matang tinggal di matiin ovennya " ucap Bu midah


"Ya sudahlah Anisa titip Cantika ya Bu"ucapku pada bu mudah.


Setelah memberikan cantikan pada bu midah aku mulai mencuci,aku sengaja menjadi buruh cuci untuk memenuhi kebutuhan anakku karna ibu mertua hanya memberikan 50 ribu untuk membeli pempers.untuk membeli kebutuhan lainnya aku hanya mengandalkan uang dari aku menjadi buruh cuci.


Setelah selesai mencuci dan menjemur pakaian Bu midah aku menyetrika pakaian yang kemarin di cuci.setelah selesai aku pergi ketempat Bu midah dan Cantika bermain untuk mengajak Cantika pulang karena pekerjaan sudah selesai


"Cantika ayo pulang, Bu midah kami izin pulang ya"ucapku pada bu midah sambil menggendong cantika


" sebentar ya Nis ibu ambil uang sama kueh kebetulan ibu bikin kueh banyak sekalian kamu Bawak buat kamu sama Cantika "ucap Bu midah sambil berlalu kedalam rumah.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Bu Midah keluar sambil menenteng plastik mungkin itu isinya kue.


"Ini nis kuehnya sama uang gajikamu 2x cuci "ucap Bu Midah sambil memberikan dua lembar uang berwarna biru kepadaku.


"Bu ini kebanyakan kan biasanya cuman 50 ribu,ini kenapa ibu kasih 100 ribu"ucapku heran


"Udah itu lebihnya rejeki Cantika Nis"ucap Bu Midah sambil tersenyum


"Alhamdulillah makasih ya Bu kalau begitu Anisa pulang dulu takut ibu di rumah marah kalau Anisa lama pulang "ucap ku. setelah Bu Midah mengiyakan akhirnya kamipun pulang kerumah ternyata ibu mertuaku sudah ada di rumah.


"Dari mana kamu lama banget baru pulang udah mau siang kamu belum juga masak" ucap ibu mertua sambil berkacak pinggang.


"Anisa habis nyuci di rumah Bu Midah Bu"ucapku pada ibu mertuaku


"Itu apa yang kamu bawa dalam plastik"tanya ibu mertua lagi.


"Ini kueh Bu di kasih sama Bu Midah "jawabku.


"Apa di kasih sama Midah,jangan kayak keliatan kalo aku itu ngak mampu beli kueh sampai- sampai harus di kasih segala kayak begitu "protes ibu mertua.


"Namanya juga di kasih Bu Alhamdulillah rezeki" ucapku


"Alah bilang aja kasian liat kmu makanya di kasih kueh.udah sana kedalam masak benta lagi putri pulang lansung makan" ucap ibu mertua sambil mendorongku.


"Iya Bu Anisa mandi dulu baru masak"ucapku


"Terserah kamu asal putri pulang semuanya sudah bere"


Aku masuk kedalam dan meletakkan kueh di dalam piring lalu meletakkan di bawah tudung saji dan mask kekamar untuk mebaringkan Anisa kebetulan Cantika tadi tertidur pas perjalan pulang kerumah aku lansung mandi dan sholat.


Setelah itu aku bergegas untuk kedapur untuk memasak,sebelum memasak aku ingin mencoba kueh dari Bu Midah alangkah terkejutnya aku kuehnya hanya tinggal satu.kemana kueh yang Laing padahal tapi banyak sekitar belasan potong kenapa tinggal satu.mungkin ibu mertua yang makan tapi apakah terhabiskan belasan potong olehnya..setelah berpikir dan tak menemukan jawabanya aku memilih untuk memasak agar tidak di omeli oleh ibu mertua lagi.

__ADS_1


°°°°°°°°°


Haaiii maaf ya kalau bahasanya kaku maklum ini novel pertamakuu


__ADS_2