KUMPULAN CERITA HOROR...!!!

KUMPULAN CERITA HOROR...!!!
KKN Didesa Terpencil ( part 3 )


__ADS_3

𝙆𝙆𝙉 π˜Ώπ™žπ™™π™šπ™¨π™– π™π™šπ™§π™₯π™šπ™£π™˜π™žπ™‘


tiba-tiba pak Roso keluar membawa secangkir kopi dan sepotong roti saya heran padahal beliau tadi menyuruh putrinya kok malah beliau yang mengantarkan, entahlah mungkin beliau malu atau berat hati.


Singkat cerita pak Rosopun mempersilahkan saya untuk meminum kopi tersebut,"


beliau berkata udah jangan risau nanti pasti saya bantu,, mungkin karna beliau kasihan melihat saya dalam keadaan gelisah sedari tadi. udah ngopi dulu ngopi dulu pungkasnya. Sambil menyodorkan kopi dan sepotong roti bantal.


Lalu sayapun meminum kopi tersebut namun saya tidak merasakan adanya rasa kopi, justru yang saya rasakan sepah. Walaupun saya penikmat kopi saya merasa ingin menghentikan aktifitas minumkopi saya, namun saya urungkan niat saya, demi menghormati tuan rumah mengingat beliau bersedia membantu saya untuk mencari Budi.


Sayapun lanjut meminum kopi saya karna pak Roso terus memperhatikan saya sambil berucap ayo minum lagi minum lagi itu Rotinya dicobain mas sambil menyodorkan roti yang disajikan diatas piring berwarna putih.


lalu kemudian saya cuil rotinya namun saya terdiam sejenak, kok rotinya lengket berlendir seperti roti basi gumamku dalam hati. Akhirnya sayapun tidak jadi memakan roti tersebut, saya beralasan kepada beliau, pak Roso.


" mohon maaf saya masih kenyang tadi sudah makan dijamu dirumah kepala dusun." pungkasku.


"Ooh gitu ucap." beliau, lalu beranjak masuk kembali kebelakang.


cukup lama saya menunggu kurang lebih setengah jam, saya celingak celinguk sambil memperhatikan lukisan yang terpampang didinding ruangan tersebut saya sontak kaget melihat lukisan keluarga beliau dikarenakan lukisan keluarga beliau yang berjumlah 4 orang yang tadinya dalam keadaan duduk sewaktu awal saya memasuki ruangan tersebut kok sekarang sudah berdiri.


" Wah ini ga bakal beres." nih gumamku dalam hati, Naluri saya mengatakan waduh sepertinya ini bukan manusia, karna sajian-sajiannya berbeda sekali dengan makanan manusia pada umumnya.


sayapun berniat untuk segera beranjak keluar dari rumah tersebut,, ketika saya ingin keluar tiba-tiba pak Roso keluar bersama istri dan Anaka-anaknya.


pak Rosopun memanggil-manggil saya keruang tengah.


" dek...dek... sini.. sini , makan-makan, makan bareng." pungkasnya.


" Aaduuh.. pasti makanannya juga ga beres nih seperti yang tadi." gumamku dalam hati.


Sayapun jadi serba salah, saya merasa dilema antara mau meninggalkan atau mengikuti ajakan beliau untuk makan malam.


" kalau saya tolak pasti saya ga dibantu oleh beliau tapi kalau saya terima mungkin saya akan makan makanan yang tidak beres seperti tadi." gumamku dalam hati.


Beliau terus memanggil hingga memecah lamunanku yang tak menentu sedari tadi, dan akhirnya sayapun menerima ajakan beliau walaupun hanya sekedar duduk saja kendati menghargai ajakan beliau, lalu sayapun masuk kedalam rungan tengah, disana saya melihat ada meja makan bundar yang cukup besar dan juga beberapa lukisan serta hiasan dinding yang terbuat dari kayu dan beberapa ukiran patung dari batu pualang.

__ADS_1


Disana telah duduk Istri dan kedua anak beliau lalu beliaupun mempersilahkan saya duduk.


"Ayo dek duduk kata beliau", lalu sayapun duduk Disalah satu kursi di meja makan tersebut.


Disana telah tersedia beberapa jenis makanan seperti sayur tahu dan sayur tempe yang sudah diberi santan khas makanan daerah tersebut, disitu juga tersedia lauk seperti opor ayam dan beberapa lauk lainnya.


Sebelumnya tidak ada yang aneh dari hidangan tersebut, hingga beberapa detik kemudian makanan tersebut berubah menjadi makanan busuk berjamur dan dipenuhi belatung serta baunya yang menyengat khas makanan basi.


beliaupun memper silahkan saya untuk menikmati hidangan tersebut, disitulah saya mulai bimbang antara menerima atau menolak tawaran beliau,, lalu sayapun beralasan.


"maaf nih pak Roso saya masih kenyang,, saya minum air putih saja pak." pungkasku.


Sayapun meminum air putih tersebut disitu saya terkejut dengan rasa dari air tersebut, sebab air putih tersebut rasanya mirip air hujan yang baru turun dari langit.


"ya lumayan lah dibanding harus memakan makanan itu." gumamku dalam hati


Setelah semua selesai menikmati hidangan yang tersedia, sayapun meminta izin ke pak roso untuk kembali keruang depan.


"pak Roso saya permisi kedepan dulu".


Sayapun beranjak kedepan dan duduk diruang tamu,, disitu saya menunggu cukup lama, disitu saya menatap jam tangan saya menunjukkan pukul 18:50 wib. Disitu jam tangan saya tetap berfungsi walau ditempat yang menurut saya kurang wajar.


" Disitupun saya kembali mengingat budi, kasihan budi kelamaan saya tinggal." gumamku dalam hati.


Singkat cerita sayapun berinisiatif mencari budi.


" saya harus cepat mencari budi, kalau harus menunggu lagi tentu akan sangat lama apa lagi Budi sudah hilang dari pagi tadi, saya takut terjadi sesuatu terhadap Budi karna biar bagaimanapun dia adalah tanggung jawab saya." gumamku dalam hati.


Sayapun sampai bertekat bahwa saya harus menemukan budi bagaimana pun caranya budi harus ketemu.


dan itulah yang memotivasi saya untuk tetap tegar.


sayapun memutuskan untuk mencari budi, ditengah lamunan saya, saya melihat pak roso melintas ingin menuju teras depan,, sayapun memanggil beliau.


"pak Roso... pak Roso maaf." beliaupun menengok ke arah saya.

__ADS_1


Beliaupun senyum, dan yang membuat saya terkejut adalah senyuman beliau yang menurut saya tidak wajar.


senyumannya mengerikan yang membuat bulu kuduk saya seketika berdiri.


Singkat cerita beliaupun melambaikan tangan sambil menunjuk kearah belakang mengisyaratkan bahwa teman saya Budi ada dibelakang.


Tanpa membuang waktu lagi saya segera keluar dari Rumah tersebut, kendaraan yang saya kendaraipun saya tinggalkan dirumah beliau mengingat jalanan yang licin akibat hujan tadi.


Akhirnya sayapun keluar dari pintu gerbang dan ketika saya berbalik saya kembali dikejutkan dengan pemandangan yang ada dihadapan saya, Rumah besar dan mewah khas belanda itu tiba-tiba menghilang Entah kemana.


Disitu saya kembali melamun mengingat dengan apa yang terjadi barusan.


" Lalu yang saya tempati dan minum tadi apa." gumamku dalam hati.


Mungkin waktu beliau sudah habis dikarenakan beliau beserta Rumah beliau tiba-tiba menghilang.


Yasudahlah saya sudah tidak perduli lagi dengan pak Roso dan apa yang saya minum tadi karena tujuan saya adalah mencari Budi.


Singkat cerita sayapun bergegas mencari budi, disitu saya berjalan tanpa menggunakan alat penerangan apapun.


Disitu saya hanya mengandalkan indra perasa saya, sayapun meraba-raba sesekali saya tersandung batu nisan dan gundukan tanah, sayapun terjatuh dan saya berteriak dengan menyebut-nyebut nama teman saya.


" Budi... Budi.. kamu dimana...??"


Saya berkeliling diarea makam tersebut hingga akhirnya saya marah karena tidak berhasil menemukan budi.


karena kemarahan itu sayapun terus berjalan sambil menendang apapun yang saya temui dihadapan saya baik itu kuburan maupun pepohonan.


Disepanjan perjalanan saya terus mengumpat semua kata-kata kotor cacian dan makian saya lontarkan atas kekesalan saya akibat hilangnya Budi.


Setelah beberapa kali saya menendang tiba-tiba dari kejauhan sekitar 30 meter muncullah sesosok mahluk.....


bersambung...!!!


Disini petualangannya makin menegangkan guys πŸ˜„

__ADS_1


# skuy part 4 ...!!!😁😁😁


__ADS_2