Kumpulan Cerita Mistis

Kumpulan Cerita Mistis
harta berakhir duka


__ADS_3

Di dalam suatu ruangan yang gelap gulita,di ruangan itu nampak satu meja pendek dan di meja itu ada berbagai bunga dan bunga tersebut ditaruh di dalam satu wadah dan disampingnya terdapat lima dupa yang sedang terbakar


namun nampak sosok dua orang sedang duduk bersila dan membicarakan sesuatu.


satu orang memakai baju coklat muda, dengan rambut yang tertata rapi,dengan usia sekitar 30 tahunan


dan satu orang dengan mengenakan balkon di kepala nya, dengan kulit agak keriput.


" mbah marjan, maksud saya datang kemari untuk meminta tolong supaya karir saya naik melejit dan saya cepat kaya " ucap bapak tersebut.


" OooO... apa kamu siap dengan persyaratan nya ini nggak semudah yang kamu kira Lo... "


sahut Mbah Marjan dengan wajah tersenyum sambil memegang dagu.


" Ee.... sanggup kok Mbah " ucap bapak tersebut dengan ragu ragu.


bapak itu pun merasa cemas melihat dukun itu tersenyum, namun apa daya nafsu duniawi nya yang sudah tak sanggup akan hidup sengsara.


" syarat pertama, kamu harus menumbalkan sala satu anak atau keluarga kamu! "


" syarat yang kedua, kamu harus memberikan sesaji setiap malam "


" sanggup? "


ucap Mbah Marjan dengan nada tegas.

__ADS_1


bapak itu merenung sejenak memikirkan apa dia sanggup apa tidak.


" siap Mbah" dengan kemantapan hati nya


*


*


*


###


.


Di siang hari tepat nya di dalam rumah terdapat dua orang sedang mengobrol,


Dan di depan aziz adalah ayah nya dengan perawakan tinggi berpakaian rapih ia seorang pegawai(pns) bernama roikan.


" Ziz ! Ingat ya kamu jangan main lagi sama teman kamu yang berandalan itu "


" Maksud ayah Ropik ? "


" Iya ! Siapa lagi kalo bukan dia "


Dengan raut muka yang marah, pak roikan pun mengingat kan aziz jika dirinya sedang menempuh ujian kelulusan sekolah agar dirinya belajar dengan tekun dan berfokus menghadapi ujian tersebut.

__ADS_1


Dengan sifat aziz, ia meremehkan perkataan pak roikan dan aziz merasa enggan dia disamakan kakak dan adik nya,dengan wajah kecewa aziz pun segera meninggalkan rumah dan lari ke rumah teman dekat nya.


***


Saat sore, tepat nya di ruang dapur terdapat ibu ibu sedang melakukan aktifitas memasak, ibu itu bersenandung dengan suara yang merdu nan khas nya dia menumis makanan dengan perawakan yang cantik,rambut sedang terurai dan bernama mala.


Tiba tiba


" Dor... Dor... Dor... "


suara ketukan pintu terdengar dengan keras dan bu mala pun dengan cemas nya segera keluar dan membuka pintu sampai sampai ia tak sadar sedang membawa sutil (alat memasak )


" Bu mala, dimana anaka saya? "


Seketika BU MALA terheran akan sikap pak roikan, bu mala menyampaikan ke pak roikanjika dirinya tidak tahu menahu akan keberadaan anak nya.


" Kamu jangan berbohong ! Itu tadi kata bu susi anak saya main kesini "


Pak roikan pun akhirnya berterik agar anak nya mau keluar dari rumah BU MALA, dan bu mala pun akhir nya merasa risih jika anak pak roikan tidak ada di rumahnya, dengan nada marah BU MALA sempat mengusir pak roikan, namun pak aziz tidak mau meninggalkan rumah tersebut sampai anak nya keluar.


Selang beberapa menit kemudian tiba tiba dua remaja keluar dari dalam rumah, satu orang dengan rambut pirang dan hidung mancung dan satunya dengan rambut agak bergelombang,kulit putih.


" Ropik ! Kamu sama aziz ? "


Dengan syok bu mala tidak percaya jika aziz bersama anak nya, pasal nya bumala yakin rumah nya tertutup rapat dan disaat itu ropik sedang tidur siang.

__ADS_1


Segera bu mala pun menjelaskan kejadian tersebut ke pak roikan jika diri nya tidak dengan sengaja menyembunyikan anak nya.


dengan nada marah pak roikan pun menjewer kuping anak nya dan segera mengajak anak nya pulang.


__ADS_2