KUMPULAN CERITA HOROR...!!!

KUMPULAN CERITA HOROR...!!!
KONTRAKAN YANG HOROR ( ENDING )


__ADS_3

KONTRAKAN YANG HOROR ( ENDING )


--------


Ke-esokan harinya ketika Mas Wardi akan berangkat kerja, kebetulan dia berpapasan dengan Ibu Halimah tetangganya itu yang baru saja pulang dari warung. Mas Wardi pun menanyakan sosok nenek-nenek yang dia lihatnya semalam tadi pada Ibu Halimah,


"Eh Bu Halimah, habis belanja ya?."


"Eh Mas Wardi, ia nih saya habis dari warung, Mas Wardi mau berangkat kerja ya?."


"Iya Bu, eh tapi ngomong-ngomong, semalam siapa ya yang menyapu di belakang dekat teras rumah Ibu?."


"Hah, menyapu?. Maksudnya gimana tuh Mas?."


"Iya, semalam saya lihat ada nenek-nenek yang menyapu di belakang teras rumah Ibu, saya gak kenal. Apa itu orang tua Ibu yang sedang datang berkunjung?."


"Oh... Saya gak tahu itu Mas, lagian kan orang tua saya sudah lama meninggal. Mas Wardi, yakin tuh gak salah lihat?."


Mas Wardi pun semakin tidak paham, kini hatinya merasa semakin tidak nyaman, semua peristiwa yang di alaminya semenjak tinggal di situ menimbulkan sejuta tanda tanya.


Suatu ketika, Mas Wardi dan juga istrinya Mba Yuna, mereka pergi untuk berkunjung ke rumah orang tuanya yang berada di desa, kebetulan Mas Wardi hari itu libur kerja selama dua hari, jadi mereka pun menginap di rumah orang tuanya tersebut. Singkat cerita, mereka pun telah kembali dari desa tempat tinggal orang tuanya tersebut dan tiba di kontrakan hampir menjelang waktu Magrib.


Sesampai di depan rumah kontrakannya, istrinya meraih kunci pintu kontrakannya dari dalam saku. Begitu pintu utama sudah terbuka, mereka pun masuk dan membawa keranjang yang berisi bermacam-macam sayuran atau hasil bumi tani yang mereka bawanya dari desa. Karena rasa lelah sehabis seharian tadi pulang dari desa, mereka pun merebahkan tubuhnya di sofa.


Singkatnya, setelah semuanya usai, setelah sholat Isya, mereka pun masuk kedalam kamarnya untuk tidur karena hari esok Mas Wardi akan kembali bekerja. Namun ketika mereka baru saja merebahkan tubuhnya di atas kasur, mereka tiba-tiba terkejut dengan apa yang mereka lihatnya di kamar. Mereka melihat seluruh dinding kamarnya penuh dengan bercak-bercak tangan disana.

__ADS_1


Mereka melihat seluruh dinding kamarnya penuh dengan bercak-bercak tangan yang berlumpur, bukan hanya bercak tangan tapi juga bercak kaki, bahkan bercak-bercak itu pun sampai ke langit-langit kamarnya. Mendapati kenyataan seperti itu, Mas Wardi dan istrinya pun kaget, mereka saling pandangan dan tidak berkata sepatah katapun. Semua itu di luar akal sehat.


Dari pada berdebat untuk hal-hal yang tidak penting, mereka pun memutuskan untuk tidur karena rasa lelah sehabis seharian tadi pulang dari desa orang tuanya. Ke-esokan harinya, Mas Wardi seperti biasa, dia pergi bekerja, sementara istrinya pagi itu sudah di sibukan dengan membersihkan ruangan kamar. Akhirnya menjelang siang, kamar sudah selesai dibersihkan.


Seusai beres bersih-bersih, Mba Yuna pun seperti biasa pergi ke tetangganya sebelah, dia pun menceritakan apa yang telah terjadi di kontrakannya selama di tinggal pergi beberapa hari kemarin pada Ibu Halimah. Sontak mendengar itu Ibu Halimah pun nampak kaget, dia semakin tidak mengerti dengan apa yang selalu di alami oleh tetangganya tersebut.


Sore harinya, Mas Wardi baru saja pulang dari tempat kerja, dia di sambut oleh istrinya yang membawa segelas air minum yang di taruhkan di atas meja di ruangan depan. Istrinya, Mba Yuna dia berkata,


"Mas aku udah gak betah deh tinggal disini, makin hari suasananya makin aneh, aku pun baru tahu dari Ibu Halimah, bahwa ternyata kontrakan yang kita tinggali ini ternyata hampir tiga tahun sudah tidak berpenghuni Mas."


Mendengar ucapan dari istrinya tersebut, Mas Wardi hanya terdiam tak menjawab. Mas Wardi pun meneguk air minum yang di bawa oleh istrinya tadi.


Selanjutnya, kian hari kian banyak kejadian yang di alami oleh Mas Wardi dan juga istrinya ketika di malam hari tiba, mulai dari suara dentuman di tembok, suara tangisan wanita, suara bayi menangis, suara cakaran di pintu, suara air dari keran bak mandi yang semua itu berasal dari ruangan lantai atas.


Sampai suatu ketika Mba Yuna istrinya itu, dia jatuh sakit, tubuhnya panas, semua itu bermula ketika suatu pagi sedang menonton televisi, dia merasa ada sesuatu yang menerpa dingin di pundaknya, bahkan dia pun merasa seperti ada sesosok perempuan yang berdiri di belakang tempat duduknya, namun ketika melihat kebelakang sofa, disana tidak ada siapa-siapa.


Hari itu pun tetangga dekatnya, Ibu Halimah datang untuk menjenguk Mba Yuna, dia pun menyarankan pada Mas Wardi sebaiknya istrinya itu di bawa ke orang pintar dan kebetulan Ibu Halimah sendiri dia punya kenalan seorang yang ahli dalam menangani hal-hal supranatural, namanya Mbah Warsih.


Mbah Warsih adalah seorang para normal perempuan yang sangat di kenal, Beliau juga tidak hanya di kenal sebagai seorang paranormal, tapi Beliau pun di kenal sebagai seorang dukun beranak di kampung halamannya. Singkatnya, hari itu pun istrinya Mas Wardi di tangani oleh Mbah Warsih dan ketika Beliau melakukan usahanya demi mengobati pasiennya, tiba-tiba,


AAAAKKKKKK....


Tiba-tiba Mba Yuna menjerit, suaranya menggeram lalu kemudian dia tertawa cekikikan, dia terbangun dari pembaringannya dengan kondisi mengerikan, matanya melotot dan jari-jemari tangannya mengacaki rambutnya hingga kusut menakutkan. Saat itu istrinya Mas Wardi mengalami kerasukan, dia pun tampak ngoceh tidak jelas.


Mas Wardi yang duduk di kursi sebelah samping ranjang istrinya pun dia nampak terkejut dan dia pun perlahan bergeser berpindah agak menjauh dari istrinya. Sementara itu, Mbah Warsih tampak melakukan aksinya demi mengobati Mba Yuna yang kerasukan,

__ADS_1


"Siapa kamu?, cepat keluar dari tubuh ini!."


Mbah Warsih membentak pada istrinya Mas Wardi yang tengah kerasukan itu dan Mba Yuna pun berkata parau,


AKU PEMILIK RUMAH INI.


LEBIH BAIK KALIAN SEMUA PERGI!...


KALIAN JANGAN TINGGAL DISINI!...


INI RUMAHKU.


Suara Mba Yuna berubah seperti suara nenek-nenek, suaranya terdengar mengerikan.


Singkat cerita, dengan usaha keras Mbah Warsih, akhirnya membuahkan hasil. Istri Mas Wardi, dia sudah kembali berbaring dan nampak tenang, setelah ia meminum segelas air yang di jampi oleh Mbah Warsih tersebut. Lalu Mbah Warsih pun menuturkan bahwa di rumah ini di huni oleh sebuah keluarga yang tak kasat mata, mereka adalah arwah penasaran.


Mbah Warsih pun menyarankan agar Mas Wardi dan juga istrinya untuk secepatnya segera berpindah dari kontrakan tersebut. Di lain kesempatan, Mas Wardi pun bertanya pada Ibu Yati si pemilik kontrakan tersebut dan dia pun mengakuinya bahwa sebenarnya dulu sebelum tempat itu belum di bangun jadi sebuah kontrakan, disana pernah terjadi kebakaran di sebuah rumah yang kini di bangun dan dijadikan sebuah kontrakan olehnya.


Kejadian kebakaran itu telah menewaskan satu keluarga, yaitu sepasang suami istri dan seorang anak balita dan juga seorang nenek yang tak lain itu adalah orang tua korban. Mereka semua meninggal dalam keadaan terpanggang. Menurut Mbah Warsih arwah-arwah mereka kini menjadi penghuni di dalam kontrakan yang ia tinggalinya.


Setelah mengetahui akan hal itu, Mas Wardi dan juga istrinya pun memutuskan untuk pindah dari kontrakan tersebut dan sampai saat ini kontrakan itu pun kosong, tidak pernah ada lagi penghuni baru setelah Mas Wardi. Bahkan semenjak sepeninggalnya Mas Wardi dari kontrakan tersebut, hampir tiap malam di kontrakan itu kerap kali sering ada penampakan-penampakan makhluk halus.


Sebenarnya, setelah kejadian aneh yang sering menimpa pada sebuah keluarga yang menghuni sebelum Mas Wardi itu, di kontrakan tersebut pernah di adakan semacam ritual pengusiran makhluk-makhluk yang tak kasat mata oleh si pemilik, tapi segala usaha yang dia lakukan tidak membuahkan hasil, dan semenjak itu di kontrakan tersebut hampir sudah tiga tahun lamanya tidak pernah lagi ada yang menghuni selain Mas Wardi dan istrinya tersebut.


Semenjak kejadian terakhir yang menimpa pada keluarga Mas Wardi itulah, kontrakan tersebut pun dinyatakan angker dan berhantu, tapi si pemilik kontrakan tersebut yaitu Ibu Yati, dia selalu menyangkalnya, mungkin karena dia takut usaha kontraktornya bangkrut.

__ADS_1


SEKIAN.


__ADS_2