
Esok harinya seperti biasa Anisa bangun pagi-pagi untuk membuat sarapan ia membuat ayam gorengasak kecap dan SOP.anisa memisahkan sedikit ayam dan daun SOP lalu di simpannya di lemari tempat penyimpanan baskom lau Anisa menyungkupnya dengan baskom yang ada di sana,Anisa sengaja melakuka itu karna seperti biasanya pasti semua akan di habiskn oleh mereka
"
*Huh kalau dulu aku terima di perlakukan buruk oleh mereka tapi tidak untuk sekarang,enak saja aku yang masak mereka yang tukang habiskan*gumam Anisa lalu ia melanjutkan pekerjaan rumah.
Setelah selesai megerjakan pekerjaan rumah ibu mertua,keluar dari kamar untuk sarap dan ia membangunkan putri,putripun keluar dengan rambut yang acak acakan dan muka bantalnya, dasar pemalas ucap Anisa dalam hati,tak mungkin iya berbicara lansung bisa berbicara lansung bi dinomeli ia oleh ibu mertuanya itu.
Lalu di susul oleh mas Andi yang sudah siap dengan seragam kantornya.
"Ayo ndi kita makan "ucap ibu Rahma pada Andi( Oya ibu Rahma adalah ibu kandung Andi ya.kemareb lupa kasih nama.hehe)
"Iya buk"jawab andi
Mereka pun mulai memakan masakanku dengan lahap tapi tidak mengajakku,sebenarnya aku sangat lapar dan ingin makan sekarang karna semalam aku tak makan.
"Heh ngapain kamu di sana,pergi pergi ganggu orang makan aja,hilang nanti selera kami makan"ucap putri sambil mengibaskan tangannya.
Aku lebih memilih pergi Karan malas pagi pagi harus berdebat aku lebih memilih ke kamar dan menulis cerita dari pada harus sakit hati meladeni mereka.
Terdengar suara motor menjauh menandakan Andi sudah pergi Anisa hanya menghela nafas karna keberadaannya sungguh tak di anggap.cantika sudah bangun dan Anisa akan memandikannya.
Selesai mndi Anisa keluar dari kamar sambil menggendong catika.sebelum berangkat ke rumah Bu Minah Anisa makan dulu agar ta terjadi seperti kemaren,saat Anisa keluar dari kamar rumah sudah sepi entah kemana perginya mereka tapi Anisa sangat bersyukur jadi ia tak perlu sembunyi untuk makan makanan yang ia simpa tadi.saat Anisa membuka tudung saji dan benar saya Ayam tak ada tersisa dan SOP pun tinggal kuahnya saja yang dapat di ukur dengan beberapa sendok.
Anisa mengeluarkan lauknya dan sop-nya ia memulai makan nya dengan lahap untung sisa nasi masih banyak jadi ia puas untuk makan..
Alhamdulillah ucap Anisa merasa kenyang ia mulai membersihkan dan mencuci piring bekas makanan mereka tadi.setelah selesai anisa bergegas pergi kerumah Bu midah untuk menyici lagi.
•°°°°°°°°°°°°•
"Hallo ibu sama pautri kalian udah lama nunggu di sini"tanya bella pada bu Rahma dan Putri
"Enggak kok Bel kita juga baru sampe"ucap Bu Rahma
"Yasudah kalau gitu ayo ibu putri kita berangkat sekarang" ajak Bella pada bu Rahma dan Putri
__ADS_1
"Kita kau ke mana dulu nih ke salon atau ke mall"tanya bella
"Kita kesalon aja dulu mbak,aku udah la kesalon"jawab putri
Dan mereka akhirnya pun menuju salon untuk melakukan perawatan di sana .habis dari salon mereka pergi ke mall
"Wahh ini yang namanya mall.besar banget"ucap Bu Rahma dengan rasa kagumnya dan dapat di lihat dan di dengar oleh beberapa pengunjung di sana
"Iih Ibu apa apaan sih bikin malu aja buk"ucap ketus putri
"Yaudah ayok kita cari baju dulu habis itu kita makan " ucap bella .
Mereka pun berbelanja baju dengan kalapnya tanpa melihat harga selesai membeli baju mereka membeli tas .saat di jumlahkan semuanya mereka hampir menghabiskan 13 juta..
"Untung tadi aku sempat minta uang pada mas Andi,kalau aku sendiri yang bayar bisa tekor aku"
Ucap bella dalam hati sungguh ia tak rela kalau uangnya habis untuk mereka yang mata duitan,kalau bukan karna cintanya kepada Andi tidak mau dia dekat dengan keluarga seperti itu.
"Ayok buk kita makan, bella sudah lapar"ajak bella
•°°°°°°°°°°°°°°°•
Anisa telah sampai di rumah Bu Midah dan mengucap salam.
"Assalamualaikum"ucap Anisa di depan rumah Bu Midah
"Waalaikumsalam ayo masuk ibu sudah nunggu kamu di dalem"ucap Siska anak perempuan Bu Midah.
Mereka pun beriringan masuk kedalam rumah
"Eh Nisa sudah datang nis sini dulu ibu kenalin sama anak-anak ibu kebetulan mereka ada sebagian pulang. Ini Siska anak ke-2 ibu nis,dan itu Rio anak ibu yang paling bingsu"ucap Bu midahemperkenalkn anaknya.
"Loh kamu anisa kan"Taya Rio pada Anisa. Rio merasa tak asing dengan Anisa
"Eh kita kenal" tanya Anisa heran,tapi ia merasa tak kenal dengan sosok yang di depannya.
__ADS_1
"Ya kenal lah nis,siapasih yang ngak kenal kamu seorang wanita cantik,dengan kepintaran yang wahhh dan sikaf baiknya di SMA" jawab Rio antusias
"Heh tidak juga seperti itu mas,mas siapa ya kayak ngak pernah aku liat mas"ucap Anisa
"Jelaslah kamu ngak inget aku,aku ini Rio sandjaya si cowok cupu yang selalu mereka jauhi dan nakali ,tapi tidak untu kamu nis kamu dulu sangat tulus berteman denganku.padaha cewek cantik pasti pilih pilih teman"ucap Rio mencelaskan siapa dia pada jaman SMA pada Anisa.
"Loh kok berubah banget kamu rio.kemana kacamata tebalmu"tanya Nisa
"Heh itu dulu setelah lulus SMA aku kuliah dan belajar bergaul dan mengganti style biar ngak di ejek pas kuliah eh akhirnya malah berlanju kame gaya yang begini sampai sekarang,kamu sendiri gimna kabarnya"tanya Rio karna heran melihat penampilan Anisa yang takterurus .
"Ya begilah Rio dapat kamu lihat semua berbanding terbalik waktu SMA .Kamu yang dulu cupu dan selalu di hina,lihatlah sekarang sudah tampan dan gayanya wahhh. dan aku lihatlah yang katamu dulu mereka puji puji tapi sekarang ku rasa saat bertemu merek,mereka pun tak mengenaliku."ucap sendu Anisa mengingat masa SMA nya dulu.
"Suda sudah kenapa bawaannya Jadi melow sih,Anisa boleh mbak gendong Cantika mbak gemes sama dia penge bawa dia main"ucap Siska antusias dan Anisa pun memberikan Cantika .Cantika termasuk anak yang pintar tak pernah memilih mau di ambil sama siapapun kalau orangnya baik.pernah dulu ia pengen di ambil sama ibu ibu julid pas mau pergi kerumah Bu midah eeh malah nangis Cantika ha.
"Ayo Nissa di minum teh ya sama cemilannya di makan"ucap Bu midah mencairkan suasana lagi Siska membawa Cantika bermain di halaman belakang.
"Iya Bu " jawab Anisa.
"Siska itu sangat suka kalau bertemu dengan anak kecil.cantila sudah menikah 5 tahun tapi mereka belum di karuniai seorang anak,syukur suami dari Siska selalu sabar menghadapinya.namanya rezeki hanya allah yang tau" ucap Bu midah
"Iya Bu pantas aja Bu mbak Siska sangat senang melihat Cantika"ucap anisa
"Iya bisa dapi dari matanya ibu bisa melihat kebahagiaan dan duka ketika ia menggendong Cantika tadi.mungkin ia merasa bahagia dengan adanya cantikan dan iya merasa sedih karenaenginginkan seorang anak"ucap mu Midah dan mereka terdiam beberapa saat lalu memakan cemilan dan meminum teh,setelah selesai Anisa berpamitan ma mencuci baju baju mereka.
Selesai mencuci baju ia aka mengajak Cantika pulang,tapi sebelum pulang ia di hentikan oleh Bu Midah
"Anisa ayo makan"ajak Bu Midah
"Ngak usah Bu Anisa masak sendiri di rumah nanti"tolak Anisa karena merasa tak enak
"Ayolah makan Anisa kamu juga sudah seperti keluarga sendiri karna kamu sekali yang jagain ibuk "ucap Siska pada Anisa
Mau tak mau Anisa pun makan bersama mereka dengan rasa tak enak.di pertengahan makan Anisa Rio kadang kadang mencuri pandang ke arah Anisa dan itu membuat Anisa merasa tak nyaman karna ia masih istri orang.
Selesai makan Anisa pun pulang kerumahnya karna berlama lama di sana takut ibu mertuanya marah. Tapi saat sampai di rumah keadaan rumah masih kosong.
__ADS_1
"Hah rumah masih kosong lebih baik aku tak masak ibu dan Putri juga tak ada di rumah dan aku sendiri juga sudah mkan lebih baik aku menulis novel lagi dari pada di teror terus oleh pembaca yang penasaran dengan kelanjutannya" ucap Anisa dalam hati dan ia memilih menjutkan menulis di aplikasi cerbung nya.