Ku Bayar Kekejaman Keluarga Suamiku Dengan Kesuksesanku

Ku Bayar Kekejaman Keluarga Suamiku Dengan Kesuksesanku
talak tiga


__ADS_3

Sore hari terdengar suara ibu dan Putri di ruang depan aku segera keluar untuk mengeceknya dan aku bingung siapa wanita yang berasama ibu dan Putri.


"Nisa Anisa"panggil ibu mertuaku


"Iya Bu Anisa di sini"jawabku


"Cepat buatkan minuman dan bawa cemilan yang ada di kulkas"titah ibu mertuaku dan aku segera ke dapur untuk membuatkan mereka air dan membawa cemilan.saat aku akan mengantarkan air ke mereka aku mendengar percakapan mereka di rumang depan.


"Coba aja yang jadi menantu ibu itu kamu bel,pasti ibu sangat bahagia pun mantu yang cantik yang baik royal dan punya pekerjaan,tak seperti benalu yang ada di sini"ungkap ibu mertuaku yang selalu menganggapku benalu di rumah ini,padahal kalau bukan karna tenagaku tak mungkin rumah bersih sendiri dan makanan selalu tersedia. Malam nanti aku harus aja mas Andi untuk pindah cari kontrakan biar bayar kontrakan pakai uangku,aku tak mau terus terus di anggap benalu,dan di jadikan pembantu gratis di sini.


"Iya betul kata ibuk,seharusnya kan mbak bella yang jadi istrinya mas Andi kan sama-sama cocok ganteng danh cantik"ucap ayu yang terus memuji wanita tersebut,setelah mendengar namanya aku jadi tau kalau namanya itu bella.


"Iya buk put doakan saja biar cepet jadi istrinya mas Andi"jawab bella dengan tak tau malunya.


Aku emosi mendengar ucapan bella yang dengan tak tau malunya berbicara seperti itu di rumah kami itu,lalu aku maju dan meletakkan gelas di atas meja lalu berbicara kepada bella.


"Mbak apakah mbak tidak malu berbicara begitu dengan suami orang,mbak ini cantik loh harusnya bisa cari yang masih bujangan,jangan jadi pelakor mbak ngejar suami orang"ucapku tak tahan untuk menasehati bella.sayang kalau wajah cantik jadi pelakor.


"Apa katamu ,aku bukan pelakor, kamu lihat penampilanmu siapa yang tahan dengan wanita sepertimu,kalau mas Andi mau denganku berarti itu salahmu yang tak pandai merawat diri"ucap sinis bella


"Dasar wanita tak tau malu,pelakor rendahan"ucapku berteriak dan


Plakk ..


Ibu mertua menamparlu lagi,apasalaku aku hanya membela diriku agar suamiku tak di goda oleh pelakor tersebut.dan aku dapat melihat senyum sinis yang bella berikan kepadaku.


"Jangan sekali kali ka menghina calon menantuku hah ! Seharusnya kamu sadar kamu itu bagaikan langit dan bumi,lihatlah bella cantik,bersih,tidak pelit,dan ia bekerja sangat berbeda jauh denganmu yang kusam kumal dan yang pasti kamu itu hanya benalu yang bekerja di rumah ini"ucap ibu mertua kepadaku.


"Tapi Bu aku hanya membela rumah tanggaku aku tak mau wanita ini menggoda mas Andi"ucap ku membela diri


"Alah kalau kau tak mau Andi tergoda dengan bella koreksi dirimu yang seperti bantal yang tak pernah di cuci"ucap sinis ibu mertua.


Belum sempat aku menjawab omongan ibu mertuaku terdengar suara motor yang sangat ku kenali yaitu suara motor mas Andi.


Mas Andi masuk kedalam rumah rumah aku ingin bersalam denganas Andi tetapi Bella lebih dulu maju dan memeluk mas andi.mas Andi tidak menolak dengan pelukan bela malah merangkul tubuh bella.


"Kok kamu di sini sayang"ucap mas Andi sambil mencium kepala bella

__ADS_1


Degg.. hatiku sangat sakit mendengar nada lembut dan ciuman tadi,kata sayang apakah mas Andi sudah lama mengena bella dan sudah menjalin hubungan.


"Iya sayang tadi aku ke salon dan belanja sama ibu dan Putri dan ibu ngajak aku buat mampir ke sini"ucap Bella dengan nada manjanya


"Mas kenapa kamu manggil dia sayang dan apa semua ini mas" ucapku sambil berteriak .


"Iya Bella ini pacarku dan kami sebentar lagi akan menikah"ucap mas Andi santai


Tak terasa air mataku menetes dengan sendirinya sungguh tega kamu mas aku selama ini selalu di siksa dan di jadikan pembantu gratis di rumahmu aku selalu bertahan dengan semua itu atas nama cinta,tapi apa yang ku dapat hanya penghiatan mu mas.


"Tapi apa salahku mas,aku selalu menurut dan tak pernah melawan ketika di perlakukan tidak baik di sini,aku selalu sabar untuk mempertahankan rumah tangga kita mas"tanyaku sambil menangis


"Kamu ngak sadar,aku bosen sama kamu lihat penampilanmu yang tanterus kulit yang kusam dan kering sangat tak terurus "ucap mas Andi padaku.sungguh sakit setiap kata kata yang di keluarkan oleh mas Andi.


"Mas tadi aku di hina sama istrimu dan aku di bilang pelakor" ucap Bella menambah kayu bakar di antara perdebatan kami.


"Benar begitu nis"tanya mas Andi dengan nada penuh penekanan


"Iya mas,kan memang dia pelakor mas lihat saja sudah tau kamu punya istri dia masih berdekatan dengan dia mas apa lagi kalau bukan pelakor dan cewek muraha"ucap ku berteriak dan


Plakk..


"Baik lah agar Bella tak lagi di katakan pelakor  kamu Anisa Anindya aku Andi rahajo menalak tiga kamu dan kamu bukan lagi istriku,dan segera kemasi barang-barangmu dan pergi kamu dengan anakmu itu"ucap mas Andi dengan penuh penekana


Degg badanku seketika lemas air mataku terus saja mengalir.jaha sekali kamu mas lnsung menjatuhkan talak tiga denganku


"Heh dengerkan anakku sudah menceraikanku sekarang kamu kemasi barang-barangmu dan pergi dari rumahku"ucap ibu Rahma padaku,seorang wanita yang beberap menit lalu masih menjadi ibu mertuaku


Aku segera bangkit dan mengemasi barang-barangku sungguh sakit hatiku terasa di iris lalu di kasih perasaan jeruk..aku bertekad akan membuat keluarga itu menyesal karna suda menyia-nyiakanku.aku ambil Cantika dan menggendongnya.


"Akhirnya hilang sudah benalu di rumah ini" ucap putri aku dapat melihat senyum kebahagiaan di antara mereka semua.


Aku pergi dari rumah itu entah kemana tujuanku saat ini.uangku ku dari hasil menulis novel masih utuh dan bisa untuk menyewa kontrak tapi ini sudah malam dan susah mencari kontrakan.


"Yaallah apakah aku harus tidur di jalanan malam ini,kasian Cantika kalau harus tidur di jalan"ucapku


Saat aku sedang berjalan jalan tiba-tiba ada suara yang memanggilku

__ADS_1


"Anisa"aku berhenti dan mencari orang yangemanggilku


"Eh Rio kamu ternyata" ya yang memanggilku adalah Rio


"Kamu mau kemana bawa tas malam-malam begini"tanya mas Rio padaku


"Panjang ceritanya mas sekarang aku lagi cari cari tempat tinggal"ucapku


"Yasudah kamu kerumah saja ada ibu Sama mbak Siska juga,besok baru aku temani cari kontrakan" ajak mas Rio


"Tapi aku ngak enak sama Bu Midah selalu merepotkan mas"ucapku tak enak


"Ngak apa-apa nis kata ibu kemarinkan kamu juga sudah di anggap keluarganya dan juga kasian Cantika jika harus lama lama berada di luar pada malam hari" ucapas Rio


Benar yang di katakan mas Rio kasian cantika.dan akhirnya aku mengiyakan ajakan mas Rio besok aku baru cari kontrakan untukku dan Cantika.


Setelah sampai di depan rumah Bu Midah kami mengucapkan salam dan mas Rio lansung menyuruhku masuk dan kebetulan Bu Midah dan mbak Siska sedang menonton tv lansung melihat ke arah kami.


"Eh ada Anisa dan cintaka ayo duduk sini"ucap Bu midah yang melihat kami


"Loh nis kamu kenapa malam malam begini bawa tas"tanya mbak Siska heran.aku terdiam bingung harus bagaimana menjelaskannya mengingatnya saja dadaku terasa sekarang apalagi menceritakannya.bu Midah yang melihatku begini lansung memelukku dan akupun menangis,tangisan yang sedari tadi ingin meluap sekarang ku luapkan.


"Menangislah nis,ketika sudah tenang baru cerita kepada kami"ucap mu Midah yang Cantika tadi sudah di bawa ke kamar tamu oleh mas Rio makanya aku leluasa untuk memeluk Bun Midah.


Setelah merasa tenang akhirnya aku menceritakan dari mulai perlakuan mertuaku,mas Andi yang mulai cuek,dan kejadian tadi yang ku alami


"Astagfirullah nis sungguh tega mereka denganmu,sudah nis mungkin jodohmu dengan Andi hanya cukup sampai di sini.kamu harus kuat kamu harus bangkit demi Cantika dan kamu buktikan kepada mereka kalau kamu bisa sukses  tanpa mereka" ucap mu Midah memberku nasehat.


Benar kata mu Midah aku harus bangkit demi Cantika aku harus membuka usaha sambil menulis cerita untuk menghidupi kebutuhanku dengan Anisa .aku tak mau lagi di injak-injak.


"Iya Bu benar kata ibu. Anisa harus bangkit demi Cantika mungkin setelah mengontrak Anisa akan berjualan kueh keliling dan di titipkan di warung-warung buk,tapi kalau Anisa sudah berjualan Anisa minta maaf sama ibu ngak bisa lagi mencuci dinrumah ini"ucap ku tak enak pada bu midah


"Ngak apa apa atu nis malahan lebih bagus pendapanmu lebih banyak,kalau kamu tak punya uang untuk menyewa kontrakan dan membuka usaha jualan kuehmu ibu insaallah ada nis buat kamu"ucap Bu midah yang semakin membuatku haru karna kebaikannya.


"Ngak usah Bu Anisa ada uang simpenan kan Anisa menulis novel sudah di gaji cukuplah untuk menyewa kontrakan dan modal usaha buk"ucapku pada bu midah


"O iya ibu lupa kalau kamu juga menulis novel nis,alhamdullillah kalau begitu,kalau kamu perlu apa-apa jangan sungkan pada ibu ya.besok biar Rio yang membantumu mencari kontrakan dan berbelanja keperluan semuanya"ucap Bu midah.

__ADS_1


Akupun mengiyakan apa yang di ucapkan Bu midah.setelah lama kami mengobrol aku pun di suruh masuk kamar yang di mana Cantika tidur.sebenarnya Bu Midah mengajakku tinggal di sini tapi aku tak enak  dan juga takut ada fitnah karena ada mas Rio juga yang berada di rumah ini..karena badanku terasa capek da aku lebih memilih tertidu.


__ADS_2