Kugapai Cintamu

Kugapai Cintamu
alan bertemu sari


__ADS_3

Alan pergi ke sebuah club malam untuk minum disana, lalu disusul eva karna disuruh oleh bu marini. eva pun menghampiri meja yg diduduki oleh alan.


"kak alan.... kalo memang kak alan keberatan dengan rencana pernikahan kita lebih baik kita omongin sama-sama ke orang tua kita, supaya pernikahannya di batalin aja" ucap eva


"kamu gak perlu takut saya pasti akan menikahi kamu" jawab alan menatap eva dengan raut wajah datar


"bukan seperti itu yg aku inginkan kak aku hanya ingin kak alan mencintai ku dengan tulus kak" sahut eva berganti menatap alan


"dan bisa kan kak alan melupakan semua tentang kak sera, dia sudah meninggal 5 tahun yang lalu kakkak, bisa kan kak alan bilang padaku kalau kak alan mencintai ku" ucap eva mengambil tangan alan dan menatapnya


alan melepaskan tangan nya dari pegangan eva lalu menatap nya "saya mencintai kamu" ucap alan sambil menatap eva dengan sinis lalu pergi meninggalkan eva keluar club


drrrt drrrt drrrt (ponsel alan bergetar)


"kak alan maafkan aku karna aku begitu mencintai kamu, aku ini memang gadis yang tidak tau malu mungkin tadi itu pertemuan terakhir kita biarkanlah aku pergi bersama cinta ku padamu yang bertepuk sebelah tangan, terimakasih kasih kak sudah hadir dalam hidup ku" (pesan dari eva)


Lalu alan berlari ke sekitar club yg memang ada jurang karna alan takut eva melakukan hal b*d*h dan benar saja alan mendapati eva sudah bersiap untuk terjun ke jurang tapi alan menarik tangan eva


"lepasin kak alan!!! lepasin!!! biarin aku m*ti kak" teriak eva berakting seakan-akan dia benar-benar mau melompat ke jurang


"kamu jangan bodoh eva!!" ucap alan sambil menarik eva dan memeluknya


"eva.... eva kamu kenapa sayang? apa yang terjadi sama kamu" teriak bu marini sambil berlari menuju eva


"apa yang kamu lakukan pada anak saya!? kamu jahat alan selama lima tahun eva mencintai kamu tp apa?! kamu selalu menyakiti dia!!" kata bu marini mendorong alan


"sudah ma...sudah kontrol diri kamu" pak rudi mencoba menenangkan bu marini


"kamu itu memang tidak pernah menyayangi eva pa kamu seharusnya membela eva didepan alan tp memang kamu tidak pernah menganggap eva sebagai anak kamu!!" teriak bu marini berbalik memarahi pak rudi


"mungkin eva benar kini sudah saatnya aku melupakan kamu sera, tp sebelum itu saya sangat berharap bisa bertemu dengan kamu walau hanya dalam mimpi" ucapAlan sambil memegangi kalung yg diberikan oleh sera dulu


"kaaaak kakak sini" teriak sari memanggil dani yang berada di taman yg sama dengan alan


Alan menoleh kearah suara wanita yang berteriak tadi karna suara itu mirip dengan suara sera ketika hendak menghampiri tiba-tiba dari belakang alan tidak sengaja ditabrak oleh laki-laki yang mau menghampiri wanita yang memanggil tadi lalu memeluknya


"sera..... sera...." ucap alan sambil berlari menghampiri wanita itu


"kamu sera kan?? kamu sera nya aku kan?!!" tanya alan sambil memeluk wanita itu dengan erat.


"heh... heh lepas!!" teriak laki laki tadi berusaha melepaskan pelukan alan lalu menarik tangan sera untuk dibawa lari


"kak.... kakak mau kemana?! kak... lepasin aaah sakit kak" sari berusaha melepaskan tangan doni yang menarik sera sangat kuat hingga membuat sari kesakitan


"aaaaaah... " teriak sari yang terjatuh karna ditarik tangan nya oleh dani

__ADS_1


"sari... kamu gak papa kan??" ucap dani berbalik menolong sari yg terjatuh


"sera....??? sepertinya aku gak asing sama nama itu, cowok itu juga kayaknya kenal banget sama aku, jangan jangan dia kenalan aku dulu, kakak kenal sama dia gak sih siapa tau aku bisa ingat sedikit masa laluku" ucap sari mencoba mengingat masa lalunya


"cukup... cukup!!! aku kan udah bilang kamu itu sari anak dari teman ayahku dan keluarga kamu meninggal dalam kecelakaan, kamu udah tinggal sama aku selama lima tahun apa kamu gak percaya sama aku!!?" teriak doni marah dan berjalan meninggal kan sari


"kak... kak bukan begitu aku kan cuma lagi berusaha buat inget semuanya" kata sari mengejar dani dan meraih tangan dani


"lalu apalagi yang mesti kamu pastikan?! sepertinya kamu memang sudah tidak percaya kan sama aku?!" tanya doni sambil berjalan meninggalkan sari


"kalau kamu sudah gak percaya sama aku silahkan, kamu boleh pergi, kamu boleh percaya sama orang itu" teriak dani sambil menunjuk alan dan lalu pergi meninggalkan sari dengan naik motor


"kak... kak dani... kak... tunggu" teriak sari sambil berlari mengejar dani dengan berjalan tertatih tatih karna kaki ya sakit


"sera.... sera" teriak alan berlari menghampiri sari dengan terus memanggil nama sera "sori... apa gue kenal sama loe, tapi gue sari bukan sera" sari berbalik ke arah alan


"bukan.... kamu itu sera, sera ini aku alan apa kamu lupa sama aku?? sera... sera" ucap alan langsung memeluk sari yang wajahnya mirip sekali dengan sera


"aduuuuh.... lepasin!!!" ucap sari sembari melepaskan pelukan alan dan berlari


"pak.... berhenti!" sari menghadang bus lalu menaiki bus demi menghindari alan


"sera... sera... stop pak.. stop!!!" teriak alan mencoba mengejar bus yg dinaiki sera dan masuk lewat pintu belakang


" sera... sera" teriak alan mencari sera dan duduk di sebelah tempat duduk sera


"kamu lihat ini.... ini foto kita berdua, sera kamu kenapa?! ada apa dengan kamu?! kenapa kamu gak ingat tentang nama kamu dan aku?! kenapa kamu jadi seperti orang asing?!" tanya alan menunjukkan fotonya dengan sera didompet nya


"lu gila kali ya... " kata sari sambil menatap aneh pada alan


"sera....!!" teriak alan memegang tangan sari



"gua sari bukan sera!! apaan sih?!!" teriak sari melepaskan tangan alan dari tangannya


"paakk...stop! stop!" teriak sera menghentikan bus dan turun dari bus lalu bersembunyi dari alan


"sera....tunggu sera... " teriak alan mengikuti sari turun dari bus dan berusaha mengejarnya


Sera kembali ke tempat kerjanya dengan berjalan tertatih-tatih


"eh loe kenapa sar??" tanya salah seorang teman sari menghampiri nya


__ADS_1


"gak papa gue abis jatuh cuma luka dikit" jawab sera


"ya ampun... ya udah lebih baik sekarang loe pulang istirahat" kata temannya membantu dia jalan


"tapi kan loe disini sendiri..." ujar sari


"gak papa lagian cafe juga lagi sepi ini.. " kata temannya meyakinkan sari untuk pulang


"bener yaa...?" tanya sera memastikan nya


"iyaa.... loe pulang aja trus istirahat besok kalo udah mendingan loe berangkat" kata temannya mengantar sari ke depan kafe


"okee.... makasih yaa" jawab sera sambil tersenyum


Ternyata alan sudah berada didepan kafe bersembunyi dibalik pohon dan mengintai sari


keesokan harinya saat sari berangkat kerja ada beberapa orang yang merapikan kafe nya, "heh.... siapa kalian?!" tanya sari yang merasa asing dengan orang orang itu


"kafe ini sudah dibeli oleh pengusaha kaya raya" kata salah seorang yg merapikan kafe nya


"tapi kan tempat ini masih disewa dan setau saya masa sewanya masih lima bulan" bantah sera


"saya tidak mau tau kalo kamu mau bertanya silahkan tanya ke pengusaha itu" teriak orang itu seakan tak peduli dengan penjelasan sari


"aku harus bertanya pada siapa?? apa kamu bisa berikan alamat kantor pengusaha itu" tanya sari dan berusaha meminta alamat kantor pengusaha yang telah membeli kafe tempat sari bekerja


"ini... alamat kantor pengusaha yang membeli kafe ini" ucap orang itu sembari memberi sari secarik kertas dengan alamat pengusaha itu


sari pun bergegas menuju alamat yg diberi orang tadi


"permisi.... saya mau ketemu sama pimpinan perusahaan ini" ucap sera pada karyawan disana dan berusaha masuk ke ruangan pimpinan tapi dihalangi oleh salah seorang pegawai disana


"maaf.... apa mbak sudah buat janji dengan pimpinan kami??" tanya pegawai itu dengan sopan


"belum.... " jawab sera singkat


"oh maaf mbak pimpinan kami sedang sibuk" kata pegawai itu dan coba menghalangi sari agar tak nekat masuk ke ruangan pimpinan


"nona... silahkan masuk... tuan sudah menunggu" ucap pak pingkle menghampiri sari yang sedari tadi dihalangi untuk menemui pimpinan


"oh.... okee" ucap sari lalu masuk menuju ruangan pimpinan diantar oleh pak pingkle


sera menghampiri pimpinan yang sedang duduk membaca koran membelakangi pintu


"pak.... " ucap sari mencoba memanggil pimpinan itu

__ADS_1


"pak.... hallo pak... " lanjut sera memanggil sekali lagi tapi pimpinan itu tetap membaca koran membelakangi nya


"ada yang bisa saya bantu?" tanya pimpinan itu memutar kursinya dan menaruh korannya diatas meja "kamu.....!!!" teriak sera yang terkejut saat tau ternyata pimpinan perusahaan itu adalah alan..


__ADS_2