
"kaak kaaak doni, ayo makan dulu. kakak belum makan kan??" tanya sera sembari jalan menghampiri doni
"nanti aja kalo dua wanita siluman itu sudah pergi dari meja makan" kata doni sambil melihat ke arah bu marini dan eva di meja makan.
"kenapa sih kakak keliatan benci banget sama mama dan eva? " tanya sera sambil melihat doni "nanti kamu juga tau gimana kebusukan mereka sera"
"aaaah udah ma eva udah kenyang" kata eva sambil berdiri
"yaudah kamu ke kamar bersih" dulu trus istirahat " kata bu marini.
lalu bu marini dan eva meninggalkan meja makan dan menuju kamar eva.
'tuh kak doni mereka udah selesai, kita makan yuuk" ucap sera menggandeng tangan doni.
"bii inaah tolong bawakan dua minuman untuk aku dan kak doni ya bi" ucap sera pada bi inah
"baik non, sebentar ya non saya bersihkan dulu piring bekas non eva makan, permisi ya non" ucap bi inah sambil membawa piring bekas eva makan.
"ini non piring dan minum nya" ucap bi inah sambil menyodorkan dua piring bersih dan dua gelas minum es jeruk.
"makasih ya bi inah, sini bi sekalian ikut makan" sera menawari bi inah untuk makan bareng di meja makan.
"tidak non saya sudah makan tadi di belakang" jawab bi inah menolak tawaran sera,
"kalo begitu saya ke dapur dulu ya non" lanjut bi inah sambil berjalan ke dapur.
"oh iyaa bi inah" jawab sera
"sera kamu itu udah cantik baik lagi" kata doni sambil terpana melihat kebaikan sera
"udah kak gak usah sok muji deh kan emang itu kewajiban kita didunia tidak boleh membeda" kan, bi inah itu udah aku anggep keluarga sendiri karna yaa bi inah udah lama kerja disini dari sebelum mama meninggal.." ucap sera sembari mengambilkan doni nasi.
"udah kak ayo makan dulu" lanjut sera menyodorkan piring yg sudah berisi nasi dan lauk pauk
"eh iyaa sera kamu juga makan dong kan tadi katanya kamu juga laper" kata doni sambil mengambil sepiring nasi dari sera.
__ADS_1
"iyaa kak, kak doni siapa sih sebenernya preman yg nyerang kakak tadi?" tanya sera penasaran
"aku juga belum tau sera, tapi tadi kata bi inah wanita siluman itu sempet nyebut2 preman makanya aku mau menyelidiki dulu"
"siapa maksud kakak? mama?? eva??" tanya sera terkejut
"ssssttt jangan kenceng kenceng nanti mereka denger, itu baru perkiraan ku karna setelah aku diserang preman itu bi inah denger kalo mama nyebut preman sialan gagal nyingkirin anak b*d*h" kata doni telunjuk nya diatas bibir
"masa' sih mama tega ngelakuin itu ke kak doni, kak doni kan anak kandungnya" ucap sera prihatin atas apa yg terjadi
"karna dia itu gak suka sama aku karna aku dari dulu ngehalangin dia untuk dapat laki-laki yang lebih kaya dari ayah" kata doni sambil menyuapkan nasi ke mulut nya.
"ya ampun kak aku gak habis pikir kenapa seorang ibu tega ngelakuin itu ke anak kandungnya" kata sera menatap wajah doni yg babak belur karna dihajar preman preman tadi
"udah sera kamu tenang aja kak doni bisa jaga diri" ucap doni karna tidak mau sera terlalu khawatir.
"tenang gimana kak kan preman itu udah nyerang kak doni sampai dua kali dan bukan hal mustahil mereka akan terus menyerang kak doni" sera terus menatap wajah doni khawatir sambil berkaca kaca
"tuh kan kamu malah gak jadi makan, ayo sera makan dulu kak doni gak papa kakak janji lain kali bisa jaga diri" kata doni menenangkan sera
"bener ya kak, kakak harus bisa jaga diri sera gak mau kak doni kenapa2" sera tidak berhenti menatap wajah doni yang babak belur.
"iiiihh kak doni apaan sih sera tu sedih liat keadaan kakak" ucap sera sambil mengusap air matanya.
"udah makan dulu gak usah nangis" ucap doni sambil tertawa kecil.
"habis makan sera mau mandi trus istirahat dulu ya kak, kak doni juga istirahat biar luka diwajah kak doni membaik" sambung sera sambil menyuapkan nasi ke mulut nya.
"iyaa iyaa bawel" kata doni meledek sera dan menatap wajah cantik sera
"ya Allah seandainya sera tau perasaan ku" kata doni dalam hati.
"kenapa liatin aku kayak gitu kak?" tanya sera
"eeeehh enggak aku cuma membayangkan gimana kalo suatu saat aku mati hahaha kamu pasti nangis kejer wkkk" doni tertawa terbahak-bahak.
"kakak ngomong apaan sih?!" ucap sera sambil menangis dan meninggalkan meja makan.
__ADS_1
mendengar ada suara keributan bi inah menuju sumber suara dari meja makan
"ada apa dengan non sera den?? kenapa non sera menangis dan makanan nya tidak dihabiskan" tanya bi inah khawatir
"gak papa kok bi, sera ngambek karna tadi aku bercanda berlebihan" jawab doni tetap meneruskan makan.
"oalaaaaah, oh iya den doni tadi bibi gak sengaja denger nyonyah dan non eva sedang ngomongin den doni. sekarang saya yakin den kalo preman preman itu adalah suruhan nyonyah" sahut bi inah sambil merapikan piring sera.
"yaudah lah bi biarin aja mungkin wanita siluman itu mau nyingkirin aku biar rencana mereka berjalan mulus" jawab doni sambil terus makan.
"bi inah tolong jangan kasih tau apa apa lagi ya ke sera nanti takutnya sera kepikiran" lanjut doni
"oh iyaa den" jawab bi inah
"kenapa sih kak doni ngomong seperti itu?" ucap sera didalam kamarnya sambil menangis.
"ya Allah lindungi lah kak doni, aku baru merasakan bahagia mempunyai seorang kakak jangan Kau ambil dia ya Allah" lanjut sera menengadahkan tangannya.
tok tok tok (eva mengetuk pintu kamar sera)
"kak seraaa" panggil eva sambil terus mengetuk.
sera buru buru menghapus air matanya dan membuka pintu
"iyaa ada apa eva?" tanya sera
"kak aku pinjam baju kak sera dong buat dateng ke acara ulang tahun temenku" jawab eva
"oh boleh eva kamu pilih aja" jawab sera mempersilahkan eva masuk dan memilih baju yang akan dipinjam nya,
eva pun bergegas memilih milih baju yang akan ia pakai ke pesta ulang tahun temannya.
"yang ini ya kak sera" kata eva menempelkan dress warna pink dan wajahnya sumringah
"oh oke pakai aja gak papa" jawab sera sambil tersenyum
"emang temen kamu yang ulang tahun itu rumah nya dimana?" lanjut sera.
__ADS_1
"cuma deket kok kak dari kampus, yaudah bajunya aku bawa dulu ya kak" jawab eva dengan wajah sumringah dan meninggalkan kamar sera
"okee" jawab sera sambil menutup pintu kamarnya.