
mereka pun terkaget akan kedatangan paman suci, paman suci pun meletak kan makanan ke meja ruang tamu, sempat kaget paman suci dengan kaki fandi.
" kenapa kaki kamu kok bengkak " ucap paman suci.
putri pun menjelaskan jika kaki fandi keseleo dan membengkak
" besok juga sembuh itu ! " ucap paman suci.
paman suci pun memberi wejangan agar kedepan nya fandi lebih hati hati lagi, paman suci pun berpamitan ke suci dan segera ia pulang.
melihat paman suci sudah pulang mereka pun lega.
" huh... untung paman sudah pulang jika tidak dia bakal ngomel terus " ucap fandi sambil mengelus dada nya.
" ih kamu nggak sopan banget sih, salah lu sendiri lah ngapain main prosotan segala " ketus putri.
" eh wadimor ! cewe khas indonesia, diem aja lu cerewet banget sih " balas fandi.
begitulah pertingkaian mereka dan rembulan pun menampak kan dirinya, setelah membersihkan diri mereka pun menyantap makanan yang sudah di sediakan paman suci.
ditengah malam mereka pun merencanakan agenda pada keesokan nya
[[ tok... tok... tok... ]] suara ketokan pintu.
" siapa sih malam malam bertamu " ucap suci sambil membukakan pintu.
suci pun melihat disekitar dan tidak ada siapa siapa, suci pun menutup pintu dan menghampiri teman nya dan duduk lagi membicarakan agenda tersebut, tak sempat duduk bunyi pintu pun terdengar oleh mereka.
[[ tok... tok... tok... ]]
" ih... siapa sih yang usil " ucap suci dan membuka kan pintu.
suci pun syok dan segera menutup pintu
[[ Duar... ]] suara bantingan pintu
suci pun menghampiri teman nya dengan muka panik nafas yang tak beraturan, melihat keadaan suci zaini pun bertanya.
" ada apa sih kok kayak dapet uang segebok aja lu "
suci pun tak menghiraukan omongan zaini dan menjawab jika yang menggedor pintu cuman orang usil,tubuh suci pun merinding.
__ADS_1
" yang bener lu ! lu lihat Han..." ucap zaini.
tak sempat menyelesaikan omongan nya tiba tiba suara aneh terdengar oleh mereka.
[[ ngik... ngik... ngik... ]]
suara itu terdengar jelas namun suara nya sangat kecil seperti seekor monyet sedang menyapa teman nya, seketika mereka merinding.
" udah nggak bener nih ! kita istirahat aja " ucap zaini.
karena suci dan putri ketakutan suci pun menghentikan zaini dan meminta zaini agar tidak istirahat dulu dikarenakan masih sore.
" idih... sudah capek juga ! takut lo sama suara tadi " ucap zaini
tiba tiba zaini menghentikan omelan nya seketika zaini terdiam dan keringat pun muncul di dahi zaini.
tubuh zaini pun lemas dan terjatuh sambil kejang kejang, melihat zaini kejang kejang putri, suci dan fandi menjadi cemas dan berusaha membangunkan zaini.
" zan... zaini bangun " ucap putri sambil berteriak.
" woi kenapa lu ! bangun " ucap Fandi dengan panik.
" Gimana nih ! suci kamu kerumah paman minta bantuan lagian masih jam 9 " ucap Fandi.
Fandi pun memutuskan jika dirinya pergi kerumah paman suci, seolah tak terima jika dirinya yang menjemput paman suci muka marah pun terlihat di wajah Fandi.
|| apaan coba ! udah tau jalan aja masih susah disuruh jemput lagi ||
sambil menggerutu Fandi pun mempercepat jalan nya, setelah tiba didepan rumah paman suci, Fandi menggedor pintu rumah dengan keras.
[[ dor... dor... dor... ]] suara ketukan pintu.
tak lama pan suci membuka pintu dan kaget akan kedatangan Fandi malam itu.
" loh... kenapa kamu kok kerumah saya " ucap paman.
" om tolongin Zaini ! dia kejang kejang " ucap Fandi dengan panik.
Fandi pun menjelaskan kejadian yang dia alami beserta teman nya, setelah mendengar penjelasan Fandi, paman pun kembali kedalam rumah untuk membawa barang yang akan dibutuhkan untuk menolong Zaini.
paman pun segera kembali dan Fandi merasa terheran jika paman suci membawa koper entah itu berisi apa.
__ADS_1
|| buat apa kok bawa koper segala mau piknik ! ||
sempat melamun Fandi pun ditegur oleh paman.
" jangan banyak melamun ayo ke tempat Zaini " ucap paman.
Zaini dan paman pun pergi menuju ke tempat Zaini , namun ditengah jalan paman sempat berteriak.
" awas api ! "
|| api ? || sempat bingung Fandi pun menoleh kearah belakang dan api yang dibicarakan paman entah hilang kemana.
tiba tiba udara dingin menerpa wajah Fandi || gak ada angin kok dingin gini, tapi cuman wajah saya saja || Fandi merasa terheran.
tiba tiba tubuh Fandi terpental 2 meter jauhnya menuju kearah paman , dia sempat kesakitan , melihat kejadian itu paman pun bergegas menuju kearah Fandi untuk menolongnya dan paman pun membaca doa doa , segera wajah Fandi diusap oleh paman menggunakan tangan nya.
mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat Zaini dengan cepat sepanjang jalan Fandi merinding ketakutan.
sesampai di tempat Zaini , paman melihat keadaan Zaini yang kejang kejang , paman pun menggendong Zaini menuju kamar putri dan menyuruh suci untuk membawakan kopernya.
dengan muka panik Fandi menutup pintu namun di depan pintu tubuh Fandi pun tidak mau bergerak.
" paman tolong ! tubuh saya kaku " teriak Fandi.
mendengar Fandi berteriak paman pun membuka koper yang dia bawakan dan mengambil sebuah keris.
segera paman berlari menuju kearah Fandi , tiba tiba tubuh Fandi terseret keluar , melihat itu putri yang tak jauh dari Fandi pun berlari dan menarik tubuh Fandi agar tetap di rumah sambil berteriak.
hawa mencekam terasa di sana , paman pun menarik keris dari sarung nya dan mendekati Fandi.
" pergi kamu dari sini ! " teriak paman suci
.
**°|| hallo para reading ku yang budiman gimana kabar ente sehat bukan ! ane do'ain ente sehat sehat saja dan jangan lupa untuk mengingatkan Mimin untuk terus upload cerita mistis yang ada ||•✓
•|| ambil sisi positif dari cerita tersebut dan jangan ambil sebaliknya ||°✓
.
^^^Enjoy aja^^^
__ADS_1
^^^TTD^^^
^^^admin yang berbudi luhur😘**^^^