KUMPULAN CERITA HOROR...!!!

KUMPULAN CERITA HOROR...!!!
KONTRAKAN YANG HOROR ( PART 2 )


__ADS_3

# KONTRAKAN YANG HOROR ( PART 2 )


Suatu hari tepatnya sore, sepulang kerja Mas Wardi mendapati laporan dari istrinya, bahwa persis di atas kamar mandinya seperti ada tetesan air yang berasal dari lantai atas, tadinya kebocoran itu hanya sedikit, tapi lama-lama semakin banyak. Lalu Mas Wardi pun menelpon sang pemilik kontrakan, dia melaporkan keluhan kebocoran yang terjadi di dalam kamar mandinya tersebut.


Ke-esokan harinya si Ibu pemilik kontrakan (Ibu Yati) pun datang ke kontrakan yang di huni oleh Mas Wardi tersebut demi untuk memeriksa keluhan yang sewaktu sore kemarin di ceritakan lewat telepon. Ibu Yati datang kesana dengan di temani seorang tukang bangunan. Mas Wardi langsung melaporkan lokasi dimana tempat terjadi kebocoran tersebut pada Ibu Yati si pemilik kontrakan itu.


Lalu mereka bertiga pun mencoba pergi ke kamar mandi di lantai atas untuk mencari sumber kebocoran tersebut. Mas Wardi memang sengaja ikut ke lantai atas, karena sejak kejadian tempo hari, dirinya sangat penasaran ingin masuk ke salah-satu kamar dan ingin melihatnya kedalam. Ketika akhirnya masuk kedalam, Mas Wardi langsung memeriksa tempat dimana lemari kayu yang terlihat rubuh pada malam itu.


"Lemari yang masih tampak kokoh, tapi kok kenapa bisa rubuh ya?." gumamnya..


Sementara, si Ibu pemilik kontrakan tampak sedang sibuk bersama seorang tukang bangunan yang dia bawa. Lalu Mas Wardi pun bertanya,


"Ini lemari bekas siapa Buk?." tanya Mas Wardi sambil menujuk pada lemari yang nampak tergeletak tersebut.


"Oh, itu lemari punya penghuni yang lama, kayaknya sengaja di tinggal." jawab Ibu Yati yang saat itu tengah memeriksa-meriksa di sekitaran.


"Beberapa malam yang lalu, saya dengar lemari ini rubuh loh Buk." ucap Mas Wardi kemudian.


"Nggak mungkinlah Mas Wardi, sejak di tinggalin pemiliknya memang kayak begitu posisinya. Saya belum sempat pindahin." tutur Ibu Yati.


Mas Wardi pun terkejut mendengar apa yang di tuturkan oleh Ibu Yati barusan, tapi dia hanya diam tidak berkata apa-apa. Dia mencoba mengingat-ingat kembali akan kejadian di malam itu, ia yakin sekali bahwa itu suara lemari rubuh, karena memang tidak ada benda lain di ruangan ini selain lemari tersebut.


Disaat seperti itu, tak lama kemudian datang seorang tukang bangunan yang datang menghampiri,

__ADS_1


"Aman kok Buk, tidak ada yang bocor. Lagian saya juga heran, itu air dari mana?. Soalnya bak mandinya kan kosong, gak ada airnya." tutur si Mas tukang bangunan tersebut.


"Apa sudah di cek yang lainnya?, mungpung kita masih disini nih."


"Bener Buk, saya udah cek yang lainnya kok berkali-kali, salurannya memang gak ada airnya kok Buk."


"Ya udah kalo gitu. Mas Wardi kalo nanti ada apa-apa lagi, langsung telepon saya aja, mudah-mudahan sih aman, kan udah di cek barusan sama si Masnya."


Akhirnya Ibu Yati dan si Mas tukang bangunan itu pun pergi dari situ, tinggal Mas Wardi yang sepertinya kurang puas dengan hasil pengecekan barusan, dan memang setelah itu tidak ada lagi kebocoran dari tempat tersebut.


********


Dua bulan sudah Mas Wardi dan istrinya tinggal di kontrakan tersebut. Malam itu Mas Wardi baru saja pulang dari tempat kerjanya, dia langsung masuk dan membuka sepatu di ruang depan. Dia melihat istrinya sedang menonton televisi di ruang tengah, tapi dia lihat ruangan di dalam nampak gelap, lampu di ruangan tersebut tidak dinyalakan.


"Kok kenapa lampunya gak dinyalakan?."


Sambil berjalan menuju dapur untuk menaruh sepatunya, Mas Wardi bertanya pada istrinya yang nampak tengah menonton televisi disana, tampak cahaya dari televisi itu menyinari wajah istrinya, karena lampu di ruangan tersebut tidak dinyalakan.


"Matamu emang gak sakit menonton televisi gelap-gelapan begitu?."


Tapi istrinya hanya terdiam tidak menjawabnya. Tapi ketika itu, tiba-tiba pintu depan yang baru saja ia tutupnya terbuka dan dia lihat istinya muncul dari luar,


"Eh, udah pulang Mas? Maaf tadi aku ke asyikan main di tempatnya Ibu Halimah."

__ADS_1


Mas Wardi pun terkejut melihat kenyataan itu, dia pun melongo sambil memandang istrinya yang baru saja masuk, dia melihat ke sofa yang sewaktu tadi dia lihat terdapat istrinya disana, namun disana tidak ada siapa-siapa, bahkan televisi pun tidak nampak menyala. Istrinya pun masuk lalu menyalakan lampu di ruangan tersebut membuat ruangan pun menjadi terang. Sementara Mas Wardi hanya terdiam bengong, membuat istrinya heran melihat tingkah suaminya tersebut.


"Kamu kenapa Mas, kok kamu kayak orang kebingungan gitu sih?.".


Mas Wardi pun tidak menjawabnya, dia tidak mau bercerita tentang apa yang dia alaminya beberapa menit tadi, dia tidak mau istrinya menjadi takut.


"Eeee-nggak apa-apa kok, aku mandi dulu ya." jawabnya gugup, membuat istrinya pun heran.


Mas Wardi pun bergegas pergi ke kamar mandi dengan penuh tanda tanya.


Beberapa hari berikutnya, malam itu Mas Wardi sedang berbaring di kasur, dia tidak bisa tertidur, sementara istrinya sudah sedari tadi dia tertidur pulas di sampingnya. Mas Wardi memandangi langit-langit kamar, matanya menerawang, dia terbayang-bayang dengan rentetan peristiwa yang telah di alaminya selama tinggal di rumah kontrakannya tersebut.


Waktu telah menunjukkan pukul 00:46 tengah malam, namun dirinya entah kenapa tidak bisa tertidur dan ketika itu, Mas Wardi mendengar seperti ada seorang wanita paruh baya sedang mengomel-ngomel. Perlahan dia pun bangun dan menerka dari mana asal suara itu, ia pun beranjak keluar dari kamar tidur, ternyata suara itu berasal dari luar yaitu di teras belakang rumah kontrakannya.


Mas Wardi perlahan berjalan menghampiri pintu belakang tersebut sambil menyimak, dia menyingkapkan sedikit tirai jendela di samping pintu tersebut untuk melihat siapa sebenarnya di luaran sana itu. Mas Wardi melihat dari balik tirai yang sedikit menyingkap, bahwa di luaran sana ada sesosok nenek-nenek mengenakan kebaya yang nampak lusuh, dia tampak tengah menyapu teras di luaran sana sambil ngomel-ngomel.


Bayangin, ini pukul tengah malam, padahal area teras belakang itu areanya sangat sempit yang berbatasan dengan pintu belakang rumah tetangga. Nenek-nenek itu tampak menyapu sambil ngomel-ngomel, namun tidak tahu entah apa yang di ucapkannya. Si nenek tersebut nampak melirik ke arah jendela, dia seolah tahu bahwa dirinya ada yang mengawasi.


Mas Wardi tadinya ingin menegur dan bertanya, tapi niatnya di urungkan karena dia sungkan dan tidak mengenal siapa nenek itu. Mas Wardi hanya terdiam dari balik tirai sambil mengingat-ingat, setahu dia disekitar sini sebelumnya tidak melihat nenek tersebut, tapi dia mencoba untuk berpikir positif. Akhirnya Mas Wardi pun berlalu dan kembali kedalam kamarnya, sayup-sayup ia masih mendengar suara si nenek tersebut yang masih menyapu sambil ngomel-ngomel di luaran sana itu.


 


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2