
"eeeeeeh" sera mencoba menyingkirkan tangan bu marini yang terlihat khawatir padahal itu cuma akting
"kenapa kamu kasar sama mama kamu?!" plaaaak (pak rudi menampar sera)
"papa jahat!! " sera berlari keluar kamar dan menangis dan menelfon alan
tooot tooot tooot (suara sambungan telepon)
"kak alan"
"sera ada apa? kamu baik baik aja kan"
"Iya aku baik baik aja kok, aku kangen sama kak alan"
"kamu lagi nangis ya? kenapa suara kamu terdengar begitu berat?"
"enggak aku gak nangis, aku cuma kangen aja dengerin suara kak alan. kaak.....halo"
"ya ampun batrenya lowbatt" sera menangis di taman tiba-tiba doni datang duduk di samping nya
"harusnya kakak itu gak usah ngelakuin ini semua!! aku benci sama kakak!!!" sera pergi meninggalkan doni ditaman sendirian
"ayah kapan loe bebas?!" doni terkejut melihat ayahnya datang ke rumah nya
"udah loe gak usah tau yang penting gue kan udah bebas" pak santos memeluk doni
"gimana kabar mu sekarang?" lanjut pak santos bertanya pada doni
"gue baik yah" jawab doni tersenyum bahagia
__ADS_1
"oh iya tidak sengaja tadi dijalan gue lihat sepatu yang loe suka, jadi terpaksa deh ayah beli hahaha" ucap pak santos sambil menyodorkan satu kresek berisi sepatu
Tiba-tiba mobil bu marini datang
"wah wah wah sudah terlihat seperti nyonya besar yaa kamu sekarang, kamu terlihat cantik sekali" ucap pak santos menghampiri bu marini
"kamu sudah benar benar berubah eva, kamu kini terlihat seperti anak orang kaya hahaha kalau aku ketemu kamu dijalan pasti aku tidak mengenali kamu" lanjut pak santos berganti menghampiri eva
"kamu ini ibu macam apa?! hah!? masa sama anak sendiri kamu masih pilih kasih heh coba kamu lihat!! coba kamu lihat keadaan nya (menunjuk kearah doni) hah!? masa doni terlihat seperti anak pengemis!! hardik pak santos yang kembali menghampiri bu marini
"aku sudah memberikan semua kebutuhan dia tapi dasar anak kamu itu lebih suka berdandan seperti gembel!! Sekarang kamu pergi!" ucap bu marini mengusir pak santos
"DASAR PEREMPUAN SILUMAN JANGAN MENTANG MENTANG KAMU SUDAH JADI ORANG KAYA KAMU BISA SEENAKNYA MENGHINA AKU!!!! ucap pak santos kesal
"sudah ayah lebih baik sekarang ayah pulang" doni mencoba menenangkan pak santos
"ya sudah ayah pulang sekarang kamu jaga diri baik-baik ya" ucap pak santos sambil memegang bahu doni
"kak doni ini makan siangnya kak" ucap sera sambil membawa nampan berisi sepiring nasi dan minuman
"heh sini loe!! gue akan ceritakan ke kak akan tentang hubungan kalian" ucap eva curiga dengan perhatian yg diberikan sera untuk doni
"sudah eva apa apaan sih loe!!" doni membentak eva agar tidak terus menghardik sera,
kring kring kring (ponsel sera berbunyi)
"hallo kak alan"
"sera aku di bandara"
__ADS_1
"apa? di bandara?? iya aku kesana sekarang"
sera berlari keluar kamar berniat ke bandara menemui alan
"apa?? kak alan di bandara?? loe gak boleh ke bandara biar gue aja yg kesana" eva mencoba menghalangi sera
"apaan sih??" sera melepaskan tangan eva yg menarik tangannya
"loe gak boleh pergi!!" eva terus menarik tangan sera agar tak pergi ke bandara
"heh lepasin tangan sera!! biarin dia pergi!!" ucap doni menarik tangan eva dan akhirnya sera bisa berlari ke bandara
"iiih kak doni apa apaan sih??!" ucap eva kesal
lalu eva masuk mobil dan berniat ke bandara, sera terus berlari sembari menunggu taksi lewat, eva yg sedang emosi dan cemburu melakukan mobilnya kencang hingga menabrak sera sampai sera pingsan dan berlumuran darah
eva yang merasa takut, memasukkan tubuh sera kedalam mobilnya. ditengah jalan eva melihat ada kerumunan orang dan polisi eva mencoba turun dari mobil
"ada apa ini mas?" eva bertanya pada salah seorang di kerumunan itu
"itu mbak ada kecelakaan bis menabrak truk, korbannya banyak banget yg meninggal" jawab orang itu...
mendengar hal itu eva mempunyai ide licik
"aku tau" ucap eva tersenyum licik lalu berjalan ke mobil dan mengambil dompet sera untuk diletakkan di saku baju salah seorang korban kecelakaan tersebut
"ayah tolong eva gak sengaja menabrak sera sampai kritis dan eva gak mau dipenjara ayah" eva merengek kepada pak santos
"sekarang dimana sera??" pak santos mencari tubuh sera
"dimobil yah, eva minta tolong yah rawat sera. eva takut kalau masuk penjara" eva lanjut merengek pada pak santos
"oke sekarang biar sera ayah yang urus kamu pulang" ucap pak santos sambil mengangkat tubuh sera dari mobil eva
__ADS_1