
# DISCLAIMER : INI CERITA SPIRITUAL TEMAN KU , AKU HANYA MENYIMPULKAN CERITANYA DAN MENJADIKANNYA CERITA...!!!
# " KANANKU." (JUDUL DARI CERITA INI ).
Ku mulai dari ceritanya dari dia benar-benar nyata di kehidupan ku,
Dari setiap langkah dia slalu mewanti-wanti bila ada hal yang akan terjadi sama seperti saat ini,
Aku tak tahu kenapa bisa sakit dan sampai selama ini, biasa nya aku sakit seminggu sudah sembuh dan minum obat warung sudah cukup.
Tapi ini beli obat warung bahkan ke dokter tapi tetap saja tak kunjung sembuh.
Aku sempat putus asa dengan penyakit ku ini, namun aku masih punya Allah, di setiap waktu sholat aku selalu meminta pertolongan Nya, bagi ku ini bukan sakit biasa. Ternyata benar, suatu malam aku bermimpi melihat cicak dengan kondisi tubuh yang mengenaskan, kepala nya ada kulit dan daging nya tapi lengan kiri kanan nya cuma kelihatan tulang belulang, kaki nya pun sama, namun badan dan ekornya ada daging nya. Saat itu juga melihat ada buntalan putih di ikat dan di tanah di tanah, aku benar-benar kaget aku merasa di bangunkan, saat aku bangun yang ku lihat kegelapan dan sunyi.
Aku tertegun hanya terdiam mengartikan mimpi ku.
Dan di saat itu juga dia berbisik penyakit mu bukan main-main, mari kita pulang sebelum semuanya terlambat.
Ya aku bukan berada di rumah tapi di perantauan.
Saat itu juga niat ku ingin pulang, lihat kondisi tubuh yang semakin melemah akhirnya aku pulang.
Dengan berbisik bantu aku sampai kerumah ucap ku pada kanan.
Ku tempuh waktu perjalanan yang cukup melelahkan, hingga akhirnya aku sampai kerumah.
Di sambut dengan ortu dengan menangis melihat keadaan ku.
Tapi saat dirumah bukan awal dari perjalanan kesembuhan ku, penyakit ku semakin parah hingga mau kemana-mana harus di tuntut terlebih dahulu,
Makan pun tak bisa ku telan.
__ADS_1
Saat itu kanan pun berbisik, mereka akan datang melindungi mu. Aku hanya diam tak memahami Masud nya. Saat itu juga memasuki waktu sholat Maghrib, dengan tertatih layaknya anak kecil yang belajar berjalan aku mencoba untuk ambil wudhu dan memulai sholat, awal nya berjalan lancar saat memasuki rekaat ke 3 atau terakhir untuk sholat Magrib aku sempat tertegun, aku merasa sosok kehadiran makhluk tak jauh dari ku, saat itu aku mulai sedikit tak fokus dan saat penutup sholat ku dengan salam, kesadaran ku hilang, ibu ku menghampiri ku dan memanggil-manggil nama ku tapi yang menjawab dengan suara berat dan bergumam kita balas nak ujar nya.
Ibu ku terdiam dan saat itu juga aku hanya melihat jasad ku di kendalikan, tiba-tiba kanan bergumam kembali bila sepenuh nya dia di jasad mu makan itu fatal, aku merasa di tarik kembali kejasad ku, hingga aku pun mencoba mengenali sosok di dalam tubuh ku, dia bergumam aku salah satu leluhur mu, mereka yang membuat mu begini, Meraka yang salah, kita balas nak sekarang ujar nya.
Aku hanya berbisik lirik tak usah biarkan yang membalas nya sang pencipta.
Sayup-sayup ku dengar ibu ku memanggil nama ku, seketika itu aku tersadar.
Ibu menangis sambil memeluk ku, semenjak kejadian itu dia selalu datang mengajak ku membalas perbuatan Meraka, tapi kanan ku selalu menghalangi dengan berbisik jangan.
Aku tak pernah di biarkan ibu sendiri, saat aku sendiri dia datang dan itu cukup membuat ku semakin lemah saat jasad di pinjam untuk dia berkomunikasi dengan ku.
Hingga suatu hari orang yang menyakiti ku datang silaturahmi dan saat itu juga dia dapat ingin mengambil ahli tubuh ku, namun di halang-halangi kanan, Kanan berbisik dia yang berbuat curang pada mu, sehingga yang biasa datang ingin menunjukkan diri nya pada nya
Aku terdiam aku benar-benar tak menyangka dia melakukan itu pada diri ku.
Kanan menghibur ku berbisik kamu punya Allah biarkan Allah yang mengadili nya, sabar ya, bujuk kanan pada ku.
Keadaan ku semakin kacau tak henti-henti nya diri ku dirasuki, hingga akhirnya aku masuk rumah sakit kondisi ku semakin parah, dirumah sakit pun kejadian serupa kerap terjadi kerasukan dan kerasukan.
Tiap kali kanan membantu ku, selalu di bisik kan nya istighfar, jangan lengah, klo lengah dia akan menguasai mu seutuhnya dan kamu akan berada di dua dunia. Aku cuma mengangguk mengiyakan bisikan nya.
Semenjak masuk keluar rumah sakit ada sedikit kesembuhan, awalnya kurus gak bisa makan berangsur-angsur makan, tubuh yang pucat bagaikan vampir yang tak ada darah berangsur-angsur kelihatan memerah, kaki yang susah berdiri berangsur-angsur bisa berdiri meski merayap layak nya anak kecil belajar jalan. Semangat ingin sembuh kembali ada,
Tapi tiba-tiba dia datang dengan bawah dukun, dia bilang aku di santet dan dukun itu mulai merampalkan mantra nya, aku hanya duduk dan kanan pun berbisik tidurlah, biar ku jaga kamu, kalo dia macam-macam nanti tahu akhirnya, ini hanya pemainan dia untuk memojok mu, bisik nya.
Aku tertidur di kursi saat ku bangun dia memberi ku minum, aku cuma diam, ku cium wangi minyak putri duyung dan mawar di air yang di berikan nya pada ku, kanan berbisik tak apa di minum tapi nanti di muntahan, aku cuma bergumam dalam hati iya.
Ku minum air yang membuat aku tak nyaman, saat dia pergi perut ku langsung menolak air pemberian dari nya. Aku muntah, dan terasa berat mata ku.
Dan di saat itu aku kembali ke kamar dan tidur.
__ADS_1
Hari itu aku bangun sambil memanggil ibu ku,
"Bu, malam-malam begini kenapa orang ramai bawah keranda tapi kok jalan di situ, lah itukan rumah orang gak bisa lewat ujar ku.
Ibu hanya bingung dengan ucapan ku di bukan nya tirai kamar ku sambil berujar,
"Hari ini sudah pagi bukan malam" kata ibu ku sambil membetulkan tirai.
Aku yang merasa yakin kalau saat itu masih malam tetap keke dengan argumen ku.
Tapi tiba-tiba aku merasa sesak napas, padangan ku gelap tanpa sadar aku jatuh.
Ibu ku kaget sambil mengguncang tubuh ku, memanggil-manggil nama ku.
Aku tak tahu apa yang terjadi, rasanya aku berjalan lurus, ku lihat di sisi kiri dan kanan ku rerumputan yang di tiup angin terasa sejuk, tapi samar-samar terdengar panggil ibu ku minta ku balik,
Tubuh ku terasa aneh dan tiba-tiba aku kembali aku berbisik pada ibu ku, "Bu, aku pulang".
Ibu memeluk ku sambil berucap Alhamdulillah nak pulang kamu.
Dan saat aku pulang di panggil aku merasakan ada hawa panas dari kaki dan menjalar ke seluruh tubuh. Dan aku juga tak tahu sudah berapa jam lah aku pergi.
Terlihat kecemasan di wajah ibu ku, di ambil nya selimut untuk menutupi tubuh ku, kata ibu aku dingin.
Semenjak kejadian itu aku berusaha untuk sehat, tubuh ku kembali pulih, semula menakutkan saat orang melihat ku sekarang mereka senang aku sembuh dan kembali baik tubuh ku.
Dan semenjak kejadian itu kanan pun selalu menasehati ku, ya dia lah teman, kakak, ortu dan adik bagi ku. Meski pun sampai saat ini ku tak tahu bentuk mukanya, apakah dia laki-laki atau perempuan, tapi yang jelas aku menerima dia sebagai sahabat ku.
Dan sampai cerita ini ku ceritakan aku sudah kembali pulih seutuh nya.
THE END...!!!
__ADS_1
# Cerita ini bukan lah fiksi tapi cerita nya dari real temanku...!!!