
Tiba-tiba dari kejauhan sekitar 30 meter muncullah sesosok mahluk tinggi besar hingga menggetarkan tanah mengiringi kemunculan mahluk tersebut.
"Mau cari ini tah pungkas mahluk tersebut."
Didalam kegelapan itu saya melihat teman saya Budi digendong seperti bayi oleh mahluk tersebut.
Sayapun memberanikan diri untuk mendekat, apapun yang terjadi Budi itu tetaplah Aggota saya dan harus saya selamatkan. Namun setelah saya amati saya melihat mahluk itu maaf buah dadanya besar memanjang hingga kepinggang, rambutnya panjang tak beraturan, dan baunya busuk jauh lebih menyengat dibanding dengan bau bangkai tikus.
Sayapun tetap maju mendekat karna saya sudah bertekat untuk menyelamatkan Budi.
Dan ketika saya maju, mahluk tersebut justru mundur beberapa langkah, sayapun sejenak berpikir.
"berarti dia takut dengan saya." gumamku dalam hati.
Akhirnya setelah beberapa saat saya mendekat teman saya Budi akhirnya dilempar, dibuang disekitar area makam tersebut dan mahluk itupun lari menjauh dan menghilang.
" Ya Allah kok bisa begitu ini aneh dan membingunggkan. "
gumamku dalam hati.
Sebab biasanya dalam cerita-cerita horor justru manusialah yang seharusnya lari tetapi ini kok malah sebaliknya.
Singkat cerita sayapun mendekati budi dan menyentuhnya. sejenak saya berpikir apakah ini benar Budi?
Ternyata ini memang benar Budi yang dilemparkan mahluk tersebut kesamping sebelum akhirnya ia menghilang.
Singkat cerita sayapun berusaha membangunkan budi yang belum terbangun dari pingsannya namun budi tidak kunjung bangun.
Akhirnya saya berinisiatif menggendong Budi namun saya bingung menentukan arah jalan pulang. Dan akhirnya sayapun memutuskan untuk tetap pergi dari tempat tersebut sambil menggedong Budi.
Terseok-seok saya terus berjalan dan sesekali berhenti untuk beristirahat sambil menentukan arah jalan pulang.
Setelah beberapa menit akhirnya budi bergerak.
"Alhamdulillah akhirnya budi siuman." gumamku dalam hati.
Namun ada yang aneh dengan Budi ketika ia membuka matanya. Matanya berubah menjadi merah, sayapun menggoyangkan tubuh Budi sambil berucap.
" Bud..bud..bud sadar Bud...!!! "
Akhirya sayapun membacakan surah Al-Fatiha dan beberapa surah yang saya bisa. Akhirnya Budi kembali pingsan. Dan saya pun kembali bingung harus berbuat apa agar budi bisa sadar kembali.
Didalam kebingungan saya, tiba-tiba pak Roso muncul kembali.
"Tuh kan ketemu." pungkas beliau
"Wah iya nih pak, tolong dong pak Roso, arahnya kemanah lagi nih menuju pulang." Tanyaku.
"padahal saya tahu pak Roso bukan Manusia, karna Rumahnya tiba-tiba menghilang".
Namun apa daya walaupun saya tahu pak Roso bukan manusia tapi saya tetap mengikuti saran beliau karena biliau cukup baik dibanding mahluk-mahluk di wilayah tersebut.
Pak Rosopun berkata sudah mampir lagi kerumah saya.
"Ayo ikut...!!!" pungkasnya.
Sayapun mengikuti beliau sambil menggendong budi. Daripada tidak ada jalan lagi, bertahanpun juga percuma, melawanpun juga berbahaya.
Akhirnya sayapun mengikuti beliau sambil membawa Budi yang tak sadarkan diri, akhirnya setelah beberapa menit kami berjalan, tiba-tiba Rumah pak Roso muncul kembali. Dan akhirnya saya dipersilahkan masuk kembi keruang tamu dirumah tersebut.
Singkat cerita pak Rosopun beranjak menuju ke dapur meninggalkan kami berdua diruang tamu, lalu tidak lama kemudian pak Rosopun muncul dengan membawa 2 cangkir kopi dan menyuguhkannya kepada saya, sudah sudah minum dulu pungkas beliau.
__ADS_1
"waduh Kopi ini lagi, pasti rasanya sama seperti yang tadi." gumamku dalam hati
Sebelum saya sempat menyentuh cangkir kopi tersebut, tiba-tiba pak Roso mengambil kedu cangkir kopi tersebut dan menyiramkannya ke kepala Budi, sontak Budipun terbagun dari pingsannya.
" Alhamdulillah sudah sadar." ucapku.
" Nah tuh kan sadar." pungkas beliau menimpali ucapanku dengan suara yang serak.
Lalu setelah sadar Budi menyebut nama saya dengan nada yang lemah makasih ya Mad, udah-udah ucapku menimpali ucapannya.
Budipun bertanya " kita ada dimana Mad...???!!!"
sayapun menjawab " kita dirumah pak Roso...!!!"
"Pak Roso siapa..??" tanya Budi.
"orang sini." ucapku.
pak Rosopun menawarkan sari jahe.
" Minum Jahe ya...!!! " pungkas beliau.
Akhirnya Saya mencoba meminum sari jahe tersebut, dan ternyata rasanya sama dengan kopi yang tadi saya minum diawal masuk kerumah tersebut rasanya tetap sepah.
Namun berbeda dengan Budi, Tanpa basa basi Budipun langsung menenggak sari jahe tersebut hingga habis tak tersisa, mungkin karna haus setelah hilang seharian.
Pak Rosopun menawari kami Untuk menginap dirumah beliau.
" udah menginap saja disini entar susah pulangnya, diluar hujan mungkin akan lama." pungkas beliau.
"Yaudah lah daripada menginap dikuburan ditemani mahluk-mahluk yang menyeramkan." gumamku dalam hati
Dan akhirnya kamipun diantar oleh Anak Gadis beliau menuju ke salah satu kamar di ujung belakang rumah tersebut.
Jujur dirumah pak Roso terdapat sekitar 13 kamar, lumayan banyaklah
untuk 1 keluarga yang beranggotakan 4 orang
Lalu saya dan Budi memasuki kamar tersebut, kamar itu cukup luas dengan ranjang yang terbuat dari besi dan menggunakan kelambu khas hunian belanda.
Kamipun tertidur karena kelelahan
Setelah menguras mental dan energi kami dalam petualangan yang tidak kami inginkan tersebut.
Dalam tidur saya lagi-lagi bermimpi mendapatkan petunjuk. Didalam mimipi tersebut saya didatangi oleh sesosok mahluk yang sudah saya kenal yaitu pak Roso.
pak Roso berucap kepada saya.
" nanti dek Ahmad dan dek budi sebentar lagi akan bertemu dengan warga, nanti dijemput oleh warga." pungkas beliau didalam mimpi saya.
Dan akhirnya saya Terbangun dari mimpi saya.
" Alhamdulillah kalau begitu...!!!" gumamku dalam hati, pak Roso memang orang baik dibanding mahluk diluar walaupun pak Roso bukan Manusia.
Beberapa jam kemudian ternyata benar ada suara kentongan tong...tong..tong...tong..tong.
Akhirnya sayapun membangunkan budi.
" Bud..Bud..Bud kita selamat."
"i.. i..i.. iya Mad selamat...selamat..." ucap budi terbata-bata mungkin karna nyawanya belum pulih seutuhnya.
__ADS_1
Saya mencoba merangkul Budi dan keluar dari dalam kamar, dan ternyata warga sudah berdiri didepan pintu kamar tempat kami keluar tadi.
Dan pas kami menoleh kebelakang, ternyata kami bukan berada dirumah mewah, ternyata kami berada dikuburan besar, dan kuburan itu cukup modern di masa itu karena sudah menggunakan semen.
" Alhamdulillah..." ucap kami berdua beriringan.
Disitupun sudah berdiri sesosok yang pertama kali menyambut kami diawal kami menjajakan kaki didesa tersebut ya itu pak Polo, (bapak kepala desa), Pak Mudin dan disitu warga berteriak bersahutan.
" ketemu...ketemu... tapi kok dikuburan Pak Roso??? " ucap salah satu warga.
Dan akhirnya disitu saya mengambil kesimpulan bahwa Pak Roso ini memang bukan Manusia, tapi penghuni kuburan ini yang tadi berupah Rumah mewah itu.
Lalu sayapun bertanya kepada pak Polo.
" Pak Roso itu siapa pak Polo." ucapku kepada beliau.
Pak Polopun menjawab , " pak Roso ini tadinya warga sini terus merantau kejakarta, setelah Ibunya sakit-sakitan beliaupun memutuskan untuk kembali ke desa ini untuk mengurus ibunya hingga akhirnya Ibunya pun meninggal 2 tahun yang lalu dek. " tutur beliau menimpali pertanyaan saya.
" Ya Allah 2 tahun yang lalu...!!! " ucapku
" Ada apa dengan pak Roso...??? " ucap salah satu warga menimpaliku
dengan pertanyaan. Namun saya belum menjawab dikarenakan fokus mendengan penuturan pak Polo.
Pak Polopun melanjutkan penuturannya, " Pak Roso ini sebetulnya hanya pulang untuk mengurus Ibunya saja, namun Ibunya meninggal dan beliau memutuskan untuk menunggu hingga 100 hari kepergian Ibunya. namun malang. takdir berkata lain
Rumahnya kebakaran, Rumahnyakan diujung Desa. jadi waktu itu musim kemarau jadi susah nyari air pas kebakaran itu. Warga tidak sempat menyelamatkan pak Roso beserta keluarganya, dan akhirnya mereka meninggal semua dan dikuburkan disini dek,....". tutur pak polo menjelaskan.
Setelah itu saya dan seluruh warga memutuska untuk pulang, didalam perjalanan Budi mengigau masalah susu, sayapun juga tak mengerti maksud ucapan Budi.
" mau susu...mau susu... ucap Budi.". dalam ngigauannya.
Lalu pak Mudinpun menjelaskan.
" itu tadinya dibawa wewe gombel, disusuin wewe gombel.". Pungkas pak Mudin memecah kekhawatiran saya.
Disitupun saya merasa merinding tidak mempercayai dengan apa yang saya alami saat itu. Tidak masuk logika namun benar-benar terjadi.
sesampainya saya dirumah pak Polo saya dan budi dipersilahkan untuk beristirahat kendati mengingat kami sudah sangat lelah waktu itu. Akhirnya saya dan budi memutuskan untuk masuk kekamar yang sudah ditunjukan oleh bapak kepala desa.
singkat cerita keesokan harinya saya menghubungi pembina dan Budi pun dibawa ke Solo untuk berobat.
lalu setelah kejadian tersebut sayapun jadi tahu cerita-cerita warga disitu bahwa kuburan itu memang angker
sebelumnya mereka tidak bercerita.
karna kalau mereka bercerita mungkin saya tidak akan mau melewati kuburan tersebut. Dan yang menjemput kamipun Merasa berani melewati medan tersebut karna waktu itu masih sangat terang disiang hari walau mereka sudah tau tentang kisah-kisah mistis di medan tersebut.
Dan dulu juga pernah kejadian
ada salah satu Peserta KKN yang mencoba mengambil foto dari arah luar makam dan dia mengalami kesurupan. Kejadiannya tepat setahun yang lalu kata warga waktu itu.
Jadi dusun itu tidak pernah digarap karena Resikonya yang cukup tinggi.
dan setelah budi dibawa berobat
kegiatan KKN pun kami lanjutkan hanya berempat hingga kegiatan KKN di desa tersebut berakhir selama 3 bulan. dan Dusun ataspun akhirnya tidak pernah kami garap hingga kami meninggalkan desa tersebut.
sekian dan terima kasih....
~TAMAT~~
__ADS_1