Kugapai Cintamu

Kugapai Cintamu
rencana busuk


__ADS_3

"pagi kak doni" sapa sera pagi itu di meja makan


"pagi sera" doni mendongakkan kepalanya dan menatap wajah sera



"ya Allah begitu indah ciptaan Mu" kata doni dalam hati yg terpesona kecantikan sera pagi itu


"kak....kak doni" tangannya melambai didepan wajah doni yg sedang melamun


"eeeeeh" doni tersadar dari lamunan


"kak doni kenapa melamun" tanya sera sambil menggeret kursi untuk duduk


"gimana kak semalem? bisa tidur? badannya udah enakan kak?" lanjut sera


"yaaaa udah agak mendingan sih ini" jawab doni



"pagi pa" sapa sera pada pak rudi sambil menoleh ke arah pak rudi yang sedang berjalan menuju meja makan


"pagi nak, gimana tidurnya? nyenyak?" jawab pak rudi yg sudah bersiap duduk di meja makan


"nyenyak pa, oh iyaa pa sera besok udah sidang pa do'ain lancar ya pa" jawab sera sambil tersenyum


"pasti, papa selalu berdoa untuk putri papa yg cantik ini" ujar pak rudi mengelus kepala putri nya


"alan udah tau kalo kamu besok sidang? trus gimana kelanjutan hubungan kamu dengan alan? lanjut pak rudi


"inshaAllah sera dan kak alan akan tunangan setelah sera wisuda pa" jawab sera tersenyum.


Mendengar hal itu eva dan bu marini yang sedari tadi juga duduk di meja makan pun kesal


"uuhhh kenapa sih harus sera yang dijodohkan dengan kak alan?!" kata eva dalam hati sambil cemberut


"eva gimana dengan kuliah kamu?" tanya pak rudi menoleh ke arah eva


"hhe lancar sih pa oh iya kak sera sebentar lagi wisuda yaa" tanya eva sambil tersenyum menutupi kekesalannya


"iyaa kakak kamu ini sebentar lagi wisuda, setelah wisuda sera dan alan akan tunangan dulu karna mereka udah papa jodohkan dari kecil" jawab pak rudi sambil menyuapkan roti ke mulutnya

__ADS_1


"hmm sebentar lagi enak dong kak sera akan jadi nyonya alan Wijaya" ujar eva matanya melirik sadis ke arah sera


"kamu iri va? makanya cepetan cari cowok yg mapan kayak alan" doni balas menyindir eva


"apaan sih kak doni, siapa yg iri? malahan aku ikut bahagia buat kak sera" ujar eva membela diri


"heleeeeh kalau kamu bahagia kenapa raut wajah kamu cemberut??" tanya doni


"udah udah doni kamu kenapa sih sama adek kamu sendiri seperti itu?" ucap bu marini menengahi perdebatan eva dan doni


"awas yaa kamu anak si\*l\*n!!" gumam bu marini dalam hati


"yaudah ma papa berangkat kerja dulu, sera, eva nanti kalau berangkat kuliah hati hati dan doni kalau ada apa-apa cepat hubungi papa" pak rudi berpamitan dan meninggalkan meja makan.


drrrt drrrt drrrt (ponsel sera bergetar)


"pagi sera cantik, nanti malam rencananya saya dan mama akan datang kerumah membahas acara pertunangan kita"


"pagi juga kak alan, oh iyaa kak mau makan malam sekalian kan kak?"


"yaa kalo itu sih tergantung kamu boleh apa gak hhe"


"iiihh apaan sih kak alan yaa pasti boleh kak, nanti aku tunggu ya kak"


"iyaa nih kak ke kampus sebentar nemuin dosen"


"Hati-hati ya cantik kalo ada apa apa cepat hubungi saya"


"iyaa kak alan"


"ciiieeee dapet pesan dari siapa kok senyum senyum gitu?" tanya doni menggoda sera


"ini kak alan katanya nanti malem mau makan malam disini kak" jawab sera wajahnya memerah malu


"yeess nanti malem kak alan dateng, aku bakalan dandan cantik buat kak alan" gumam eva dalam hati


"biii inaaah" sera memanggil bi inah dengan lembut


"iyaa non sera ada apa?" jawab bi inah berjalan menuju meja makan


"nanti tolong masak yg spesial ya bi soalnya kak alan dan tante ita mau makan malam disini" ujar sera pada bi inah

__ADS_1


"oh baik non serahkan semua ke bi inah" jawab bi inah sambil tersenyum


"aku akan cari cara supaya nak alan tidak jadi tunangan dengan sera tp akan menikah dengan eva dan eva yang akan jadi nyonya alan Wijaya" gumam bu marini dalam hati


b"yaudah ma sera dan eva berangkat kuliah dulu ya ma" ucap sera sembari berdiri bersalaman pada bu marini


"oh iyaa sayang kalian hati hati ya dijalan" ujar bu marini dengan senyum sok manisnya.


"maa eva berangkat ya" ujar eva juga bersalaman dan memeluk bu marini


"kamu tenang saja eva sayang mama akan cari cara supaya kamu yang menjadi nyonya alan Wijaya" bisik bu marini pada eva,



"bener ya ma" eva tersenyum sumringah


"eva ayo masuk mobil" ucap sera dari dalam mobil glekk eva menutup pintu mobil dan doni segera melajukan mobilnya


"kak doni nanti kakak pulang dari kampus hati hati ya sera takut kak doni kenapa napa seperti kemarin" ucap sera cemas


"iyaa sera pasti kamu gak usah khawatir gitu, yang penting kamu dan eva sampai kampus dengan selamat" jawab doni yang masih fokus menyetir


"ya gak gitu dong keselamatan kak doni itu juga penting" sahut sera


"kalo aku mati juga gak akan ada yang sedih sera" doni melontarkan candaan,


"kak doni!! cukup kak doni itu ngomong apa sih kenapa kak doni selalu bilang mati mati dan mati!!" ucap sera dengan nada tinggi


"sera, kak doni itu bercanda hha" sahut doni sambil tertawa


"candaan kak doni itu gak lucu!! sera gak suka kak doni ngomong sembarangan" ujar sera dengan raut wajah sedih


eva yang asyik mendengarkan musik di ponselnya dengan earphone tidak menggubris percakapan sera dan doni di dalam mobil, sesampainya di depan kampus eva pun turun dari mobil tanpa kata kata


"kak doni pokoknya hati hati ya kak pulangnya" sera mewanti wanti doni


"iyaa sera kakak pasti bisa jaga diri kamu tenang aja" ucap doni menenangkan sera


"yaudah sana masuk nanti kalo pulang kabarin aku biar aku jemput" lanjut doni dari dalam mobil


__ADS_1


"iyaa kak bye kak doni sera masuk dulu" sera melambaikan tangan pada doni dan berjalan menuju kampus.


__ADS_2