
DISCLAIMER : CERITA INI DI KIRIM DARI TEMAN , JADI TEMA NYA ( " TEMAN CERITA HOROR...!!!! " )
# TERROR RUMAH BARU
Ketika itu musim kemarau,awan terlihat mendung tapi enggan menurunkan rintik-rintik airnya.
Terasa angin bertiup kencang pada sore itu.Aku duduk bersila sembari tangan memegang batang tebu yang ku kupas menggunakan gigiku.
Dan tatapanku menuju langit menikmati pemandangan yang dipenuhi bermacam-macam layang-layang.
Saat itu aku belum bisa menaikan layang-layang.
Dan hanya bisa menemani kakak yang dari tadi tarik ulur benang layangan.
__ADS_1
Rumah kami belakangnya masih berupa tanah lapang.
Seringkali di pake bermain oleh anak-anak sekitar.
Tak terasa hari semakin sore,tampak dari kejauhan sosok ibu yang berjalan tergesa-gesa.Aku amati lambat laun terlihat muka yang kurang bersahabat,cemberut dan dahi berkerut seperti tampak alis yang tersambung,seraya memanggil nama kakakku.Lalu beliau berheti mengamati sekitar mencari potongan ranting,dan tangan kiri menunjuk-nunjuk ke arah kakakku.Rupanya kami terlambat pulang untuk mandi.Selang sebentar sampainya ibu di dekatku,langsung meraih pergelangan tangan dan menarik memaksa untuk pulang.Aku hanya pasrah merontapun tenagaku tak cukup kuat di banding ibuku.
Tapi aku lebih beruntung di banding kakakku,yang saat itu telinga kiri di tarik oleh ibu sejalan bibir mangaga di ikuti ******* kesakitan.
Bapak yang biasa sudah pulang pun belum sampai rumah.Bapak berkerja sebagai cenayang dan menjual obat-obat herbal.Biasa beliau menggunakan sepeda kumbang kesayangannya.Kami sekeluarga saat itu menunggu bapak untuk makan bersama.Dan tak terlalu lama menunggu tiba-tiba Bapak datang tanpa salam,beliau langsung masuk ke dalam kamar.Kami sekeluarga terdiam.Ibu menyuruh kami untuk makan duluan lalu menghapiri bapak .
Saat itu ibu bilang kayaknya bapak ngga enak badan ,hanya terdiam di kamar tidur samping adikku yang masih balita.Selesai makan kami sekeluarga keluar rumah ikut berkumpul bersama para tetangga yang sedang asik bermain dan mengobrol di temani cahaya rembulan.Dan itulah satu-satunya hiburan di dusun kami.Kerukunan antar tetangga yang sekarang mungkin jarang di temui.Saat itu tak sedikit tetangga bertanya kenapa bapak tidak keluar rumah.
Dan ketika itu ibu menjawab satu persatu pertanyaan,jika bapak sedang tidur menunggu adikku.
__ADS_1
Saat asik-asik bermain tak lama bunyi sendok dan mangkok yang di pukul-pukul.
Yang ternyata datang tukang bakso keliling langganan.Beliau bernama Pak Kayat tukang bakso yang humoris dan ramah dengan anak-anak.Saat itu Pak kayat satu-satunya tukang bakso keliling yang lewat di dusun kami sejak dulu.Wajar jika beliau juga kenal hampir semua warga desa.Dan mulanya saat mengantarkan mangkok saat tetangga ku beli.Pak kayat heran melihat ibuku kenapa tidak ke rumah Mbah Siyem tukang pijit.Dan heran melihat ibuku tenang saja ngga kebingungan,kalau bapak saya di sana.
Ibu saya masih belum mengerti yang di katakan Pak Kayat,sebelum beliau menjelaskan jika tadi sore menjelang magrib saat naik sepeda tiba-tiba bapak menabrak kucing dan jatuh terkilir.Terus sekarang masih di rumah Mbah Siyem untuk di pijit.
Ketika itu ibu berfikir mencocokan kejadian sebenarnya.Dan benar jika ada yang ganjil dengan perilaku bapak tadi.Saat datang tidak salam dan pulang tanpa membawa sepedanya.Lantas seketika ibu beranjak dan mengajak kakak-kakak saya untuk mengecek ke dalam rumah.
Saat membuka pintu semua terheran sudah melihat adik saya yang masih kecil ,berada di atas meja makan dekat lilin,tertawa seperti ada yang mengajak bermain.Ibu saya terkejut berteriak dan langsung menggendong adik saya.
Dan yang lain melihat ke kamar memastikan bapak tidur.Tetapi nyatanya tidak ada seorangpun di kamar.Dan kami sekeluarga langsung menuju ke rumah Mbah Siyem dan benar mendapati Bapak sedang di pijit karna kakinya terkilir.Ibu bercerita ke bapak mengenai kejadian tadi sore.Lantas kami sementara pulang ke rumah Simbah yang rumahnya dekat dengan rumah Mbah Siyem.Ketika itu bapak sudah mulai resah karna untuk ke dua kalinya mereka di ganggu.Dan ke esokannya bapak lagi-lagi menebarkan garam keliling rumah di bantu kakakku mengubur di pojok-pojok rumah,bancakan nasi terbungkus daun pisang untuk memagari rumah dari makluk halus.Dan ketika itu bertahan cukup lama kami aman dari gangguan itu.
~TAMAT.~
__ADS_1