
Hai aku adalah Andi suaminya Anisa sewaktu berpacaran aku sangat mencintai Anisa.waktu kami masih berpacaran aku mengenal Anisa sebagai sosok wanita yang cantik baik dan juga pintar juga memiliki tutur kata yang lembut akan tetapi orang tuaku tidak merestui aku dengan Anisa karena Anisa bukan dari orang yang berada dan juga orang tuanya yang sudah meninggal.
Setelah sekian lama berpacaran akhirnya aku mantap untuk menikahi Anisa dan aku izin kepada orang tuaku tetapi ibuku tidak merestuinya.
berbagai cara aku membujuk Ibuku agar merestui hubunganku dengan Anisa tetapi tetap saja dia ngotot tidak akan merestui kami tapi tiba-tiba suatu malam Ibuku mendatangiku dan berkata ia akan merestuiku dan Anisa tetapi ada syaratnya.
Ibuku memberi syarat jika suatu saat kami menikah kami tidak boleh mengontrak dan harus tinggal di rumah ini bersamanya Dan juga saat aku gajian semua Uang gajian ku harus dipegang oleh ibu dan ia yang mengatur semua keperluan rumah.
aku bingung saat itu harus menerima persyaratan Ibuku atau tidak, tetapi ketika aku berbicara dengan Anisa ia bersedia menerima syarat dari ibuku.setelah mendapatkan persetujuan dari Anisa akhirnya kami pun menikah dan pernikahan kami hanya dilangsungkan di KUA tanpa membuat acara yang besar-besaran tetapi Anisa bilang tidak apa-apa yang penting sah itu sudah cukup baginya.bagi kami berdua pernikahan kami sangat berjalan dengan baik akan tetapi sifat ibuku yang tidak pernah berubah kepada Anisa dia tidak pernah menyukai Anisa akhirnya Anisa diperlakukan seperti pembantu oleh ibuku.Anisa pagi-pagi sudah bangun tidur dan Dia mulai memasak membereskan rumah dan mencuci baju Ibuku serta baju adikku.aku sangat kasihan melihat Anisa bukannya hidupnya makin membaik malah makin memburuk selama menikah denganku dan hidup di rumah ibuku, Aku ingin sekali berbicara kepada Ibuku agar lebih memperlakukan Anisa menjadi lebih baik tetapi Anisa melarangku karena tidak mau memperbesar masalah kecil katanya asalkan aku selalu baik itu sudah cukup baginya.
__ADS_1
selama menikah ibuku tidak pernah memberikan gajiku sedikitpun kepada Anisa akhirnya Anisa pun memilih menjadi buruh cuci di rumah tetangga dan uang itu digunakan untuk membeli keperluannya seperti membeli Skin Care dan lain-lain katanya agar suami tidak bosan melihatnya ketika datang kerja. Ingin sekali aku melarang Anisa menjadi buruh suci tetapi apa boleh buat aku ingin memberikan gajiku sedikit saja tidak bisa kepadanya karena mengingat janjiku kepada ibu.
Untung saja Anisa tidak pernah protes tentang itu dan tidak pernah menuntutku macam-macam sungguh aku sangat beruntung memiliki Anisa yang sangat baik dan penyabar.
setelah berapa bulan kami menikah akhirnya Anisa hamil dan aku sangat bahagia ketika mendengar bahwa Anisa hamil Aku sungguh berharap itu adalah anak laki-laki.tetapi ketika usianya sudah 5 bulan dan kami melakukan USG alangkah kecewanya aku ketika tahu bahwa anak yang dikandung Annisa adalah perempuan aku mencoba bersabar untuk menerimanya mungkin bukan sekarang atau anak kedua kami baru laki-laki.
semua berjalan dengan baik dan tidak apa-apa aku sudah pasrah ketika dikasih anak perempuan akan tetapi semuanya berubah ketika Anisa telah melahirkan.semuanya berjalan dengan baik-baik saja akan tetapi ketika Anisa melahirkan semuanya berubah setelah Anisa melahirkan ia tidak pernah lagi melakukan perawatan karena uang dari hasilnya mencuci digunakan untuk memenuhi kebutuhan Cantika anak perempuan kami karena ibuku hanya memberi Anisa Rp50.000 sebulan dan otomatis Anisa menggunakan uang dari hasilnya mencuci untuk kebutuhan Cantika.
Awalnya aku tidak tertarik untuk selingkuh dari Anisa tetapi lama-kelamaan aku mulai bosan dan jenuh dengan dirinya dan pesona Bella tidak mampu menahan untukku terus bertekad untuk tidak selingkuh.
__ADS_1
Awalnya aku dan Bella hanya sering makan dan jalan bersama tidak pernah melakukan hal yang jauh di luar batasan tetapi di waktu aku mengantarkan Bella ke kosannya dia mengajakku masuk dan istirahat di sana tiba-tiba Bella keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian yang sangat seksi karena aku sudah lama tidak menuntaskan hasratku kepada Anisa akhirnya imanku pun goyah dan kami melakukan persatuan yang menyebabkan peluh kami bersatu.
Sungguh aku tak menyangka Bela sungguh nikmat sangat berbeda jauh dengan Anisa yang hanya pasrah jika diapa-apakan berbeda dengan Bella yang jauh lebih aktif. aku lama-kelamaan semakin kecanduan dengan tubuhnya Bella jadi aku tidak pernah lagi melakukannya dengan Anisa yang menurutku sangat jauh dari Bella.aku sangat bersyukur ketika mengenalkan Bela kepada ibu dan adikku mereka sangat menyukai Bella dan pada beberapa hari berikutnya Bella izin ingin mengajak Ibu dan adikku jalan-jalan dan ke salon tetapi tentu saja Bella meminta uang kepadaku dan aku saat itu tidak tidak mempunyai uang dan akhirnya aku meminjam uang dari kantor Untung saja kantor bisa meminjamiku uang.
saat datang ke rumah aku mendengar suara ribut-ribut dari dalam rumah aku bingung suara apa saat aku masuk ke dalam rumah aku terkejut melihat Bella yang langsung menggelayud di lenganku saat itu juga mereka menyadu bahwa Anisa menghina Bella dan aku tidak terima akhirnya aku menceraikan Anisa dengan talak 3.
aku mengusir Anisa dan anak perempuan yang tidak pernah kuharapkan aku tidak peduli mereka mau menjadi Gelandangan atau apa.
Setelah lama Mereka pergi tidak pernah kami berpapasan ataupun berjumpa namun pada saat aku sedang jalan dengan Bella tiba-tiba aku melihat Anisa yang sedang menggendong Cantika dan menenteng tempat kue aku tahu dia pasti sedang berjualan kue keliling.aku tahu Anisa pasti menyesal berpisah denganku salah sendiri kenapa dia tidak bisa merawat dirinya dan lebih mementingkan Cantika daripada aku.
__ADS_1
saat pertemuan kami Bella mengatakan kepada Anisa kalau dia sudah hamil dan kami akan segera menikah ya memang benar saat itu Bella Tengah hamil dan kami sedang merencanakan pernikahan.
Sebenarnya aku sangat tidak mampu menuruti keinginan Bella yang sangat banyak dari acara resepsi yang besar-besaran dan bella meminta untuk membeli rumah agar tidak tinggal bersama ibuku.untuk memikirkan acara resepsi aku bingung uang dari mana apalagi harus membeli rumah secara langsung.Sebenarnya aku bimbang ingin menikahi Bella yang banyak maunya tetapi karena dia sudah hamil mau tidak mau aku harus menikahinya.Anisa dan Bella sangat berbeda jauh Annisa tidak pernah menuntutku untuk membuat acara yang besar-besaran dan menuntutku dalam segala macam sedangkan Bella dia harus menuntut semua serba mewah dan serba ada.