Kumpulan Cerita Mistis

Kumpulan Cerita Mistis
Chp.03 Asih [[ Malam Mencekam ]]


__ADS_3

•|| Hallo para readingku yang budiman, gimana kabar ente, baik bukan? ane doain ente semua baik baik saja dan jangan lupa buat coret coret kolom komentar •||✓


[[ KAMU MATI ]] sambil menunjuk kearah pak barno.


Pak barno yang melihat sosok asih, sempat tubuh nya terpaku akan penapakan asih.


Setelah tubuh pak barno bisa di gerak kan pak barno menutup pintu kamar dan tidur disamping istri nya.


setelah melihat penampakan tersebut, dikepala pak barno terngiang ngiang wajah seram yang ia lihat di teras rumah nya.


hingga pak barno berinisiatif mengajak istrinya mengobrokan sesuatu, agar rasa takut yang ia alami bisa terlupakan.


" Mamah kamu sudah tidur " Ucap pak barno.


mendengar tak ada jawaban dari istrinya, pak barno memastikan istrinya sudah tertidur lelap apa belum? sehingga pak barno menoleh kearah samping tempat tidur nya.


Namun setelah pak barno melihat sang istriyang berada di samping nya, dia tidak melihat ada istri nya tetapi dia melihat sosok Asih yang memelototi dirinya, dengan mata memerah seperti dipenuhi dengan rasa kebencian.


bulu kecil yang ada ditubuh nya seketika berdiri tegak, pak barno sempat berteriak dan menutupi matanya agar tidak melihat sosok seram yang ada didepan nya.


[[ Aaaaargh ]] Suara teriakan.


mendengar teriakan keras dari arah pak barno, Bu Yayuk akhirnya terbangun dari tidur nyenyak nya, melihat pak barno seperti ketakutan dengan menutupi matanya sendiri Bu Yayuk berinisiatif menenangkan pak barno.


" Mas kamu kenapa " dengan raut wajah kebingungan.


Namun lagi lagi pak barno tidak menghiraukan ucapan istrinya, akhirnya pak barno perlahan mengintip dari selah jari jemari tangan nya dengan perlahan.


setelah melihat sosok yang ada di sampingnya bukan lagi penampakan dari asih, namun yang berada di samping nya adalah sang istri, dia berbicara.


" Ehem... gak papa! saya lagi mimpi buruk " sambil membenahi postur tubuh yang sedang meringkuk ketakutan.


****


pada siang itu, nampak Bu Maria sedang beberes rumah, nampak wajah Bu Maria dipenuhi akan kebahagiaan.


dari ruang belakang, ruang tengah dan teras rumah dia bersenandung sambil menyapu rumah nya agar rumah nampak bersih dan nyaman untuk dihuni.


sampai suatu saat Bu Maria menengok kearah jalan yang ada di depan rumahnya, dia melihat gadis mengenakan gaun berwarna cream dan wanita itu sedang menggendong bayi, seolah terkesima Bu Maria melihat kearah gadis itu, bu Maria tak bosan melihat gadis itu.


akhirnya gadis itu melihat kearah Bu Maria dengan raut wajah yang nampak bersedih, genangan air mata dari gadis itu nampak memenuhi pipi yang indah.


" Asih? " ucap Bu Maria


seolah tak percaya akan pengelihatan Bu Maria, Bu Maria sempat mengusap kedua mata nya.


sampai akhirnya Bu Maria tersadar bahwa dia benar melihat adik tersayang nya, seketika Bu Maria berlari kearah Asih, tetapi anehnya Bu Maria tak kunjung sampai kearah asih seperti Bu Maria sedang jalan di tempat.


seketika Bu Maria terbingung dengan kejadian yang ia alami, akhirnya Bu Maria melihat ke sisi Asih.


asih yang berada di tepi jalan, seketika Asih yang asik menggendong bayi itu, melempar bayi kearah Bu Maria, dengan wajah sedih.


Bu Maria akhinya terbangun dari mimpinya.


[[ Ha... Ha... Ha... ]] dengan muka panik dan nafas tak beraturan.

__ADS_1


di dalam kamar tidur, Bu Maria yang terbangun dari mimpi buruk yang ia alami, Bu Maria masih terngiang ngiang akan kedatangan asih dalam mimpinya, seolah asih ingin menyampaikan sesuatu kepada Bu Maria.


namun Bu Maria masih tak mengerti dari mimpi yang ia alami.


" Mas mas bangun " sambil membangunkan pak Iskandar yang berada di samping nya.


•|| perkenalkan pak Iskandar adalah istri dari Bu Maria ||°✓


pak Iskandar yang masih tertidur akhirnya terbangun dengan gangguan dari Bu Maria, dengan mata yang sayup setengah sadar dia melihat kearah sang istri.


betapa terkaget nya pak Iskandar pada saat itu, dia melihat Bu Maria yang tengah bersedih


" kamu kenapa? " ucap pak Iskandar.


akhirnya pak Iskandar berusaha merendam suasana sedih yang dialami oleh Bu Maria.


" tadi saya bermimpi asih mas" ucap Bu Maria


dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca seakan Bu Maria merindukan sosok adik tersayang yaitu Asih.


" Mungkin Asih ingin kamu mendoakan nya, agar asih tenang di alam sana " ucap pak Iskandar.


Bu Maria mengangguk perlahan, dia sadar bahwa jika dirinya bersedih atas kematian asih, asih yang berada di alam sana pasti tengah bersedih jika kakak nya tak merelakan asih meninggalkan nya.


akhirnya Bu Maria melanjutkan tidurnya, dengan pelukan hangat sang suami.


****


siang hari itu, tepat nya pukul 6 pagi, nampak pedagang sayur keliling sedang berteriak memanggil pelanggan setia nya.


[[ Sayur sayur ]]


mendengar teriakan pedagang sayur yang khas itu, akhirnya ibu ibu yang berada di dalam rumah nya segera pergi ke pedagang itu untuk berbelanja kebutuhan sehari hari.


di tengah berbelanja, pada umum nya nggak asik kalo nggak julid, seperti pada umum nya ibu ibu, itu membicarakan seseorang.


terdengar suara dari toa masjid, sehingga ibu yang berbelanja segera mengganti topik pembicaraan nya.


****


dirumah duka, terdapat jenazah pak Heru yang ditutupi dengan selapis kain, disana jenazah pak Heru dikerumuni oleh para kerabat terdekatnya.


disana juga ada teman terdekat dari pak Heru yaitu pak irul dan pak hafid.


namun yang paling bersedih atas meninggalnya pak Heru adalah sang istri dan anak anak nya.


seolah tak terima dengan kejadian yang menimpa dirinya, Bu ratemi pingsan beberapa kali.


•|| Perkenalkan Bu ratemi adalah istri dari pak heru, dia mempunyai dua anak.||°✓


" Heh.. apa kamu dengar tentang kejadian meninggal nya Heru? " bisik pak Irul sambil menyikut pak hafid.


" Nggak tau, emang nya kamu tau " ucap pak hafid.


Akhirnya pak Irul menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa pak Heru.

__ADS_1


****


pada hari itu pak Heru yang asik menikmati malam dengan secangkir teh yang menemani nya.


nampak suasana hati pak Heru waktu itu begitu damai, senyum tipis menghiasi penampilannya, seperti tak ada kejadian apapun mengganggu pikiran pak Heru.


sampai sampai istri pak Heru terheran dengan sikap nya yang aneh pada hari ini.


" kamu kenapa mas, kok hari ini senyum terus? dapat warisan " ucap buratemi dengan nada menggoda.


" nggak papa " sahut pak Heru.


kebetulan waktu itu pak Irul yang asik mengendarai motor di panggil oleh pak Heru.


[[ rul... mampir ]] teriak pak Heru.


sempat kaget pak Irul di teriaki pak Heru, pak Irul menengok ke rumah pak Heru, akhirnya pak Irul menghentikan laju kendaraan nya dan berputar arah menuju rumah pak heru


sesampai di teras rumah pak Heru, kebahagiaan pak Irul tak bisa ia sembunyikan, lantaran pak Irul akan dapat makan gratis di rumah pak Heru.


[[ Dapat makan gratis nich ]] gumam pak Irul pada saat itu.


namun umur, jodoh dan takdir siapa yang tau? hanya sang pencipta yang tau segalanya.


tiba tiba nafas pak Heru Ter engah engah dengan mata yang melotot seakan mata itu mau keluar dari sarang nya, dibarengi dengan pak Heru mencengkram leher nya sendiri.


[[ Krrgh.. ]] erangan lembut dari pak heru


melihat tingkah pak Heru seperti mau bunuh diri, istrinya reflek memegang tangan pak Heru agar dia bisa bernafas lagi.


" kamu kenapa mas " ucap Bu ratemi.


dengan perbedaan kekuatan fisik yang besar, buratemi tak sanggup menghentikan kelakuan suami nya.


pak Irul yang masih berada di atas sepeda motor nya, dia langsung menuju kearah pak heru, dengan tujuan menolong nya.


tetapi alam tak menghendaki jika pak Heru hidup lagi.


[[ tolong ]]


[[ tolong ]]


[[ tolong ]] teriakan histeris dari Bu ratemi.


****


•|| karya ini hanya karangan author semata, tidak ada tujuan untuk menyinggung siapapun, jika ada kesamaan nama tokoh, latar belakang, saya sebagai author meminta maaf yang sebesar besar nya.


dan jangan lupa untuk angkat jempol kalian jika kalian suka sama karya author ||°✓


^^^TTD^^^


^^^😚^^^


^^^Author yang budiman^^^

__ADS_1


__ADS_2