Ku Bayar Kekejaman Keluarga Suamiku Dengan Kesuksesanku

Ku Bayar Kekejaman Keluarga Suamiku Dengan Kesuksesanku
pengen pindah


__ADS_3

Setelah semua beres Anisa ingin menuju kamar untu melanjutkan menulis cerita di aplikasi cerbung nya.saat ia melewati ruang tv ia melihat suaminya,ibu dan adik iparnya sedang asik menonton tv dan memakan kueh yang di bawanya dari rumah Bu Midah.


"Astagfirullah ibu..bahkan kueh yang ku bawa di sembunyikannya dan hanya menyisakan satu untukku"ucap Anisa dalam hati ia lebih memilih ke kamar..


Saat sedang menulis masuk Andi ke dalam kamar dan mulai berbaring sambil memainkan hpnya tanpa memperdulikan Anisa seolah ia tak ada.


"Mas aku boleh ngomong"ucap Anisa mencoba mengajak Andi berbicara.


"Hmm"respon Andi


"Boleh nga kita pindah mas,kita ngontrak aku sudah ngak tahan dengan perlakuan ibu dan Putri mas"


"Sudah berapa kali aku bilang kalau kita ngontrak cuman buang buang uang,kamu itu ngak kerja kayak aku pergi pagi pulang malam jadi ngak ngerasain susahnya cari uang banyak"ucap dengan penuh penekanan.


"Tapi mas aku rasa cukup kalo kita ngontrak nanti aku bantu juga sedikit-sedikit dari hasil cuci baju mas"


"Kamu itu ngeyel kalau di bilangin,kalau aku bilang enggak ya enggak.ngeyel banget "ucap Andi mulai meninggikan suara


Anisa yang melihat respon suaminya begitu lebih memilih diam dan berbaring mencoba untuk tidur.


Terdengar suara azan yang membangunkan Anisa dari tidur nyenyaknya Anisa mencuci muka dan wudhu untuk melakukan kewajiban umat muslim.


Setela itu ia membereskan rumah agar tak di marahi oleh ibunya lagi.setelah selesai membereskan rumah ia mulai memasak Nasik goreng di tampah dengan telur ceplok..merasa suda selesai pekerjaan memasak ia mencuci baju suaminya dan baju orang rumahan.


Saat mau memasukan baju Andi kedala mesin cuci samar samar ia mencium bau parfum berbeda dari parfum suami seperti wangi cewek..Anisa mulai khawatir Taku suaminya main belakang,kalau sudah main belakang tak ada lagi yang di harapkan..setelah sekian lama berfikir Anisa melanjutkan mencucinya.


Selesai mencuci dan menjemur Anisa mau masuk ke kamar untuk membangunkan suaminya tetapi andi lebih dulu keluar dengan pakaian yang sudah rapi..


"Kamu sudah siap mas tumben jam segini sudah rapi"tanya Anisa


"Aku mau kekantor dan sarapan di luar"jawab andi


"Kenapa awal sekali ke kantor mas dan kenapa makan di luar"tanya Anisa


"Alah banyak sekali pertanyaanmu dasar wanita cerewet bikin mood ku pagi pagi sudah rusak"jawab andi ketus sambil meninggalkan Anisa menuju motornya untuk berangkat.

__ADS_1


****************


Andi mulai melajukan dengan motornya sedikit kencang karna masih sangat pagi dan jalana masih sepi,setelah beberapa saat Andi sampai di depan rumah kosan seseorang dan ia mulai mengetuk pintunya


Tok tok tok "assalamualaikum" ucap Andi


"Walaikum salam eeh mas udah Dateng"ucap seorang wanita cantik dan lansung memeluk Andi


"Iya dong sayang kan aku udah janji bakalan jemput kau dan kita sarapan bareng hari ini"ucap Andi


"Yaudah mas Ayuk kita berangkat lansung cari makan,restoran dekat kantor kita aja mas di sana enak-enak juga makanannya"


"Oke Bella sayang"ucap Andi lalu mengajak Bella menaiki motornya.


*******


Setelah mertuanya selesai makan anisa baru makan dan membereskan bekas masakan mereka tadi.lalu anisa melihat rumah tapat sepi ia memilih untuk menjutkan novelnya karna masih sejak lebih untuk jadwalnya mencuci di rumah Bu Midah.


"Aah akhirnya udah bisa ngajuin kontrak tapi gimana mau ngajuin aku ngak punya rekening gimana mau ngajuin kontrak"gumam Anisa merasa lemas


Setelah mencari ojek dan sampai ke toko emas ia mencoba menjual emasnya


"Ko berapa ini lakunya"tanya Anisa kepada bapa penjaga toko.


"Ada suratnya mbak"tanya bapak tersebut


"Ada ko"ucap Anisa sambil memberikan sura emasnya kepada penjaga toko


"Ini hanya laku 225.000 mbak.mau kah di jual" jawab penjaga tokoh tersebut


"Bolehla ko"jawab Anisa karna ia membuat 200.000 untuk membuka rekening.


Setelah menjual dan mendapatkan uang Anisa menaiki ojek sambil menggendong catika lalu pergi kerumah Bu midah.


"Assalamualaikum Bu Midah "ucap salam Anisa

__ADS_1


"Waalaikum salam nis,ayo masuk"ajak Bu Midah


"Kemana tadi kamu nis"tanya Bu Midah


"Anisa tadi ke toko emas Bu buat jual anting nisa yang tingga sebela buat buka rekening"jawab Anisa


"Loh kenapa kamu mau buat rekening nis"tanya Bu Midah penasaran.


Anisa pun akhirnya menceritakan tentang ia menulis cerita di cerbung dan sudah bisa menjagukan kontrak tapi harus mempunyai rekening.


"Oo begitu yasudah ayo ibu temenin kamu buat rekening bia nanti Cantika sama ibu pas kamu ngurusin berkas berkasnya"tawar Bu Midah


"Emang ngga ngerepotin Bu,Anisa juga harus cuci baju ibu "jawab Anisa sungkan


"Uda ngak apa-apa.cucian juga sedikit biar besok baru kamu cuci"jawab Bu Midah.


Akhirnya Anisa pun mengiyakan bantuan dari Bu Midah mereka menuju bank terdekat dan membuat rekening.


"Alhamdulillah selesai juga nis"ucap Bu midah


"Iya Bu Alhamdulillah selesai juga, makasih ya bu.ibu itu baik banget sama anisa Bu"ucap Anisa merasa terharu denga perlakuan Bu Midah yang sangat baik kepadanya


"Kamu ini nis udah ibu anggep kaya anak ibu sendiri. anak ibu semua udah kerja di luar setiap hari hanya kamu yang nemenin ibu,kalau bukan ke kamu ibu baiknya ke siapalagi coba" ucap Bu Midah tulus


Lalu mereka pun menaiki motor Bu Midah untuk pulang. Anisa memilih untuk ke rumah Bu Midah lagi dan pulang jalan kaki dari ruma Bu Midah,karna ia takut jika ketahuan ibu mertuanya pasti ibu mertuanya banyak bertanya.


Sampai di rumah masih terasa sepi entah kemana perginya ibu mertuanya.kalau putri ia tentu saja pergi kuliah.


Anisa mulai membaringkan Cantika yang tertidur di kamar dan ia memulai memasak untuk makan siang mereka.selesai memasak di lihatnya rumah masih sepi Anisa memilih untuk mengajukan kontrak di aplikasi cerbung nya.lalu ia melanjutkan ceritanya..setelah beberapa saat terdengar suara azan iapun melakukan sholat.selesai sholat masuklah ibu mertuanya dengan keadaan mulut yang mengomel.


"Kenapa Bu" tanya Anisa


"Kepo kamu itu,dasar menantu ngak guna.coba aja kala Andi nikah sama cewek yang kerja ngak kayak kamu penganggua yang hanya jadi benalu keuarnga ini pasti ibu sudah merasakan sama seperti Bu Endang yang di belikan emas sama menantunya.ini kamu apa boro-boro mau belikan emas yang ada kamu itu hanya jadi benalu di sini"ucap ibu mertua sambil berlalu ke kamar.


Sungguh sakit hati Anisa selalu saja ucapan ibu mertuanya selalu menyakiti perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2