
Segera setelah pak Joko menerima alamat lengkap dari kampung halaman asih, pak joko mengucapkan belasungkawa atas kematian asih dan melanjutkan perjalanan nya ke alamat yang ditentukan.
Ditengah jalan teman nya pak joko memberi saran ke pak joko.
" Mas bagai mana jika kita lewat jalan biasa saja jangan lewat jalan tol, agar hemat biaya " dengan spontan alis terangkat.
" Hmm... Ada ada aja ! Yaudah kita bakal lewat jalan biasa " ucap pakjoko menyetujui araha teman nya.
...[[ Kkrrruggggh ]]...
Tiba tiba Suara aneh terdengar dari arah pak joko seolah olah perut itu demo jika perut itu belum di isi sama sekali sejak tadi siang
" Hehehe... Cari makan yuk laper nih " ucap pak joko.
Mendengar perut keroncongan dari arah pak joko, pak kansir mengerti keadaan pak joko dan mencari tempat makan yang ada di pinggir jalan.
Sampai bertemu dengan pedagang nasi gorengdisala satu rumah makan, akhirnya pak joko menghentikan mobilnya sejenak dan mengisi isi perut nya, sambil mendinginkan mesin mobil yang ia kendarai.
" Mang nasi goreng nya dua ya! " Ucap pak joko.
pak kansir akhirnya keluar dari mobil dan menghampiri pak joko, disana dia berbincang tentang keseharian dan sesekali curhat tentang masalah pribadi yang ia alami.
Setelah selesai makan dan istirahat sejenak pak joko menghampiri pedagang itu dan menanyakan berapa harga yang harus ia bayarkan.
" Jadi berapa bang? Makanan nya dua minum dua " ucap pak joko.
" Gak usah tadi udah dibayarin sama teman nya " ucap pedagang itu.
Dengan hati gelisa pak joko memandangi teman nya dan memberi isyarat tubuh, apa teman nya yang membayar makanan itu?
pak kansir mengangkat bahu ke atas dan pak joko mengerutkan kening nya sambil bertanya lagi ke pedagang itu.
" Teman saya yang mana? " Ucap pak joko dengan keheranan.
" Teman bapak yang ada di dalem mobil ! Dia juga pesen kok dan membayar semua " sahut pedagang itu.
Tak ambil pusing pak joko menggandeng tangan te
pak kansir dan mengarah kemobil, akhirnya pak joko melanjutkan perjalanan menuju rumah duka dari keluarga asih, ditengah perjalanan pak kansir iseng menanyai pak Joko perihal tadi siapa yang membayar makanan tersebut.
" Mungkin dia berterima kasih ke kita " ucap pak Joko
sesampai di tempat tujuan, jenazah asih dimakam kan ditempat pemakaman yang ada di kampung halaman nya.
...****...
di suatu gedung, nampak suasana disana seperti tak terawat, banyak rumput liar yang hidup di lantai lantai itu, seolah olah gedung itu terbengkalai selama puluhan tahun.
disana terdapat 4 pemuda sedang membagikan uang, terlihat diraut muka keempat pemuda tersebut dipenuhi akan rasa gembira, namun dari keempat pemuda itu tiba tiba dipenuhi rasa gelisah didalam hati pemuda itu,pemuda itu tidak merasa aman lantaran perbuatan yang baru saja ia alami.
" Apa kita bakalan aman dari pengejaran polisi "
...•|| keempat pria itu bernama barno, heru, Irul dan hafid ||°✓...
__ADS_1
...****...
pada malam itu tepatnya di desa terate, rembulan malam menampakkan dirinya dengan jelas, bintang bintang bermunculan dilangit menjadi pelengkap malam itu.
ditengah kegelapan malam nampak bu Rina sedang berjalan menuju rumah nya, terlihat dari pakaian yang mewah dia habis pergi ke kondangan, dia pergi berjalan menuju rumah nya dengan tujuan mengistirahatkan badan nya yang nampak letih.
Namun ditengah jalan menuju rumah nya, lebih tepat nya didepan rumah Bu maria, nampak sosok perempuan berdiri di depan halaman rumah.
lantas Bu Rina menghampiri perempuan itu dan menanyai nya.
...•|| Bu Rina ini istri dari pak rt, dengan perawakan agak gemukan namun mulut yang ceplas ceplos menjadi daya tarik tersendiri ||°✓...
" Eh... Asih ! kenapa diluar " ucap Bu Rina.
senyum tipis melintas di pipi asih, namun dia tidak melontarkan sepatah kata pun.
melihat tingkah laku Asih yang begitu menjengkelkan, Bu Rina langsung mempercepat langkah nya dengan kedua ujung mulut menjulur ke bawah.
...[[ Heemp ]]...
" Ngomong kek kalo di sapa " Gumam Bu Rina.
...***...
sesampainya Bu Rina di rumah, pak RT yang dari tadi menunggu kedatangan istri nya, melihat istri baru pulang senyum indah melintas di sudut mulut pak RT.
" Baru pulang ma? " ucap pak rt.
melihat Bu Rina kesal ia segera instrospeksi diri, namun pak RT tidak menemukan kesalahan nya.
|| Sala saya apa yah? || gumam pak RT.
dengan hati penuh gelisah pak RT segera menemui Bu rina, Bu Rina yang sedang duduk di kursi ruang tamu, pak RT mendekati nya.
" kenapa mukanya kesal gitu mah? " ucap pak rt.
" itu... asih ! sombong banget dia, disapa nggak bales " sahut Bu Rina dengan nada kesal.
" Asih kan sudah meninggal Ma? " ucap pak rt
Bu Rina akhirnya tersadar bahwa asih meninggal kemarin, dengan muka penuh panik Bu Rina masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat tadi?
" lalu siapa tadi yang saya ajak ngobrol " ucap Bu Rina sambil berlari menuju kamar.
[[ Hiii ]]
...****...
di teras rumah nampak pria dewasa duduk di depan rumah, sambil ditemani kopi kesukaan nya waktu itu.
malam itu bulan menunjuk kan diri nya, bulan itu nampak tersenyum kepada dirinya, ditengah lamunan pria itu tiba tiba sosok perempuan mengganggu lamunan nya.
" Mas, kenapa di luar? Masuk yuk! " Ucap yayuk.
__ADS_1
...•|| perkenalkan wanita itu bernama yayuk dengan perawakan tinggi 160 centi meter, paras yang cantik, mengenakan daster dan rambut di sanggul...
...Dan yang ia ajak bicara adalah suami yayuk dia bernama barno ||°✓...
" Kamu Duluan Saja " ucap barno.
Akhirnya yayuk memutuskan untuk pergi ke dalam rumah duluan, beberapa menit kemudian barno menyusul yayuk, namun didepan pintu rumah.
Barno melihat dari ekor mata sebelah kiri, disana nampak seorang perempuan sedang berada di belakang nya, dengan sigap barno memutar tubuh nya mengarah ke belakang.
Aneh nya barno tak melihat seorang pun.
...[[ Huuft... Hufft... Huuft... ]]...
Dengan panik barno memastikan ke sekeliling rumah, namun barno tak melihat seorang pun dengan nafas tak beraturan.
Dengan panik nya dia pergi menuju dalam rumah dan menutup pintu.
[[ Duarrrr ]] suara pitu terbanting.
Segera barno menuju ke kamar nya, melihat sang suami ketakutan yayuk memberanikan diri menanyai sang suami.
" Kenapa mas kok panik gitu " ucap yayuk.
" Ah... Gak papa ! " Ucap barno.
Teror tak hanya sampai disitu saja !
[[ Dor... Dor... Dor... ]] Suara ketukan pintu dengan keras
Mendengar ketukan pintu itu pak barno sempat kesal dengan raut muka memerah seperti wajah barno tersiram cat berwarna cabai
" Siapa sih yang bertamu ? Gak sopan banget dia ! " Ucap pak barno.
Mendengar omongan aneh dari mulut pak barno, bu yayuk terheran akan sikap nya seperti seorang sedang dalam keadaan mabuk.
" Emang kenapa mas? Kan tidak ada yang bertamu " ucap yayuk.
Kerutan di dahi akhirnya muncul di wajah barno, pada dasar nya hanya pak barno saja yang mendengar ketukan pintu itu.
Nyali pak barno akhirnya menciut, dia yang terkenal tak takut sama siapapun, namun jika urusan sama hal gaib dia seperti anak kecil yang takut akan kegelapan.
Namun penasaran pak barno menekan rasa takut dari pak barno, akhir nya dia mengintip dari depan kamar nya.
Dia melihat dari jendela yang berada di samping pintu, pak barno melihat nampak sosok Asih dengan perawakan wajah penuh akan luka dan dihiasi darash, mata yang memelototi pak barno dan dia berkata.
[[ KAMU MATI ]] sambil menunjuk kearah pak barno.
Pak barno yang melihat sosok asih, sempat tubuh nya terpaku akan penampakan asih.
Setelah tubuh pak barno bisa di gerak kan pak barno menutup pintu kamar dan tidur disamping istri nya.
...•|| peta rumah pak barno : dari depan nampak ruang tamu, ruang tengah dengan tiga kamar tidur < kamar tidur pak barno berada di tengah, kamar tengah dan kamar belakang di isi anak pak barno>, ruang belakang tempat dapur dan toilet ||°✓...
__ADS_1