
"maa buka pintu nya sera takut" teriak sera berharap dibukakan pintu,
tidak sengaja doni mau mengambil sesuatu di gudang.
GRREEEEK (doni membuka pintu gudang)
"sera!? kenapa kamu bisa ada disini?!" tanya doni pada sera yang sedang ketakutan
" hiks hiks hiks(sera menangis) mama yang kunciin sera di gudang" sera menangis sesenggukan dan memeluk doni
"kenapa wanita siluman itu berani kunciin kamu di gudang? kur*ng *j*r!!!!" kata doni dengan wajah kesal
"sekarang ayo kita keluar" doni menuntun sera.
"yaudah tante saya pulang dulu" kata alan berpamitan pada bu marini
"Hati-hati ya nak alan" ujar bu marini melambaikan tangan pada alan
"sana cepet ikutin!!" bu marini menyuruh eva mengantar alan sampai mobil
"hati-hati ya kak di jalan" ucap sera sambil tersenyum
"iyaa" jawab alan memegang bahu eva
"hey kenapa kalian kurung sera di gudang!!? apa salah sera!!? dasar kalian gak tau diri!! teriak doni pada bu marini sambil tangan nya menunjuk ke arah bu marini
"heh anak durhaka!! kenapa kamu keluarkan dia tanpa seizin mama"
sera berlari menuju kamar dan menangis
"kak alan maafin aku gak bisa dateng makan malam hiks hiks hiks" air mata sera jatuh, karna sudah malam sera pun istirahat di tempat tidur.
grreeekk (pak rudi membuka pintu kamar sera)
"papa" sera memeluk pak rudi
"kenapa kamu sera kok sedih?" pak rudi menanyai sera
"apa papa bahagia?" tanya sera sambil memeluk pak rudi
"iyaa nak papa bahagia kamu kenapa tiba-tiba tanya seperti ini?" tanya pak rudi keheranan
"sera rela pa menderita asal papa bahagia" gumam sera dalam hati
__ADS_1
" gak papa pa sera gak papa" ucap sera tersenyum terharu
"kamu kenapa sayang bilang sama papa" pak rudi mulai khawatir
"sera cuma capek pa pengen istirahat, papa capek juga kan sekarang papa istirahat aja pa" ucap sera menyuruh pak rudi keluar kamar
"ya sudah papa istirahat ya sayang" pak rudi berjalan meninggalkan kamar sera
"andai papa tau kelakuan mama" (sera menangis lagi) sera menoleh ke arah meja kecil disamping tempat tidurnya
"ini apa?" sera mengambil rekaman suara diatas meja kecil di kamar nya.
"sera saya sangat mencintai kamu, besok saya harus kembali ke Australia mengurus bisnis keluarga saya ingin sebelum kembali ke Australia mendengarkan ungkapan perasaan kamu. besok saya tunggu di rumah jam 3 sore" suara rekaman alan
"kak alan aku juga sangat mencintai kamu" sera memeluk rekaman suara alan.
grreeekk (sera membuka pintu kamar doni)
"kak, kaak doni aku cuma mau ngucapin makasih karna kakak udah bukain pintu gudang kemarin" ucap sera tersenyum
"kaak kok diem aja" sambung sera yg masih berdiri di dekat pintu karna doni tidur terbungkus selimut membelakangi pintu
"yaudah deh kalo kakak masih tidur" lanjut sera berbalik badan mau keluar kamar doni
Tiba-tiba
"kak doni, kak kamu kenapa?" sera mendekati doni dan membuka selimut nya dan sera menemui doni sedang menggigil serta badannya demam tinggi
"maaa mamaa maaa" sera berlari mencari bu marini
"maa kak doni badannya panas banget maa" lanjut sera setelah menghampiri bu marini yang sedang duduk santai
"biarin aja ntar juga sembuh sendiri" jawab bu marini seperti tak peduli
"ayo maa liat dulu" sera berusaha membujuk bu marini
"diaam!! jangan ganggu saya!! sana pergi!!" bu marini malah membentak sera. sera lalu pergi mencari kotak obat
"kaaak ini minum obatnya dulu" ucap sera menyiapkan obat demam untuk doni lalu meminumkan nya
"dikompres ya kak biar panasnya turun, kak doni selimutan biar gak kedinginan lagi" ucap sera menarik selimut nya agar menutup tubuh doni.
"maa sera tu kenapa sih dari tadi sibuk bikin susu bikin bubur" kata eva menghampiri bu marini
"mana mama tau lagian masa bodo amat dia mau bikin apa kek mama gak mau tau" jawab bu marini
__ADS_1
"kak doni makan dulu bubur nya trus minum obat ya kak" ucap sera sambil membawa nampan berisi bubur, susu dan obat
"iyaa sera makasih" jawab doni yg masih tiduran dikasur.
sera berangkat kuliah naik taksi karna siang itu sera sidang skripsi nya, pulangnya sera kehujanan karna menunggu taksi yang tak kunjung datang
Tiba-tiba doni datang membawakan sera payung
"kak doni kenapa jemput aku? kak doni kan masih sakit" tanya sera menatap wajah doni yang masih pucat
"ayoo sera cepat ke mobil aku gak mau kamu sakit" ucap doni menggandeng tangan sera ke mobil
"tapi kak doni kan harusnya istirahat, bukan malah jemput aku seperti ini" sera terus menghardik doni Doni melajukan mobilnya pulang kerumah, sesampainya dirumah
"ayo kak aku antar ke kamar kak doni, seharusnya kak doni tu istirahat bukan malah jemput aku" lanjut sera menggandeng doni berjalan ke kamarnya
Sesampainya di kamar doni langsung memeluk sera
"sera aku mencintaimu" kata doni sambil memeluk sera
mendengar hal itu sera mendorong doni
"kaak kita ini adik kakak" ucap sera
"aku gak peduli yang jelas aku sangat mencintaimu sera" jawab doni berusaha memeluk sera lagi
sera mendorong doni yg masih lemas agar tak terus terusan memeluk dia dan sera mendorong doni sampai doni jatuh di kasurnya, lalu sera berlari ke kamarnya
"kak alan hiks hiks hiks (sera menangis)" sera memeluk foto alan sambil menangis
"heh loe ngapain ganggu kak doni?! loe sengaja yaa ngrayu dia supaya kakk doni itu bisa luluh dalam pelukan loe!!! dasar wanita murahan!!" ucap sera sambil bertolak pinggang
" DIAM.....!!! (sera membentak eva sambil menangis)
" masih berani loe nyuruh gue diem?! siapa loe?! didepan kak alan gaya loe tu kayak peri tau gak tapi kenyataan nya?!" ujar eva masih terus menghardik sera
PLAAKK (sebuah tamparan dari sera mendarat di pipi eva)
"heh apa apaan ini?!" tanya pak rudi berusaha melerai eva dan sera
"kak sera hampir tiap hari nampar aku pa, sepertinya kak sera mulai iri sama aku" ucap eva memegangi pipinya dan mengadu ke pak rudi
"BOHONG pa!! Dianya aja yang nyolot" ucap sera berusaha membela diri nya
"ada apa ini? berani beraninya kamu ya eva sama kakak kamu!!" teriak bu marini pada eva sambil mendorong eva sampai terjatuh dan ber akting didepan pak rudi agar pak rudi percaya kalau bu marini menyayangi sera seperti anaknya
__ADS_1